Cherry yang tanpa merasa takut pada King Devil mengikuti pria itu pulang ke rumahnya.
Klek..
"Ini rumah mu?" Tanya Cherry masuk ke rumah Milik pria itu
"Benar, masuklah" Sebut King Devil dengan melangkah masuk ke rumahnya
"Rumah mu sederhana dan nyaman" Kata Cherry yang melihat ke sekeliling dalam rumah itu.
"Sepertinya kamu bukan orang kota?"
"aku dari desa yang jauh jaraknya dari kota ini" Jawab Cherry
"Aku ingin mengeluarkan peluru di tangan mu itu" Ujar Cherry yang menghampiri King Devil
Di malam itu Cherry mengeluarkan peluru yang melekat di lengan King Devil, Cherry yang hidup di perdesaan mengetahui ilmu pengobatan di karenakan dari kecil jika dirinya dan ibunya sakit mereka lebih sering meracik obat sendiri ketimbang mencari dokter..
Setelah beberapa menit kemudian peluru berhasil di keluarkan..
Setelah mengeluarkan peluru tersebut Cherry menabur obat di bagian luka itu dan membalut mengunakan perban..
"Jangan terkena air dulu, ini obatnya selalu saja menaburkan ke luka mu agar cepat mengering dan sembuh" Kata Cherry yang duduk di samping King Devil
"Kau mengerti obat-obatan?"
"Sedikit, karena di desa kami tidak ada dokter dan juga tidak ada biaya, makanya kami lebih sering meracik obat sendiri dari tumbuh-tumbuhan" Jawab Cherry
"Kenapa kau datang ke kota?"Tanya King Devil yang bangkit dari sofanya dan berjalan ke dapur
"Aku ingin mencari seseorang"jawab Cherry yang ikuti langkah pria itu
"Papa mu? dia yang kau cari?" Tanya King Devil yang membuka pintu kulkasnya
"Iya, bagi orang desa seperti ku hidup sini perlu waktu untuk menyesuaikan diri, ini memang tidak mudah, jika bukan karena aku bertemu dengan Kakak Monica maka aku pasti belum tiba di kota" Jawab Cherry yg duduk di kursi dekat dapur
"Jangan terlalu percaya pada orang kota" Kata King Devil sambil memberikan minuman pada Cherry
"Tuan, kenapa kau tidak menanggalkan masker mu? ini sudah di rumah. apa karena tidak ingin aku mengenal mu?"
"Aku tidak suka ada yang melihat wajah ku"jawab King Devil
"Apa kamu adalah pembunuh bayaran?"
"Bukan"
"Lalu kamu bekerja sebagai apa?"
"Tidak ada"
"Tidak ada? jadi bagaimana kamu membiayai diri mu sendiri? dan rumah mu ini sangat mewah dan cantik" Tanya Cherry yang penasaran
"Apa yang akan kau lakukan setelah bertemu dengan Ayah mu itu?"
"Aku ingin memberitahunya jika Mama ku meninggal karena dirinya aku juga ingin membuatnya sakit hati dan menyesal seumur hidup" Jawab Cherry dengan merasa kecewa
"Apa kau memiliki fotonya?"
"Tidak, tapi aku ingat namanya, dan Mama ku mengatakan jika di bagian dadanya ada tato harimau." Jawab Cherry sambil meneguk minumannya
"Setelah bertemu dengannya apa rencana mu?"
"Belum tahu, aku ingin mencoba bekerja dengan Kakak Monica, jika aku tidak bisa hidup dengan baik di kota mungkin aku kembali ke desa saja"
"Sebaik apa pun seseorang pada mu jangan terlalu percaya pada mereka, ini adalah kota besar, dan juga Monica yang kau katakan sebaik apa pun dia jangan terlalu percaya semua terhadap dirinya"
"Apa kamu mengenal Kakak Monica?"
"Tidak, aku tidak perlu mengenal siapa pun" Jawab King Devil dengan cuek
"Hah..ini sudah malam kali, aku harus segera pulang, jika tidak maka dia akan khawatir pada ku, aku permisi dulu jaga luka mu dengan baik..sampai jumpa" Ucap Cherry yang berlari ke arah pintu..
