Sudah lebih seminggu ini Asmi menginap di rumah Mirna adiknya. Malam itu juga setelah Hasyeem berhasil mengusir wanita berjubah hitam yang ingin mencelakakan Asmi, dia memutuskan untuk membawa Asmi ke rumah Mirna.
Asmi ingat betul wajah Mirna yang pucat ketakutan bercampur rasa cemas ketika tengah malam Hasyeem muncul menembus dinding di kamarnya sambil menggendong Asmi dalam pelukannya.
Mungkin seumur hidupnya dia baru kali ini melihat ada orang yang bisa masuk menembus dinding rumahnya selain tukang sulap David Copperfield. Terlebih sambil menggendong tubuh Sang kakak.
Pagi ini, Asmi sudah kembali lagi ke rumahnya. Dia tidak ke toko Mirna karena hari ini toko sedang tutup.
Asmi berniat ingin membersihkan rumah dan pekarangannya yang terlihat berantakan dan tak terurus karena lama di tinggalkan dan tak di rawat.
"Hasyeem! Hasyeem! datanglah!" Asmi memanggil Jin tampan itu dan dalam sekejab wajah tampan Hasyeem muncul di hadapannya.
"Tumben benar kamu memanggilku, ada apa?" tanya Hasyeem dengan senyum usil menggoda.
" Heh, jangan geer dulu! Aku manggil kamu buat bantuin aku bersihkan rumah dan pekarangan.!" kata Asmi sambil menyodorkan sapu kepada Hasyeem.
Hasyeem mengambil sapu itu dengan wajah di tekuk cemberut. "Masa wajah tampan kayak begini di suruh nyapu sih, yang benar saja Asmi!?? " protes Hasyeem pada Asmi yang tidak ditanggapi oleh Asmi. Malahan kini wanita itu sibuk membersihkan rumah.
Hasyeem tersenyum jahil. Jin tampan lalu menjentikan jarinya.
Ting.!! Ting.!!
Rumah Asmi penuh dengan bunga - bunga yang memenuhi ruang tamu hingga dapur.
" Hasyeem!!! " jerit Asmi kesal.
" Kenapa? Aku kan hanya membuat rumahmu menjadi lebih indah," jawab Hasyeem tanpa berdosa.
" Nggak gini juga kalee!" Asmi semakin kesal. Bukannya bersih malahan kini rumahnya makin berantakan.
" Aku tak mau tahu, bersihkan kembali seperti sedia kala!" bentak Asmi geram.
" Oke! " Hasyeem kembali menjentikan jarinya.
Ting-!
Dalam Sekejap mata semua yang ada di ruangan itu menjadi bersih dan rapi kembali. Tak terkecuali juga lantai dan piring kotor yang menumpuk di dapur.
Asmi melongo takjub melihat kejadian itu. Dia tak menyangka pekerjaannya akan menjadi semudah dan secepat itu.
" Hehehe.. sudah selesai semua, tinggal pekarangan rumah, dan halaman belakang yang belum kita bersihkan, AYO!" ajak Hasyeem sambil menarik tangan Asmi agar segera beranjak ke pekarangan.
Asmi tergagap dari keterpanaannya. Buru-buru dia mengejar Hasyeem yang sudah lebih dahulu menghilang.
" Hasyeem! Hasyeem! tunggu! " panggil Asmi. Hasyeem kembali muncul dengan kesal.
" Apa lagi sih, Asmi!? katanya suruh cepat! " Asmi menarik lengan Hasyeem. " Kamu jangan bikin ulah ya, yang ada orang -orang pada lari ketakutan karena melihat sapu dan pengki yang bergerak sendiri! " Asmi kesal karena berpikir Hasyeem mau membersihkan pekarangan rumah dengan menggunakan kekuatan sihir. Dan sudah dapat di pastikan orang kampung bakalan heboh.
" Ya.. terus gimana dong? " Hasyeem menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Sudah kamu ndak usah membantu. Cukup aku saja yang kerjakan." Asmi lalu mengambil sebilah arit dan sapu ijuk. Mulai membersihkan pekarangan rumahnya.
" Sedang apa, dek Asmi? " Wira pemuda itu menyapanya sambil berjalan menghampirinya lalu berjongkok di samping Asmi. Asmi yang kaget sedikit menggeser tubuhnya ke samping.
" Oh Mas Wira, kirain siapa. Ini lagi pengen bersihkan halaman, biar bersih. Lagian aku nggak ada kerjaan! " Jawab Asmi kalem.
" Sini aritnya, Dek! biar Mas bantu membersihkan rumput di samping rumahmu."
" Nggak usah, Mas! Asmi bisa kok mengerjakan sendiri," Asmi menolak dengan halus.
Dia merasa sungkan karena Wira selalu saja berusaha untuk mendekatinya. Dia bukan perempuan bodoh yang tak faham akan maksud baik dan perhatian lebih dari seorang lelaki kepada seseorang wanita.
" Sudah, biar mas aja. Nanti tangan kamu luka kena arit! " Wira masih saja bersikeras ingin membantu Asmi.
" Tapi, Mas! Saya tidak mau merepotkan sampean."
"Tidak, saya tidak merasa direpotkan. Santai saja, hitung- hitung olahraga." Asmi diam kehabisan kata. Dia lalu menyodorkan arit di tangannya ke tangan Wira. Pemuda itu segera membersihkan rumput yang mulai tumbuh liar di samping rumah Asmi. Sementara Asmi lanjut menyapu halaman rumah.
