Bab. 17 Karma Masa Lalu ( part2)

Pagi itu sesuai instruksi dari Hasyeem, Asmi berjalan lurus ke arah matahari terbit yaitu arah Timur. Setelah berjalan cukup jauh, ternyata benar, di sana dia sampai di pantai. Pantai itu dekat dengan dermaga, tempat perahu dan kapal besar biasa singgah untuk berlabuh. Para nelayan termasuk Mas Ardi biasa menambatkan perahu mereka di dermaga itu.

Asmi pun melarungkan baju bekas di pakai Mas Ardi tadi malam yang dia bawa ke laut. Saat baju Mas Ardi menyentuh air laut, seketika air laut yang tadinya tenang, kini bergolak dan berputar putar seperti ada yang akan naik ke permukaan. Kemudian sekejap saja baju Mas Ardi tenggelam lurus ke bawah seperti ada yang menarik, baju itu seketika hilang di telan air laut yang bergelombang.

Setelah melaksanakan perintah Hasyeem, Asmi bermaksud ingin segera pulang kembali ke rumah Mas Ardi. Namun, dalam perjalanan pulang di dermaga, sebuah suara memanggilnya.

" dek, dek Asmi.!! " Asmi menoleh ke arah sumber suara. Dia mendapati Wira yang ada di seberang jalan sedang berjalan ke arahnya.

" Loh, Mas Wira. Koq sampean bisa ada di sini? " tanya Asmi yang merasa terkejut akan kehadiran Wira di tempat itu. Dia mengulurkan tangan untuk berjabat tangan dengan lelaki itu.

" kau lupa dek..Aku kan kerja di kapal. kebetulan kapalku berlayar ke Kalteng dan berlabuh di dermaga ini. Jadi, ya di sinilah Mas sekarang." Wira tersenyum seraya tangannya menggenggam erat jemari tangan Asmi. Ada kerinduan yang tak dapat dia sembunyikan pada wanita itu.

" Oh, iya ya mas. Adek lupa kalau mas itu kerja di kapal. "

" Terus dek Asmi, kenapa bisa ada di tempat ini? " Wira balik bertanya.

" Aku berkunjung ke rumah Mas Ardi. Kebetulan kakakku sedang sakit, Mas! "

" Apa? Mas Ardi sakit?! "

" Iya, mas. Tapi alhamdulillah sekarang sudah agak mendingan. "

"oh, syukur alhamdulillah kalau sudah agak mendingan. " Wira menarik nafas lega mendengar keterangan Asmi. " Tapi, ngomong ngomong, rumah Mas Ardi di mana, Dek? " tanya Wira kemudian.

" Oh, itu Mas di atas. Di desa mekar sari, RT. 48 no. 23. Mas tanya aja rumah Mas Ardi atau tanya saja di mana rumah Ayahnya Dina. " kata Asmi menjelaskan di mana alamat rumah kakaknya itu kepada Wira.

" Oh, baiklah. aku sepertinya tahu desa itu. Aku akan ke sana besok jika tak ada halangan. "

" Iya, Mas. datang aja ke sana. Kalau begitu Asmi pulang dulu ya, Mas. " kata Asmi pamit pada Wira

" tunggu dulu, dek. biar aku antar kamu pulang. "

Nggak usah, Mas. Adek takut ngerepotin Mas. Mas kan harus bekerja. " tolak Asmi halus. Dia tak ingin merepotkan lelaki itu.

" Nggak, aku nggak repot. Aku juga nggak ada kerjaan pagi ini. Sudah, kamu tunggu dulu di sini. jangan ke mana-mana. "

Wira bergegas pergi ke Pangkalan ojek di dekat dermaga dan tak lama kemudian dia sudah kembali lagi dengan mengendarai sepeda motor.

" Ayo, naik. Mas antar kamu, sekalian mas juga mau nengokin Mas Ardi. " Asmi pun segera naik ke jok belakang motor dengan perasaan canggung. Wira dan Asmi yang berboncengan segera melaju meninggalkan tempat itu ke kediaman Mas Ardi, kakak Asmi.

Wira mengantarkan Asmi ke rumah Mas Ardi. Lelaki itu juga singgah dan berkunjung sambil bersilahturahmi dengan Mas Ardi dan keluarganya. Keadaan Mas Ardi sudah terlihat lebih baik dari hari sebelumnya. Dia sudah bisa di ajak berkomunikasi dan sudah mulai mau di suruh makan.

