" Ampun, ampun kan kami, Paduka Yang Mulia. " kembali Mas Ardi menundukkan kepalanya dengan takjim ke arah Asmi.
" Baik, aku akan ampuni kalian. Tapi segera tinggalkan tubuh ini. Jika tidak, maka aku akan tak akan segan untuk membinasakan kalian semuanya! " bentak Pangeran Hasyeem pada Jin yang ada di tubuh Ardi.
Rupanya bukan cuma satu jin yang bersarang di tubuh Ardi, tetapi ada tujuh jin kafir yang memasuki raga lelaki itu. Mereka bersemayam di semua tempat di tubuh Ardi. Ada di pundak, ada di tulang belakang, di dada, di kepala, dan juga kedua kaki Ardi. Pantas saja Ardi selalu merasa gelisah ketika menjelang Magrib hingga menjelang pagi. Rupanya makhluk jin kafir itulah yang merasa kepanasan setiap kali mendengar lantunan azan dan ayat-ayat suci Al-Quran.
Konon katanya, orang yang kemasukan jin kafir tidak dapat merasakan rasa sakit atau apapun, kecuali jika mendengar suara azan atau lantunan ayat-ayat alquran.
Bahkan menurut cerita istrinya, Mas Ardi tidak merasa panas ataupun melepuh ketika kakinya menginjak bara api. Tubuhnya juga kebal terhadap benda tajam. Juga dia tak merasakan rasa lapar kecuali pada saat saat tertentu.
Setelah semua makhluk jin yang bersarang di tubuh kakaknya pergi, Mas Ardi pun jatuh pingsan. Lelaki bertubuh kurus itu tak sadarkan diri di pelukan istrinya dengan tubuh lemah lunglai.
Asmi menutup kembali Alquran di tangannya dan mengucap puji syukur kepada Allah karena kakaknya kini sudah terbebas dari gangguan makhluk jin yang merasuki raganya selama beberapa bulan ini. Dia lalu menghampiri kakaknya yang kini sudah di baringkan di kamar. Tubuh kakaknya terlihat ringkih dan menyedihkan.
" Alhamdulillah, sekarang mas Ardi sudah tenang, biarkan saja mas Ardi tidur, mbak."
" Terimakasih, Asmi. berkat kamu kini mas Ardi sudah tenang. Semoga saja dia bisa sembuh dan bisa kembali melaut. " Mbak Nur menangis seraya memeluk erat Sang suami.
Jujur, dia sudah mulai lelah dan cemas. Selama suaminya sakit keadaan ekonomi keluarga mereka morat marit karena tidak ada pemasukan. Harta benda sudah mulai tergadai atau terjual untuk berobat.
" Insya Allah, mbak. Mas Ardi akan sembuh. Asmi sekarang mau izin ke kamar dulu ya, mbak. "
" Aku juga, mbak.aku mau lanjut istirahat lagi. " kata Mirna seraya beranjak melangkah ke kamarnya.
Asmi beristirahat di kamar sebelah kamar Mirna. Rumah Mas Ardi memang besar dan memiliki beberapa kamar. Mas Ardi memiliki dua orang anak. Anak pertama mereka, Dina sudah berusia tujuh tahun dan Aldi anak keduanya berusia empat tahun. Saat ini keduanya berada di rumah neneknya yang rumahnya tak jauh dari kediaman Mas Ardi.
" Asmi, jangan tidur dulu. ada sesuatu yang akan kukatakan padamu. Besok pagi kamu harus pergi ke arah matahari terbit. Bawalah baju yang di pakai oleh kakakmu tadi . setelah kam bertemu dengan lautan, maka larunglah baju Mas mu ke laut. " suara Hasyeem terdengar di telinga Asmi. Asmi mengangguk tanda faham akan perintah Hasyeem.
" Hasyeem, kamu di mana ? jangan pergi." rengek manja Asmi. Blass!!Hasyeem muncul di sebelah Asmi. Pangeran Jin yang tampan itu tersenyum menggoda Asmi.
" Kenapa, kamu takut? setahu aku, kamu tak pernah punya rasa takut , sayang. " goda Hasyeem .
" tau,ahh! bilang aja kamu pergi ninggalin aku, kan? ya udah. kalau mau pergi, pergi sana.!" ketus Asmi yang kesal di goda, kemudian menarik selimut dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.
" hmm, jadi benaran nggak mau di temani. oke..! kalau begitu aku pergi dulu. Dah Asmi...! Hasyeem lalu menghilang dari kamar itu.
