Keesokan harinya berbagai postingan mengenai Revan muncul di mading sekolah dan semua itu postingan yang bersifat negatif, Revan benar-benar terkenal kali ini.
Bahkan murid-murid yang dulu tak mengenalnya sekarang mengenal sosok Revan. Namun, yang mereka pikirkan adalah Revan adalah pria yang suka mengintip wanita dan pria yang malang yang telah ditolak oleh Kinara.
Tiara yang membaca postingan tersebut benar-benar kesal, lagi-lagi Kinara melakukan sesuatu yang membuatnya begitu kesal padanya.
"Kinara benar-benar ya kamu, selalu kamu mempermalukan Revan di hadapan semua murid-murid sekolah," ucap Tiara mengepal tangannya, nafasnya naik turun menahan amarahnya.
Tiara mencari Revan dengan sangat marah, ia menanyakan kepada semua orang yang di temui nya, apakah mereka melihat Revan, tapi semua menjawab tidak.
"Apa kamu melihat Revan?" tanya Tiara pada sekelompok murid yang duduk di bangku taman sekolah.
"Revan yang badjingan itu ya, kak," jawab mereka.
Tiara ini marah, tapi di tahannya dan mengangguk. Berharap ia mendapat informasi dimana ia bisa menemui Revan, ia sudah lelah mencari kesana kemari, tapi tak menemukan nya.
"ohh ... badjingan itu tadi ada di belakang gedung 1," jawaban salah satu dari mereka.
"Ya, udah makasih ya," ucap Tiara bergegas menuju gedung 1.
Benar saja, Revan ada di sana bersama teman-temannya.
Melihat Tiara datang, mereka langsung pergi dari sana.
"Nanti kita ketemu lagi," ucap Revan saat mereka akan pergi dan dijawab jempol oleh mereka semua.
"Tiara ada apa?" tanya Revan berjalan mendekati Tiara.
Tiara tak menjawab, ia justru langsung menagis,
Semua orang di sekolah sekarang mengatakan jika Revan adalah badjingan dan semua itu ada balasan dari apa yang telah ia lakukan.
Tiara sangat emosional dan mencari keberadaan pada Revan, ia sangat marah dengan apa yang telah Revan lakukan.
Tiara mencari Revan bermaksud untuk memarahinya karena membuat dirinya malu hanya karena Kirana. Namun, saat bertemu dengan Revan ia justru menangis.
"Kenapa kamu menangis?" tanya Revan membawa Tiara kepelukannya.
"Kenapa postingan kamu seperti itu semua, semua murid sudah menganggap kamu badjingan, pria mesum," ucap Tiara di sebelah tangisnya. Dulu ia sangat bangga memamerkan jika Revan adalah tunangannya.
"Semua ini karena Kinara, Kinara yang sudah mempermalukanku" ucapnya melepas pelukannya dari Tiara.
Tiara menghapus air matanya, Kinara memang keterlaluan, dia selalu saja membuat masalah denganku," ucapnya.
"Tapi, apa benar Kinara yang mengunci mu di toilet wanita hari itu?"
Apa kamu juga tak percaya dengan apa yang aku katakan?"
"Bukannya, aku tak percaya, tapi melihat Kinara mana mungkin dia bisa mengalahkanmu, bagaimana caranya Kinara bisa mengunci mu di toilet wanita?" tanya Tiara heran.
"Aku juga tidak menyangka Kinara bisa sekuat itu," jawab Revan yang tak kalah herannya dengan Kinara yang saat ini sangat jauh berbeda dengan kinara yang sering digoda nya dulu.
"Aku yakin ada sesuatu yang dirahasiakan disini ada sesuatu yang salah, kita harus mencari tahu siapa sebenarnya Kinara yang sekarang," ucap Revan yang merasa jika mungkin saja Kinara yang berada di sekolah saat ini bukanlah Kinara yang mereka kenal.
"Tiara, kamu harus membantuku untuk mencari tahu semua ini, aku akan membongkar siapa sebenarnya Kinara jika semuanya sudah terbongkar dan membuktikan kepada semuanya aku janji akan melanjutkan pertunangan kita," ucap Revan memberikan janji manis kepada Tiara, memberikan harapan yang selama ini Tiara nantikan.