Tadi pagi menurut Mbak Nur, kakaknya itu minta makan dan begitu di ambilkan makanan, dia minta nambah. Kakaknya itu makan seperti orang yang sudah berbulan-bulan tak menyantap makanan. makan pagi yang seharusnya dalam porsi sedikit, berubah jadi porsi makan siang. Hehehe, mas Ardi maruk apa laper.

Setelah berbincang-bincang cukup lama, Wira akhirnya mohon diri dan berjanji akan datang lagi di lain waktu. Asmi mengantar Wira hingga ke teras rumah. Dia berterimakasih karena Mas Wira sudah berkunjung ke rumah Mas Ardi.

Malam harinya, keluarga Mas Ardi semua berkumpul. Ada Dina dan Aldi yang sudah pulang dari rumah neneknya.. Malam itu tidak ada lagi Mas Ardi yang gelisah atau menjerit-jerit saat kumandang Azan atau mendengar lantunan ayat-ayat suci Al-Quran. Keadaan Mas Ardi sudah kembali normal seperti biasa. Tampak rona kebahagiaan terpancar dari wajah Mbak Nur istri Mas Ardi.

Tampak Dina dan Aldi sedang bermain dengan Nadia putri Mirna.

Asmi kemudian masuk ke kamar. Dia bermaksud ingin beristirahat karena tubuhnya terasa sangat lelah.

" assalamualaikum, Asmi.! suara Hasyeem terdengar di telinga Asmi.

" WA alaikum salam, Hasyeem.! "

Pangeran tampan itu muncul di hadapan Asmi dengan memakai pakaian biasa. Dia hanya memakai kaos dan celana panjang levis. Dengan rambut yang di ikat ke belakang. Sangat tampan dan keren. Asmi melongo heran.

"Kamu mau kemana, Hasyeem? tanya Asmi setelah hilang rasa terkejutnya.

" Aku mau ngajak kamu jalan - jalan."

" Kemana? "

" Ke suatu tempat, atau kamu maunya ke mana? Asmi berpikir sejenak. " Aku maunya jalan ke kota, tapi jauh, dan lagian ini sudah malam. " Asmi cemberut ke arah Hasyeem karena lelaki itu mau mengajak dia jalan tapi sekarang sudah larut malam. Harusnya dia datang menjemputnya sore tadi, jadi nggak kemalaman di jalan. Maklum saja jarak tempat tinggalnya ke kota lumayan jauh.

Hasyeem terkekeh geli melihat raut wajah Asmi.

" Asmi, kamu lupa siapa aku. Kita ke kota tak perlu naik kendaraan."

Asmi menepuk jidatnya. " Oh, Iya ya. Ayo kita pergi sekarang! " Hasyeem menggenggam tangan Asmi dan kemudian tubuh Asmi dan Hasyeem lenyap dari kamarnya.

Asmi dan Hasyeem sedang berada di pusat kota Waringin. Mereka sedang berada di dermaga Rambang. Malam hari keindahan Dermaga itu terlihat sangat mempesona dengan hiasan lampu kota dan sinar bulan yang memantul di air.

" Hasyeem, aku ingin bertanya sesuatu padamu karena sepertinya ada yang kamu ketahui tapi tidak kamu ungkapkan padaku. "

" Apa yang ingin kamu ketahui? "

" Mengapa kamu menyuruhku membuang baju Mas Ardi. Tahu tidak, begitu baju Mas Ardi di buang ke laut, seperti ada yang menarik baju itu ke dalam lautan." kata Asmi sambil bergidik ngeri sambil kembali membayangkan kejadian tadi saat di laut.

" Kakakmu adalah korban dari perbuatan bejat kakek buyutmu dengan salah satu selir penguasa Pantai Selatan Kalimantan. "

" Apa..!! " mulut Asmi terbuka lebar karena mendengar perkataan Hasyeem . Asmi baru tahu, kalau kakek buyutnya memiliki perjanjian dengan Penguasa Pantai Selatan Kalimantan. Yang Asmi tahu hanyalah bahwa Hardi Rahardian kakek buyutnya itu adalah asli orang kalimantan Tengah.

" Koq, bisa begitu Hasyeem? " Asmi sungguh tak mengerti.

