Bab. 5 Di serang....

Asmi merentangkan tangannya lebar-lebar. Rasanya enak dan nyaman sekali. Udara pagi hari terasa sejuk menerpa kulit wajah halusnya yang cantik natural tanpa sapuan make up.

Pagi itu Asmi memutuskan jalan- jalan berkeliling sekedar untuk berolahraga agar otot-otot yang sudah kaku kembali rileks.

Dia sudah berjalan cukup jauh mengitari jalan kecil di sepanjang kampung hingga akhirnya dia memutuskan berhenti untuk beristirahat di tepi danau di pinggiran desa.

Pemandangan di tempat itu sungguh indah dan permai hingga Asmi betah berlama-lama duduk di sana.

" Assalamu'alaikum, Asmi, " sebuah bisikan menyapanya.

Asmi , wanita cantik itu terlonjak kaget, pasalnya sudah dua hari ini dia merasa aman tentram karena terbebas dari 'gangguan' jin yang sialnya sangat tampan itu.

"Hasyeem!" Bisa tidak kalau muncul nggak tiba-tiba!" Asmi berteriak kesal karena ketenangannya terusik oleh karena kemunculan Hasyeem yang tiba-tiba.

Blusss! Sosok tampan itu muncul sambil tersenyum menggoda. Asmi heran karena Hasyeem muncul dengan pakaian training lengkap dengan sepatu sket. Tidak seperti biasanya yang hanya berbaju rompi dan celana komprang khas busana bangsa Jin.

Sekilas dia tampak seperti pemuda biasa umumnya. Hanya saja wajahnya yang tampan mulai menarik perhatian beberapa remaja putri dan ibu- ibu yang kebetulan lewat di tempat itu.

" Mereka bisa melihatmu?" tanya Asmi yang penasaran heran melihat senyum genit malu-malu dari beberapa remaja putri itu ke arahnya.

" Iya, karena itu semua keinginanku agar mereka bisa melihat aku. Supaya kamu nggak di bilang aneh karena ngomong sendiri!" kata Hasyeem sambil kembali menoleh pada gadis - gadis itu dan melemparkan senyuman manisnya membuat mereka yang tadi meliriknya jadi salah tingkah.

" Dasar jin genit! pergi sana! Gerah aku liat jin mesum kayak lo! " usir Asmi kesal.

"Siapa yang genit, aku cuma sekedar senyum saja. Lagipula senyum kan ibadah, Asmi!" jawab Hasyeem dengan muka tanpa dosa membuat Asmi benar-benar gemas pengen nendang bokong jin tampan itu jauh-jauh.

"Hasyeem, aku bilang pergi jauh sana! Ih, ogah aku jalan sama jin mesum kayak kamu! " kembali Asmi mengusir Hasyeem sambil berlalu pergi.

" Aku nggak pernah mesum pada wanita lain, hanya padamu saja! Upss!"Hasyeem mengatupkan mulutnya, bersiap buat kabur. Dia keceplosan.

" Apa kau bilang? Kamu berani berbuat mesum padaku! " Mata Asmi melotot. " Jadi maksudnya kamu pernah intip aku, ya? " teriak Asmi sambil terus mengejar Hasyeem yang sudah keburu lari terbirit-birit.

" Ampun, Asmi! Aku nggak bermaksud bilang begitu, asal kamu tahu ya, aku selalu berpaling dan menutup mataku."

" Hasyeem...!!!!??" Asmi benar-benar kehabisan akal menghadapi jin tampan yang mesumnya minta ampun ini.

" Sumpah, Asmi. Aku tak berani berbuat tidak senonoh padamu, walaupun ku tahu aku bisa saja melakukan itu semua. Toh kamu tak akan melihat aku. Namun aku tak ingin menyalahgunakan kepercayaan yang kamu berikan. Aku ingin kamu percaya bahwa aku tulus mencintai..eh maksudnya mau berteman denganmu. " Hasyeem menatap Asmi dengan sorot mata memohon agar wanita itu tidak lagi marah padanya.

" hm, baik. Aku percaya padamu. Tapi awas, kalau berani macam-macam, aku kebiri kamu! " ancam Asmi dengan mata melotot.

" Iya, aku janji. Nggak akan berbuat yang tidak baik padamu! Hasyeem mengangkat tangannya ke atas sambil tersenyum menggoda.

" APA? " Matanya Asmi melotot ke arah Hasyeem yang sepertinya ingin mengucapkan sesuatu.

