Dara dan Alvin?

Kini Rili menatapnya.

Apa maksudnya? Mau sok jadi pahlawan?!

Alvin melepas paksa tangan Zaki dari tangan Rili.

"Siapa lo? Ini bukan urusan lo?" kata Zaki, dia seperti menantang Alvin.

Alvin mengepalkan tangannya, berani sekali junior ini padanya. "Iya emang bukan urusan gue. Tapi gue paling gak suka ada cowok yang maksa seorang cewek."

Rili hanya mengangkat sebelah bibirnya. Berharap Rili meleleh dengan apa yang dilakukan Alvin tapi justru sebaliknya. "Kayak lo udah pintar hargain cewek aja." Rili membalikkan badannya. Dia akan melangkah pergi.

Cibiran Rili berhasil memancing Alvin. Alvin dengan cepat menghalangi langkah Rili. "Gak ada makasihnya sama sekali."

"Gue makasih sama lo?! Gue gak minta bantuan lo!" Mereka saling beradu tatap tajam.

Beberapa teman lain yang berada di kantin melihat mereka bersitegang. Memang baru kali ini ada seorang cewek yang berani menantang Alvin. Faktanya, Alvin termasuk salah satu buronan pria tampan yang juga belum mempunyai pacar di sekolah itu.

"Lo sama kakak lo itu sama aja. Sama-sama sombong!!"

"Kalau gue sombong, terus lo apa?!"

Alvin membuang napasnya kasar. Dia melangkahkan kakinya semakin mendekati Rili.

Rili semakin berjalan mundur. Tapi Alvin masih saja melangkah maju.

"Apa yang mau lo lakuin sama adik gue!" Rasya sedikit mendorong Alvin agar menjauh. Kini Rasya menarik adiknya mundur dan dia berada di depan Rili.

"Oke, selalu lo yang salah paham sama gue."

Rasya menatap tajam Alvin. Dia langsung dengan to the point menuduh Alvin. "Ada motif apa lo deketin adik gue?!"

Alvin mencibir. Dia tidak habis pikir dengan pemikiran buruk Rasya tentang dirinya. "Gue gak serendah apa yang ada di pikiran lo!!" Alvin menuding Rasya dengan telunjuknya di depan wajah Rasya.

Rasya menepis tangan Alvin. Lalu dia menarik tangan Rili agar berjalan mengikutinya keluar dari kantin. "Kamu kenapa dekat-dekat sama Alvin?"

"Hmm, itu.. Sebenarnya tadi Alvin mau misahin aku sama Zaki karena Zaki maksa." jujur Rili.

"Zaki?" Rasya menghentikan langkahnya dan berniat mencari Zaki. "Mana dia? Enak aja dia deketin kamu lagi setelah apa yang dia lakuin." Rasya memang sudah mengenal Zaki sebelumnya.

Rili hanya menggelengkan kepalanya. Zaki sudah menghilang begitu saja entah kemana.

"Udahlah. Kamu sekarang jangan deket-deket lagi sama cowok. Apalagi Alvin."

Rili hanya memutar bola matanya. "Hah, kalau aku nurut apa kata Kak Rasya bisa-bisa aku jadi perawan tua." Rili melepas tangannya. "Udah aku mau ke kelas. Makanya kakak cepat cari pacar, biar gak jadi sister complex." Rili berjalan menjauhi Rasya.

Rasya hanya menggaruk kepalanya. Ini sebenarnya yang salah berpikir dirinya atau Rili? Adik aku kelebihan vitamin apa sampai aktif banget gitu kalau ngomong? Rasya membalikkan badannya. Tapi tak sengaja dirinya menyenggol bahu Dara.

"Eh, maaf."

Dara yang saat itu sedang fokus menatap ponselnya hanya melihat Rasya sekilas lalu berlalu.

"Dara?" Lagi, Rasya hanya mampu melihat punggung Dara yang kian menjauh.

...***...

"Akhirnya pulang juga." Rili berjalan menuju tempat parkir. "Kak Rasya mana sih? Selalu aja lama." Rili kini sudah berdiri di dekat motor Rasya tapi ada sesuatu yang berhasil menarik perhatiannya. Dia melihat Dara sedang mengobrol dengan Alvin di dekat pohon.

Karena rasa keingin tahuannya yang cukup besar, Rili berjalan mendekat lalu dia bersembunyi di balik pohon. Dia sengaja ingin menguping pembicaraan mereka berdua.

"Kamu apa kabar?" tanya Alvin.

"Baik. Udah lama ya kita gak ketemu."

"Iya. Udah dua tahun. Aku gak tahu kalau kamu pindah ke kota ini. Sejak kapan?" tanya Alvin lagi.

