"Tuan, atas perintah Tuan semua sudah di lakukan, dan nanti akan saya hubungi mereka semua" Kata Anton yang berdiri di hadapan Stephen
"Dua hari lagi Ronald Chin ingin meminta semua pemegang saham sini untuk menurunkan ku dari jabatan ku sekarang, jika Serigala itu mendapat kerja sama dari mereka maka dia akan ada kesempatan mencuci otak semua pemegang saham di sini" Jelas Stephen Chin
"Tuan, semua pemegang saham sini memihak ke dia dan mereka sama sekali tidak melihat jika anda yang mengembangkan bisnis ini, mereka sangat keterlaluan" Ucap Anton dengan kesal
"Aku tidak bermasalah sama sekali, dari dulu aku sudah tahu jika mereka selama ini ada di pihak Ronald, dan hanya berpura-pura di depan ku, kita hanya perlu memainkan peran kita saja, tiba saat nya yang mereka dapat hanya kulit tanpa isi" Jelas Stephen dengan santai
"Mengerti" Jawab Anton dengan senyum
"Argghttt" Keluhan Stephen yang merasa sakit di bagian dada
"Tuan, apa penyakit mu kambuh lagi?" Tanya Anton dengan khawatir
"Iya! aneh, ini sudah berlanjut selama sebulan" Jawab Stephen sambil menyentuh bagian dadanya
"Tuan, bagaimana jika anda periksa keluar negeri? atau saya hubungi Hendry datang ke sini untuk memeriksa kesehatan anda?"
"Selama sebulan ini bukankah sudah di periksa oleh beberapa dokter dan akhirnya tidak ada hasil" Jawab Stephen
" Ini aneh, aku tidak percaya sama sekali dengan mereka, Tuan , sering mengalami sakit bagian dada tapi di saat periksa dokter malah tidak mendapatkan gejala apa pun" Kata Anton dengan khawatir
"Biarkan saja, di saat ini aku tidak bisa keluar negeri, jika aku pergi maka Ronald Chin semakin memiliki banyak kesempatan"
"Tuan, apa perlu saya menghubungi Freddy?"
"Panggil dia kemari, dan kamu selesaikan lah tugas mu itu jangan menunda"
"Baik Tuan" Jawab Anton dengan menurut
Tidak lama kemudian Anton pergi menyelesaikan perintah atasannya itu dengan bertemu beberapa klien yang ingin bekerjasama dengan Ronald Chin.
Keesokan harinya
Sebuah mobil mewah berhenti di depan toko bunga milik Monica..
Seorang pria paruh baya turun dari mobilnya dan melangkah masuk ke toko bunga itu..
"Selamat datang" Sambut Cherry dengan ramah
"Nona, saya ingin memesan bunga apa saja untuk ke alamat ini" Kata pria paruh baya itu sambil memberikan selembar kertas putih
"Baik Tuan, tapi Tuan ingin bunga apa?"Tanya Cherry dengan penasaran
"Bunga apa saja boleh. Nona pilih saja. dan ini adalah serbuk dan tolong tabur ke bunganya setelah itu baru antar ke alamat ini" Kata pria paruh baya itu
"Baiklah! Tuan, tapi ini serbuk untuk apa, Tuan?"
"Teman ku itu sangat alergi pada aroma bunga, dan serbuk ini adalah untuk menghilangkan aroma bunga serta membantu pernafasannya agar lancar" Jawab Pria paru baya itu
"Baik Tuan. nama pengirim siapa, Tuan?"
"Tidak perlu, karena saya akan pergi mencarinya besok, saya ingin beri kejutan padanya"
"Iya, jika begitu nanti akan ku antar ke alamatnya" Jawab Cherry dengan sopan
Sesaat kemudian pria paruh baya itu pun meninggalkan toko bunga setelah membayar pesanannya itu. pria itu yang tidak lain adalah Ronald Chin, paman dari Stephen Chin.
"Ini adalah alamat yang kemarin aku pergi" Gumam Cherry
"Cherry" sapa rekan kerja yang baru datang
"Angel, jaga toko dulu ya aku mau antar bunga ini"
"Iya, apakah bunga ini untuk Tuan Chin?"
"Iya, kamu kenal dengan nya?"
"Seorang pria sekitar usia 60 an sering beli bunga di sini untuk mengirim ke alamat Tuan Chin"
"Ternyata dia sering melakukannya?"
"Iya, apa dia ada memberi mu botol kecil isi serbuk untuk bunga pesanannya?"
" Ada, ini dia katanya Tuan Chin tidak suka bunga, tapi kenapa kemarin dia malah memesan banyak bunga?"