" Dahulu, saat masih zaman perang menghadapi penjajahan Belanda, Kakek buyutmu adalah seorang pejuang. Beliau pernah memimpin perjuangan melawan penjajah Belanda. Dalam suatu ketika beliau dan anak buahnya terdesak dan berhasil di pukul mundur oleh pihak Belanda hingga sampai di ujung Pantai Selatan pulau ini.

Dalam keadaan terluka dan kelaparan kakak buyutmu bertemu dengan seorang wanita cantik yang bernama Husna. Husna kemudian menyelamatkan dirinya dan anak buahnya dari kejaran musuh dan memberinya makanan dan tempat tinggal.

Kakekmu akhirnya jatuh cinta pada Husna dan ternyata cinta kakekmu pun bersambut. Wanita itu juga ternyata mencintai kakek buyutmu. Sampai suatu ketika kakekmu telah menodai wanita itu. Kesucian Husna telah di renggut oleh kakekmu yang pada saat itu telah berjanji akan bertanggungjawab pada wanita itu.

Beberapa waktu kemudian, kakekmu kembali lagi ke kampung halamannya bersama anak buahnya. Namun sayangnya, kakekmu mengingkari janji. Dia tidak pernah kembali ke tempat perempuan itu karena dia menikah dengan perempuan lain yang telah di jodohkan oleh orang tuanya.

Wanita itu menjadi marah dan kecewa. akhirnya wanita itu mengadakan perjanjian dengan Penguasa Pantai Selatan untuk membalaskan sakit hatinya pada Kakek buyutmu.

Wanita itu menerjunkan dirinya ke laut dan memilih menjadi selir penguasa Pantai selatan demi bisa membalaskan dendamnya pada kakek buyutmu.

Sejak peristiwa itu, seluruh anak laki-laki pertama dalam keluarga kakek buyutmu akan mati dengan cara menggemaskan. Mereka semua akan mati tenggelam di laut. Sama seperti kematian kakek buyutmu yang mati tenggelam di laut.

Asmi ingat, jika ayahnya pernah bercerita bahwa kakak laki-laki ayahnya juga mati tenggelam di laut.

" terus mengapa Mas Ardi tidak mereka ambil juga? " tanya Asmi heran.

" Belum, saatnya. Mereka sepertinya masih ingin menyiksanya dulu, baru kemudian mereka akan mengambil kakakmu sama seperti mereka mengambil semua anak lelaki pertama keturunan Hardi Rahardian, kakek buyutmu."

Buku kuduk Asmi merinding setelah mendengar kisah Hasyeem. Ternyata kakaknya itu belum terbebas dari penyakitnya. Atau tepatnya dari dendam Husna. Wanita yang menjadi selir Penguasa Pantai Selatan Kalimantan.