" " Ayo kita jalan lagi! " ajak Hasyeem pada Asmi yang masih saja melotot sambil cemberut.

"Oke, tapi ada syaratnya.Jangan genit atau ku tendang bokongmu biar kembali ke alammu!" kata Asmi sambil kembali meneruskan langkah kakinya.

"Oke, siap ratu ku! " Hasyeem membungkuk menyilangkan tangannya ke depan dada. Hatinya sangat gembira sehingga hampir sepanjang jalan dia selalu tersenyum sambil kadang mencuri pandang ke arah Asmi.

Sementara itu, tak jauh dari mereka sepasang suami-istri sedang menatap ke arah mereka dengan pandangan masing-masing yang sulit di tebak.

" Bukannya itu Mbak Asmi ya, Mas? Ayu menunjuk kearah danau. Ilham langsung menoleh ke arah yang di tunjukkan Ayu. Seketika darahnya bergolak, karena terbakar cemburu. Siapa lelaki tampan yang bersama Asmi?

...****...

Waktu berlalu dengan cepat. Tak terasa sudah satu bulan Asmi bekerja di toko sembako Mirna. Dia membantu adiknya itu mengurus toko karena Mirna kerepotan kalau harus mengurus toko sendirian.

Asmi merebahkan tubuhnya di kursi panjang yang ada di ruang tamu. Tubuhnya merasa lelah karena seharian bekerja di toko sembako Mirna cukup menguras tenaga. Tangannya sibuk mengutak-atik handphonenya sekedar untuk membalas pesan yang ada di WhatsApp.

Namun tak berapa lama kemudian, dia terlelap di kursi itu dengan tangan masih memegang handphone.

Hasyeem menggelengkan kepala melihat Asmi. Dia lalu merentangkan tangannya dan tubuh Asmi langsung terangkat dengan sendirinya melayang ringan menuju ke kamar.

Hasyeem meletakkan tubuh Asmi ke tempat tidur dan menyelimutinya tanpa harus menyentuh tubuh wanita itu. Hasyeem menepati janjinya bahwa dia tidak akan berbuat yang tidak senonoh pada wanita itu.

Malam semakin larut tapi Hasyeem masih saja berada di kamar Asmi. Dia ingin selalu bersama wanita cantik itu, berada dekat di sisinya, baik sepengetahuannya atau tidak. Tiba - tiba kening Hasyeem berkerut. Pandangan matanya tak lepas dari Asmi. Tampaknya ada yang tidak beres dengan wanita itu.

Tubuh Asmi berkeringat.Wanita itu terlihat gelisah dalam tidurnya. Napasnya terengah-engah seperti sedang ketakutan dan berlari karena di kejar sesuatu.

Hasyeem meraba dahi Asmi. Terasa panas. 'Asmi demam!' pikirnya. 'Tapi kenapa dia seperti ketakutan. Apakah ada yang mengganggunya dalam tidur? ' Hasyeem menggenggam telapak tangan Asmi dan mencoba berkonsentrasi agar dia bisa masuk ke dalam mimpi Asmi.

...**...

Asmi tak tahu apa yang sedang mengejarnya namun nalurinya mengatakan bahwa ada bahaya dan dia harus berlari. Asmi berlari semakin jauh menembus kegelapan malam namun sesuatu di belakangnya masih saja terus mengejar, mengikuti kemana saja Asmi berlari.

Dia sudah lelah berlari namun bayangan hitam itu masih terus mengejarnya. Asmi tak tahu harus berlari kemana lagi. Dia merasa takut namun rasa lelah yang dia rasakan membuat tubuhnya terasa lemah. Akhirnya dia pasrah.. tubuhnya limbung dan jatuh ke tanah.

Namun sebelum tubuhnya mencapai tanah sebuah sosok kekar dan kokoh menangkap dan memeluk tubuhnya. Sosok itu kemudian melayang ringan membawa pergi tubuh Asmi menembus kegelapan sampai ke tabir batas antara dunia mimpi dan nyata, sementara bayangan hitam itu masih saja terus mengejar di belakang.

Hasyeem kembali ke alam nyata dan langsung membangunkan wanita itu. Dia menepuk pipi Asmi agar perempuan itu segera tersadar dan bangun dari tidur.

" Asmi, sadarlah! Kamu harus bangun. Jika tidak kamu akan celaka!" Hasyeem kembali menepuk pipi wanita itu agar tersadar.