"Aku juga tidak tahu, kita hanya penjual jadi hanya bisa ikuti kehendaknya"
"Kalau begitu aku pergi dulu ya" Pamit Cherry
"Cherry, jangan lupa serbuk itu untuk bunganya"
"Iya aku tahu" Jawab Cherry yang keluar dari tokonya
"Aneh jika saja Tuan Chin tidak suka aroma bunga kenapa bisa memesan bunga kemaren ini sangat tidak masuk akal, apalagi setiap pesan Tuan tadi itu kenapa tidak meninggalkan nama ya? kenapa aku malah merasa curiga jika dia ada niat buruk, sepertinya aku sudah banyak berpikir" Batin Cherry
Tidak lama kemudian Cherry tiba di rumah Stephen.
"Serbuk ini belum aku tabur ke bunga, tapi aroma bunga ini baik-baik saja" Gumam Cherry
Cherry kemudian membuka penutup botol yang berisi serbuk berwarna putih itu, dan setelah itu karena rasa penasaran maka Cherry pun mencoba untuk mencium aroma serbuk tersebut
"Aromanya wangi sekali tapi ini adalah sejenis racun bukan penghilang aroma di bunga, bukankah ini sama saja ingin menyakiti Tuan Chin" Batin Cherry
"Sudah, serbuk ini aku simpan saja, tadi Angel mengatakan jika Tuan tadi sudah sering melakukannya ini bukankah Tuan Chin sudah terkena racun nya?" Gumam Cherry
"Coba aku melihatnya dulu, mudah-mudahan saja aku salah" Kata Cherry
"Selamat siang" Ucap Cherry dengan sopan
"Nona, anda ingin mencari siapa?"Tanya pelayan di kediaman itu
"Ini ada kiriman bunga untuk Tuan Chin, apakah aku bisa bertemu dan memberikan padanya?"
"Tuan sekarang ada tamu"
"Tapi ini adalah pesan dari pengirimnya harus berikan bunga ini padanya secara langsung" Jelas Cherry dengan alasan
"Kalau begitu mari ikut aku, Nona silahkan" Jawab pelayan itu dengan sopan
Pelayan kediaman itu membawa Cherry ke lantai 2 yang di mana Stephen berada
"Stephen, jantung mu normal saja tidak menunjukan jika diri mu ada penyakit jantung " Ujar Freddy yang memeriksa kesehatan Stephen
"Aku merasa aneh dalam sebulan sudah sering kali aku merasa sakit secara tiba-tiba" Kata Stephen
"Aku sarankan bagus kau ke rumah sakit aku yang akan memeriksa mu langsung" kata Freddy yang duduk di tepi kasur Stephen
"Ini belum waktunya, kau tahu masalah ku"
"Aku tahu, jika kau ada apa-apa maka lawan akan bertindak, karena memang keinginannya melihat diri mu menderita, tapi aku takut ini akan membahayakan mu jika di tunda lama-lama" Kata Freddy dengan khawatir
"Freddy , semua orang di sisi ku selain Anton dan diri mu aku tidak percaya pada siapa pun bahkan semua pelayan di sini, kau juga tahu jika Ronald selama ini selalu saja ingin mencari masalah dengan ku, oleh karena itu aku lebih berhati-hati"
"Aku mengerti maksud mu, uang bisa membeli siapa pun, oleh karena itu pelayan di sini tidak ada yang tahu jika aku adalah dokter, agar tidak menyebar luas jika diri mu ada masalah dengan kesehatan mu" Jelas Freddy
"Terima kasih sudah memahami maksud ku" Ucap Stephen
"Kita adalah teman lama, tidak perlu berkata seperti itu, hanya saja semenjak kapan kamar mu ini ada bunga?"
"Dalam bulan ini, Leo meletakan bunga ini di kamar ku aromanya juga lumayan dan bisa membuat ku tidur nyenyak" Jawab Stephen
"Membuat mu tidur nyenyak? bunga ini luar biasa jika bisa membuat mu tidur, aromanya wangi sekali, aku malah mulai mengantuk" Ujar Freddy dengan bercanda
Tok..tok..tok..
Ketukan pintu dari luar kamar Stephen
"Ada apa?" tanya Stephen
"Tuan, ada Nona mengantar pesanan bunga untuk, Tuan" Jawab pelayan yang berada di luar pintu
"Kau memesan bunga?"Tanya Freddy
"Mungkin saja Leo yang memesannya, dia setiap hari melakukannya" Jawab Stephen
"Masuklah" Perintah Stephen
Klek
"Tuan, maaf menganggu saya datang untuk mengantar pesanan" Ucap Cherry dengan sopan
"Gadis ini si pengantar bunga kemarin itu" Batin Stephen yang sedang melihat ke arah Cherry yang berdiri di pintu
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 247 Episodes
Comments
Frando Kanan
yg bner aja 😒💢
2024-04-14
0
Alexandra Juliana
Semoga Cherry bisa mendeteksi klo Stephen sdh terpapar racun yg di teburkan di bunga..
2023-12-16
1
Alexandra Juliana
Bunga yg dikasih racun, apakah dia pamannya Stephen?
2023-12-16
1