Hutan larangan di Gunung Menangis berdiri gagah dan angker dalam kegelapan malam. Bayangan pepohonan yang menjulang angkuh seperti menyimpan sejuta misteri di wilayah itu.
Malam semakin merangkak gelap. Cahaya bulan hanya sedikit yang terlihat karena sebagian tertutup awan. Suasana di hutan itu semakin terlihat angker karena keheningan dan kesunyian yang ada. Hanya bunyi suara burung hantu dan hewan malam saja yang terdengar.
Di sisi lain hutan itu, sesosok tubuh tampak terlihat berjalan menyusuri gelapnya hutan larangan. Langkahnya terlihat ringan menyusuri jalan setapak di hutan itu. Tak ada keraguan dalam langkahnya, walaupun langkahnya terlihat pelan. Seolah dia sudah biasa berjalan melewati daerah itu.
Tak berapa lama kemudian, sosok itu berhenti di suatu tempat yang agak luas. Lantas kemudian membuka jubahnya sehingga tampaklah sosok wanita dengan raut wajah cantik namun dingin.
Wanita itu kemudian duduk bersimpuh di atas tanah sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada. Mulutnya komat-kamit merapalkan kata-kata yang terdengar seperti sebuah mantra.
" Wahai Penguasa Hutan Larangan, datanglah, datanglah! aku memanggilmu! " wanita itu berseru memanggil Sang Penguasa Hutan Larangan
Tiba-tiba angin bertiup kencang membuat pohon - pohon di sekitarnya bergerak ke kanan dan ke kiri dengan cepat. Dari kegelapan langit sekelebat sinar kuning menyilaukan muncul di hadapan wanita itu. Cahaya kuning itu perlahan membentuk sosok yang berkilauan di selimuti cahaya.
" ada kepentingan apa hingga kamu berani mengganggu semediku!" sebuah suara berat namun berwibawa terdengar sayup-sayup terbawa semilir angin.
" Maafkan hamba, tuanku. Hamba datang kemari bermaksud ingin meminta petunjuk dan pertolongan dari tuanku," jawab wanita itu seraya menghaturkan sembah.
" Apa yang terjadi? "
" Hamba mendapat tugas melenyapkan seorang wanita namun ternyata wanita itu bukanlah wanita sembarangan. Dia berada dibawah perlindungan putra Raja Jin penguasa Gunung Kayangan. Dia mengalahkan hamba, tuanku." Sosok bercahaya yang mendengar cerita wanita itu menjadi murka.
"BODOH!!! Mengapa kamu bisa berurusan dengan Pangeran Hasyeem? apa kamu sudah bosan hidup??!! " Sosok bercahaya membentak wanita itu dengan kasar membuat nyali wanita itu ciut.
" Maafkan hamba yang bodoh, tuanku. Hamba tidak tahu jika begini jadinya. Sekarang apa yang harus hamba lakukan? "
Sosok Penguasa Hutan Larangan itu tampak terdiam sejenak. Lalu..
" Baiklah. Aku akan memberi kamu ajian kanuragan Guntur Geni. Ajian ini bisa mengimbangi Ajian Tapak Petir dari Pangeran Hasyeem."
" Terima kasih, tuanku! " wanita itu menghaturkan sembah sujudnya sebagai tanda terima kasih dan bakti.
" Sekarang bersiaplah! aku akan menyalurkan ilmu itu kepadamu melalui tenaga dalamku! " Sosok bercahaya Sang Penguasa Hutan Laranga merentangkan tangannya lalu seberkas sinar keluar dan melesat masuk menembus tubuh wanita itu di iringi jeritan melengking.
Beberapa saat tubuhnya tampak bergetar hebat. Selanjutnya keadaan kembali hening bersamaan dengan lenyapnya sosok ghaib yang berkilauan itu. Yang tersisa hanya kegelapan malam yang semakin pekat menyelimuti seluruh isi hutan itu bersama tubuh wanita yang tergeletak tak sadarkan diri.
...****...
Beberapa hari kemudian....
Asmi baru saja pulang dari toko Mirna dengan di antar oleh Ojol langganannya. Setelah membersihkan diri dia lalu menyiapkan makan malam ala kadarnya untuk mengganjal perut. Dia tak terlalu repot kalau hanya masalah makan saja. Paling bantar hanya mie instant sudah cukup.
Setelah makan Asmi bermaksud untuk menonton televisi di ruang tamu. Sekarang di rumahnya sudah ada televisi pemberian Mirna adiknya karena adiknya itu beberapa hari yang lalu membeli sebuah televisi baru. Sehingga televisi yang lama di berikan pada Asmi.
Sedang Asyik menonton televisi, mendadak pintu rumahnya diketuk oleh seorang dari luar.
