“Kamu istirahatlah dulu disini, aku akan menyelesaikan pekerjaan ku, setelah itu baru aku akan megantarkan mu pulang.” Ucap Stive setelah mencium kening Ella, lalu ia pun segera beranjak dan kembali melanjutkan pekerjaan nya.
Sementara Ella masih diam dan memikirkan bagaimana caranya bicara pada Stive. Tujuan nya datang ke kantor, karena ia ingin meminta izin pada Stive, ia ingin mengunjungi bapak nya. Walau ini belum tiga bulan seperti janji Stive, namun ia ingin emncoba. Urusan di izinkan atau tidak, itu urusan belakang, pikir Ella.
“Gara gara kondoom rasa buah aku jadi lupa dengan kata- kata yang sudah ku susun sejak tadi di rumah,” gumam Ella kesal.
Ia kembali merancang, memikirkan kata – kata yang tepat yang akan ia katakan pada Stive nanti. Ia tidak mau membuat Stive marah, jadi ia berfikir bahwa ia harus merayu Stive, tapi bagaimana caranya Ella masih bingung. Ia takut bila nanti malah akan membuat Stive marah padanya.
“Tuan Stive yang tampan, baik hati dan tidak sombong, bolehkah aku meminta izin untuk pulang ke rumah? Aku sangat merindukan bapak ku.” Ella terdiam menghentikan ucapan nya, “Iks, gak gak gak, jangan begitu. Ahhh terus gimana, ehem ehem.”
Ella terus berlatih menyusun kata kata di depan cermin, tanpa ia sadari bahwa Stive sedari tadi memantau nya dari CCTV.
‘Kamu masih sama seperti dulu,’ gumam Stive tersenyum tipis dan terkadang ia sampai terkekeh, membuat Jhon yang sedari tadi menatap bos nya mengerutkan kening nya.
Pasalnya, sejak kejadian beberapa tahun lalu, ia sangat jarang sekali melihat bos nya tersenyum apalagi tertawa seperti ini. Namun, ia juga merasa, sejak kedatangan Ella beberapa bulan ini, bos nya lebih sering tersenyum walau tipis, dan kini ia melihat dengan mata kepala nya sendiri, bahwa bos nya bisa tertawa. Sungguh, ini adalah pemandangan yang snagat langka.
Stive menghela napas panjang, lalu ia menyandarkan kepalanya pada kursi, dan saat itu juga ia baru tersadar bahwa Jhon tengah menatap nya dengan raut wajah bingung nya.
“Jhon! Sejak kapan kau disitu?” pekik Stive terkejut.
“Maaf Tuan, saya disini sejak dua puluh menit lewat empat puluh satu detik yang lalu.” Jawab Jhon menundukkan kepalanya hormat.
“Ada apa kau disini?” tanya Stive lagi setelah mengurangi rasa gugup nya karena terkejut.
“Saya ingin menyampaikan bahwa acara nanti malam akan di undur satu jam. Tuan Gunawan menghubungi saya bahwa beliau ada acara sebentar,” ujar Jhon.
“Ah, baiklah. Keluar sekarang. Aku sibuk!” ucap Stive kembali dingin.
“Baik Tuan, saya permisi.” Jhon menundukkan kepala nya sebentar lalu ia pamit untuk keluar ruangan.
Seperginya Jhon, Stive kembali menatap Ella dari laptop nya. Ia memantau apa saja yang Ella lakukan dan mendengar apa saja yang akan gadis itu katakan.
Ceklek!
Stive langsung mematikan CCTV nya dan mengganti dengan pekerjaan nya. Ia seolah sibuk dengan pekerjaan nya sata mendengar suara pintu terbuka.
“Tu-tuan ... ” panggil Ella pelan sambil perlahan menghampiri nya.
“Hem,” jawab Stive tanpa menatap Ella, tangan dan mata nya masih fokus pada layar monitor di depan nya.
“Sa- saya ingin bicara,” ujar Ella semakin takut dan gugup saat melihat Stive tidak merespon nya.
“Bicaralah,” kata Stive cuek.
‘Bener-bener ini manusia satu, dasar tuan kondomm. Tidak bisakah melihat ke arah ku sebentar saat aku bicara!’ umpat Ella dalam hati, bibirnya sudah membrengut dan tangan nya sibuk meremas ujung baju nya.
“Jangan memuji ku Baby, katakan apa yang mau kau katakan tanpa harus memujiku dalam hati.” Ujar Stive masih tanpa menatap ke arah Ella.
‘What! Memuji? Aku mengumpat mu tuan kondomm!” pekik Ella dalam hati sambil menggelengkan kepala nya, ia tak habis pikir bahwa ternyata tuan Stive bisa senarsis ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments
Lyana Gunawan
biasa lah klo lagi kena virus bucin mengumpat pun jadi pujian 😂😂😂
2023-05-31
2
Fuziie_aN
nah loohhh apakah mereka teman kecil 🤔🤔🤔🤔
2023-03-10
3
Putri Cikal
astaga stive😂😂😂
2023-03-08
0