" Hasyeem..!! Asmi menjerit kesal.
mbak Nur dan Mirna yang mendengar teriakan Asmi buru buru berlari ke kamar Asmi.
" Kenapa dek , tadi mbak denger teriak teriak nyebut Hasyeem. Siapa Hasyeem?" tanya Mbak Nur panik. Asmi menutup mulutnya. ahh... sial. dia keceplosan memanggil nama Hasyeem dengan keras. Kebiasaan di rumah kalau marah sama Hasyeem dia suka berteriak memanggil nama jin tampan itu. Dia lupa kalau sekarang lagi di rumah Mas Ardi. Ini semuaa Hasyeem punya pasal....!
" Oh, nggak mbak. Itu tadi nonton film drama Turki di hape aku, aku jadi gemas sendiri liat pemain cowoknya ganteng banget. lalu tak sadar aku teriakin namanya. " kilah Asmi dengan jengah.
Mirna hanya tersenyum saja mendengar perkataan kakaknya itu. Dia sebenarnya sudah tahu siapa Hasyeem. karena dia sudah pernah bertemu dengan lelaki itu ketika lelaki itu membawa tubuh Asmi kakaknya itu, dalam keadaan pingsan menembus tembok rumahnya. Dan dia juga sudah tahu siapa laki-laki itu.
" oh, kirain apa. Ya udah kamu tidur saja.. sudah malam. " Asmi mengangguk lalu kembali berbaring seraya menarik selimutnya dengan kekesalan yang di simpan.
' awas kau Hasyeem. Dasar jin nggak peka.. tunggu pembalasanku' rutuk Asmi dalam hati. Baru saja dia akan memejamkan mata,
' *hmm, aku baru tau kalau aku ganteng banget. Asmi, kamu masih marah,ya? ka*lau masih marah juga, aku akan menciummu..! '
" coba saja kalau berani, akan ku tendang selangkanganmu! " bisik Asmi pelan. Dia tak mau suaranya di dengar oleh orang lain.
Asmi merasa ada sesuatu yang lembut dan kenyal menempel di bibirnya. Walaupun dia tidak dapat melihat tapi dia tahu, itu pasti ulah Hasyeem. Dia kemudian mengira ngira di mana posisi Hasyeem saat ini, lalu..
" Dug!? " sebuah tendangan dia layangkan ke udara. dan dia merasa sepertinya tendangannya mengenai sesuatu.
" aduh..! " terdengar suara erangan dan kemudian muncullah sosok Hasyeem dengan wajah meringis sambil memegang 'benda' kesayangannya. Asmi tak dapat menahan tawanya saat melihat ekspresi wajah Hasyeem.
" hahaha, sudah ku bilang, berani menciumku akan ku tendang selangkanganmu. " kata Asmi geli sambil memegangi perutnya.
" Kamu jahat, Asmi. Aku kan cuma bercanda. sakit tahu.." kata Hasyeem dengan ekspresi yang di buat buat sedemikian rupa.
" syukurin, siapa suruh jadi jin koq mesum amat.! " kata Asmi lagi.
" Aku cuma cium aja, loh.! "
" cium koq curi curi..! "
" siapa yang curi curi, sayang. Kan tadi aku sudah bilang, kalau masih marah aku akan menciummu. "
" Tapi kamu cium aku tanpa menampakkan wujudmu. Itu sama. saja dengan ciuman curi curi namanya. "
Hasyeem mengggaruk garukkan kepalanya yang tak gatal. Memang kalau berdebat dengan Asmi dia tak pernah menang. hehehe.
" Ya, sudah. Aku minta maaf. Tidurlah, hari sudah malam. Aku akan menemanimu di sini."
" Nah, gitu dong. Janji lo, awas kalau pergi. "
" Iya, iya. Aku tak akan pergi. tidurlah..! " Hasyeem gemas dengan wanita itu. Cerewet sekali, pikirnya. Tapi itu semua yang dia sukai dari Asmi. Hasyeem lalu membaringkan tubuhnya di sisi Asmi. Memeluk tubuh wanita itu hingga pagi menjelang. Barulah dia pergi setelah terlebih dahulu membangunkan wanita itu untuk sholat subuh.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 206 Episodes
Comments
Rodiah Rodiah
kereeen thoor ...lanjut
2023-08-26
2
Linda Andriany
jin unyuk nich
2023-04-12
0
Ica Susanti
seneng nya dicium.. 😂
2023-03-16
0