“Tuan kondomm!” pekik Ella saat melihat seorang lelaki yang sudah membuka paksa pintu kamar tempat nya ia dan Janu berada.
Jangan tanyakan bagaimana ekspresi Janu dan lelaki tersebut. Mereka sangat terkejut dan juga takut. Bagaimana bisa Ella memanggil bos besar dengan sebutan seperti itu. Janu pun langsung mencubit pinggang Ella spontan, hingga membuat Ella memekik kesakitan.
“Auuww!” seru Ella langsung mengusap pinggang nya dan menatap ke arah Janu.
Dorr!
Lagi dan lagi Janu di buat terkejut ketakutan, lantaran baru saja sebuah peluru baru saja melintas tepat di atas telinga nya. Andai tadi Janu bergerak sedikit saja, sudah di pastikan kini Janu sudah berpindah ke dunia lain.
“Sekali lagi kamu menyakitinya, akan ku pastikan peluru ku tidak akan meleset lagi.” Ucap nya dingin, dan tajam.
‘Apakah ini yang di maksud bos besar?’ gumam Ella dalam hati sambil menatap wajah lelaki tersebut.
“Ma-maaf Tu-an. Maafkan saya,” ujar Janu terbata dan menundukkan kepala nya.
“Kamu, itu aku.” Ucapnya lagi kepada Ella.
Untuk sesaat, Ella menatap Janu seolah meminta pertolongan. Namun, Janu hanya bisa mengangkat kedua bahu nya, lalu ia menganggukkan kepala nya. Barulah Ella mengikuti langkah bos besar menuju lantai atas.
“Semoga kamu baik-baik saja La.” Gumam Janu begitu lirih, masih terasa detak jantung nya yang berdetak begitu cepat lantaran ketakutan nya menghadapi bos besar.
Selama beberapa tahun dirinya bekerja di Club itu, baru kali ini dirinya mendapatkan jackpot luar biasa dari bos besar sebanyak dua kali. Yah, jackpot itu adalah tembakan yang hampir saja merenggut nyawanya.
Sementara itu, Ella sudah sampai di sebuah kamar yang begitu besar dan mewah. Sangat mewah bagi Ella, bahkan luas nya dua kali lipat dari Kamar yang ia masukin tadi di lantai bawah.
“Tuan kondomm, apakah pekerjaan saya membersihkan kamar ini? kalau saya lihat, kamar ini cukup bersih dan rapi, lalu apa yang harus saya bersihkan?” tanya Ella begitu polos, membuat lelaki di depan nya ini langsung mengerutkan dahi dan menatap bingung ke arah Ella.
“Kau panggil aku apa?” tanya nya dengan suara menahan geram.
“Tuan kondomm,” jawab Ella jujur. ( Entah jujur atau polos )
“Tuan yang waktu itu marah – marah di Toko saya saat membeli ****** kan?” tanya Ella lagi, “Oh iya, bahkan kembalian Tuan masih ada tuju belas ribu. Kemarin saya mau kasih, tapi Tuan malah kabur, ckck. Tuan—"
“Hentikan!” lelaki itu langsung menodongkan pistol nya kepada Ella, membuat Ella seketika langsung menghentikan ucapan nya sambil menelan saliva nya dengan kasar.
“Ma-maaf,” Ella langsung menundukkan kepala nya dan mere mas dress nya.
“Untuk pekerjaan pertama kamu,” ucap lelaki itu, lalu ia mendudukkan dirinya di ujung tempat tidur sambil menatap ke arah Ella, “Layani aku.”
Ella menatap ke arah bos besar dengan wajah bingung. Karena sejujur nya ia memang tidak mengerti dengan permintaan nya. Sementara bos besar itu tampak tidak sabar saat melihat Ella yang masih bergeming di tempat nya.
Dengan cepat, ia langsung menarik tangan Ella hingga kini gadis itu bersimpuh di depan nya. “Apa kau tidak mengerti dengan ucapan ku?” tanya nya dengan wajah dingin.
“Tuan, bila boleh jujur, memang benar saya masih bingung. Maksud Tuan melayani itu yang seperti apa? Apakah Tuan ingin mandi atau makan? Atau minum?” tanya Ella polos sambil mendongakkan wajah nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments
Fitriana
sangat menarik
2024-06-24
0
Hera Puspita Sari
😁😁😁😁😁
2024-01-24
1
Borahe 🍉🧡
bau bau posesif nih
2023-12-29
2