"Baru beberapa minggu lalu, setelah aku lulus SMP soalnya Papa pindah kerja ke sini. Kak Alvin sendiri apa kabar? Udah lama ngilang gitu aja."

Sedangkan di balik pohon, Rili mengikuti gaya mereka bicara. Pake aku kamu. Ada hubungan apa mereka?

"Iya, maaf. Dulu aku mendadak sekali pindah ke kota ini. Kamu tahu kan, orang tua aku memang asli Malang. Ya, aku di Surabaya cuma ikut sama Nenek."

"Iya, aku tahu. Tapi setelah itu kamu juga gak ada kabar kan? Aku selalu nungguin kabar dari kamu. Apa kita masih..."

Krieettt.. Rili menginjak ranting pohon kering saat akan melangkah pergi yang membuat Alvin bisa menangkap keberadaan dirinya.

"Apa yang lo lakuin disitu. Nguping?"

Rili tersenyum hambar. Lalu dia melangkah cepat sebelum Alvin marah padanya.

"Hei," tak disangka Alvin justru mengejar Rili yang membuat Dara sedikit kesal.

Akhirnya Dara memutuskan berjalan menuju motor beat nya yang terparkir.

"Hei," Alvin menarik tangan Rili. "Lo ngapain nguping?"

"Gue? Hmm, gak. Gue gak nguping lo." Rili berusaha menarik tangannya tapi tangan Alvin cukup kuat.

"Terus ngapain lo barusan ada di balik pohon. buang air?!"

"Emang lo pikir gue cowok!!"

"Siapa tahu aja lo cewek jadi-jadian. Kelakuan minus kayak gini."

Mereka saling beradu tatap tajam lagi. Lagian, kenapa juga Rili kepo dengan Alvin barusan.

Tanpa sadar Alvin masih saja mengenggam tangan Rili. Walau tatapan itu penuh kebencian tapi detak jantung tidak bisa bohong.

"Lepasin!" Rili menarik tangannya yang kini langsung dilepaskan oleh Alvin. Dia membalikkan badannya tepat saat Rasya berjalan mendekat ke tempat parkir.

Rasya akan mengambil motornya yang berada di sebelah motor Dara. Lagi, Rasya hanya menatap Dara dalam diam.

Dara nampak kesulitan mengambil motornya karena memang terhimpit motor Rasya dan lainnya.

"Biar aku bantu." Rasya mengambil alih stir motor Dara lalu sedikit mengangkat bagian belakang motor untuk meluruskan lalu memundurkannya.

"Makasih." kata Dara datar lalu kembali mengambil alih stirnya dan segera menaiki motornya. Tanpa lagi melihat Rasya, Dara melajukan motornya.

Lagi, Rasya hanya bisa menatap kepergian Dara.

"Hayo, liatin siapa?"

Suara Rili berhasil membuyarkan lamunan Rasya. "Gak ada." Rasya beralih ke motornya.

"Liatin Dara ya. Ah, sayang Dara pacarnya Alvin."

Seketika Rasya menghentikan gerakannya untuk mengunci motor. "Alvin?"

Rili mengangguk.

"Darimana kamu tahu?"

Rili justru tersenyum menggoda Rasya. "Ciee, suka ya sama Dara. Tapi sayang udah keduluan Alvin. Kejar gih, masih bisa kok jadi pebinor."

Meski sebenarnya Rasya masih ingin tahu tapi dia sembunyikan rasa itu. "Apaan sih? Aku kenal sama Dara aja nggak. Lagian kamu kenapa malah nyuruh aku jadi pebinor. Gak baik, ngerusak rumah tangga orang." Rasya memundurkan motornya. Setelah memakai helm dia naik ke atas motornya yang diikuti oleh Rili.

"Bercanda Kak. Lagian ini sekolah kak, masih belum ada soal rumah tangga." Rili masih saja menertawakan Rasya.

Beberapa saat kemudian motor Rasya mulai melaju.

Dalam perjalanan pulang mereka terdiam. Sama-sama memikirkan perasaan aneh yang mereka rasakan. Apalagi Rili, dia tidak tahu kenapa perasaannya campur aduk seperti ini. Antara kesal dan gerogi.

Lagian ngapain sih gue kepoin Alvin barusan. Kayak kurang kerjaan banget. Itu semua juga bukan urusan gue!!

Terpopuler

Comments

VR Sandita

VR Sandita

kok aq jadi penasaran sm Dara ya?

