Awal Masuk Sekolah

Sebuah motor sport berhenti dengan mulus di tempat parkir. Beberapa pasang mata kini memandang mereka yang turun dari motor. Rili membuka helm dan menata rambut yang berantakan terkena angin.

Rasya melirik Rili yang masih menata rambutnya dan berkaca di spion. Padahal apa yang dilakukan Rili sama dengan apa yang dilakukannya beberapa detik lalu.

"Udah. Gak ada cowok ganteng di sini selain aku."

Rili kembali menatap wajah Kakaknya dengan kesal. "Ih, pede banget!" Ya, walau memang tak bisa dipungkiri, Rasya memanglah cowok tampan dengan hidung mancung dan alis tebal, kulit putih dan badan tinggi, tegak, berdada bidang. Sangat mirip dengan Papinya waktu muda. Dia sangat populer, banyak gadis yang mengejarnya tapi sampai sekarang dia belum juga memiliki pacar. Seperti yang pernah dia bilang sebelumnya, dia bukan dari kalangan kaum bucin. Benarkah seperti itu? Kita lihat saja.

Rasya dan Rili berjalan sejajar. Mereka bak sepasang model yang berjalan di catwalk. Rili yang cantik, tinggi, langsing, hidung mancung dan rambut lurusnya itu sangat sebanding dengan Rasya. Andai mereka bukan kakak adik pasti mereka akan menjadi pasangan yang serasi.

"Pagi Rasya..."

"Pagi Kak Rasya..."

Sapa beberapa teman gadis Rasya yang hanya dibalas sedikit senyum oleh Rasya. Bahkan kadang Rasya justru acuh tak acuh.

"Eh, siapa yang jalan sama Rasya."

"Gak tahu, masak iya pacarnya."

"Hah? Patah hati dong gue."

Beberapa desas desus terdengar yang membuat Rili merasa tidak nyaman. "Aku duluan aja."

Rasya menarik tangan Rili agar tidak mendahuluinya. "Eh, mau kemana kamu?"

"Ya ke kelas. Aku gak mau dikira pacar Kak Rasya. Bisa dikeroyok sama fans fanatik kakak ntar."

"Kelas kamu masih jauh. Noh, di pojokan setelah lapangan basket. Aku gak mau ya kamu cari kesempatan tebar pesona."

Rili mulai memanyunkan bibirnya dan menarik tangannya agar terlepas dari Rasya. "Kak Rasya aja punya banyak fans."

"Fans. Bukan pacar!" Rasya kembali melanjutkan langkahnya yang diikuti oleh Rili.

"Sekarang aku baru ngerti kenapa Kak Rasya belum punya pacar, karena Kak Rasya itu sombong."

Rasya menghentikan langkahnya. Meskipun sudah biasa, perkataan adiknya cukup menguji kesabarannya. "Adik aku satu ini bawel banget." Rasya mencubit hidung Rili yang membuat Rili memundurkan dirinya.

"Kak Rasya sakit." Rili mengusap hidung mancungnya.

"Oo, jadi mereka kakak adik. Pantesan mirip."

"Syukurlah gak jadi patah hati."

"Baikin aja adiknya biar bisa dapatin kakaknya."

Desas desus itu kembali terdengar. Bahkan kini beberapa gadis mulai mendekati Rili.

"Hai, kenalin aku Ana. Kamu adiknya Rasya ya?"

"Kamu udah sarapan?"

Rili bingung. Dia kini dilingkari fans Rasya. Kenapa mereka bisa terlalu terobsesi sama Kakaknya? Rasya justru membiarkan Rili dan melangkah pergi.

"Kak Rasya, tunggu!!" Rili keluar dari kerumunan fans Rasya. Dia mempercepat langkahnya mengejar Rasya. Tak disangka dia justru menabrak seseorang yang baru saja keluar dari ruangan.

Dengan cepat, pria itu menahan tubuh Rili. Tangan kanannya berada di punggung Rili sedangkan tangan satunya berada di lengan Rili. Pandangan mata mereka terpaut beberapa saat.

Cowok ini kan yang ada di mimpi gue. Tatapan mata ini. Ya, memang dia....

Mendengar jeritan kecil Rili, Rasya membalikkan badannya. Dia kembali berjalan mendekat. "Apa yang lo lakuin sama adik gue!! Lepasin dia!!" Bentak Rasya cukup keras.

"Oo, jadi dia adik lo." Dengan entengnya pria itu melepas tubuh Rili hingga membuat Rili terjatuh ke lantai.

Rili kini meringis kesakitan dan memegang sikutnya yang terbentur lantai. Dia pangeran penolong gue? Mungkin ada kesalahan teknis di mimpi itu. Cowok yang kasar!

