“Jhon, apa saja jadwalku hari ini?” tanya Stive saat mendudukkan dirinya di kursi kebanggaan nya.
“Hari ini ada meeting dengan tuan Frans dan juga ada jamuan makan malam dengan tuan Gunawan.” Ujar Jhon sambil memberikan beberapa berkas pada Stive.
“Gunawan?” gumam Stive sambil mengecek berkas laporan dari Jhon.
“Untuk merayakan keberhasilan kerjasama kita Tuan. Dan juga, ia ingin berterimakasih kepada Anda.”
“Ah,baiklah. Kau atur semuanya, sekarang keluarlah.”
Jhon menganggukkan kepalanya, lalu segera keluar dari ruangan tuan Stive. Namun saat dirinya baru menutup pintu ruangan, ia sudah melihat Ella berdiri di depan ruangan hingga membuat nya sedikit terkejut.
“Astaga nona, mengapa anda bisa disini?” tanya Jhon terkejut.
“Emmt, saya – itu .. saya hanya ingin berjalan- jalan kesini. Apakah tidak boleh?” tanya Ella sedikit takut.
“masuk!” suara bariton dari dalam ruangan Stive membuat keduanya terkejut. Mengapa telinga Stive begitu sensitif dan langsung tahu bahwa Ella ada di kantor nya.
Jhon membukakan pintu untuk Ella, lalu kembali menutup nya karena tidak ingin mengganggu. Sementara Ella yang sudah berada di dalam ruangan Stive langsung merasa begitu tegang dan kaku. Stive langsung beranjak dari duduk nya dan menarik Ela ke pelukannya.
“Apa kau merindukan ku hem?” tanya Stive berbisik di telinga Ella sambil sesekali menciumi ceruk leher nya.
“Euugghh, jangan begini.” Ella berusaha menjauhkan wajah Stive dari lehernya, karena ia merasa sangat kegelian atas sikap Stive.
“Kau tahu baby, aku sedang sibuk dengan pekerjaan ku. Dan kau datang kemari, aku paling tidak suka waktu kerjaku di ganggu oleh orang lain. Tapi karena ini kamu, pengecualian dan aku tidak akan menyia nyiakan nya.” Bisik Stive lagi.
“Ma- maksud nya?” tanya Ella gugup karena kini tangan Stive semakin merayap di balik dress yang ia kenakan.
“Karena aku baik hati, aku tahu kau merindukan ku, Maka aku akan mengabulkan nya, dan aku akan memanjakan mu,” ucap nya dan langsung mengangkat tubuh Ella menuju kamar pribadi nya.
“Loh loh, bu-bukan begini! Yaakkkk tuan Kondoom!” teriak Ella karena Stive menggendong nya buka seperti bias ala brydal style. Melainkan Stive menggendong nya seperti karung beras yang di panggul di bahu.
“kenapa kau begitu senang memanggil ku itu hem?” tanya Stive yang langsung melemparkan tubuh Ella ke atas tempat tidur.
“Karena pertemuan pertama kita kau begitu menyebalkan. Mengajakku berdebat hanya masalah kondoom!” ketus Ella, ia berusaha bangkit dan merapikan dress nya.
“Oh ya?” tanya Stive mengerutkan dahinya, ia langsung mengukung tubuh Ella di bawah nya, “Bahkan benda itu belum ku gunakan. Apa kau mau mencoba memakai kan nya hem?” tanya nya dengan seringai tipis menghiasai wajah nya.
“What! Enggak!” jerit Ella dan semakin memberontak ingin terbebas.
“Biar kau tahu bagaimana rasanya. Bukankah kemarin itu adalah varian rasa pilihan kamu?”
“Hah, varian rasa?” Ella terdiam, ia kembali mencerna ucapan Stive. Karena ia masih bingung dengan maksud ucapan lelaki gila di atas nya ini.
Sebenar nya apa yang di bahas oleh tuan Stive? Mengapa ada varian rasa, memangya kondoom itu makanan yang ada varian rasa nya. Sementara Stive yang melihat Ella kebingungan hanya mampu terkekeh dan akhirnya ia membebaskan Ella dari bawah kungkungan nya.
“Ada Apa kau datang kemari?” tanya Stive kini menarik kepala Ella agar beralaskan lengan nya.
“Ah iya, aku mau ngapain yah?” tanya Ella malah balik bertanya.
‘Sial, gara- gara varian rasa kondoom aku jadi lupa tadi mau ngapain astaga!’ gumam Ella dalam hati merasa kesal dengan kebodohan dirinya sendiri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments
Putri Cikal
haha narcis
2023-03-08
1
Yuni Verro
kacau ella
2023-02-11
0
epifania rendo
ya ampun ella😃😃😃
2023-02-04
0