" Kau....kau adik Pangeran Hasyeem, ya Tuhan..!!" Asmi menutup mulut dengan kedua tangan. Tak menyangka sosok jin cantik di depannya adalah adik dari Pangeran Hasyeem. Pantas saja kalau di lihat sekilas wajah mereka hampir mirip.
" dan tujuanku datang kemari adalah karena Aku penasaran ingin bertemu langsung denganmu,"
" Bertemu dengan ku?" tanya Asmi heran sambil menunjuk dirinya sendiri. " tapi mengapa, tuan putri? "
" karena Aku heran, dan bertanya mengapa kakakku sampai tergila-gila padamu. Apa sih, kelebihanmu hingga dia sampai menolak perjodohan dengan Putri Azylla, perjodohan yang telah di tetapkan oleh ayahandaku."
Wajah Asmi pucat seketika. Pangeran Hasyeem sudah di jodohkan? ada rasa nyeri yang menghantam dadanya mengetahui bahwa Pangeran jin tampan yang selalu muncul saat dia sedang terpuruk atau dalam bahaya itu ternyata telah di jodohkan.
Tololnya kamu Asmi! pikirnya. Tentu saja dia bakal di jodohkan oleh ayahandanya karena dia adalah seorang pangeran. Mana mungkin Ayahandanya akan menikahkan pangeran Hasyeem dengan sembarangan wanita. Tentu saja wanita itu pastilah wanita dari kalangan bangsa jin, sama seperti Pangeran Hasyeem.
Dan lagi pula pangeran Hasyeem tidak pernah mengatakan cinta padamu. Jadi apa hak kamu untuk sakit hati jika pangeran Hasyeem sudah di jodohkan. Asmi merintih sedih dalam hati. sejujurnya dia mulai merasa nyaman dengan Pangeran Jin yang tampan itu.
Namun sekarang, sepertinya dia harus bisa menjaga jarak dan juga membangun tembok yang tinggi agar hatinya tidak jatuh dalam pesona seorang Pangeran Hasyeem. Agar dia tak sakit hati untuk yang kedua kalinya kalau benar-benar Pangeran Hasyeem jadi menikah dengan wanita pilihan orang tuanya.
Namun yang jadi permasalahan, apakah dia sanggup. Asmi sedih, menghela nafas panjang. Dadanya terasa sesak. Sementara Putri Bilqis sudah menghilang dari kamarnya.
^^^-----^^^
Hari sudah menjelang sore ketika Asmi baru saja pulang dari toko Mirna. Hari ini dia lelah sekali. Tadi pagi dia pergi ke kantor Pangadilan Agama untuk mendaftarkan kembali gugatan perceraiannya dengan Mas Ilham yang sempat di cabut kembali oleh mantan suaminya itu dengan alasan ingin rujuk kembali dengan Asmi.
Namun Asmi bersikeras tak mau kembali pada Ilham. Dia sangat membenci laki-laki itu. Keinginan nya sudah bulat untuk berpisah dengan laki-laki yang sudah menyakiti dan menorehkan luka yang teramat dalam di hatinya. Apalagi dengar - dengar, sekarang Ayu istri Mas Ilham itu sudah melahirkan seorang bayi laki-laki. Dia rasa sudah tidak ada alasan lagi untuk mempertahankan perkawinannya dengan Mas Ilham.
Dengan hanya bercelana pendek dan tank top putih Asmi duduk di ruang tamu bermain game sambil menunggu air mendidih. Dia berniat hendak memasak mie instant karena perutnya sudah lapar namun dia juga lelah untuk memasak.
" hm, makan mie instant tak baik untuk kesehatan, Asmi..! sebuah suara berbisik lembut di telinganya.
" aah,Hasyeem...tapi Aku lapar ! aku juga lelah banget, tau..! " keluh Asmi. Blass! Hasyeem muncul di hadapan Asmi sambil tersenyum memandang wanita itu. Asmi mencebik membuang muka.
" Hehehe, .. siapa suruh kamu kerja. kalau kau mau uang atau harta kamu tinggal bilang, akan ku berikan semua padamu. "
" Memangnya kamu bisa..? gimana kalo aku mintanya banyak? tanya Asmi dengan mimik wajah di buat lucu. Dia bermaksud menggoda Hasyeem.
Bluss! Sekejap di depan mata Asmi tergeletak setumpuk uang dan perhiasan.
Mulut Asmi menganga lebar. Dia membelalakkan mata tak percaya. Seumur hidupnya baru kali ini Asmi melihat tumpukan uang dan perhiasan yang begitu banyak. Dia menggeleng-gelengkan kepalanya tanda takjub dengan semua itu.
" Ambilah, semua untukmu! " Asmi kembali menggelengkan kepala.
