Dorr!
“Eh pisang loncat!” pekik seorang lelaki yang memiliki tulang lunak bak bandeng presto itu terkejut setiap kali Ella mengejutkan nya.
“Hahhaha, pisang siapa yang loncat?’ tanya Ella terkekeh saat melihat teman nya terkejut dan latah.
Janu, sahabat kecil Ella yang selalu menemani dan membantu Ella menjaga Toko. Janu memiliki perawakan tinggi dan lumayan tampan, namun hanya saja ia bertulang lunak.
“Iks, Ella kamu ini ihhh!” ucap nya dengan memanyunkan bibir sebal.
“Gimana hari ini Jan?” tanya Ella, lalu ia mengecek bagian kasir.
“Lumayan ramai, eyke capek cin. Noh yei lihat kuku kucu eyke yang cetar, patah satu hiks hiks.” Ucapnya sambil memperlihatkan kuku jarinya yang begitu berkilau namun sayang ada yang patah.
“Gapapa, nanti aku rapihin lagi kuku nya.” Kata Ella dengan menyengir kuda, yah memang kuku kuku cantik milik Janu adalah hasil karya jemari tangan Ella.
“Oh iya, bagaimana sekolah yei hem?” tanya Janu sambil memberikan makanan kepada Ella. Sudah biasa, Janu membawakan akan siang untuk Ella. Itu adalah makanan yang ia bawa dari rumah, makanan yang di masak oleh ibu Janu sendiri.
“Seperti biasa, pusing. Pengen cepat lulus, biar bisa cari kerja kantoran hehhe. Tapi mana bisa lulus SMA kerja kantoran yah hahhaa!” Ella tertawa renyah karena ucapan nya sendiri, sementara Janu hanya tersenyum mengaminkan ucapan Ella.
“La, Eyke yakin, suatu saat keinginan kamu akan terwujud. Kamu tidak akan sedih lagi, bahagia akan datang pada kamu, yey sabar ya.” Janu menatap Ella dengan sendu, ia sangat menyayangi Elal, gadis mungil itu sudah ia anggap adik nya sendiri.
“Amin, dan semoga kamu cepat tobat yah hahaha.” Kata Ella seketika membuat wajah Janu semakin cemberut sebal.
Setelah beberapa saat mengobrol, kini akhirnya Janu berpamitan kepada Ella. Ia harus bekerja cepat tidur, agar nanti malam bisa bekerja kembali. Yah, Janu bekerja di dua tempat, selain membantu Ella di toko, saat malam hari, ia juga bekerja di sebuah club malam menjadi seorang DJ. Tanpa Ella ketahui tentu nya.
Jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam, Ella pun mulai membereskan barang barang nya, lalu ia segera menutup toko dan bergegas pulang. Di sepanjang perjalanan, ia terus menggerutu sambil berdoa, lantaran jalanan malam itu sangat sepi. Mungkin karena habis hujan, dan ia semakin mempercepat langkah kakinya saat ia merasa ada seseorang yang mengikuti nya.
Jantung nya berdetak semakin cepat saat merasa langkah kaki di belakang nya semakin cepat. Dalam hati ia ingin menangis dan berteriak, namun ia juga sangat takut karena jalanan itu begitu sepi.
“Pait pait pait pait, setan demit jin atau apalah, jangan mendekat. Ella orang jelek, darah nya pahit, jangan ganggu!” gumam nya sambil semakin mempercepat langkah nya.
Hingga tiba – tiba tubuh nya semakin menegang saat merasa ada seseorang yang memegang pundaknya, membuat jantung nya semakin berdetak tak karuan.
“Huaaaa!” jeritnya yang langsung berjongkok dan menutup telinga nya, membuat seseorang yang menatap nya langsung mengerutkan dahi.
“Ngapain kamu kaya gitu?” Ella mendongakkan kepala nya saat merasa mengenali suara tersebut.
“Kakak!” seru Ella bernafas lega saat melihat ternyata kakak tirinya Anggia yang telah mengejar nya, “kakak darimana? Atau mau kemana?” imbuh nya sambil melihat lihat sekeliling, sepi sama sekali tidak ada orang.
“kamu bilang sama Ibu nanti, kalau kita ketemu di jalan, dan kamu lihat aku pergi sama Dira.” Ucap Anggia.
“Kakak mau kemana? Kak Dira nya mana?” tanya Ella lagi.
“Gak usah berisik, gak usah cerewet. Kamu bilang saja seperti itu, awas kalau bohong!” ancam Anggia lalu ia segera pergi berlalu meninggalkan Ella.
“Lah, yang bohong kan dia. Kenapa jadi Ella yang di ancam?” gumam nya pelan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments
🇮🇩Imelda🇰🇷
lanjut 👍
2024-08-18
0
hartini budiprajitno
awal ceritanya ckp menarik.
2024-07-06
0
Fitriana
saya sangat2 menyukai cerita ny
2024-06-24
0