Terpopuler

Comments

Iyan Anderson

Iyan Anderson

ngebayangin gimana mati menggemaskan nya thor 😂😂

2023-04-24

1

Linda Andriany

Linda Andriany

wuih ngeri

2023-04-12

0

riza yanuar '78

riza yanuar '78

piye rupane nek mati menggemaskan??🤔🤔

2023-03-30

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Di ceraikan
2 Bab 2. Awal bertemu
3 Bab 3. Berteman...
4 Bab 4. Cemburu.....
5 Bab. 5 Di serang....
6 Bab. 6 Komidi putar...
7 Bab. 7 Menghilang....
8 Bab. 8 Pertarungan di Hutan Larangan
9 Bab. 9 Minta rujuk kembali
10 Bab. 10 Kuyang
11 Bab. 11 Sudah di Tandai..
12 12. Kedatangan Arwah Inah
13 Bab. 13 Kedatangan Putri Bilqis...
14 Bab. 14 Pernyataan Cinta
15 Bab. 15 Mas Ardi sakit
16 Bab. 16 Karma Masa Lalu
17 Bab. 17 Karma Masa Lalu ( part2)
18 Bab. 18 Penebusan Karma ( part 1 )
19 Bab. 19 Penebusan Karma ( part 2)
20 Bab. 20 Desa Kemang Balu
21 Bab. 21 Tamu Tak di Undang
22 Bab.22 Air terjun Alas Tirta
23 Bab. 23 Kencan di Bukit Malaikat
24 Bab. 24 Tamu Tengah Malam
25 Bab. 25 Kedatangan Putri Azylla
26 Bab. 26 Memikirkan kembali
27 Bab.27 Pengantin Air terjun Alas Tirta ( part 1)
28 Bab. 28 Pengantin Air Terjun Alas Tirta ( Part. 2 )
29 Bab. 29 Pengantin Air Terjun Alas Tirta ( Part.3)
30 Bab. 30 Ingin Berteman
31 Bab. 31 Teluh
32 Bab. 32 Antara Hidup dan Mati
33 Bab. 33 Dia Ratuku....
34 Bab. 34 Pangeran Jin yang Sakti
35 Bab. 35 Tertangkap Basah
36 Bab. 36 Kemarahan Raja Haizzar
37 Bab. 37 Ujian Cinta
38 Bab. 38 Cincin Bermata Safir Biru
39 Bab. 39 Rahasia hati Putri Azylla
40 Bab. 40 Di tandai Makhluk Halus
41 Bab. 41 Di Temui Ratu Kalina
42 Bab. 42 Tafakur Rindu
43 Bab. 43 Cincin Bertuah
44 Bab. 44 Hadir Kembali....
45 Bab. 45 Jangan Pergi Lagi Dariku
46 Bab. 46 Lelaki Tampan di Rumah Asmi
47 Bab. 47 Kebersamaan Doni dan Nazwa
48 Bab. 48 Lamaran Wira
49 Bab. 49 Dendam Masa Lalu
50 Bab. 50 Tabrak Lari
51 Bab . 51 Viola
52 Bab. 52 Menggoda Sang Pangeran
53 Bab. 53 Dia Sudah Kembali
54 Bab. 54 Touring Ke Parangtritis
55 Bab. 55 Kejadian di Pantai Parangtritis
56 Bab. 56 Itu Adalah Percobaan Pembunuhan "
57 Bab. 57 Perjalanan ke Negeri Jin
58 Bab. 58 Serangan Pertama
59 Bab. 59 Menghapus Jejak
60 Bab. 60 Resmi Jadi Janda
61 Bab. 61 Janda Kembang
62 Bab. 62 Apakah Aku tidak Pantas Untukmu?
63 Bab. 63 Berpisah.....
64 Bab. 64 Balas Dendam Pak Panca
65 Bab. 65 Melamar Asmi
66 Bab. 66 Duel
67 Bab. 67 Pertanyaan Ratu Kalina