Setelah Cherry pergi meninggalkan rumah itu King Devil melepaskan maskernya, seorang pembunuh yang kejam memiliki paras yang tampan dan tubuh yang tegap dan tinggi selalu mengenakan pakaian serba hitam dan jaket kulit adalah favoritnya. serta sarung tangan. selain memiliki senjata api dia juga memiliki pisau tajam yang di simpan di bagian dalam jaketnya sebagai alat membunuh.
Kediaman Chin.
"Tuan, ini semua foto Ronald Chin" Kata Anton sambil menarohkan lembaran foto ke meja Stephen
"Mereka semua adalah orang yang dia temui, kelihatannya si tua ini benar-benar ingin menghadapi ku" Sebut Stephen yang sambil melihat foto itu satu-persatu
"Benar, dia ingin para pengusaha itu bekerjasama dengannya untuk mendapatkan kedudukan tinggi di perusahaan Chin dengan alasan jika Tuan tidak sanggup melanjutkan bisnis keluarga karena kondisi fisik"
"Gila, di saat perusahaan di tangannya dia tidak sanggup untuk memperbesarkan bisnis keluarga, setelah aku yang menjalaninya maka bisnis kita semakin luas dan sekarang dia malah ingin merebutnya dari ku, kelihatannya dia benar-benar ingin menentang ku"
"Tuan, apa rencana kita untuk menghentikan niatnya?"
"Ajak ketemu dengan semua pebisnis yang bertemu dengannya, akan tetapi sebelum bertemu dengan mereka, lakukan satu hal dulu, aku ingin mereka semua bertekuk lutut di hadapan ku" Perintah Stephen Chin dengan tegas
"Baik Tuan, akan saya lakukan" Jawab Anton yang telah mengerti keinginan atasannya itu
"Ronald Chin, Paman ku yang baik selama ini berkali-kali menyerang ku dari belakang, maka jangan salah kan aku sebagai keponakan mu aku sudah cukup diam selama ini" Batin Stephen Chin sambil melihat foto pamannya itu
Ronald Chin adalah Paman dari Stephen Chin, hubungan mereka selama ini bisa di katakan sebagai musuh dalam selimut, Ronald yang selama ini berniat jahat pada Stephen selalu saja mencari dukungan dari pebisnis lain untuk menjatuhkan keponakannya itu, karena cacat yang di alami oleh Stephen membuat Ronald semakin berani mencari kesalahan untuk merebut kekuasaan di perusahaan besar itu.
"Kakak Monica, aku pulang. maaf kemalaman" Sapa Cherry yang masuk ke toko bunga itu
"Cherry, kau menakuti ku, aku mengira jika kamu sesat atau bertemu dengan orang jahat" Jawab Monica sambil menuangkan air ke gelas
"Maaf! Kak, tadi aku tanpa sengaja bertemu dengan seseorang" Jelas Cherry yang duduk di hadapan Monica
"Siapa? apa di kota ini kamu ada kenalan?" Tanya Monica dengan penasaran dan memberikan minuman ke Cherry
"King Devil" Jawab Cherry sambil meneguk minumannya
Mendengar Nama King Devil membuat Monica terdiam dan tidak menyadari jika air yang di tuangnya telah memenuhi gelasnya sehingga membasahi mejanya.
"Kakak, ada apa dengan mu? air mu kepenuhan" Panggil Cherry yang heran melihat reaksi Monica
"Ah..tidak. hanya memikirkan sesuatu saja" Jawab Monica dengan mengelak
"Kakak, wajah mu kenapa seperti pucat? apa baik-baik saja?"
"Tidak apa-apa. Cherry, ingat satu hal jika bertemu dengannya lagi segera menjauh darinya" Ucap Monica dengan khawatir
"Kakak, mengenalnya?"
"Nama ini sudah sering di dengar, Kakak tidak pernah bertemu dengannya, akan tetapi mendengar namanya saja sudah membuatku merinding, ingat jauhkan diri mu jika melihat dia lagi" Ujar Monica sambil meneguk minuman
"Baik Kak" Jawab Cherry dengan menurut
"Kakak pasti mengenalnya, wajahnya jadi pucat setelah mendengar namanya" Batin Cherry
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 247 Episodes
Comments
Frando Kanan
gw ykin Dia itu lemah mkany sgt suka cari gara2 hanya krn keponakan udh cacat... bner2 lemah 😒
2024-04-14
1
Pristy Arian
penasaran,lanjut kan thor
2022-08-21
0
Nurmali Pilliang
kenapa Monica takut
2022-07-02
0