Warning!!
Kawasan 21+ yah, yang belum cukup umur mohon langsung skip saja, terimakasih ...
Aahhh
Satu lenguhan lolos saat Ella berhasil memenuhi keinginan bos besarnya, cukup lama ia mengajari Ella bagaimana cara memuaskan nya hingga akhirnya ia berhasil walau masih sedikit kaku.
Setelah mencapai pelepasan nya walau hanya dengan permainan tangan dan mulut mungil Ella. Kini lelaki itupun langsung mengubah posisinya. Bila tadi, Ella bersimpuh di hadapan nya, kini berganti dirinya menarik tubuh Ella hingga membuat gadis itu langsung terlempar ke tempat tidur.
Glek.
Ella menelan saliva nya saat melihat wajah bos besar nya sudah memerah. Sedikit, Ella tahu bahwa bos besar nya ini tengah di liputi oleh gairahh. Dan sejujurnya ia sangat ketakutan, namun ia lebih takut bila dirinya di tembak hingga mati, maka ia tak akan bisa bertemu dengan Bapak nya lagi.
Emmmtthhh
Ella memejamkan matanya dengan begitu erat saat merasakan sensasi yang sama sekali belum pernah ia rasakan sebelumnya. Entah sejak kapan dirinya sudah tidak berpakaian sama sekali. Yah, kini tubuh nya sudah naked, dalam hatinya menjerit dan menangis. Mengpa dirinya bisa mendapatkan pekerjaan seperti ini. Namun, ia tidak memiliki pilihan lain. Andai tidak ada sang ayah, mungkin Ella akan lebih memilih mati.
“Sshhh .. hentikan,” desis Ella saat sudah di ambang puncak.
“Keluarkan saja,” kata lelaki itu dan terus memanjakan tubuh Ella, membuat Ella mau tak mau akhirnya berhasil mencapai puncak.
Tubuhnya langsung melengkung ke atas, kakinya semakin rapat menahan puncak kenikmatan dengan napas yang memburu.
“A-aku, harus ke kamar mandi.” Gumam Ella dengan terbata dan terengah. Ia hendak bangkit, namun dengan cepat lelaki itu langsung mengukung nya dan menindihnya, hingga kini tubuh mereka saling bersentuhan.
Ella membulatkan matanya sambil menelan saliva nya dengan kasar. Bagaimana tidak, ia merasakan ada sesuatu yang bergerak gerak menggelitik di bawah sana. Bahkan, ia sampai menahan napas saat menyadari dan mengingat apa dan berapa ukuran benda ‘itu’.
“Kau merasakan nya baby?” tanya lelaki itu menyeringai sambil mengusap lembut pipi Ella, membuat tubuh Ella semakin meremang dna menegang hebat.
“Tu- tuan,” Ella kembali menelan saliva nya, “Sa- saya takut. A- apakah bisa kita menunda nya? A-apakah ini memang pekerjaan saya untuk menjadi seorang pela cur bukan pelayan?” tanya Ella polos dan lirih di tengah ketakutan nya.
Untuk sesaat, lelaki itu terdiam saat melihat mata sayu Ella. Tatapan itu begitu sendu, mengingatkan nya akan sesuatu. Dan hingga akhirnya, ia mengangkat tubuh nya dan menjauh dari Ella.
Tanpa berkata lagi, lelaki itu langsung masuk ek dlaam kamar mandi dan membanting pintu nya. Tentu saja Ella sangat terkejut, namun ia juga sedikit bersyukur karena akhirnya bos besar nya tidak memaksa nya untuk menyerahkan mahkotanya saat ini. Walau Ella tahu, cepat atau lambat dia pasti akan kehilangan keperawanan nya. Tapi setidak nya Ella masih selamat untuk saat ini.
“Bapak hiks hiks, kenapa Ella harus seperti ini hiks hiks.” Gumam Ella terisak sambil menarik selimut untuk menutupi tubuh polos nya.
Sementara itu, bos besar yang tadi masuk ke dalam kamar mandi, kini langsung menuntaskan gairahh nya di bawah kucuran air shower. Ia snagat marah, namun ia juga tidak ingin memaksa Ella.
‘Cepat atau lambat, maka kamu akan menjadi milikku.’ Desis nya sambil terus bermain dengan adik kecil nya,
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments
Sintia Dewi
duh kok pemeran cwoknya gitu kali, kukira beriwibawa dgn kekuasaanya dgn kekayaanya yg gk abis2 bukan berkuasa dgn hal2 negatif...baru baca ya..smoga pemikiranqu salah
2023-04-09
1
Yuni Verro
siapa bos besarnya kasihan ella
2023-02-11
0
epifania rendo
kasian ella
2023-02-04
0