68 Bab. 68 Menjadi Tawanan Raja Haizzar
69 Bab. 69 Kemarahan Pangeran Hasyeem
70 Bab. 70 Keinginan Pangeran Hasyeem
71 Bab. 71 Tamasya
72 Bab. 72 Bantuan untuk Pangeran Anggada
73 Bab. 73 Di bawa Pergi
74 Bab. 74 Negeri atas Angin
75 Bab. 75 Kehilangan Jejak
76 Bab. 76 Negeri Bawah
77 Bab. 77 Kamu Milikku
78 Bab. 78 Kembali Hilang....
79 Bab. 79 Dia Milikku
80 Bab. 80 Yang Tertinggal....
81 Bab. 81 Maukah Kamu Menikah Denganku?
82 Bab. 82 Aku Akan selalu mencintaimu...
83 Bab. 83 Datang Melamar
84 Bab. 84 Kedatangan Keluarga Pangeran Hasyeem
85 Bab 85. Delia Ingin Bunuh Diri
86 Bab. 86 Namaku, Ammar..!
87 Bab. 87 Menjauh Pergi
88 Bab. 88 Pernikahan Dua Dunia
89 Bab. 89 Menjadi Istri Seutuhnya
90 Bab. 90 Pertolongan Ammar
91 Bab. 91 Pulang Ke Indonesia
92 Bab. 92 Siapa Kamu??
93 Bab. 93 Penyelidikan Revan
94 Bab. 94 Nenek Kuntilanak.....
95 Bab. 95 Calon Anak Sakti
96 Bab. 96 Perburuan Sang Penghancur
97 Bab. 97 Lahirnya Sang Penghancur
98 Bab. 98 Alyan Haidar
99 Bab. 99 Bayangan Siapa Itu???
100 Bab. 100 Kakak Ipar dari Bangsa Jin
101 Bab. 101 Alam Sebelah
102 Bab. 102 Mereka yang Tersembunyi
103 Bab. 103 Mengikhlaskan Kamu
104 Bab. 104 Gerhana Bulan Berdarah
105 Bab.105 Bagaimana Jika Kita Menikah ?
106 Bab. 106 Sepasang Anak Ajaib
107 Bab. 107 Alyan dan Luna Tersesat
108 Bab. 108 Dua Bocah Sakti
109 Bab. 109 Ayah Yang Terbaik
110 Bab. 110 Ciuman Pertama
111 Bab. 111 Kepergianmu
112 Bab. 112 Apa Yang Terjadi Pada Aluna
113 Bab. 113 Bayangan Transparan
114 Bab. 114 Pertarungan akan Segera di Mulai.
115 Bab. 115 Bertemu Sonia
116 Bab. 116 Pedang Naga Jiwo
117 Bab. 117 Penyerbuan Ke Istana Bukit Malaikat
118 Bab. 118 Pertempuran Kedua di Bukit Malaikat
119 Bab. 119 Ruang Bawah Tanah Rahasia
120 Bab. 119 Ruang Bawah Tanah Rahasia
121 Bab. 120 Aluna
122 Bab. 121 Apakah Kamu Bisa Menerimanya..!
123 Bab. 122 Rencana Besar
124 Bab. 123 Gerbang Oreon
125 Bab. 124 Hancurnya Gerbang Oreon
126 Bab. 125 Season 2
127 Bab. 126 Kematian Ratu Amirah
128 Bab. 127 Pembongkar Makam Amirah
129 Bab. 128 Makhluk Apa Itu
130 Bab. 129 Keinginan Arryan
131 Bab.130 Pertemuan Pertama
132 Bab. 131 Berapa Nomor Teleponmu
133 Bab. 132 Aluna di Serang
134 Bab. 133 Sumur Mata Air Keabadian
135 Bab. 134 Padepokan Pasir Hitam
136 Bab. 135 Palasik
137 Bab. 136 Sepasang Bayi Kembar
138 Bab. 137 Utusan Dari Negeri Atas Angin
139 Bab. 138 Lamaran Alyan
140 Bab. 139 Kisah Elisa
