Saat pagi hari, Ella mulai mengerjapkan matanya. Ia membuka matanya dengan perlahan, untuk sesaat dirinya sempat Terpukau saat matanya langsung menangkap raut wajah tenang dari tuan Stive. Saat tidur, wajah nya terlihat begitu sangat tampan, dengan buluu buluu halus menghiasi rahang nya, serta kumis tipis menambah kesan gahar pada wajah nya.
Bila Biasanya ia terlihat sangat seram dan menakutkan, sangat berbeda bila di bandingkan saat dirinya tertidur. Ella akui, laki laki ini sangat sempurna, tidak akan ada wanita yang menolak untuk menjadi pendamping hidup nya. Namun, mengapa ia malah memilih dirinya untuk menemani nya saat ini.
“Sudah puas memandangi ku?” gumam Stive dengan suara serak khas bangun tidur, Mata nya masih terpejam, bahkan tangan dan kaki nya masih melingkar di tubuh Ella.
Yah, semalam mereka tidur berdua di atas ranjang yang sama, namun tidak terjadi hal apapun hingga pagi hari.
“Ma- maaf, Tu- tuan saya ...” kata Ella terbata karena takut. Ia pun akhirnya memilih untuk segera bangun, namun ternyata Stive segera menahan tangan nya sehingga membuat dirinya kembali terjatuh di pelukan Stive.
“Siapa yang menyuruh mu bangun hem?” tanya Stive sambil membelai wajah Ella dengan lembut, “Jangan pernah beranjak dari tempat tidur sebelum aku menyuruh mu. Mulai saat ini, saat aku membuka mata kamu harus ada di sini. Aku ingin kamu adalah objek pertama dan terakhir yang ku lihat saat membuka mata dan menutup mata.”
“Ba- baik Tuan,” ujar Ella menurut, walau sebenar nya ia masih bingung dan kurang mengerti, tapi ya sudah lah, menurut itu adalah hal terbaik bagi Ella.
Stive mandi terlebih dulu, sementara itu, Ella langsung membereskan tempat tidur, serta menyiapkan pakaian untuk Stive. Sedikit banak, ia sudah paham dan mengerti tentang pakaian kesukaan Stive dan apa saja yang harus ia siapkan setiap harinya.
Cklek!
Stive membuka pintu kamar mandi, kini dirinya hanya mengenakan handuk yang ia lilitkan di pinggang. Dengan tangan yang masih menggenggam satu handuk kecil yang ia gunakan untuk mengeringkan rambut nya.
Mata Stive langsung memicing saat melihat tempat tidur nya sudah rapi, tanpa sadar matanya langsung menyorot tajam pada Ella. Lalu dengan kilat ia lemparkan handuk yang ia pegang kepada Ella.
“Siapa yang menyuruh mu membereskan tempat tidur?” tanya Stive dengan suara dingin dan tajam.
“Ma- maaf Tuan, saya-“
“Sudah ku katakan, jangan pernah melakukan pekerjaan apapun selain melayani ku!” bentak nya yang langsung membuat Ella terkejut.
“Tugas kamu disini hanya melayani ku, bukan menjadi pembantu ku!” seru nya lagi, sementara Ella hanya mengangguk sambil menundukkan kepala nya.
Stive menarik napas nya panjang, lalu ia melemparkan bed cover tempat tidur nya. Setelah itu ia segera masuk ke dalam walk in closed untuk berganti pakaian. Sementara Ella langsung masuk kamar mandi dan menangis.
Dia mandi di bawah kucuran air shower sambil menangis mencurahkan semua isi hatinya. Mengapa Stive selalu mempermasalahkan hal sekecil itu. Sebenar nya apa dirinya bagi Stive. Melayani? Oke, Ella sudah melakukan hal terbaik, namun mengapa Stive semakin tidak masuk akal. Seperti semalam, bahkan untuk berganti pakaian pun, dirinya harus izin dulu dan juga ia harus memakai pakaian yang di pilihkan oleh Stive.
“Sebenarnya pekerjaan aku ini apa sih?’ gumam Ella sambil terisak.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments
Rizky Riska
calon istri Ella
2024-01-30
2
ww
IDIOT
2023-06-17
1
Nadira Yaya
ko kesan nya Ella di jadiin boneka ma stive ya.
apa perasaan qw aja.?
lanjut deh
2023-04-20
0