"Lo jangan pernah deketin adik gue!!" Rasya memberi peringatan pada Alvin. Ya, Alvin adalah rival Rasya selama dua tahun ini. Mereka selalu bersaing dalam hal apa pun. Kepintaran, ketampanan, bahkan yang terakhir saat mereka berebut untuk menjadi ketua OSIS yang pada akhirnya Rasya yang terpilih dan dia hanya menjadi wakil ketua OSIS. Hal itu membuat Alvin semakin membenci Rasya. Perseteruan mereka terus berlanjut.

"Gue? Deketin adik lo! Justru dia yang dengan sengaja nabrak gue."

Mendengar pernyataan Alvin, seketika Rili berdiri. Dia tidak terima atas tuduhan itu. "Apa lo bilang? Gue sengaja nabrak lo! Emang sekeren apa lo!" Rili bicara dengan lantang di depan wajah Alvin. Seketika pandangan orang yang berada di sekitar tempat itu mengarah pada mereka. Baru kali ini ada seorang cewek yang berani membentak Alvin.

"Lo bisa sopan sedikit gak sama senior!"

Rasya menarik Rili mundur. "Adik gue, gak perlu sopan sama lo!!" Rasya menarik tangan Rili agar berjalan mengikutinya.

"Kak itu siapa sih? Belagu banget. Pengen gue lempar aja mulutnya pake sepatu." Rili masih kesal. Ya, berharap dia adalah pangeran yang tampan, baik hati dan tidak sombong seperti dalam mimpinya tapi ternyata dia seorang senior sombong yang melebihi Kakaknya.

"Kamu gak perlu kenal dia! Yang jelas, dia musuh aku."

"Musuh. Wow, baru kali ini Kak Rasya punya musuh. Tapi..."

"Sssttt, udah gak usah banyak tanya. Sana masuk kelas. Bentar lagi apel pembukaan MOS. Dengerin aku pidato di depan."

"Ih, bosan." Rili melepas tangan Rasya lalu dia masuk ke dalam kelasnya. Ya, sebelumnya dia memang sudah janjian sama Nana untuk duduk sebangku. Nana adalah salah satu temannya dari SMP yang kebetulan satu sekolah dan satu kelas. "Hai, Na.." Rili duduk di sebelah Nana.

"Li, lo kok baru datang sih. Dari tadi gue nungguin lo di depan kelas."

"Nungguin gue, apa nungguin Kak Rasya."

Nana tersenyum. Ya, dia memang salah satu fans Rasya sejak dulu. Tidak perlu membalas rasa sukanya. Melihat Rasya saja sudah membuatnya bahagia.

Beberapa saat kemudian bel masuk berbunyi. Seluruh murid baru berkumpul di lapangan untuk melakukan apel pagi.

"Kak Rasya tambah ganteng aja ya. Deketin dong gue sama Kakak lo. Kan lo bisa jadi adik ipar gue." bisik Nana saat melihat Rasya berpidato di depan lapangan.

Rili hanya memutar bola matanya. Masih umur belasan tahun saja sudah bahas soal ipar.

Dia menoleh ke kanan lalu ke kiri hanya ingin melihat siapa saja murid baru yang dia kenal. Pandangannya tiba-tiba berhenti pada seseorang yang kini juga sedang menatapnya. Buru-buru Rili meluruskan pandangannya. Kenapa dia juga sekolah di sini? Hah, dunia sempit banget kayak daun kelor.

"Na, lo tahu kalau Zaki juga sekolah di sini?" Bisik Rili pada Nana.

"Zaki? Iya, dari yang gue dengar dia sekolah di sini. Dan dia juga udah putus sama Fani." Bisik Nana.

"Hah? Putus?" Suara Rili agak keras hingga membuat seseorang menepuk pundaknya.

"Kalau lo masih asyik ngobrol sendiri. Selesai apel, lo tetap berdiri di sini gak perlu ke kelas!!"

Suara itu begitu dekat di telinga Rili. Dia menoleh dan sudah ada Alvin di dekatnya. Alvin memang menjabat sebagai wakil ketua OSIS yang bertugas mengamati jalannya apel pagi hari itu.

Rili menatap Alvin kesal. Dia kini kembali meluruskan pandangannya dan memilih diam seribu bahasa.

Terpopuler

Comments

Sri Raganti Ols

Sri Raganti Ols

menarik....

