Hari berganti dengan begitu cepat, kini Ella sudah rapi dengan dress code warna abu – abu di atas lutut dengan lengan sabrina. Sedikit terbuka sedikit untuk bagian depan nya hingga membuat nya terlihat elegan dan sexii.
Dengan rambut yang tergerai bebas, dan sepatu hak yang lumayan tinggi. Ella menarik napas nya panjang sebelum akhirnya ia berjalan lenggak-lenggok l bak seorang model untuk menghampiri tuan Stive.
Beberapa hari ini Ella sangat jarang tidur. Paling ia hanya akan tidur selama dua atau tiga jam. Selebihnya ia gunakan untuk latihan memakai hak tinggi juga menghapal buku. Walau belum sepenuhnya ia menghapal semua tentang tuan Stive, namun ia sudah bisa menghapal tentang beberapa poin penting nya.
‘Ayo Ella, kamu bisa. Kamu harus menunjukkan bahwa kamu bukan anak kecil lemah. Kamu harus bisa, demi banyak nyawa.” Gumam nya dalam menyemangati dirinya sendiri.
Memang benar banyak nyawa yang harus dia selamatkan, terutama dirinya sendiri dan juga sang bapak. Untuk sesaat, tuan Stive di buat terpukau saat Ella datang dengan percaya dirinya dan langsung duduk di samping nya. Membuat beberapa orang langsung terkejut, terlebih Dea dan juga Mawar.
Tidak ingin membuat tuan Stive marah, dengan cepat Dea menarik tangan Ella sebelum akhirnya ia berhasil mendudukkan dirinya di samping tuan Stive.
“Auuwhh!” pekik Ella saat merasakan tangan nya di tarik oleh Dea dan hampir saja dirinya jatuh karena sepatu hak tinggi nya bila saja tuan Stive tidak segera menangkap nya.
Dorr!
“Aaahhhhhh!” jerit Dea saat merasakan tangan nya terkena peluru, seketika darah langsung mengalir deras di telapak tangan nya. Dan itu sukses membuat Ella langsung meringis dan menelan saliva nya dengan kasar. Tubuhnya kembali bergetar menahan rasa takut.
“Tangan di balas dengan tangan, kaki di balas dengan kaki. Dan darah akan di balas dengan nyawa.” Ucap tuan Stive dengan nada suara dingin dan datar.
“A- ampun tuan hiks hiks.” Isak tangis Dea sambil memegangi tangan nya yang terus mengucurkan darah segar.
Tuan Stive menatap ke arah Jhon, mengisyaratkan bahwa harus mengurus Dea dan lainnya. Jhon yang mengerti arti tatapan itu, akhirnya segera membawa Dea dan beberapa orang lainnya segera meninggalkan ruangan tersebut. Hingga kini hanya menyisakan Ella dan tuan Stive.
“Ma- maafkan saya hiks hiks,” Ella langsung menundukkan kepalanya, air mata langsung menetes kembali di pipi nya. Ketegaran dan kekuatan yang ia bangun tadi kini ambyar sudah hanya dengan suara tembakan dari tuan Stive.
“Aku tidak mau mendengar mu meminta maaf seperti ini. Mulai saat ini, kamu adalah wanita ku. Angkat ekpala mu dan jangan biarkan siapapun menyakiti mu. Bila kamu terluka sedikit pun, akan ku pastikan orang itu akan pergi ke neraka.” Bisik tuan Stive sambil mengendus leher jenjang milik Ella.
Bukan diam, Ella justru semakin terisak, terlebih saat ia merasakan sebuah benda basah mulai menjelajahi leher jenjangnya. Ia juga merasakan sebuah jemari tangan kekar mulai bermain di area perbukitan yang sudah ia jaga dan lindungi dengan beberapa kain tersebut.
“Aku tidak main- main Ella. Seluruh tubuh ini adalah milikku. Dan bila sampai lecet sedikit pun, jangan harap orang itu akan selamat.” Bisik nya lagi, yang membuat tubuh Ella semakin menegang dan meremang.
“I want you.”
.
.
Maafkan bila banyak typo yah, Anak mommy lagi sakit, dan mommy masih coba sempetin buat nulis. Tapi maaf gak bisa revisi lagi, jadi kalau ada kesalahan nulis atau typo, mohon di maafkan ... terimakasih 😊
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments
Mrs.Riozelino Fernandez
😳😳😳😳
2024-11-05
0
Amah As Siddiq
mainannya pistol dorr
2023-04-18
3
Fahri Rahman Pamuji
santai thor
2023-03-15
1