Setelah selesai bersiap, kini Stive mengajak Ella untuk segera keluar dari kamar. Di ruang makan, semua keluarga sudah menunggu kedatangan mereka. Ella yang merasa orang baru hanya bisa menundukkan kepala, namun Stive semakin mencengkram tangan nya erat membuat gadis itu langsung mendongak, dan matanya sukses mendapatkan tatapan tajam dari Stive.
“Angkat kepala mu!” bisik Stive membuat Ella begitu sulit menelan saliva nya.
Stive menarik kan kursi untuk Ella, berikutnya Ella langsung duduk dan melayani semua Stive di meja makan.
“Jadi ini yang akan menggantikan kak Clau,” ucap Jasmine, adik dari Stive dengan tatapan mata yang menelisik Ella.
“Makan, makanan mu. Fokus dengan kuliah mu, jangan ikut campur masalah orang dewasa.” Jawab Stive dengan raut wajah datar.
“Tapi kak, apa yang kau lihat dari dia?” tanya Jasmine tak suka, “jelas kak Clau lebih segalanya dari dia—"
“Makan makanan kamu Jasmine!” bentak Stive menatap tajam ke arah adik nya. Membuat Jasmine mendengus kesal, dan mau tak mau ia memakan makanan nya, namun matanya sejak tadi sudah menatap tak suka pada Ella.
Sementara sang ayah hanya diam menikmati sarapan nya, tanpa berniat untuk ikut berdebat di pagi hari. Setelah usai sarapan bersama, Ella mengantarkan Stive keluar rumah untuk pergi ke kantor. Kini semua orang sudah pergi, dan tinggallah Ella sendiri dengan puluhan pelayan, serta Ibu dari Stive.
“Nona, mari saya antar ke kamar Nyonya besar,” ujar salah seorang pelayan yang di tugaskan Stive untuk membantu segala keperluan Ella.
Bila Stive bekerja atau keluar rumah, tugas Ella adalah menemani sang ibu. Dengan di antar oleh pelayan tadi, kini Ella sudah sampai di sebuah rumah yang terpisah dari rumah utama. Rumah ini terletak di belakang, meski kecil namun terlihat begitu indah dan mewah.
Di bagian teras, dihiasi oleh banyak bunga mawar putih. Dan saat ia masuk, aroma harum mawar begitu menyeruak di rongga hidung nya. Untuk sesaat Ella terdiam di ambang pintu saat melihat wanita paruh baya duduk seorang diri di kursi roda dengan posisi membelakangi nya.
“Selamat pagi Nyonya, ini ada nona Ella yang akan menemani Nyonya mulai sekarang,” ujar pelayan itu lalu ia mendorong kursi roda nyonya besar dan menyuruh Ella mendekatinya.
“Se—selamat pagi Nyonya,” ucap Ella sedikit terbata dan takut. Tidak ada jawaban apapun dari nyonya Melanie, ia hanya menatap datar ke arah Ella.
Seolah mengerti dengan kebingungan Ella, pelayan itupun akhirnya menceritakan semua kejadian tentang tragedi nyonya Melanie saat kecelakaan. Walau sebenarnya, Ella udah tahu hal ini dari buku panduan yang ia baca kemarin. Di sana tertulis dengan jelas siapa saja anggota keluarga Stive dan apa saja pekerjaan mereka, terutama ibu kandung nya yang lumpuh akibat kecelakaan.
“Nona, saya akan keluar sebentar untuk mengambilkan makanan untuk Nyonya Melanie,” ujar pelayan dan Ella langsung menganggukkan kepala nya.
Sepergi nya pelayan, Ella mendekati nyonya Melani dan berjongkok di depan nya, ia menyentuh tangan nyonya Melanie lalu ia cium sebagai salam hormat perkenalan.
“Halo Nyonya, perkenalkan, nama saya Daniella, tapi di panggil Ella saja,” kata Ella tersenyum, “Nyonya, apa kau mendengar dan mengerti ucapan ku?” tanya Ella lagi, namun nyonya Melani masih diam, mesti matanya juga tengah menatap ke arah Ella.
“Nyonya, bila kau mengerti, bisakah kau kedip kan matamu dua kali dan satu kali bila tak mengerti.” Kata Ella lagi dan kini ia berhasil mendapatkan kedipan mata dua kali dari nyonya Melanie.
“Alhamdulilah, syukurlah. Mulai sekarang, aku akan menemani Nyonya disini sambil menunggu tuan kondoom itu pulang bekerja,” ujar Ella keceplosan seketika membuat mata nyonya Melanie langsung melotot tajam.
‘Duh mulut, kenapa bisa sejujur ini.’ gumam Ella dalam hati dan langsung menepuk nepuk mulutnya sendiri dengan mata terpejam.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments
Nami chan
bege 🤣
2024-04-18
0
Hera Puspita Sari
😁😁😁😁
2024-01-24
1
Halimah
🤣🤣😂🤣🤣
2023-09-24
0