141 Bab. 140 Dewa Mautmu
142 Bab. 141 Dimana Aluna Berada???
143 Bab. 142 Menangkap Basah Sang Penculik
144 Bab. 143 Bukan Gadis Biasa
145 Bab. 144 Bertemu dengan Profesor Alfred.
146 Bab. 145 Serangan Gelap
147 Bab. 146 Kecelakaan Tragis
148 Bab. 147 H a n a
149 Bab. 148 Akhir Tragis
150 Bab. 149 Masa Lalu Yang Kembali
151 Bab. 150 Lepaskan Bundaku
152 Bab. 151 Hadiah dari Papa
153 Bab. 152 Pertolongan Untuk Sang Juragan ( Part 1)
154 Bab. 153 Pertolongan Untuk Sang Juragan ( Part 2 )
155 Bab. 154 Namaku Ammar.....
156 Bab. 155 Namaku Ammar ( part 2 )
157 Bab . 156 Lamaran Keanan
158 Bab. 157 Rumah Keluarga Keanan
159 Bab. 158 Perjanjian Ghaib ( Part 1)
160 Bab. 159 Perjanjian Ghaib ( part 2)
161 Bab. 160 Perjanjian Ghaib ( Part 3 )
162 Bab. 161 Perjanjian Ghaib ( part 4 )
163 Bab. 162 Perjanjian Ghaib ( Part 5 )
164 Bab. 163 Pertempuran Di Hutan Alas Purwo ( part 1)
165 Bab. 164 Pertarungan di Hutan Alas Purwo ( part 2 )
166 Bab. 165 Siapa yang menyambung Rambut akan......
167 Bab. 166 Siapa Yang Menyambung Rambut Akan..... ( part 2)
168 Bab. 167 Bolehkah Aku menciummu?
169 Bab. 168 Jangan Keluar Rumah Selepas Senja.
170 Bab. 169 Serangan Elathan
171 Bab. 170 Kerajaan Di Pulau Hantu.
172 Bab. 171 Kerajaan di pulau Hantu ( part 2 )
173 Bab. 172 Kerajaan di Pulau Hantu
174 Bab. 173 Perjalanan Ke Dimensi Alpa ( Part 1)
175 Bab. 174 Perjalanan ke Dimensi Alpa ( part 2)
176 Bab. 175 Perempuan Setengah Immortal
177 Bab. 176 Catatan Perjalanan Putri Arryan ( Part 1 )
178 Bab. 177 Catatan Perjalanan Arryan ( Part 2 )
179 Bab. 178 Catatan Perjalanan Arryan ( Part 3 )
180 Bab. 179
181 Bab. 180 Catatan Perjalanan Arryan ( Part 5)
182 Bab. 181 Ada Asmara di Hutan Larangan ( Part 1 )
183 Bab.182 Ada Asmara di Hutan Larangan ( Part 2)
184 Bab. 183 Kecemburuan Andros
185 Bab. 184 Hantu Anak Bajang
186 Bab. 185 Hantu Anak Bajang ( Part 2 )
187 Bab. 186 Hantu Anak Bajang ( Part 3 )
188 Bab. 187 Hantu Anak Bajang ( Part 4 )
189 Bab. 188
190 Bab. 189
191 Bab. 190 Hantu Anak Bajang
192 Bab. 191 Pelet Ajian Jaran Goyang
193 Bab. 192 Ajian Pelet Jaran Goyang ( Part 2 )
194 Bab. 193 Ajian Pelet Jaran goyang ( Part3)
195 Bab. 194 Pelet Ajian Jaran Goyang ( Part 4)
196 Bab. 195
197 Bab.196
198 Bab.197. Kelahiran Arsya
199 Bab. 198
200 Bab. 199
201 Bab. 200
202 Ektra Bab. 201
203 Extra Bab. 202
204 Extra Bab. 203
205 Extra Bab 204
206 Promosi Novel
Episodes

