Ella di bawa ke sebuah tempat yang sama sekali tidak pernah ia temui apalagi datangi sebelumnya. Sebuah club yang letak nya lumayan jauh dari rumah nya. Sungguh Ella tidak menyangka bahwa kakak nya sering mendatangi tempat seperti ini.
Saat memasuki Club tersebut, jantung Ella sudah berdetak dengan begitu cepat. Ia begitu takut dan tubuh nya semakin bergetar hebat saat suara dentuman musik begitu emnggema di telinga nya.
“Tu-tuan, apa pekerjaan saya?” tanya Ella lirih. Saat ini dirinya sudah berada di sebuah kamar yang lumayan mewah bagi nya.
“Kamu tunggu disiniQ” titah salah seorang pengawal yang tadi menjemput nya. Ia di tinggalkan sendiri di kamar itu, hingga setelah beberapa saat muncul seseorang yang begitu ia kenal datang dengan membawa seseorang.
“Janu!” pekik nya terkejut.
“Ella!” pekik Janu tak kalah terkejut melihat sahabat nay berada di Club, “Kamu ngapain disini?” tanya nya panik.
“Jan- aku .. “
“Jangan bilang kamu Astaga Ella.” Janu langsung menutup mulut nya dengan kedua tangan nya, sungguh ia tidak menyangka bahwa orang yang akan ia urus berikutnya adalah Ella sahabat nya sendiri.
Pekerjaan Janu setiap malam selain DJ adalah ia akan mengurus untuk melihat dan mengecek setiap kali ada anak baru yang akan bekerja di sana. Anak baru yang di maksud adalah seorang wanita malam.
“Ka-kamu bekerja disini? Lalu apakah aku juga kerja kaya kamu? Aku gak ngerti tentang beginian, aku bingung Jan,” keluh Ella memelas.
“La, sorry. A-aku bingung,” Janu menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal, ia tidak bisa berbuat banyak. Ia juga bukan siapa siapa, dan sangat mustahil ia bisa menolong Ella dalam kondisi seperti ini.
“Kenapa bingung? Memang nya pa pekerjaan aku? Kalau Cuma masak, bersih bersih, aku bisa kok. Aku sudah biasa di rumah, atau mengantarkan makanan dan minuman? Aku juga bisa.”
“Bukan itu La,” Janu begitu frustasi menghadapi situasi seperti ini. Sahabat nya yang begitu polos dan lugu, kini harus terjerat dalam dunia seperti ini.
“De, kamu make up dia. Bajunya ini saja,” ucap Janu kepada MUA yang ia bawa tadi. Ia juga memberikan pakaian yang paing tertutup di antara yang ia bawa lainnya. “La, aku gak bisa terus disini, kamu akan di urus sama dia. Jangan membantah atau protes, aku akan coba bicara sama Bos.”
Ella menganggukkan kepala nya, lalu perlahan Janu pergi meninggalkanya dan menutup pintu kamar nya. Janu pun segera menemui atasan untuk menego tentang Ella, meski sangat mustahil, tapi setidak nya ia sudah berusaha membantu.
Tok,, tok . tok ...
“Masuk!” suara yang paling menakutkan kembai ia dengar, sejujur nya Janu sangat enggan dan takut untuk menmeui atasan nya.
Mneghirup napas panjang, Janu memberanikan diri untuk memutar knop pintu dan segera masuk. Tubuh seorang laki-laki yang begitu tegap dan berkuasa, duduk di kursi kebesaran nya dengan kaki ia letakkan di meja dan tangan memegang sebuah rokok.
“Ada apa?” tanya nya dingin.
“Tu-tuan, saya ingin menego tentang gadis yang baru saja masuk. Bolehkah-“
“Daniella Larasati.” Ucap lelaki itu langsung memotong ucapan Janu, membuat Janu langsung tersentak dan heran. Karena tidak biasa nya tuan besar nya ini mengetahui nama nama anak baru. Terlebih, Ella hanyalah sebagai ganti sang kakak, yang artinya sangat tidak mungkin bila bos besar nya itu langsung tahu tentang siapa Ella. Bkankah harusnya ia taunya itu Anggia bukan Ella.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments
Fitriana
Manarik bangat cerita nya sya sangat suka lanjut
2024-06-24
0
Mr.VANO
menari cerita novelmu thor,aku mau lanjut
2024-01-26
1
Yuni Verro
bosnya udh tau itu
2023-02-11
0