"Aghhh! tolong! tolong!"Asmi menjerit keras, tersadar dengan wajah yang penuh ketakutan. Hasyeem memeluk Asmi dengan erat agar wanita cantik itu merasa tenang.

" Tenanglah, kamu aman bersama aku! " Hasyeem memeluk dan membelai pucuk kepala wanita itu, mencoba memberi rasa aman.

Tak lama berselang, sebuah bola api seukuran buah kelapa tiba-tiba melesat masuk ke dalam kamar Asmi dan berputar-putar di atas langit-langit kamar.

Bola api itu perlahan-lahan berubah wujud menjadi sosok berjubah hitam. Wajahnya tak terlihat karena tertutup jubah.

Hasyeem menarik tubuh Asmi yang ketakutan agar berdiri di belakangnya.

" Siapa kamu, dan apa maksudmu ingin menyakiti Asmi? " tanya Hasyeem lantang.

" Bukan urusanmu!! " bentak sebuah suara yang serak dan parau.

Hasyeem dan Asmi melongo terdiam. Suara wanita.??Jadi yang mengejar Asmi adalah seorang wanita. Tapi mengapa??

Belum hilang rasa herannya mereka, wanita sudah menyerang dengan ganas dan membabi buta. Hasyeem menarik tubuh Asmi melayang terbang bersamanya berkelebatan di udara menghindari serangan wanita itu.

Hasyeem menjentikkan jarinya lalu dalam sekejap munculah sesosok makhluk bertubuh tinggi besar di hadapan mereka. Makhluk itu terlihat menghaturkan sembah kepada Hasyeem.

" Bawa dan lindungi wanita ini. Aku akan menghadapi wanita penyihir itu! "

" Baik, Yang Mulia! " jawab sosok itu takjim.

" Asmi kau ikut denganya ! Jangan takut , dia akan melindungimu. Aku akan menghadapinya! "

Asmi menurut saja ketika makhluk tinggi besar itu meraih tangannya dan dalam sekejap tubuh Asmi sudah tak terlihat lagi.

Hasyeem kembali mendapat serangan dari wanita itu. Namun kali ini, dia tak ingin lagi mengelak. Tubuh Hasyeem melesat melayang ringan ke udara dan dalam sekali gerakan tangannya berhasil mendaratkan serangan balik ke tubuh wanita itu yang membuat wanita itu tersungkur dan mengeluarkan darah segar.

" Jin laknat, terkutuklah kamu! Baiklah, aku mengaku kalah kali ini. Tapi aku akan kembali. Tunggu pembalasanku! " Tanpa menunggu jawaban Hasyeem, wanita itu menjelma kembali menjadi bola api dan melesat pergi meninggalkan Hasyeem yang masih penasaran siapa sebenarnya wanita itu.

Terpopuler

Comments

Lienda nasution

Lienda nasution

Ah...Asmi sok sekali kamu ada jin baik gak mau dijadikan teman baik baik kan lumayan ada teman ngobrol sekaligus manfaatkan saja buat nakuti mantan suamimu dan istrinya 😅😅😅

2023-07-01

1

Mr.VANO

Mr.VANO

untung asmi ada hasiim,,,klo gak gimana nasipny,,,,perbuatan si pelakor

2023-06-04

0

neng citra

neng citra

Thor.... narasi nya sungguh terasa nyata..

Alhamdulillah...kamu selamat, Asmi.

