"Tuan, beberapa hari ini dia selalu bertemu dengan klien jepang dan korea, tidak tahu apa maksudnya" Jawab Anton
"Bisa saja dia berencana bekerjasama dengan mereka untuk menentang ku" Jelas Stephen dengan santai
"Menentang, Tuan? dengan mengunakan mereka?"
"Benar, selama ini dia selalu saja mencari alasan untuk melawan ku karena kondisi ku yang cacat ini" Jelas Stephen dengan senyum
"Ini adalah seorang Paman yang ingin menjatuhkan keponakannya"
"Paman ku ini memang sangat baik pada ku, selalu saja ingin mencari masalah dengan ku, jika saja aku melakukan kesalahan maka dia pasti akan mencari para pemegang saham untuk sama-sama mengusir ku dari sini"
"Tuan, adalah pemegang saham terbesar jika dia ingin melakukannya ini hanyalah suatu kebodohan" Kata Anton
"Benar, jika bukan karena dia Paman ku maka aku pasti sudah mencari orang untuk membunuhnya" Ucap Stephen dengan mengepal ke dua tangannya.
Di sisi lain Cherry yang masih melanjutkan perjalanannya sedang berteduh di salah satu depan rumah yang di warga jalan sana.
"Panas sekali hari ni" Gumam Cherry yang sambil memakan kue untuk mengisi perutnya..
"Ingin menumpang mobil orang, tapi Mama pernah pesan jangan terlalu percaya sama orang lain, makanya aku harus berjalan kaki saja demi keselamatan sendiri walau jauh juga tidak apa-apa" Kata Cherry yang sambil menyantap kuenya
Tidak lama kemudian tiba-tiba ada sebuah mobil yang berhenti mendadak di depannya. mobil itu berwarna biru dan pemiliknya adalah seorang wanita cantik berambut panjang ikal yang berpenampilan biasa dan keluar dari mobilnya dalam kondisi lemas.
"Nona, ada apa dengan mu?" Teriak Cherry yang berlari ke arah wanita itu yang terduduk di jalan
"Asma ku kambuh" Jawab wanita itu dengan suara pelan
"Asma? obatnya ada di mana? aku ambilkan" Tanya Cherry yang khawatir
"Obat ku habis, aku sesak nafas" Jawab Wanita itu dengan kondisi nafas yang sesak
"Biarkan aku beri nafas untuk mu" Ujar Cherry yang memberi nafas dari ke mulut wanita itu. tindakan itu di lakukan oleh Cherry selama beberapa menit. dan akhirnya pernafasan wanita itu mulai stabil.
"Nona, apa kamu baik-baik saja?"
"Sudah lumayan, adik kecil, terima kasih telah menyelamatkan ku" Ucap wanita itu dengan senyum
"Tidak masalah, Nona, tinggal di mana?"
"Aku di kota S, dan kamu mau ke mana?"
"Aku ingin ke sana juga"
"Naiklah mobil ku biar aku yang menghantar mu"
"Nona menghantar ku? apa benar?" Tanya Cherry dengan senang hati
"Iya"
"Baiklah, terima kasih" Ucap Cherry
"Sama-sama"
Setelah beberapa saat kemudian Mereka pun mulai perjalanannya
Cherry akhirnya bisa segera tiba di kota S yang adalah tujuan utamanya. pertolongan yang dia lakukan telah membantunya untuk mendapatkan tumpangan dari wanita itu.
"Nona, siapa nama mu?"
"Nama ku Cherry, jadi panggil saja nama ku" Jawab Cherry dengan senyum
"Baiklah, nama ku Monica, kelihatannya usia mu lebih muda, jadi panggil saja aku kakak" Ucap Monica dengan senyum
"Baiklah, Kakak, senang berkenalan dengan mu" Jawab Cherry yang duduk di samping Monica
"Sama, aku juga. apakah di kota Cherry ada keluarga?" Balas Monica yang sambil mengendarai mobilnya
"Tidak, aku datang dari desa dan ke kota ingin cari kerja"
"Cari kerja ke kota? jadi kenapa kamu jalan kaki?"
"Aku tidak ada biaya untuk naik bis, maka aku hanya bisa berjalan kaki"
"Tapi ini sangat jauh, sudah berapa lama perjalanan mu?"
