“Apa saja aktifitas mu hari ini hem?” tanya Stive saat sudah merebahkan dirinya di atas tempat tidur, ia menggerakkan tangan nya, memberikan isyarat agar Ella mendekat ke arah nya.
Ella pun menganggukkan kepala dan mulai merangkak naik ke atas tempat tidur. Stive memberikan isyarat agar Ella merebahkan kepalanya pada lengan nya, dan ia segera mengapit tubuh Ella dengan kaki dan tangan nya hingga membuat gadis itu hanya bisa pasrah dan tak bisa berkutik.
“Hanya menemani nyonya Melanie di pondok,” kata Ella sambil menggigit bibir bawah nya. Meski sudah terbiasa dirinya di perlakukan seperti ini oleh Stive, namun tetap saja dirinya masih merasa risi di perlakukan seperti ini. Hatinya masih sakit dan batin nya terus menjerit.
“Istirahatlah, kamu pasti lelah, cup” Stive selalu mengecup kening Ella dengan lembut saat menjelang tidur atau saat bangun tidur. Sejujurnya Ella merasa menjadi wanita di cintai oleh Stive, namun ia juga belum yakin bahwa Stive mencintai nya, ia berfikir bahwa Stive memang sering memperlakukan semua wanita seperti ini.
Hari berganti hari dengan begitu cepat, kini tanpa terasa Ella sudah hampir satu bulan berada di istana milik Stive. Ia bagai burung dalam sangkar, memang iya, selama ini ia tak bisa pergi kemana mana, hanya sesekali pergi ke Pondok tempat nyonya Melanie.
“Ella!” panggil Jasmine menghentikan langkah kaki Ella yang hendak pergi ke pondok.
“Ada yang bisa saya bantu?” tanya Ella pelan.
“Lo, ikut gue.” Jasmine menatap sekeliling, saat merasa aman, dirinya langsung membawa Ella menuju taman belakang. Dan dengan kasar, ia pun langsung menghempaskan tubuh Ella hingga ke tanah.
Bruk!
“Gue gak tau, pelet macam apa yang lo kasih ke kakak gue. Kenapa sejak lo ada disini kak Stive tidak pernah lagi mau dekat sama gue. O racun apa dia hah!” seru Jasmine sambil menunjuk wajah Ella yang kini sudah terdampar di tanah.
“Heh, harusnya lo itu ngaca. Lo itu gak pantes jadi istri kak Stive, jangan pernah bermimpi untuk menjadi kakak ipar ku! Cih, gue gak sudi punya kakak ipar munafik dan matre kaya lo!” ucap nya lagi dan kini ia menjambak rambut Ella dengan matanya yang menyorot tajam pada Ella.
Menangis, percuma. Ella hanya sedikit meringis dengan mata berkaca kaca. Ia tidak menangisi rasa sakit nya, ia hanya takut bila nanti Stive melihat karena ia belum pergi ke kantor. Ia tidak mau Jasmine menghadapi kakak nya lagi, seperti beberapa hari yang lalu, saat Jasmine berpura-pura tidak sengaja menumpahkan kopi ke tangan Ella. Tak tanggung tanggung, Stive langsung menyuruh pelayan untuk membuatkan kopi baru dengan porsi gelas lebih banyak, dan ia langsung membalas perbuatan Jasmine.
Dan sejak itu, Jasmine semakin membenci Ella. Karena ia berfikir bahwa Ella lah yang mendoktrin kakak nya sampai bisa menjadi seperti itu.
“Jas- Jasmine, lepaskan.” Desis Ella mulai merasakan sakit di ujung pangkal rambut nya.
“Apa lo bilang? Coba ulang lagi, lo panggil gue apa? Heh, apa menurut lo, lo itu pantes manggil gue langsung dengan nama begitu hah! Kasta lo itu sama kaya mereka mereka, lo itu pelayan, budak disini!” sentak Jasmine lalu ia menghempaskan kepala Ella hingga membuat Ella langsung mencium tanah.
“Gue gak tau apa yang lo katakan sama kakak gue, yang gue tahu sejak kedatangan lo, gue udah gak kenal lagi sama kakak gue. Dan lo jangan asal seneng dulu, gue gak akan ngebiarin keluarga gue hancur gara-gara cewek kampung kaya lo!”
Jasmine segera pergi meninggalkan Ella yang sedang meringis berusaha bangkit dengan baju dan wajah kotor dengan tanah. Ia hanya bisa menghela napas nya dengan berat, lalu ia segera berjalan menuju pondok agar Stive tak melihat keadaan nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments
Yuni Verro
sbr yah ela
2023-02-11
1
epifania rendo
sabar ella
2023-02-04
0
Anita Candra Dewi
disini apa karakter ella lemah ya?
2022-12-07
0