Malam semakin beranjak gelap. Keheningan kini menyelimuti wilayah di sekitar tempat itu. Kegelapan dan keheningan malam terasa begitu mencekam membuat seluruh penghuni hutan Larangan memilih kabur untuk bersembunyi. Kabut tipis perlahan hadir, aura dingin menyelimuti seluruh wilayah Hutan Larangan, membuat hutan itu tampak semakin menyeramkan saja.
Hasyeem berjalan menghampiri Asmi yang masih berdiri terpaku menatap ke arahnya. Mata wanita itu tak berkedip menatap sosok Hasyeem yang kini tampak berbeda. Dia mengenakan pakaian kebesaran sang Pangeran sehingga wajah tampannya semakin bertambah tampan dan penuh kharisma.
Tangan Hasyeem menyentuh kedua bahu Asmi, membuat wanita cantik itu tersadar dari keterpakuan. Dia tertunduk dan tersipu malu. Ada rasa segan di hati wanita itu saat berhadapan dengan kharisma yang terpancar dari sosok pangeran jin yang tampan itu.
" Apakah kamu baik-baik saja? " tanya Hasyeem yang di jawab dengan anggukan oleh Asmi. Pipi wanita itu merona merah karena senang akan perhatian kecil dari Sang Pangeran.
" Asmi, maafkan aku karena datang terlambat. Aku ada sedikit urusan di negeriku, " Hasyeem merasa bersalah pada Asmi karena akibat dari keterlambatannya, nyaris membuat wanita itu tewas di tangan wanita berjubah hitam yang ternyata murid dari Sang Penguasa Hutan Larangan.
" Tak apa-apa Hasyeem, eh maaf maksudku pangeran Hasyeem, aku bersyukur anda datang tepat waktu sehingga aku selamat dari wanita itu. " Asmi menjadi kikuk karena tak tahu harus bagaimana menghadapi Hasyeem setelah dia tahu siapa Hasyeem sebenarnya.
Hasyeem tersenyum menyadari ketidaknyamanannya Asmi padanya. " Kau boleh terus memanggilku Hasyeem sama seperti hari kemarin. Tidak ada yang berubah, Asmi ! " Jawab Hasyeem sambil merangkul tubuh mungil Asmi ke dalam pelukannya.
Asmi tersenyum senang dan balas memeluk Hasyeem. Pelukan Hasyeem memberinya kehangatan dan juga rasa yang indah di hatinya yang tak bisa dia ungkapkan.
" Ayo, aku akan mengantarmu kembali. Tempat ini tak baik untukmu. " Hasyeem mengangkat dan membopong tubuh mungil Asmi dalam pelukannya dan Blass!! Tubuh Hasyeem dan tubuh Asmi kemudian menghilang dari pandangan mata.
Hasyeem membawa wanita itu kembali ke rumahnya, lebih tepatnya lagi ke kamar Asmi. Membaringkan wanita itu dengan lembut di tempat tidurnya. Asmi yang merasa lelah dan mengantuk akhirnya tertidur kembali.
Hasyeem memandang wajah wanita cantik yang kini sudah pulas terlelap di hadapannya. Perlahan tangannya membelai rambut panjang wanita cantik itu dengan lembut lalu mengecup ujung kepala Asmi penuh rasa cinta. Tak lama kemudian Hasyeem menghilang dari kamar Asmi yang masih nyenyak tertidur di pembaringannya.
Matahari baru saja muncul di ufuk timur. Menyapa dunia dengan kehangatan sinarnya. Sementara itu di sebuah rumah terpencil di ujung desa yang terletak di tepi hutan larangan, di atas sebuah bale - bale tampak sesosok tubuh seorang wanita sedang terbaring dengan keadaan yang cukup mengenaskan.
Wanita itu dalam keadaan sedang tidak sadarkan diri.Tubuh bagian atasnya mulai dari dada hingga kepala berwarna hitam seperti habis terbakar. Di depannya duduk seorang laki-laki paruh baya namun berbadan tegap dan tampak masih segar bugar di usianya yang terbilang tidak muda lagi tengah duduk bersemedi. Dia sedang menyalurkan tenaga dalamnya mencoba untuk mengobati luka dalam yang di alami oleh wanita yang kini terbaring di depannya tak sadarkan diri.
Tak lama kemudian terdengar seseorang mengetuk pintu rumah itu.
" Nyi, Nyi Darsih! apa kau ada di dalam? Nyi!Nyi ! terdengar suara seseorang memanggil nama Nyi Darsih dari luar. Namun laki-laki paruh baya itu tidak mengindahkan panggilan itu dan tetap memusatkan konsentrasi pada tubuh yang ada di depannya.
Karena lama tak ada respon dari yang empunya rumah, akhirnya orang itu memutuskan untuk pergi. Dia berpikir mungkin Nyi Darsih sedang tak ada di rumah.' Aku akan kembali lagi besok. Semoga besok Nyi Darsih sudah kembali !', pikirnya sambil melangkah pergi meninggalkan tempat itu.
^^^***^^^
Sementara itu, seorang perempuan hamil sedang duduk sendiri di pinggir kolam yang ada di sisi rumah. Ada raut kesal di wajah perempuan itu karena pagi sekali suaminya sudah pergi padahal ada sesuatu yang ingin dia tanyakan.
Sebenarnya bukan itu saja penyebab kekesalannya, kata- kata ibunya beberapa hari yang lalu membuat wanita itu kini dilanda keresahan.
" Ayu, kamu memang nggak becus banget jadi istri. Kamu tau nggak? suami kamu itu, masih sering nyambangin si Asmi ke rumahnya! " lapor Ibunya beberapa hari yang lalu, ketika dia datang ke rumah ibunya.