"Seminggu"
"Jika berjalan terus bisa sebulan baru sampai dan untuk anak gadis seperti mu itu sangat bahaya sekali" Kata Monica
"Iya aku tahu, tapi hanya ini yang bisa ku lakukan"
"Di mana orang tua mu?"
"Mama ku baru meninggal, dan Papa ku telah pergi bersama wanita lain di saat aku usia 4 tahun"
"Kasihan sekali! hidup mu pasti sangat keras" Ucap Monica dengan merasa simpati
"Oleh sebab itu aku ingin mengadu nasib di kota"
"Begini saja, Cherry, bagaimana jika diri mu kerja dengan ku, aku adalah pemilik toko bunga dan kau bisa tinggal di sana"
"Benarkah? aku bisa kerja dengan Kakak?"
"Benar, tugas mu bantu jaga toko bunga, dan menghantar bunga ke alamat pembeli"
"Tapi aku tidak mengenal jalan"
"Tidak apa-apa, setiap ada penghantaran maka kau boleh ikut karyawan lain ku, dan di saat itu diri mu bisa menghafal alamat pembeli" Jelas Monica dengan senyum
"Kakak, terima kasih. aku akan melakukan yang terbaik"
"baiklah kalau begitu, selamat bergabung ke toko bunga ku" Ucap Monica dengan senyum
Setelah beberapa jam kemudian Cherry dan Monica tiba di toko bunga milik Monica
"Kakak, toko bunga mu sangat besar dan indah sekali dengan bunga yang berwarna warni" Ucap Cherry yang baru turun dari mobil
"Cherry, apa kamu suka bunga?" Tanya Monica dengan senyum
"Iya, di desa ku juga ada taman bunga itu semua kami yang menanamnya" Jawab Cherry dengan gembira
"Baguslah, kalau bagitu kelihatannya kita mempunyai hobi yang sama" Kata Monica
"Mari kita masuk" Ajak Monica yang mengandeng tangan Cherry dan sama-sama melangkah masuk ke toko bunga itu
Setelah mengenal Monica kehidupan Cherry berubah lebih baik, hidup di kota tentu tidak mudah bagi seorang gadis yang biasanya hidup di desa, akan tetapi ketangguhan Cherry membuatnya tidak sulit untuk melewati hari-harinya di kota besar itu.
selama beberapa hari bekerja di toko bunga itu Cherry sangat rajin dan sering ikut menghantar pesanan ke alamat pembeli, tentu saja ini membuatnya agar lebih mudah mengenal nama-nama jalan di kota S.
"Cherry, seterusnya kamu harus hantar ke alamat ini, jalan ini sama dengan kamu pergi kemarin hanya saja beda rumah" Kata Monica sambil memberi alamat ke Cherry
"Tuan Anton? Kakak, setelah aku pergi ke sana berarti aku akan cari nama ini?"
"Benar, di jalan sana rumah ini paling mewah dan indah, halaman depannya sangat luas dan setelah tiba bunganya kamu harus taroh di setiap tempat di rumahnya itu" Jelas Monica
"Kakak, apakah tidak masalah jika orang asing seperti ku masuk ke rumahnya?"
"Tidak apa-apa, Kakak sudah lama mengenal pemilik rumah ini" Jawab Monica dengan senyum
"Apakah pemiliknya adalah Tuan Anton?"
"Bukan, namanya adalah Stephen Chin pria yang di kenal sangat dingin dan sombong dia adalah teman ku. walau dia sombong tapi dia baik hati, jadi jangan takut padanya" Ujar Monica sambil bercanda
" Kakak, kelihatannya sangat memahaminya? apakah?" Goda Cherry dengan senyum
"Jangan berpikir sembarangan, jika tidak bos mu ini akan memotong gaji mu" Ujar Monica dengan ketawa
"Iya Bos, aku takut sekali, dan sekarang aku akan ke sana" Kata Cherry sambil melangkah keluar dari toko bunga itu
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 247 Episodes
Comments
Pristy Arian
dapat boss yang baik
2022-08-21
1
Nurmali Pilliang
lanjuuut
2022-07-02
0
Panta Jhoni Panta Wsl
lanjut
2022-06-04
0