"Baiklah, aku akan membantumu, katakan saja apa yang harus aku lakukan," jawab Tiara yang juga merasa ada yang salah dengan Kinara.
Tiara kembali ke kelasnya, ia begitu senang, Ia bahkan terlihat seperti menutupi pipinya yang sedari tadi memerah membayangkan ia akan bertunangan dengan sosok Revan yang sangat dicintainya.
"Apa Aku sedang bermimpi ya, apakah ini benar-benar terjadi. Aku akan bertunangan dengan Revan," batin Tiara merasa senang.
"Iya terus membayangkan sosok Revan, tak mempedulikan beberapa murid yang terus membuat keributan di sekitarnya. Wajahnya terus saja memerah mengingat janji Revan padanya.
Kinara yang baru masuk ke dalam kelas tanpa sengaja tatapannya bertemu dengan Tiara.
Tiara menatap Kinara dengan tatapan penuh kemenangan, sekarang Revan akan menjadi tunangannya dan sekarang Revan tak lagi menyukainya, tapi justru membenci Kinara.
Kinara yang mendapat tatapan dari Tiara tak memperdulikannya dan langsung masuk duduk di bangkunya.
Kelas semakin berisik, gelak tawa anak-anak mengisi ruangan.
Kinara Ingin rasanya membungkam mulut mereka. Namun, ia sadar Sekarang usianya masih usia sekolah dan ini adalah masa-masa di mana Iya bercanda gurau bukan lagi sosok mafia yang dipenuhi dengan suara tembakan dan perkelahian.
Tak lama kemudian ketua kelas mereka masuk dengan membawa lembar score ujian semester.
Semua yang tadinya sangat berisik tiba-tiba diam seketika dan kembali ke tempat duduk mereka masing-masing.
Ketua kelas langsung berdiri di depan kelas memperlihatkan kertas yang ada di tangannya.
"Apa ada yang tahu kertas apa ini?" tanyanya melihat kearah teman-temannya yang juga melihat ke arahnya.
"Mana kami tahu, itu kan kamu yang pegang," ucap salah satu murid yang memancing teman-temannya tertawa mendengar ucapannya.
"Tenang-tenang semuanya, ini adalah …," ucap ketua kelas menjeda kalimatnya membuat mereka semua menjadi penasaran dan menantikan apa kelanjutan dari ucapan ketua kelas mereka.
Ketua kelas itu berdehem mengusir ketegangan yang ia sendiri belum melihat hasil skor yang ada di lembaran tersebut.
"Ini adalah lembar skor hasil ujian kita yang kemarin," ucapnya dengan satu tarikan nafas dan suara nyaring sontak membuat seluruh kelas menjadi kacau dan ingin mengetahui apa isi dari kertas tersebut.
Beberapa murid bahkan memukul meja untuk membuat kegaduhan.
Mereka semua antusias untuk mengetahui siapa yang memenangkan pertaruhan antara Kinara dan Tiara.
Ti-a-ra. Suara pendukung Tiara yang yakin bahwa Tiara lah yang akan memenangkan taruhan tersebut.
Tiara juga tersenyum penuh percaya diri, Ia sangat yakin jika dirinya lah yang akan memenangkan taruhan itu.
Di dalam kelas itu dominan pendukung Tiara, yang mendukung Kinara hanya sebagian kecil dari mereka yang sering di-bully oleh kelompok Tiara.
Mereka pun sebenarnya tak yakin jika Kinara akan menang. Namun, mereka lebih memilih untuk mendukung Kinara daripada Tiara karena pilihannya hanya mereka berdua.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Terima kasih sudah membaca 🙏
Mohon dukungannya ya dengan memberi like, vote, dan, komennya 🙏
salam dariku Author M Anha. Ig anha5569
Love you all 💕💕💕
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 123 Episodes
Comments
Apiin, bukan ipin pulang ke wp
😭😭😭
2023-07-07
0
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝘱𝘢𝘴𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘯𝘢𝘳𝘢 𝘺𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘢𝘯𝘨
2023-04-23
0
💕febhy ajah💕
aku anggap mereka kls 3 SMA
2023-03-07
0