2023-04-15

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Di ceraikan
2 Bab 2. Awal bertemu
3 Bab 3. Berteman...
4 Bab 4. Cemburu.....
5 Bab. 5 Di serang....
6 Bab. 6 Komidi putar...
7 Bab. 7 Menghilang....
8 Bab. 8 Pertarungan di Hutan Larangan
9 Bab. 9 Minta rujuk kembali
10 Bab. 10 Kuyang
11 Bab. 11 Sudah di Tandai..
12 12. Kedatangan Arwah Inah
13 Bab. 13 Kedatangan Putri Bilqis...
14 Bab. 14 Pernyataan Cinta
15 Bab. 15 Mas Ardi sakit
16 Bab. 16 Karma Masa Lalu
17 Bab. 17 Karma Masa Lalu ( part2)
18 Bab. 18 Penebusan Karma ( part 1 )
19 Bab. 19 Penebusan Karma ( part 2)
20 Bab. 20 Desa Kemang Balu
21 Bab. 21 Tamu Tak di Undang
22 Bab.22 Air terjun Alas Tirta
23 Bab. 23 Kencan di Bukit Malaikat
24 Bab. 24 Tamu Tengah Malam
25 Bab. 25 Kedatangan Putri Azylla
26 Bab. 26 Memikirkan kembali
27 Bab.27 Pengantin Air terjun Alas Tirta ( part 1)
28 Bab. 28 Pengantin Air Terjun Alas Tirta ( Part. 2 )
29 Bab. 29 Pengantin Air Terjun Alas Tirta ( Part.3)
30 Bab. 30 Ingin Berteman
31 Bab. 31 Teluh
32 Bab. 32 Antara Hidup dan Mati
33 Bab. 33 Dia Ratuku....
34 Bab. 34 Pangeran Jin yang Sakti
35 Bab. 35 Tertangkap Basah
36 Bab. 36 Kemarahan Raja Haizzar
37 Bab. 37 Ujian Cinta
38 Bab. 38 Cincin Bermata Safir Biru
39 Bab. 39 Rahasia hati Putri Azylla
40 Bab. 40 Di tandai Makhluk Halus
41 Bab. 41 Di Temui Ratu Kalina
42 Bab. 42 Tafakur Rindu
43 Bab. 43 Cincin Bertuah
44 Bab. 44 Hadir Kembali....
45 Bab. 45 Jangan Pergi Lagi Dariku
46 Bab. 46 Lelaki Tampan di Rumah Asmi
47 Bab. 47 Kebersamaan Doni dan Nazwa
48 Bab. 48 Lamaran Wira
49 Bab. 49 Dendam Masa Lalu
50 Bab. 50 Tabrak Lari
51 Bab . 51 Viola
52 Bab. 52 Menggoda Sang Pangeran
53 Bab. 53 Dia Sudah Kembali
54 Bab. 54 Touring Ke Parangtritis
55 Bab. 55 Kejadian di Pantai Parangtritis
56 Bab. 56 Itu Adalah Percobaan Pembunuhan "
57 Bab. 57 Perjalanan ke Negeri Jin
58 Bab. 58 Serangan Pertama
59 Bab. 59 Menghapus Jejak
60 Bab. 60 Resmi Jadi Janda
61 Bab. 61 Janda Kembang
62 Bab. 62 Apakah Aku tidak Pantas Untukmu?
63 Bab. 63 Berpisah.....
64 Bab. 64 Balas Dendam Pak Panca
65 Bab. 65 Melamar Asmi
66 Bab. 66 Duel
67 Bab. 67 Pertanyaan Ratu Kalina
68 Bab. 68 Menjadi Tawanan Raja Haizzar
69 Bab. 69 Kemarahan Pangeran Hasyeem
70 Bab. 70 Keinginan Pangeran Hasyeem
71 Bab. 71 Tamasya
72 Bab. 72 Bantuan untuk Pangeran Anggada
73 Bab. 73 Di bawa Pergi
74 Bab. 74 Negeri atas Angin
75 Bab. 75 Kehilangan Jejak
76 Bab. 76 Negeri Bawah
77 Bab. 77 Kamu Milikku
78 Bab. 78 Kembali Hilang....
79 Bab. 79 Dia Milikku
80 Bab. 80 Yang Tertinggal....
81 Bab. 81 Maukah Kamu Menikah Denganku?
82 Bab. 82 Aku Akan selalu mencintaimu...
83 Bab. 83 Datang Melamar
84 Bab. 84 Kedatangan Keluarga Pangeran Hasyeem
85 Bab 85. Delia Ingin Bunuh Diri
86 Bab. 86 Namaku, Ammar..!
87 Bab. 87 Menjauh Pergi
88 Bab. 88 Pernikahan Dua Dunia
89 Bab. 89 Menjadi Istri Seutuhnya
90 Bab. 90 Pertolongan Ammar
91 Bab. 91 Pulang Ke Indonesia
92 Bab. 92 Siapa Kamu??
93 Bab. 93 Penyelidikan Revan
94 Bab. 94 Nenek Kuntilanak.....
95 Bab. 95 Calon Anak Sakti
96 Bab. 96 Perburuan Sang Penghancur
97 Bab. 97 Lahirnya Sang Penghancur
98 Bab. 98 Alyan Haidar
99 Bab. 99 Bayangan Siapa Itu???
100 Bab. 100 Kakak Ipar dari Bangsa Jin
101 Bab. 101 Alam Sebelah
102 Bab. 102 Mereka yang Tersembunyi
103 Bab. 103 Mengikhlaskan Kamu
104 Bab. 104 Gerhana Bulan Berdarah
105 Bab.105 Bagaimana Jika Kita Menikah ?
106 Bab. 106 Sepasang Anak Ajaib
107 Bab. 107 Alyan dan Luna Tersesat
108 Bab. 108 Dua Bocah Sakti
