Asmi merentangkan tangannya lebar-lebar. Rasanya enak dan nyaman sekali. Udara pagi hari terasa sejuk menerpa kulit wajah halusnya yang cantik natural tanpa sapuan make up.
Pagi itu Asmi memutuskan jalan- jalan berkeliling sekedar untuk berolahraga agar otot-otot yang sudah kaku kembali rileks.
Dia sudah berjalan cukup jauh mengitari jalan kecil di sepanjang kampung hingga akhirnya dia memutuskan berhenti untuk beristirahat di tepi danau di pinggiran desa.
Pemandangan di tempat itu sungguh indah dan permai hingga Asmi betah berlama-lama duduk di sana.
" Assalamu'alaikum, Asmi, " sebuah bisikan menyapanya.
Asmi , wanita cantik itu terlonjak kaget, pasalnya sudah dua hari ini dia merasa aman tentram karena terbebas dari 'gangguan' jin yang sialnya sangat tampan itu.
"Hasyeem!" Bisa tidak kalau muncul nggak tiba-tiba!" Asmi berteriak kesal karena ketenangannya terusik oleh karena kemunculan Hasyeem yang tiba-tiba.
Blusss! Sosok tampan itu muncul sambil tersenyum menggoda. Asmi heran karena Hasyeem muncul dengan pakaian training lengkap dengan sepatu sket. Tidak seperti biasanya yang hanya berbaju rompi dan celana komprang khas busana bangsa Jin.
Sekilas dia tampak seperti pemuda biasa umumnya. Hanya saja wajahnya yang tampan mulai menarik perhatian beberapa remaja putri dan ibu- ibu yang kebetulan lewat di tempat itu.
" Mereka bisa melihatmu?" tanya Asmi yang penasaran heran melihat senyum genit malu-malu dari beberapa remaja putri itu ke arahnya.
" Iya, karena itu semua keinginanku agar mereka bisa melihat aku. Supaya kamu nggak di bilang aneh karena ngomong sendiri!" kata Hasyeem sambil kembali menoleh pada gadis - gadis itu dan melemparkan senyuman manisnya membuat mereka yang tadi meliriknya jadi salah tingkah.
" Dasar jin genit! pergi sana! Gerah aku liat jin mesum kayak lo! " usir Asmi kesal.
"Siapa yang genit, aku cuma sekedar senyum saja. Lagipula senyum kan ibadah, Asmi!" jawab Hasyeem dengan muka tanpa dosa membuat Asmi benar-benar gemas pengen nendang bokong jin tampan itu jauh-jauh.
"Hasyeem, aku bilang pergi jauh sana! Ih, ogah aku jalan sama jin mesum kayak kamu! " kembali Asmi mengusir Hasyeem sambil berlalu pergi.
" Aku nggak pernah mesum pada wanita lain, hanya padamu saja! Upss!"Hasyeem mengatupkan mulutnya, bersiap buat kabur. Dia keceplosan.
" Apa kau bilang? Kamu berani berbuat mesum padaku! " Mata Asmi melotot. " Jadi maksudnya kamu pernah intip aku, ya? " teriak Asmi sambil terus mengejar Hasyeem yang sudah keburu lari terbirit-birit.
" Ampun, Asmi! Aku nggak bermaksud bilang begitu, asal kamu tahu ya, aku selalu berpaling dan menutup mataku."
" Hasyeem...!!!!??" Asmi benar-benar kehabisan akal menghadapi jin tampan yang mesumnya minta ampun ini.
" Sumpah, Asmi. Aku tak berani berbuat tidak senonoh padamu, walaupun ku tahu aku bisa saja melakukan itu semua. Toh kamu tak akan melihat aku. Namun aku tak ingin menyalahgunakan kepercayaan yang kamu berikan. Aku ingin kamu percaya bahwa aku tulus mencintai..eh maksudnya mau berteman denganmu. " Hasyeem menatap Asmi dengan sorot mata memohon agar wanita itu tidak lagi marah padanya.
" hm, baik. Aku percaya padamu. Tapi awas, kalau berani macam-macam, aku kebiri kamu! " ancam Asmi dengan mata melotot.