Updated 206 Episodes

1
Bab 1. Di ceraikan
2
Bab 2. Awal bertemu
3
Bab 3. Berteman...
4
Bab 4. Cemburu.....
5
Bab. 5 Di serang....
6
Bab. 6 Komidi putar...
7
Bab. 7 Menghilang....
8
Bab. 8 Pertarungan di Hutan Larangan
9
Bab. 9 Minta rujuk kembali
10
Bab. 10 Kuyang
11
Bab. 11 Sudah di Tandai..
12
12. Kedatangan Arwah Inah
13
Bab. 13 Kedatangan Putri Bilqis...
14
Bab. 14 Pernyataan Cinta
15
Bab. 15 Mas Ardi sakit
16
Bab. 16 Karma Masa Lalu
17
Bab. 17 Karma Masa Lalu ( part2)
18
Bab. 18 Penebusan Karma ( part 1 )
19
Bab. 19 Penebusan Karma ( part 2)
20
Bab. 20 Desa Kemang Balu
21
Bab. 21 Tamu Tak di Undang
22
Bab.22 Air terjun Alas Tirta
23
Bab. 23 Kencan di Bukit Malaikat
24
Bab. 24 Tamu Tengah Malam
25
Bab. 25 Kedatangan Putri Azylla
26
Bab. 26 Memikirkan kembali
27
Bab.27 Pengantin Air terjun Alas Tirta ( part 1)
28
Bab. 28 Pengantin Air Terjun Alas Tirta ( Part. 2 )
29
Bab. 29 Pengantin Air Terjun Alas Tirta ( Part.3)
30
Bab. 30 Ingin Berteman
31
Bab. 31 Teluh
32
Bab. 32 Antara Hidup dan Mati
33
Bab. 33 Dia Ratuku....
34
Bab. 34 Pangeran Jin yang Sakti
35
Bab. 35 Tertangkap Basah
36
Bab. 36 Kemarahan Raja Haizzar
37
Bab. 37 Ujian Cinta
38
Bab. 38 Cincin Bermata Safir Biru
39
Bab. 39 Rahasia hati Putri Azylla
40
Bab. 40 Di tandai Makhluk Halus
41
Bab. 41 Di Temui Ratu Kalina
42
Bab. 42 Tafakur Rindu
43
Bab. 43 Cincin Bertuah
44
Bab. 44 Hadir Kembali....
45
Bab. 45 Jangan Pergi Lagi Dariku
46
Bab. 46 Lelaki Tampan di Rumah Asmi
47
Bab. 47 Kebersamaan Doni dan Nazwa
48
Bab. 48 Lamaran Wira
49
Bab. 49 Dendam Masa Lalu
50
Bab. 50 Tabrak Lari
51
Bab . 51 Viola
52
Bab. 52 Menggoda Sang Pangeran
53
Bab. 53 Dia Sudah Kembali
54
Bab. 54 Touring Ke Parangtritis
55
Bab. 55 Kejadian di Pantai Parangtritis
56
Bab. 56 Itu Adalah Percobaan Pembunuhan "
57
Bab. 57 Perjalanan ke Negeri Jin
58
Bab. 58 Serangan Pertama
59
Bab. 59 Menghapus Jejak
60
Bab. 60 Resmi Jadi Janda
61
Bab. 61 Janda Kembang
62
Bab. 62 Apakah Aku tidak Pantas Untukmu?
63
Bab. 63 Berpisah.....
64
Bab. 64 Balas Dendam Pak Panca
65
Bab. 65 Melamar Asmi
66
Bab. 66 Duel
67
Bab. 67 Pertanyaan Ratu Kalina
68
Bab. 68 Menjadi Tawanan Raja Haizzar
69
Bab. 69 Kemarahan Pangeran Hasyeem
70
Bab. 70 Keinginan Pangeran Hasyeem
71
Bab. 71 Tamasya
72
Bab. 72 Bantuan untuk Pangeran Anggada
73
Bab. 73 Di bawa Pergi
74
Bab. 74 Negeri atas Angin
75
Bab. 75 Kehilangan Jejak
76
Bab. 76 Negeri Bawah
77
Bab. 77 Kamu Milikku
78
Bab. 78 Kembali Hilang....
79
Bab. 79 Dia Milikku
80
Bab. 80 Yang Tertinggal....
81
Bab. 81 Maukah Kamu Menikah Denganku?
82
Bab. 82 Aku Akan selalu mencintaimu...
83
Bab. 83 Datang Melamar
84
Bab. 84 Kedatangan Keluarga Pangeran Hasyeem
85
Bab 85. Delia Ingin Bunuh Diri
86
Bab. 86 Namaku, Ammar..!
87
Bab. 87 Menjauh Pergi
88
Bab. 88 Pernikahan Dua Dunia
89
Bab. 89 Menjadi Istri Seutuhnya
90
Bab. 90 Pertolongan Ammar
91
Bab. 91 Pulang Ke Indonesia
92
Bab. 92 Siapa Kamu??
93
Bab. 93 Penyelidikan Revan
94
Bab. 94 Nenek Kuntilanak.....
95
Bab. 95 Calon Anak Sakti
96
Bab. 96 Perburuan Sang Penghancur
97
Bab. 97 Lahirnya Sang Penghancur
98
Bab. 98 Alyan Haidar
99
Bab. 99 Bayangan Siapa Itu???
100
Bab. 100 Kakak Ipar dari Bangsa Jin
101
Bab. 101 Alam Sebelah
102
Bab. 102 Mereka yang Tersembunyi
103
Bab. 103 Mengikhlaskan Kamu
104
Bab. 104 Gerhana Bulan Berdarah
105
Bab.105 Bagaimana Jika Kita Menikah ?
106
Bab. 106 Sepasang Anak Ajaib
107
Bab. 107 Alyan dan Luna Tersesat
108
Bab. 108 Dua Bocah Sakti
109
Bab. 109 Ayah Yang Terbaik
110