109 Bab. 109 Ayah Yang Terbaik
110 Bab. 110 Ciuman Pertama
111 Bab. 111 Kepergianmu
112 Bab. 112 Apa Yang Terjadi Pada Aluna
113 Bab. 113 Bayangan Transparan
114 Bab. 114 Pertarungan akan Segera di Mulai.
115 Bab. 115 Bertemu Sonia
116 Bab. 116 Pedang Naga Jiwo
117 Bab. 117 Penyerbuan Ke Istana Bukit Malaikat
118 Bab. 118 Pertempuran Kedua di Bukit Malaikat
119 Bab. 119 Ruang Bawah Tanah Rahasia
120 Bab. 119 Ruang Bawah Tanah Rahasia
121 Bab. 120 Aluna
122 Bab. 121 Apakah Kamu Bisa Menerimanya..!
123 Bab. 122 Rencana Besar
124 Bab. 123 Gerbang Oreon
125 Bab. 124 Hancurnya Gerbang Oreon
126 Bab. 125 Season 2
127 Bab. 126 Kematian Ratu Amirah
128 Bab. 127 Pembongkar Makam Amirah
129 Bab. 128 Makhluk Apa Itu
130 Bab. 129 Keinginan Arryan
131 Bab.130 Pertemuan Pertama
132 Bab. 131 Berapa Nomor Teleponmu
133 Bab. 132 Aluna di Serang
134 Bab. 133 Sumur Mata Air Keabadian
135 Bab. 134 Padepokan Pasir Hitam
136 Bab. 135 Palasik
137 Bab. 136 Sepasang Bayi Kembar
138 Bab. 137 Utusan Dari Negeri Atas Angin
139 Bab. 138 Lamaran Alyan
140 Bab. 139 Kisah Elisa
141 Bab. 140 Dewa Mautmu
142 Bab. 141 Dimana Aluna Berada???
143 Bab. 142 Menangkap Basah Sang Penculik
144 Bab. 143 Bukan Gadis Biasa
145 Bab. 144 Bertemu dengan Profesor Alfred.
146 Bab. 145 Serangan Gelap
147 Bab. 146 Kecelakaan Tragis
148 Bab. 147 H a n a
149 Bab. 148 Akhir Tragis
150 Bab. 149 Masa Lalu Yang Kembali
151 Bab. 150 Lepaskan Bundaku
152 Bab. 151 Hadiah dari Papa
153 Bab. 152 Pertolongan Untuk Sang Juragan ( Part 1)
154 Bab. 153 Pertolongan Untuk Sang Juragan ( Part 2 )
155 Bab. 154 Namaku Ammar.....
156 Bab. 155 Namaku Ammar ( part 2 )
157 Bab . 156 Lamaran Keanan
158 Bab. 157 Rumah Keluarga Keanan
159 Bab. 158 Perjanjian Ghaib ( Part 1)
160 Bab. 159 Perjanjian Ghaib ( part 2)
161 Bab. 160 Perjanjian Ghaib ( Part 3 )
162 Bab. 161 Perjanjian Ghaib ( part 4 )
163 Bab. 162 Perjanjian Ghaib ( Part 5 )
164 Bab. 163 Pertempuran Di Hutan Alas Purwo ( part 1)
165 Bab. 164 Pertarungan di Hutan Alas Purwo ( part 2 )
166 Bab. 165 Siapa yang menyambung Rambut akan......
167 Bab. 166 Siapa Yang Menyambung Rambut Akan..... ( part 2)
168 Bab. 167 Bolehkah Aku menciummu?
169 Bab. 168 Jangan Keluar Rumah Selepas Senja.
170 Bab. 169 Serangan Elathan
171 Bab. 170 Kerajaan Di Pulau Hantu.
172 Bab. 171 Kerajaan di pulau Hantu ( part 2 )
173 Bab. 172 Kerajaan di Pulau Hantu
174 Bab. 173 Perjalanan Ke Dimensi Alpa ( Part 1)
175 Bab. 174 Perjalanan ke Dimensi Alpa ( part 2)
176 Bab. 175 Perempuan Setengah Immortal
177 Bab. 176 Catatan Perjalanan Putri Arryan ( Part 1 )
178 Bab. 177 Catatan Perjalanan Arryan ( Part 2 )
179 Bab. 178 Catatan Perjalanan Arryan ( Part 3 )
180 Bab. 179
181 Bab. 180 Catatan Perjalanan Arryan ( Part 5)
182 Bab. 181 Ada Asmara di Hutan Larangan ( Part 1 )
183 Bab.182 Ada Asmara di Hutan Larangan ( Part 2)
184 Bab. 183 Kecemburuan Andros
185 Bab. 184 Hantu Anak Bajang
186 Bab. 185 Hantu Anak Bajang ( Part 2 )
187 Bab. 186 Hantu Anak Bajang ( Part 3 )
188 Bab. 187 Hantu Anak Bajang ( Part 4 )
189 Bab. 188
190 Bab. 189
191 Bab. 190 Hantu Anak Bajang
192 Bab. 191 Pelet Ajian Jaran Goyang
193 Bab. 192 Ajian Pelet Jaran Goyang ( Part 2 )
194 Bab. 193 Ajian Pelet Jaran goyang ( Part3)
195 Bab. 194 Pelet Ajian Jaran Goyang ( Part 4)
196 Bab. 195
197 Bab.196
198 Bab.197. Kelahiran Arsya
199 Bab. 198
200 Bab. 199
201 Bab. 200
202 Ektra Bab. 201
203 Extra Bab. 202
204 Extra Bab. 203
205 Extra Bab 204
206 Promosi Novel
Episodes