Hasyeem yang duduk di teras depan rumah Asmi mengamati wanita itu dengan muka yang di tekuk karena tak suka akan kedatangan Wira yang membantu Asmi.
" Huh, aku bisa lebih cepat dari dia! " sungutnya dengan kesal.
Asmi tersenyum menanggapi kekesalan Jin tampan yang kini sudah berdiri di sampingnya.
"Kenapa dek, kok senyum - senyum sendiri? "
" Nggak apa-apa, Mas! Hanya lucu saja lagi bayangin wajah anaknya Dek Mirna, gemesin." kata Asmi sambil tersenyum menggoda ke arah Hasyeem.
" Oh.. kirain apa? " Wira kembali melanjutkan pekerjaannya membersihkan rumput di samping rumah Asmi hingga selesai lalu membakarnya.
Beberapa warga yang melintas kadang berhenti dan menyapa mereka.
" Wah, sekarang halaman rumahmu sudah bersih, Asmi! " Jumirah yang juga kebetulan lewat menyapa Asmi.
" Iya, ini untung ada Mas Wira yang bantu, jadinya cepat selesai." jawab Asmi sambil beralih menatap Wira. Jumirah berdehem kecil melihat Wira yang jadi salah tingkah.
" Ya udah, aku permisi mau ke warung Mbok Ati dulu! " Jumirah pun segera pergi meninggalkan keduanya yang kembali menyelesaikan pekerjaan mereka.
...------...
Malam harinya, Asmi terlihat sudah berpakaian rapi. Dia bermaksud hendak pergi ke rumah Mirna karena merasa bosan di rumah.
" Kamu mau kemana, Asmi? suara Hasyeem terdengar oleh Asmi.
" Aku mau ke rumah Mirna," jawab Asmi.
" Ohh.. aku temani, ya!!" kembali suara Hasyeem terdengar di telinga Asmi.
" Ok, tapi janji jangan mengganguku. Dan jangan berbuat hal yang aneh-aneh! " kata Asmi kepada Hasyeem. Jin tampan itu pun mengangguk mengiyakan permintaan Asmi.
Asmi beranjak pergi karena ojek online yang di pesannya sudah datang menjemput dan siap mengantarnya ke rumah Mirna.
Malam sudah semakin larut ketika Asmi berusaha untuk memejamkan mata.Dia tampak gelisah. Malam ini dia memutuskan untuk menginap lagi di rumah Mirna karena sudah kemalaman untuk pulang.
" Belum tidur, ya? " sebuah suara mengusiknya.
" ngapain kamu kemari? " Asmi bertanya dengan nada berbisik takut kedengaran Mirna. Dia sudah menebak suara siapa itu.
Bluss!
Hasyeem muncul lalu duduk di samping Asmi yang sedang berbaring membolak - balikan tubuh, gelisah.
" Nah, kamu juga ngapain belum tidur? " Hasyeem balik bertanya.
" Aku bosan. Tapi mataku belum mengantuk. Aku tak tahu harus ngapain. Main hape bosan, " keluh Asmi sambil berbalik membelakangi Hasyeem.
" mau ku ajak jalan? " ajak Hasyeem sambil tersenyum menggoda. Wajah Asmi mendadak sumringah.
" Ayo, kemana?" Asmi bertanya ingin tahu seraya bangkit dari tidurnya.
" Kemana saja yang kamu mau." jawab Hasyeem sambil berkelebat berpindah tempat. Sekarang dia sudah berdiri di depan Asmi.
" Oke, ayo kita pergi! " Hasyeem menggenggam telapak tangan Asmi dan....
Blusss!
Tubuh Asmi dan Hasyeem menghilang dari kamar itu.
Tak berapa lama Asmi dan Hasyeem sudah berada di atas sebuah gedung yang tinggi. Pemandangan di tempat itu sungguh menakjubkan sekaligus juga mengerikan. Asmi bergidik saat melihat ke bawah. Takut dan ngeri jika membayangkan terjatuh dari tempat itu.
" Lihatlah ke sana! " tunjuk Hasyeem. Pandangan Asmi bergerak mengikuti arah telunjuk Hasyeem. Tampak di depan sana ada wahana permainan komidi putar yang besar.
" Mau ke sana? " ajak Hasyeem. Asmi mengangguk dan dalam sekejab mata tubuh Asmi sudah berada di dalam salah satu komidi putar yang kemudian berputar dengan sendirinya.
Asmi tersenyum senang karena bisa naik komidi putar. Sudah lama dia tidak bermain komidi putar. Terakhir kali dia naik komidi putar ketika masih gadis dulu, itupun pada saat pekan raya.
Komidi putar itu berputar cukup lama sampai - sampai Asmi kemudian terlelap di dalamnya. Tangan kokoh Hasyeem menggendong tubuh Asmi yang tertidur pulas dan membawanya kembali ke rumah Mirna dalam sekejap.
Beberapa orang penjaga wahana di tempat itu tampak terheran-heran melihat komidi putar itu berputar dengan sendirinya tanpa ada yang menggerakkannya. Kok bisa, Ya???? pikir mereka bingung.
*** Jangan lupa like dan dukungannya. Author mohon maaf 🙏🙏🙏 kalau masih banyak terdapat kekurangan. Maklum baru belajar. Sekali lagi Terimakasih atas dukungannya. Salam manis dari Mina.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 206 Episodes
Comments
Rodiah Rodiah
lanjut thoor....
2023-08-26
1
Miki Miki
mw jg punya pacar jin...😅😅😅
2023-06-16
0
Mr.VANO
suka cerita novelny author,,,menyenangkan,,,lucu juga
2023-06-04
0