" tidak, aku tak mau uang dan perhiasan itu. aku bisa bekerja untuk mencukupi hidupku. Kamu tidak usah terlalu mencemaskan aku. Aku bisa menjaga diriku sendiri. " kata Asmi pada Pangeran Hasyeem. Ada rasa perih dihatinya saat Asmi mengucapkan kalimat itu. Dia teringat ucapan Putri Bilqis kalau pangeran Hasyeem sudah di jodohkan oleh ayahanda mereka.
'Tidak, dia harus kuat dan mandiri. Dia tak boleh terlalu tergantung lagi dengan Pangeran Hasyeem. ingat dia sudah di jodohkan' hati Asmi berbicara mengingatkan Asmi.
Pangeran Hasyeem tertegun. Dia seperti mendengar isakan bathin wanita yang ada di depannya saat ini. seperti ada kesedihan dan rasa takut.
" Ada apa? " tanya Pangeran Hasyeem sambil mengangkat dagu wanita itu. Dia memandang mata wanita cantik di hadapannya. Matanya mencoba membaca isi hati dan juga pikiran dari wanita itu. Lalu tak lama kemudian, terlihat jelas sudah apa yang terjadi beberapa waktu yang lalu. Kilasan cerita yang terekam dalam ingatan Asmi dapat terbaca oleh Hasyeem. Ahh.. sial. ternyata Putri Bilqis, adiknya itu sudah menceritakan semua pada Asmi. Pangeran Hasyeem menjadi geram dalam hati. Namun dia mencoba untuk tersenyum, agar wanita itu tenang.
" nggak ada papa. aku tidak mau uang atau perhiasan itu. aku hanya mau makan saja. " sungut Asmi sambil berpaling memegang perut. Dia mencoba menutupi kesedihan di hatinya. Sayangnya Asmi lupa, jika pangeran Hasyeem bisa membaca pikiran dan isi hati seseorang. Dan Hasyeem sudah mengetahui mengapa Asmi bersikap demikian.
" Tidak, aku minta kamu menyimpan semua itu, karena aku tahu kamu akan membutuhkannya suatu saat nanti. Dan untuk makan, sekarang pergilah ke dapur, aku sudah menyiapkan makan malam untukmu. "
Asmi pun mengangguk seraya pergi ke dapur. Benar saja. Di atas meja sudah ada aneka makanan lezat tersaji di atas meja makan. Seperti biasa... Pangeran Hasyeem selalu menyuruh para pelayannya untuk menyiapkan makanan untuk Asmi agar wanitanya itu tak perlu memasak lagi.
"Gunakan uang dan perhiasan itu untuk memperbaiki rumah ini. " kata pangeran Hasyeem kepada Asmi sesaat setelah Asmi selesai makan, sambil memeluk Asmi dari arah belakang. Asmi meronta berusaha untuk melepaskan diri dari pelukan Sang Pangeran.
" Dan kamu tidak usah risaukan masalah perjodohanku dengan Putri Azylla. " kata Pangeran Hasyeem lagi.
Asmi tersentak kaget. Dia berbalik dan menatap tajam ke arah Pangeran Hasyeem. ' Darimana pangeran Hasyeem tahu jika dia sedih karena memikirkan Pangeran Hasyeem yang sudah di jodohkan.' pikirnya.
"Kamu lupa, sayang. Aku bisa membaca isi hati dan pikiran kamu. Dan aku juga bisa melihat masa lalu dan masa depan. " kata Pangeran Hasyeem pada Asmi Seolah-olah menjawab pertanyaan di benak Asmi.
Tangis Asmi pecah seraya memeluk Pangeran Hasyeem. Dia tak bisa lagi menyembunyikan isi hatinya. Dia memang telah jatuh cinta pada Hasyeem.
Hasyeem menatap wajah Asmi dengan lembut. Dan kemudian tanpa dapat di tahan, bibirnya bergerak mencium bibir lembut Asmi yang terbuka merekah.
" Aku mencintaimu, Asmi! " bisiknya lembut di telinga Asmi. Membuat Asmi makin mengeratkan pelukannya.
" Aku juga mencintaimu, Hasyeem. " Jawab Asmi sambil menyembunyikan wajahnya di dada bidang Sang Pangeran. Dia malu sekali karena Pangeran Hasyeem bisa menebak isi hatinya.
" berjanjilah, apapun yang terjadi tetaplah selalu di sisiku dan percaya bahwa aku selalu mencintaimu." kata Pangeran Hasyeem
Asmi mengangguk sambil tersenyum. Dia bahagia karena akhirnya Pangeran jin yang tampan itu menyatakan cinta juga padanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 206 Episodes
Comments
lily
Daebak
2023-12-10
0
Naluri Fitia
aduh cinta kalian akan banyak rintangan
so sweet banget aku pun sering bermimpi sama laki2 tampan selalu hadir dgn banyak kejadian di dalam mimpi,,,
2023-07-16
0
Linda Andriany
jihuy d terima nich
2023-04-12
0