Updated 206 Episodes

1
Bab 1. Di ceraikan
2
Bab 2. Awal bertemu
3
Bab 3. Berteman...
4
Bab 4. Cemburu.....
5
Bab. 5 Di serang....
6
Bab. 6 Komidi putar...
7
Bab. 7 Menghilang....
8
Bab. 8 Pertarungan di Hutan Larangan
9
Bab. 9 Minta rujuk kembali
10
Bab. 10 Kuyang
11
Bab. 11 Sudah di Tandai..
12
12. Kedatangan Arwah Inah
13
Bab. 13 Kedatangan Putri Bilqis...
14
Bab. 14 Pernyataan Cinta
15
Bab. 15 Mas Ardi sakit
16
Bab. 16 Karma Masa Lalu
17
Bab. 17 Karma Masa Lalu ( part2)
18
Bab. 18 Penebusan Karma ( part 1 )
19
Bab. 19 Penebusan Karma ( part 2)
20
Bab. 20 Desa Kemang Balu
21
Bab. 21 Tamu Tak di Undang
22
Bab.22 Air terjun Alas Tirta
23
Bab. 23 Kencan di Bukit Malaikat
24
Bab. 24 Tamu Tengah Malam
25
Bab. 25 Kedatangan Putri Azylla
26
Bab. 26 Memikirkan kembali
27
Bab.27 Pengantin Air terjun Alas Tirta ( part 1)
28
Bab. 28 Pengantin Air Terjun Alas Tirta ( Part. 2 )
29
Bab. 29 Pengantin Air Terjun Alas Tirta ( Part.3)
30
Bab. 30 Ingin Berteman
31
Bab. 31 Teluh
32
Bab. 32 Antara Hidup dan Mati
33
Bab. 33 Dia Ratuku....
34
Bab. 34 Pangeran Jin yang Sakti
35
Bab. 35 Tertangkap Basah
36
Bab. 36 Kemarahan Raja Haizzar
37
Bab. 37 Ujian Cinta
38
Bab. 38 Cincin Bermata Safir Biru
39
Bab. 39 Rahasia hati Putri Azylla
40
Bab. 40 Di tandai Makhluk Halus
41
Bab. 41 Di Temui Ratu Kalina
42
Bab. 42 Tafakur Rindu
43
Bab. 43 Cincin Bertuah
44
Bab. 44 Hadir Kembali....
45
Bab. 45 Jangan Pergi Lagi Dariku
46
Bab. 46 Lelaki Tampan di Rumah Asmi
47
Bab. 47 Kebersamaan Doni dan Nazwa
48
Bab. 48 Lamaran Wira
49
Bab. 49 Dendam Masa Lalu
50
Bab. 50 Tabrak Lari
51
Bab . 51 Viola
52
Bab. 52 Menggoda Sang Pangeran
53
Bab. 53 Dia Sudah Kembali
54
Bab. 54 Touring Ke Parangtritis
55
Bab. 55 Kejadian di Pantai Parangtritis
56
Bab. 56 Itu Adalah Percobaan Pembunuhan "
57
Bab. 57 Perjalanan ke Negeri Jin
58
Bab. 58 Serangan Pertama
59
Bab. 59 Menghapus Jejak
60
Bab. 60 Resmi Jadi Janda
61
Bab. 61 Janda Kembang
62
Bab. 62 Apakah Aku tidak Pantas Untukmu?
63
Bab. 63 Berpisah.....
64
Bab. 64 Balas Dendam Pak Panca
65
Bab. 65 Melamar Asmi
66
Bab. 66 Duel
67
Bab. 67 Pertanyaan Ratu Kalina
68
Bab. 68 Menjadi Tawanan Raja Haizzar
69
Bab. 69 Kemarahan Pangeran Hasyeem
70
Bab. 70 Keinginan Pangeran Hasyeem
71
Bab. 71 Tamasya
72
Bab. 72 Bantuan untuk Pangeran Anggada
73
Bab. 73 Di bawa Pergi
74