" Iya, aku janji. Nggak akan berbuat yang tidak baik padamu! Hasyeem mengangkat tangannya ke atas sambil tersenyum menggoda.
" APA? " Matanya Asmi melotot ke arah Hasyeem yang sepertinya ingin mengucapkan sesuatu.
" " Ayo kita jalan lagi! " ajak Hasyeem pada Asmi yang masih saja melotot sambil cemberut.
"Oke, tapi ada syaratnya.Jangan genit atau ku tendang bokongmu biar kembali ke alammu!" kata Asmi sambil kembali meneruskan langkah kakinya.
"Oke, siap ratu ku! " Hasyeem membungkuk menyilangkan tangannya ke depan dada. Hatinya sangat gembira sehingga hampir sepanjang jalan dia selalu tersenyum sambil kadang mencuri pandang ke arah Asmi.
Sementara itu, tak jauh dari mereka sepasang suami-istri sedang menatap ke arah mereka dengan pandangan masing-masing yang sulit di tebak.
" Bukannya itu Mbak Asmi ya, Mas? Ayu menunjuk kearah danau. Ilham langsung menoleh ke arah yang di tunjukkan Ayu. Seketika darahnya bergolak, karena terbakar cemburu. Siapa lelaki tampan yang bersama Asmi?
...****...
Waktu berlalu dengan cepat. Tak terasa sudah satu bulan Asmi bekerja di toko sembako Mirna. Dia membantu adiknya itu mengurus toko karena Mirna kerepotan kalau harus mengurus toko sendirian.
Asmi merebahkan tubuhnya di kursi panjang yang ada di ruang tamu. Tubuhnya merasa lelah karena seharian bekerja di toko sembako Mirna cukup menguras tenaga. Tangannya sibuk mengutak-atik handphonenya sekedar untuk membalas pesan yang ada di WhatsApp.
Namun tak berapa lama kemudian, dia terlelap di kursi itu dengan tangan masih memegang handphone.
Hasyeem menggelengkan kepala melihat Asmi. Dia lalu merentangkan tangannya dan tubuh Asmi langsung terangkat dengan sendirinya melayang ringan menuju ke kamar.
Hasyeem meletakkan tubuh Asmi ke tempat tidur dan menyelimutinya tanpa harus menyentuh tubuh wanita itu. Hasyeem menepati janjinya bahwa dia tidak akan berbuat yang tidak senonoh pada wanita itu.
Malam semakin larut tapi Hasyeem masih saja berada di kamar Asmi. Dia ingin selalu bersama wanita cantik itu, berada dekat di sisinya, baik sepengetahuannya atau tidak. Tiba - tiba kening Hasyeem berkerut. Pandangan matanya tak lepas dari Asmi. Tampaknya ada yang tidak beres dengan wanita itu.
Tubuh Asmi berkeringat.Wanita itu terlihat gelisah dalam tidurnya. Napasnya terengah-engah seperti sedang ketakutan dan berlari karena di kejar sesuatu.
Hasyeem meraba dahi Asmi. Terasa panas. 'Asmi demam!' pikirnya. 'Tapi kenapa dia seperti ketakutan. Apakah ada yang mengganggunya dalam tidur? ' Hasyeem menggenggam telapak tangan Asmi dan mencoba berkonsentrasi agar dia bisa masuk ke dalam mimpi Asmi.
...**...
Asmi tak tahu apa yang sedang mengejarnya namun nalurinya mengatakan bahwa ada bahaya dan dia harus berlari. Asmi berlari semakin jauh menembus kegelapan malam namun sesuatu di belakangnya masih saja terus mengejar, mengikuti kemana saja Asmi berlari.
Dia sudah lelah berlari namun bayangan hitam itu masih terus mengejarnya. Asmi tak tahu harus berlari kemana lagi. Dia merasa takut namun rasa lelah yang dia rasakan membuat tubuhnya terasa lemah. Akhirnya dia pasrah.. tubuhnya limbung dan jatuh ke tanah.