2022-11-30

1

VR Sandita

VR Sandita

rekomendasi yg bagus... aku suka.
Btw, aq yg di grup wa pengembangan diri. Salam kenal

2022-06-26

1

lihat semua
Episodes
1 Berawal dari Mimpi
2 Awal Masuk Sekolah
3 Dihukum Kakak
4 Dara dan Alvin?
5 Cincin
6 Persiapan Berangkat
7 Dalam Bus
8 Calon Pacar Rili?
9 Jatuh ke Jurang
10 Mencari Rili
11 Hanya Masa Lalu
12 Mimpi Atau Nyata?
13 Pingsan
14 Pulang dari Camping
15 Mimpi Tentang Alvin
16 Di Rumah Rili
17 Hati ini Sakit
18 Patah Hati??
19 Ingin Bicara
20 Dihukum Bersama
21 My Rili?
22 First Kiss Spesial
23 Bicara Bertiga
24 Sesuai Rencana
25 Di Rumah Dara
26 Kakak vs Adik
27 Mencari Info
28 Di Bawah Pengaruh
29 Di UKS
30 Kepastian Perasaan
31 Ternyata Nana
32 Aku-Kamu
33 Udah Jadian
34 Tolong Aku
35 Sampai Pingsan
36 Tentang Masa Lalu
37 Cerita
38 Membakar Kenangan
39 Betemu Karin
40 Kecelakaan
41 Akan Tetap Bersamamu
42 Kenapa Gak di Bibir?
43 Harus Tetap Yakin
44 Cincin itu?
45 Bukan Wanita Cacat
46 Dalam Bahaya
47 Dalam Bahaya 2
48 Cukup Aku yang Mencinta
49 Lihat Aku
50 Jago Kan?
51 Love U
52 Korban Perasaan
53 So Spesial
54 So Spesial 2
55 Berbeda?
56 Ruang BK
57 Ruang Kontrol cctv
58 Akibat Diluar Batas
59 Mas Alvin?
60 Pasrah
61 Just A Good Boy
62 Terendap Laraku
63 He is A Good Boy
64 Surprise di Pagi Hari
65 Jangan Terjadi
66 I'll Always Waiting For U
67 Karya Baru
68 Selamat Tinggal Dara
69 Kehilangan
70 Ikhlaskan
71 Akhir dari Sebuah Misteri
72 BonChap 1
73 Bonchap 2
74 KARYA BARU
75 Edisi Kangen
76 Bonchap 3 (Cafe Ria)
77 Sebuah Penantian (Melepas Lajang)
78 Rumus Cinta Pak Guru
Episodes

Updated 78 Episodes

1
Berawal dari Mimpi
2
Awal Masuk Sekolah
3
Dihukum Kakak
4
Dara dan Alvin?
5
Cincin
6
Persiapan Berangkat
7
Dalam Bus
8
Calon Pacar Rili?
9
Jatuh ke Jurang
10
Mencari Rili
11
Hanya Masa Lalu
12
Mimpi Atau Nyata?
13
Pingsan
14
Pulang dari Camping
15
Mimpi Tentang Alvin
16
Di Rumah Rili
17
Hati ini Sakit
18
Patah Hati??
19
Ingin Bicara
20
Dihukum Bersama
21
My Rili?
22
First Kiss Spesial
23
Bicara Bertiga
24
Sesuai Rencana
25
Di Rumah Dara
26
Kakak vs Adik
27
Mencari Info
28
Di Bawah Pengaruh
29
Di UKS
30
Kepastian Perasaan
31
Ternyata Nana
32
Aku-Kamu
33
Udah Jadian
34
Tolong Aku
35
Sampai Pingsan
36
Tentang Masa Lalu
37
Cerita
38
Membakar Kenangan
39
Betemu Karin
40
Kecelakaan
41
Akan Tetap Bersamamu
42
Kenapa Gak di Bibir?
43
Harus Tetap Yakin
44
Cincin itu?
45
Bukan Wanita Cacat
46
Dalam Bahaya
47
Dalam Bahaya 2
48
Cukup Aku yang Mencinta
49
Lihat Aku
50
Jago Kan?
51
Love U
52
Korban Perasaan
53
So Spesial
54
So Spesial 2
55
Berbeda?
56
Ruang BK
57
Ruang Kontrol cctv
58
Akibat Diluar Batas
59
Mas Alvin?
60
Pasrah
61
Just A Good Boy
62
Terendap Laraku
63
He is A Good Boy
64
Surprise di Pagi Hari
65
Jangan Terjadi
66
I'll Always Waiting For U
67
Karya Baru
68
Selamat Tinggal Dara
69
Kehilangan
70
Ikhlaskan
71
Akhir dari Sebuah Misteri
72
BonChap 1
73
Bonchap 2
74
KARYA BARU
75
Edisi Kangen
76
Bonchap 3 (Cafe Ria)
77
Sebuah Penantian (Melepas Lajang)
78
Rumus Cinta Pak Guru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!