Bab. 74 Negeri atas Angin
75
Bab. 75 Kehilangan Jejak
76
Bab. 76 Negeri Bawah
77
Bab. 77 Kamu Milikku
78
Bab. 78 Kembali Hilang....
79
Bab. 79 Dia Milikku
80
Bab. 80 Yang Tertinggal....
81
Bab. 81 Maukah Kamu Menikah Denganku?
82
Bab. 82 Aku Akan selalu mencintaimu...
83
Bab. 83 Datang Melamar
84
Bab. 84 Kedatangan Keluarga Pangeran Hasyeem
85
Bab 85. Delia Ingin Bunuh Diri
86
Bab. 86 Namaku, Ammar..!
87
Bab. 87 Menjauh Pergi
88
Bab. 88 Pernikahan Dua Dunia
89
Bab. 89 Menjadi Istri Seutuhnya
90
Bab. 90 Pertolongan Ammar
91
Bab. 91 Pulang Ke Indonesia
92
Bab. 92 Siapa Kamu??
93
Bab. 93 Penyelidikan Revan
94
Bab. 94 Nenek Kuntilanak.....
95
Bab. 95 Calon Anak Sakti
96
Bab. 96 Perburuan Sang Penghancur
97
Bab. 97 Lahirnya Sang Penghancur
98
Bab. 98 Alyan Haidar
99
Bab. 99 Bayangan Siapa Itu???
100
Bab. 100 Kakak Ipar dari Bangsa Jin
101
Bab. 101 Alam Sebelah
102
Bab. 102 Mereka yang Tersembunyi
103
Bab. 103 Mengikhlaskan Kamu
104
Bab. 104 Gerhana Bulan Berdarah
105
Bab.105 Bagaimana Jika Kita Menikah ?
106
Bab. 106 Sepasang Anak Ajaib
107
Bab. 107 Alyan dan Luna Tersesat
108
Bab. 108 Dua Bocah Sakti
109
Bab. 109 Ayah Yang Terbaik
110
Bab. 110 Ciuman Pertama
111
Bab. 111 Kepergianmu
112
Bab. 112 Apa Yang Terjadi Pada Aluna
113
Bab. 113 Bayangan Transparan
114
Bab. 114 Pertarungan akan Segera di Mulai.
115
Bab. 115 Bertemu Sonia
116
Bab. 116 Pedang Naga Jiwo
117
Bab. 117 Penyerbuan Ke Istana Bukit Malaikat
118
Bab. 118 Pertempuran Kedua di Bukit Malaikat
119
Bab. 119 Ruang Bawah Tanah Rahasia
120
Bab. 119 Ruang Bawah Tanah Rahasia
121
Bab. 120 Aluna
122
Bab. 121 Apakah Kamu Bisa Menerimanya..!
123
Bab. 122 Rencana Besar
124
Bab. 123 Gerbang Oreon
125
Bab. 124 Hancurnya Gerbang Oreon
126
Bab. 125 Season 2
127
Bab. 126 Kematian Ratu Amirah
128
Bab. 127 Pembongkar Makam Amirah
129
Bab. 128 Makhluk Apa Itu
130
Bab. 129 Keinginan Arryan
131
Bab.130 Pertemuan Pertama
132
Bab. 131 Berapa Nomor Teleponmu
133
Bab. 132 Aluna di Serang
134
Bab. 133 Sumur Mata Air Keabadian
135
Bab. 134 Padepokan Pasir Hitam
136
Bab. 135 Palasik
137
Bab. 136 Sepasang Bayi Kembar
138
Bab. 137 Utusan Dari Negeri Atas Angin
139
Bab. 138 Lamaran Alyan
140
Bab. 139 Kisah Elisa
141
Bab. 140 Dewa Mautmu
142
Bab. 141 Dimana Aluna Berada???
143
Bab. 142 Menangkap Basah Sang Penculik
144
Bab. 143 Bukan Gadis Biasa