Namun sebelum tubuhnya mencapai tanah sebuah sosok kekar dan kokoh menangkap dan memeluk tubuhnya. Sosok itu kemudian melayang ringan membawa pergi tubuh Asmi menembus kegelapan sampai ke tabir batas antara dunia mimpi dan nyata, sementara bayangan hitam itu masih saja terus mengejar di belakang.
Hasyeem kembali ke alam nyata dan langsung membangunkan wanita itu. Dia menepuk pipi Asmi agar perempuan itu segera tersadar dan bangun dari tidur.
" Asmi, sadarlah! Kamu harus bangun. Jika tidak kamu akan celaka!" Hasyeem kembali menepuk pipi wanita itu agar tersadar.
"Aghhh! tolong! tolong!"Asmi menjerit keras, tersadar dengan wajah yang penuh ketakutan. Hasyeem memeluk Asmi dengan erat agar wanita cantik itu merasa tenang.
" Tenanglah, kamu aman bersama aku! " Hasyeem memeluk dan membelai pucuk kepala wanita itu, mencoba memberi rasa aman.
Tak lama berselang, sebuah bola api seukuran buah kelapa tiba-tiba melesat masuk ke dalam kamar Asmi dan berputar-putar di atas langit-langit kamar.
Bola api itu perlahan-lahan berubah wujud menjadi sosok berjubah hitam. Wajahnya tak terlihat karena tertutup jubah.
Hasyeem menarik tubuh Asmi yang ketakutan agar berdiri di belakangnya.
" Siapa kamu, dan apa maksudmu ingin menyakiti Asmi? " tanya Hasyeem lantang.
" Bukan urusanmu!! " bentak sebuah suara yang serak dan parau.
Hasyeem dan Asmi melongo terdiam. Suara wanita.??Jadi yang mengejar Asmi adalah seorang wanita. Tapi mengapa??
Belum hilang rasa herannya mereka, wanita sudah menyerang dengan ganas dan membabi buta. Hasyeem menarik tubuh Asmi melayang terbang bersamanya berkelebatan di udara menghindari serangan wanita itu.
Hasyeem menjentikkan jarinya lalu dalam sekejap munculah sesosok makhluk bertubuh tinggi besar di hadapan mereka. Makhluk itu terlihat menghaturkan sembah kepada Hasyeem.
" Bawa dan lindungi wanita ini. Aku akan menghadapi wanita penyihir itu! "
" Baik, Yang Mulia! " jawab sosok itu takjim.
" Asmi kau ikut denganya ! Jangan takut , dia akan melindungimu. Aku akan menghadapinya! "
Asmi menurut saja ketika makhluk tinggi besar itu meraih tangannya dan dalam sekejap tubuh Asmi sudah tak terlihat lagi.
Hasyeem kembali mendapat serangan dari wanita itu. Namun kali ini, dia tak ingin lagi mengelak. Tubuh Hasyeem melesat melayang ringan ke udara dan dalam sekali gerakan tangannya berhasil mendaratkan serangan balik ke tubuh wanita itu yang membuat wanita itu tersungkur dan mengeluarkan darah segar.
" Jin laknat, terkutuklah kamu! Baiklah, aku mengaku kalah kali ini. Tapi aku akan kembali. Tunggu pembalasanku! " Tanpa menunggu jawaban Hasyeem, wanita itu menjelma kembali menjadi bola api dan melesat pergi meninggalkan Hasyeem yang masih penasaran siapa sebenarnya wanita itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 206 Episodes
Comments
Lienda nasution
Ah...Asmi sok sekali kamu ada jin baik gak mau dijadikan teman baik baik kan lumayan ada teman ngobrol sekaligus manfaatkan saja buat nakuti mantan suamimu dan istrinya 😅😅😅
2023-07-01
1
Mr.VANO
untung asmi ada hasiim,,,klo gak gimana nasipny,,,,perbuatan si pelakor
2023-06-04
0
neng citra
Thor.... narasi nya sungguh terasa nyata..
Alhamdulillah...kamu selamat, Asmi.
2023-04-15
0