2022-06-26

1

Nurhalimah Al Dwii Pratama

Nurhalimah Al Dwii Pratama

lanjut lg nyari yg seru

2022-02-21

0

lihat semua
Episodes
1 Berawal dari Mimpi
2 Awal Masuk Sekolah
3 Dihukum Kakak
4 Dara dan Alvin?
5 Cincin
6 Persiapan Berangkat
7 Dalam Bus
8 Calon Pacar Rili?
9 Jatuh ke Jurang
10 Mencari Rili
11 Hanya Masa Lalu
12 Mimpi Atau Nyata?
13 Pingsan
14 Pulang dari Camping
15 Mimpi Tentang Alvin
16 Di Rumah Rili
17 Hati ini Sakit
18 Patah Hati??
19 Ingin Bicara
20 Dihukum Bersama
21 My Rili?
22 First Kiss Spesial
23 Bicara Bertiga
24 Sesuai Rencana
25 Di Rumah Dara
26 Kakak vs Adik
27 Mencari Info
28 Di Bawah Pengaruh
29 Di UKS
30 Kepastian Perasaan
31 Ternyata Nana
32 Aku-Kamu
33 Udah Jadian
34 Tolong Aku
35 Sampai Pingsan
36 Tentang Masa Lalu
37 Cerita
38 Membakar Kenangan
39 Betemu Karin
40 Kecelakaan
41 Akan Tetap Bersamamu
42 Kenapa Gak di Bibir?
43 Harus Tetap Yakin
44 Cincin itu?
45 Bukan Wanita Cacat
46 Dalam Bahaya
47 Dalam Bahaya 2
48 Cukup Aku yang Mencinta
49 Lihat Aku
50 Jago Kan?
51 Love U
52 Korban Perasaan
53 So Spesial
54 So Spesial 2
55 Berbeda?
56 Ruang BK
57 Ruang Kontrol cctv
58 Akibat Diluar Batas
59 Mas Alvin?
60 Pasrah
61 Just A Good Boy
62 Terendap Laraku
63 He is A Good Boy
64 Surprise di Pagi Hari
65 Jangan Terjadi
66 I'll Always Waiting For U
67 Karya Baru
68 Selamat Tinggal Dara
69 Kehilangan
70 Ikhlaskan
71 Akhir dari Sebuah Misteri
72 BonChap 1
73 Bonchap 2
74 KARYA BARU
75 Edisi Kangen
76 Bonchap 3 (Cafe Ria)
77 Sebuah Penantian (Melepas Lajang)
78 Rumus Cinta Pak Guru
Episodes

Updated 78 Episodes

1
Berawal dari Mimpi
2
Awal Masuk Sekolah
3
Dihukum Kakak
4
Dara dan Alvin?
5
Cincin
6
Persiapan Berangkat
7
Dalam Bus
8
Calon Pacar Rili?
9
Jatuh ke Jurang
10
Mencari Rili
11
Hanya Masa Lalu
12
Mimpi Atau Nyata?
13
Pingsan
14
Pulang dari Camping
15
Mimpi Tentang Alvin
16
Di Rumah Rili
17
Hati ini Sakit
18
Patah Hati??
19
Ingin Bicara
20
Dihukum Bersama
21
My Rili?
22
First Kiss Spesial
23
Bicara Bertiga
24
Sesuai Rencana
25
Di Rumah Dara
26
Kakak vs Adik
27
Mencari Info
28
Di Bawah Pengaruh
29
Di UKS
30
Kepastian Perasaan
31
Ternyata Nana
32
Aku-Kamu
33
Udah Jadian
34
Tolong Aku
35
Sampai Pingsan
36
Tentang Masa Lalu
37
Cerita
38
Membakar Kenangan
39
Betemu Karin
40
Kecelakaan
41
Akan Tetap Bersamamu
42
Kenapa Gak di Bibir?
43
Harus Tetap Yakin
44
Cincin itu?
45
Bukan Wanita Cacat
46
Dalam Bahaya
47
Dalam Bahaya 2
48
Cukup Aku yang Mencinta
49
Lihat Aku
50
Jago Kan?
51
Love U
52
Korban Perasaan
53
So Spesial
54
So Spesial 2
55
Berbeda?
56
Ruang BK
57
Ruang Kontrol cctv
58
Akibat Diluar Batas
59
Mas Alvin?
60
Pasrah
61
Just A Good Boy
62
Terendap Laraku
63
He is A Good Boy
64
Surprise di Pagi Hari
65
Jangan Terjadi
66
I'll Always Waiting For U
67
Karya Baru
68
Selamat Tinggal Dara
69
Kehilangan
70
Ikhlaskan
71
Akhir dari Sebuah Misteri
72
BonChap 1
73
Bonchap 2
74
KARYA BARU
75
Edisi Kangen
76
Bonchap 3 (Cafe Ria)
77
Sebuah Penantian (Melepas Lajang)
78
Rumus Cinta Pak Guru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!