Memang rumah ibunya tak terlalu jauh dari rumah Asmi sehingga Ibunya dengan mudah bisa mengawasi dan melaporkan semua gerak gerik Ilham suaminya itu padanya.
Ayu meremas tangan dengan geram. Sudah susah payah dia dulu memisahkan Asmi dengan Ilham, namun kenyataannya walaupun sudah bercerai, Ilham masih tidak bisa melupakan mantan istrinya. Terakhir kemarin suaminya itu malahan berniat ingin mencabut gugatan cerai untuk Asmi.
Tentu saja Ayu menjadi geram dan tak terima dengan keputusan Ilham yang berniat rujuk kembali dengan Asmi. Dia merasa di permainkan oleh Mas Ilham suaminya. Mengapa suaminya itu sekarang berbalik lagi mencintai mantan istrinya itu? Ayu bertanya- tanya dalam hati yang telah terjadi. Dia berpikir akan membuat perhitungan dengan perempuan itu.
"Huh , Asmi ! Awas saja!! perempuan mandul itu akan kupastikan lebih menderita lagi daripada sekarang!!" Ayu menghentak kaki dengan kesal.. Ada kebencian yang sangat besar terpancar dari sorot matanya pada perempuan yang dulu pernah menjadi madunya itu.
Rumah Asmi tampak sepi seolah tiada tanda kehidupan di sana. Ilham berjalan memasuki teras rumah Asmi dan mencoba mengetuk pintu sambil berteriak memanggil nama Asmi.
Hari ini dia berniat menemui Asmi dan ingin memberitahukan pada mantan istrinya itu kalau dia sudah mencabut gugatan cerai di pengadilan dan berniat untuk rujuk kembali pada Asmi.
Asmi yang masih mengantuk dan setengah sadar membukakan pintu buat Ilham, tapi hanya setengah.
" Apaan sih mas? pagi pagi sudah teriak teriak?!" Asmi bertanya dengan jengkel karena merasa terganggu dengan teriakan dari Ilham.
" Eh, Asmi. Maaf, Mas hanya mau menyampaikan ke kamu kalau mas telah mencabut gugatan cerai mas ke kamu. Maafkan kesalahan Mas, Asmi. Mas tak bisa hidup tanpa kamu. Mas mau kita rujuk kembali. "
Mata Asmi langsung terbuka lebar. Apa- apaan ini? mengapa Mas Ilham mencabut gugatan cerai dan ingin rujuk dengannya? Asmi tak habis pikir dengan apa yang ada di pikiran mantan suaminya itu.
" NGGAK!! aku nggak mau rujuk sama kamu, mas! Asmi langsung menolak ajakan Ilham.
" Enak saja kamu main cerai rujuk seenak hatimu. Apa kamu pikir hatiku terbuat dari batu? setelah dulu kamu dengan seenaknya mencerai dan mengusir aku, sekarang kamu minta rujuk lagi? Nggak Mas! aku nggak bisa. Aku yang akan ajukan kembali gugatan cerai kita karena aku tak mau kembali pada kamu! " Asmi memandang Ilham dengan tatapan penuh kebencian.
Amarahnya kembali muncul saat ingat kembali akan perlakuan Ilham dulu yang menceraikan dan mengusirnya keluar dari rumah. Bahkan dia masih ingat rasa sakit di pipinya akibat tamparan Ilham kepadanya beberapa bulan yang lalu
Ilham melongo tak percaya akan penolakan Asmi. Bukankah wanita itu dulu sangat mencintainya. Tapi mengapa sekarang Asmi menolak rujuk kembali dengannya.
Ilham menatap bola mata Asmi dengan tajam " Apa kamu sudah dapat penggantiku? " Ilham bertanya dengan rasa penasaran karena Asmi menolak rujuk dengan nya.
" Ya, Asmi dan aku akan segera menikah! " sebuah suara di belakang mereka mengejutkan Ilham yang segera berbalik ingin tahu siapa laki-laki yang akan menikah dengan mantan istrinya itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 206 Episodes
Comments
lily
siapa itu yang nyuruh Nyi darsih? dan kenapa ayu sampe jahat gitu sama asmi, ada kejadian apa ,, kek ada dendam gtu k asmi, dan ingin asmi hancur
2023-12-10
0
Lienda nasution
yang harus dicari tau apa maksud dari wanita itu yang menginspirasi kamu mati Asmi dan siapa orang dibelakang wanita itu
2023-07-01
0
💞Nia Kurnaen💞
Oh,rupanya Ayu mendapatkan Ilham dengan cara tidak wajar,pantas saja Ilham tidak bisa melupakan Asmi karena memang mereka berpisah bukan karena kehendak masing² tapi baik Ilham maupun Asmi tidak menyadari itu,mungkin ibunya Ilham juga sama tidak sadar dengan apa yang dilakukannya terhadap Asmi karena dicerita sebelumnya dikatakan bahwa ibunya Ilham sangat baik sudah seperti orang tua Asmi sendiri.
Hati hati Ayu,kamu bermain curang ntar bisa jadi berbalik ke kamu loh...lagian ya kayak gak ada laki laki lain saja yang bisa kamu dapatkan selain Ilham yang jelas jelas sudah punya istri...hmm...gedek banget nih mah Ayu,harusnya namanya bukan Ayu gak cocok sama karakternya...biasanya yang namanya Ayu itu selain jelas cantik juga lemah lembut...lah,Ayu yang ini malah kebalikannya...😂😂😂
Mungkin nama yang cocok MAK LAMPIR kali ya...😂😂😂 atau tukeran nama aja tuh sama tetangganya yang baik hati,siapa itu JUMIRAh ya kalo gak salah...heheee...🤣🤣🤣
2023-06-23
0