145
Bab. 144 Bertemu dengan Profesor Alfred.
146
Bab. 145 Serangan Gelap
147
Bab. 146 Kecelakaan Tragis
148
Bab. 147 H a n a
149
Bab. 148 Akhir Tragis
150
Bab. 149 Masa Lalu Yang Kembali
151
Bab. 150 Lepaskan Bundaku
152
Bab. 151 Hadiah dari Papa
153
Bab. 152 Pertolongan Untuk Sang Juragan ( Part 1)
154
Bab. 153 Pertolongan Untuk Sang Juragan ( Part 2 )
155
Bab. 154 Namaku Ammar.....
156
Bab. 155 Namaku Ammar ( part 2 )
157
Bab . 156 Lamaran Keanan
158
Bab. 157 Rumah Keluarga Keanan
159
Bab. 158 Perjanjian Ghaib ( Part 1)
160
Bab. 159 Perjanjian Ghaib ( part 2)
161
Bab. 160 Perjanjian Ghaib ( Part 3 )
162
Bab. 161 Perjanjian Ghaib ( part 4 )
163
Bab. 162 Perjanjian Ghaib ( Part 5 )
164
Bab. 163 Pertempuran Di Hutan Alas Purwo ( part 1)
165
Bab. 164 Pertarungan di Hutan Alas Purwo ( part 2 )
166
Bab. 165 Siapa yang menyambung Rambut akan......
167
Bab. 166 Siapa Yang Menyambung Rambut Akan..... ( part 2)
168
Bab. 167 Bolehkah Aku menciummu?
169
Bab. 168 Jangan Keluar Rumah Selepas Senja.
170
Bab. 169 Serangan Elathan
171
Bab. 170 Kerajaan Di Pulau Hantu.
172
Bab. 171 Kerajaan di pulau Hantu ( part 2 )
173
Bab. 172 Kerajaan di Pulau Hantu
174
Bab. 173 Perjalanan Ke Dimensi Alpa ( Part 1)
175
Bab. 174 Perjalanan ke Dimensi Alpa ( part 2)
176
Bab. 175 Perempuan Setengah Immortal
177
Bab. 176 Catatan Perjalanan Putri Arryan ( Part 1 )
178
Bab. 177 Catatan Perjalanan Arryan ( Part 2 )
179
Bab. 178 Catatan Perjalanan Arryan ( Part 3 )
180
Bab. 179
181
Bab. 180 Catatan Perjalanan Arryan ( Part 5)
182
Bab. 181 Ada Asmara di Hutan Larangan ( Part 1 )
183
Bab.182 Ada Asmara di Hutan Larangan ( Part 2)
184
Bab. 183 Kecemburuan Andros
185
Bab. 184 Hantu Anak Bajang
186
Bab. 185 Hantu Anak Bajang ( Part 2 )
187
Bab. 186 Hantu Anak Bajang ( Part 3 )
188
Bab. 187 Hantu Anak Bajang ( Part 4 )
189
Bab. 188
190
Bab. 189
191
Bab. 190 Hantu Anak Bajang
192
Bab. 191 Pelet Ajian Jaran Goyang
193
Bab. 192 Ajian Pelet Jaran Goyang ( Part 2 )
194
Bab. 193 Ajian Pelet Jaran goyang ( Part3)
195
Bab. 194 Pelet Ajian Jaran Goyang ( Part 4)
196
Bab. 195
197
Bab.196
198
Bab.197. Kelahiran Arsya
199
Bab. 198
200
Bab. 199
201
Bab. 200
202
Ektra Bab. 201
203
Extra Bab. 202
204
Extra Bab. 203
205
Extra Bab 204
206
Promosi Novel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!