“Ella, kamu gapapa?” tanya Janu begitu panik dan khawatir saat melihat Ella menemui nya di kamar yang kemarin ia masukin sebelum bertemu bos besar.
“Gapapa,” jawab Ella mencoba tersenyum, lalu ia duduk di kursi depan meja rias.
“La, kamu yakin gapapa?Tuan Stive tidak melukai kamu kan?” Janu yang begitukhawatir dengan keadaan sahabat nya pun, langsung bangun dari duduk nya dan mengecek seluruh tubuh Ella.
“Tuan Stive?” tanya Ella mengulangi ucapan Janu.
“Iya, bos besar yang tadi bersama mu, namanya tuan Stiven, namun disini dia lebih sering di panggil tuan Stive atau bos besar.” Jelas Janu membuat Ella langsung mengangguk paham.
“Oh iya Jan, kamu belum mau pulang?” tanya Ella, saat ini jam sudah menunjukkan pukul empat pagi. Itu berarti sebentar lagi Janu harus pulang dan jam delapan ia harus membuka Toko milik Ella.
“Sebentar lagi La, aku tuh khawatir sama kamu.” Ucap Janu memanyunkan bibir nya membuat Ella langsung terkekeh.
“Jan, lihat tampilan kamu sudah oke loh. Rambut di kuncir begitu, pakai kemeja celana formal dan sepatu. Udah ganteng, kok bibir nya begitu lagi,” kekeh Ella membuat Janu tersenyum.
“Berarti memang benar yah kata emak ku, kalau aku itu memang ganteng.”
“nah kan, kumat lagi hahhaha.” Ella langsung tertawa dan berdecak sebal melihat tingkah sahabat nya kembali seperti semula.
Sebenarnya Janu memiliki tubuh yang lumayan tampan, dengan tinggi 180cm dan gagah bila tidak kumat. Janu juga memiliki hidung mancung serta lesung pipit di pipi nya, membuatnya terlihat semakin manis. Hanya saja, bila siang hari mengapa Janu bisa bersikap layaknya perempuan? Dan saat malam justru dia sangat jantan.
****
Setelah Janu pulang, Ella memutuskan untuk istirahat. Namun, ia tidak bisa beristirahat lantaran ia maish bingung dengan jalan hdiup nya sekarang. Dia sudah tidak bisa bersekolah, dia akan hidup di dlam sangkar mulai sekarang. Sebelum ia meninggalkan Bos besar nya, ia sudah menanyakan apa saja pekerjaan nya dan apa saja yang harus dan tidak harus ia lakukan.
“Tidak ada sekolah, kamu akan berada disini selama tiga bulan. Bila sikap mu baik dan bagus maka aku akan membawa mu keluar dari sini.” Ucap Stiven dengn datar dan dingin.
“Lalu apa yang akan saya lakukan disini? Apakah aku harus melayani banyak laki laki sepeti tadi?” tanya Ella memberanikan diri untuk bertanya, walau sebenar nya jauh dari dalam lubuk hatinya sangat ketakutan.
“Jangan sekalipun kamu berani menyentuh laki laki lain!” ancam Stiven langsung mencengkram dagu Ella, membuat Ella lansung meringis kesakitan.
“Dea dan Mawar yang akan memberikan kamu tugas dan materi. Maka istirahat lah sekarang dan siapkan diri kamu besok pagi.”
“Besok pagi?” tanya Ella langsung melihat ke arah jam dinding, “tapi sekarang sudah pagi Tuan, jam berapa aku bisa istirahat.” Keluh Ella memanyunkan bibir nya dengan begitu sebal.
“Satu hal yang harus kamu ingat. Jangan pernah sekalipun membantah ucapan ku!” ancam stiven lagi lalu ia langsung meninggalkan Ella begitu saja.
Dan disinilah ia sekarang, berada di dalam kamar sebelumnya, dan menatap langit langit. Dengan perasaan yang begitu kacau. Pikiran nya melayang entah kemana, bayangan demi bayangan wajah bos besar yang begitu tampan namun sangat menyeramkan, sangat menakutkan. Kini dirinya hanya bisa pasrah dan bersiap bila suatu saat nanti, nyawanya akan hilang.
‘Kenapa kakak tega memasukkan aku ke dalam kandang srigala seperti ini?” gumam Ella lirih sebelum akhirnya ia tertidur.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments
Bungas Dhin
Kalo malem Janu...kalo siang Jan...tungan...!!!! 🤭😅
2025-01-19
0
Bungas Dhin
This should be "Steven" in English
2025-01-19
0
#ayu.kurniaa_
.,
2023-03-03
1