Asmi membuka sedikit tirai yang menghalangi pandangannya keluar jendela untuk mengintip siapa yang datang. Di balik tirai itu Asmi melihat mantan suaminya sedang berdiri di depan pintu menunggu dia membuka pintu.
Dengan perasaan enggan Asmi akhirnya membukakan pintu untuk Ilham mantan suami.
" Assalamu'alaikum, Asmi." Ilham mengucapkan salam dengan kikuk.
" WA alaikum salam. ada apa Mas Ilham datang malam-malam begini?" Asmi menjawab salam dari Ilham dan langsung bertanya keperluan lelaki itu tanpa mempersilahkannya masuk ke dalam.
" Kamu nggak nyuruh Mas masuk dulu, Asmi?" Ilham, lelaki itu masih berupaya untuk mencari alasan agar bisa masuk ke dalam rumahnya.
" Nggak baik laki-laki bertamu malam-malam ke rumah seorang wanita, apalagi janda! " sindir Asmi.
Ilham mendelik kesal karena sindiran Asmi. " Ya, udah, Mas mau menyampaikan surat panggilan sidang dari pengadilan agama. Besok jadwal sidang pertama gugatan perceraian mas ke kamu, " Ilham berhenti sejenak memandang raut wajah Asmi. Mencoba mencari tahu bagaimana ekspresi mantan istrinya itu terhadap perceraian mereka yang sudah di depan mata.
Namun lelaki itu harus kecewa, karena sepertinya Asmi tak peduli dan terkesan biasa saja.
" Oh, baguslah kalau begitu. Tapi Asmi sepertinya tidak bisa hadir karena sibuk bekerja. Asmi ikut saja keputusan hakim. biar semuanya cepat selesai. " Asmi mengambil surat di tangan Ilham dan berniat ingin menutup kembali pintu rumahnya. Tapi buru-buru tangan Ilham menahan di depan sehingga Asmi urung untuk menutup pintu.
" Ada apa lagi,Mas? sudah malam.. Asmi mau istirahat! " kata Asmi ketus pada Ilham.
" Apa kamu tak berniat rujuk sama Mas, Asmi?" Ilham bertanya sambil sebelah tangannya berusaha menahan pintu agar tidak di tutup Asmi.
" Loh, Mas ini bagaimana? Kan, mas sendiri yang menceraikan aku. Kenapa sekarang malah niat ngajak rujuk. Maaf ya Mas, Asmi nggak bisa! " Asmi benar-benar kesal dengan Ilham. Ada maksud apa sebenarnya dengan laki-laki itu hingga mengajaknya kembali rujuk?
" Apa karena kamu sudah ada laki-laki lain? " selidik Ilham dengan raut kesal. Dia masih penasaran siapa laki-laki tampan yang dilihatnya beberapa waktu yang lalu berjalan bersama mantan istrinya di pinggir danau pagi itu.
Banyak sekali laki-laki yang mencoba mendekati mantan istrinya itu selain Wira yang dia tahu memang ada hati dengan Asmi. Dan Ilham seperti kebakaran jenggot. Dia tak rela Asmi di miliki oleh lelaki lain karena sejujurnya dia masih sayang dengan wanita cantik itu.
" Bukan urusan, Mas! Terserah aku mau sama siapa. Kenapa jadi Mas yang ngatur! " Asmi mendorong pintu itu dengan keras sehingga tertutup dan menguncinya segera. Dia tak peduli dengan Ilham yang masih berteriak-teriak memanggil namanya minta di bukakan pintu.
Asmi yang kesal melempar surat itu ke meja dan mematikan televisi. Moodnya untuk menonton televisi jadi hilang. Dia segera pergi ke kamar dan merebahkan tubuhnya di kasur. Dadanya sesak oleh rasa sedih dan kesal yang bercampur aduk menjadi satu.
Bluss! sebuah bayangan hitam muncul di balik pintu kamarnya. Asmi berdiri terpaku dengan wajah tegang. Jantungnya berdebar-debar.
" Hasyeem! kaukah itu? " Asmi nampak siaga sementara bayangan hitam itu tak juga menampakkan wujudnya dan kini terus bergerak ke arahnya.
Asmi bersiap-siap ingin melawan ketika bayangan hitam itu secepat kilat menyambar tubuh Asmi, membawanya pergi dari kamar itu dalam sekejap mata.
"Aghh! Hasyeem!Tolong!! "
...????...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 206 Episodes
Comments
Rodiah Rodiah
up
2023-08-26
0
Mr.VANO
siapa si yg bawak asmi
2023-06-04
0
Iyan Anderson
tiba2 dia lupa g baca ayat2 Allah dn ngeluarin tenaga dlm seperti yg dilakukan nya kepada hasyeem
2023-04-24
0