Bab. 110 Ciuman Pertama
111
Bab. 111 Kepergianmu
112
Bab. 112 Apa Yang Terjadi Pada Aluna
113
Bab. 113 Bayangan Transparan
114
Bab. 114 Pertarungan akan Segera di Mulai.
115
Bab. 115 Bertemu Sonia
116
Bab. 116 Pedang Naga Jiwo
117
Bab. 117 Penyerbuan Ke Istana Bukit Malaikat
118
Bab. 118 Pertempuran Kedua di Bukit Malaikat
119
Bab. 119 Ruang Bawah Tanah Rahasia
120
Bab. 119 Ruang Bawah Tanah Rahasia
121
Bab. 120 Aluna
122
Bab. 121 Apakah Kamu Bisa Menerimanya..!
123
Bab. 122 Rencana Besar
124
Bab. 123 Gerbang Oreon
125
Bab. 124 Hancurnya Gerbang Oreon
126
Bab. 125 Season 2
127
Bab. 126 Kematian Ratu Amirah
128
Bab. 127 Pembongkar Makam Amirah
129
Bab. 128 Makhluk Apa Itu
130
Bab. 129 Keinginan Arryan
131
Bab.130 Pertemuan Pertama
132
Bab. 131 Berapa Nomor Teleponmu
133
Bab. 132 Aluna di Serang
134
Bab. 133 Sumur Mata Air Keabadian
135
Bab. 134 Padepokan Pasir Hitam
136
Bab. 135 Palasik
137
Bab. 136 Sepasang Bayi Kembar
138
Bab. 137 Utusan Dari Negeri Atas Angin
139
Bab. 138 Lamaran Alyan
140
Bab. 139 Kisah Elisa
141
Bab. 140 Dewa Mautmu
142
Bab. 141 Dimana Aluna Berada???
143
Bab. 142 Menangkap Basah Sang Penculik
144
Bab. 143 Bukan Gadis Biasa
145
Bab. 144 Bertemu dengan Profesor Alfred.
146
Bab. 145 Serangan Gelap
147
Bab. 146 Kecelakaan Tragis
148
Bab. 147 H a n a
149
Bab. 148 Akhir Tragis
150
Bab. 149 Masa Lalu Yang Kembali
151
Bab. 150 Lepaskan Bundaku
152
Bab. 151 Hadiah dari Papa
153
Bab. 152 Pertolongan Untuk Sang Juragan ( Part 1)
154
Bab. 153 Pertolongan Untuk Sang Juragan ( Part 2 )
155
Bab. 154 Namaku Ammar.....
156
Bab. 155 Namaku Ammar ( part 2 )
157
Bab . 156 Lamaran Keanan
158
Bab. 157 Rumah Keluarga Keanan
159
Bab. 158 Perjanjian Ghaib ( Part 1)
160
Bab. 159 Perjanjian Ghaib ( part 2)
161
Bab. 160 Perjanjian Ghaib ( Part 3 )
162
Bab. 161 Perjanjian Ghaib ( part 4 )
163
Bab. 162 Perjanjian Ghaib ( Part 5 )
164
Bab. 163 Pertempuran Di Hutan Alas Purwo ( part 1)
165
Bab. 164 Pertarungan di Hutan Alas Purwo ( part 2 )
166
Bab. 165 Siapa yang menyambung Rambut akan......
167
Bab. 166 Siapa Yang Menyambung Rambut Akan..... ( part 2)
168
Bab. 167 Bolehkah Aku menciummu?
169
Bab. 168 Jangan Keluar Rumah Selepas Senja.
170
Bab. 169 Serangan Elathan
171
Bab. 170 Kerajaan Di Pulau Hantu.
172
Bab. 171 Kerajaan di pulau Hantu ( part 2 )
173
Bab. 172 Kerajaan di Pulau Hantu
174
Bab. 173 Perjalanan Ke Dimensi Alpa ( Part 1)
175
Bab. 174 Perjalanan ke Dimensi Alpa ( part 2)
176
Bab. 175 Perempuan Setengah Immortal
177
Bab. 176 Catatan Perjalanan Putri Arryan ( Part 1 )
178
Bab. 177 Catatan Perjalanan Arryan ( Part 2 )
179
Bab. 178 Catatan Perjalanan Arryan ( Part 3 )
180
Bab. 179
181
Bab. 180 Catatan Perjalanan Arryan ( Part 5)
182
Bab. 181 Ada Asmara di Hutan Larangan ( Part 1 )
183
Bab.182 Ada Asmara di Hutan Larangan ( Part 2)
184
Bab. 183 Kecemburuan Andros
185
Bab. 184 Hantu Anak Bajang
186
Bab. 185 Hantu Anak Bajang ( Part 2 )
187
Bab. 186 Hantu Anak Bajang ( Part 3 )
188
Bab. 187 Hantu Anak Bajang ( Part 4 )
189
Bab. 188
190
Bab. 189
191
Bab. 190 Hantu Anak Bajang
192
Bab. 191 Pelet Ajian Jaran Goyang
193
Bab. 192 Ajian Pelet Jaran Goyang ( Part 2 )
194
Bab. 193 Ajian Pelet Jaran goyang ( Part3)
195
Bab. 194 Pelet Ajian Jaran Goyang ( Part 4)
196
Bab. 195
197
Bab.196
198
Bab.197. Kelahiran Arsya
199
Bab. 198
200
Bab. 199
201
Bab. 200
202
Ektra Bab. 201
203
Extra Bab. 202
204
Extra Bab. 203
205
Extra Bab 204
206
Promosi Novel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!