Claudia sebelum meminta beberapa murid untuk mengawasi Kinara saat ujian, dan murid tersebut melaporkan jika berita terbaru yang tersebar di sekolah benar adanya.
Claudia yang penasaran pada sosok Kinara terus mengajak berbicara. Namun, dijawab singkat dan acuh oleh Kinara.
"Kinara, kamu yakin bisa menang dari Tiara. Aku dengar dalam ujian kemarin kamu sering terlambat datang dan memulai ujian terlambat, tapi kamu mengumpulkan soal ujianmu dengan cepat. Apa kamu yakin jawabanmu benar dan bisa mengalahkan Tiara? Tiara itu di atas kemampuan kamu loh!" ujar Claudia melihat Kinara yang terlihat begitu santai dalam menghadapi ujiannya padahal banyak orang di luaran sana begitu sangat menanti-nantikan hasil ujian kedua kakak beradik itu, karena taruhan yang mereka lakukan.
"Tentu saja, aku pasti menang. Kita lihat saja nanti," ucap Kinara dengan wajah yang penuh percaya diri menatap Claudia.
"Cih … percaya diri sekali kamu, emang kamu belajar dimana, setahuku dulu nilai ujian Kamu bahkan jauh di bawahku," ucap Claudia meremehkan.
"Kau tak usah tau aku belajar dimana!"
"Aku masih belum yakin sih kamu bisa juara 1," ucap Claudia meremehkan.
"Sepertinya Claudia ini anak yang baik, tak seperti teman-temannya yang lain. Sepertinya selama ini dia memang tak pernah berbuat jahat pada anak ini, hanya mulutnya saja yang kurang ajar ," batin Kinara sang mafia.
"Apa kau mendukungku dalam dalam pertaruhan ini?" tanya Kinara melihat Claudia yang duduk di atas kasurnya.
"Wah … kamar ini lumayan juga ya, seperti aku akan betah tinggal disini. Baiklah, mulai sekarang kita teman sekamar, aku akan mengambil beberapa barang-barang dan mulai besok ini adalah kamar kita," ucap Claudia.
Bukannya menjawab pertanyaan Kinara Claudia justru mengalihkan pembicaraan, mengganti topik dan berkata kalau mereka sekarang teman sekamar, tak ingin mengakui juga jika ia berada di tim pendukungnya.
"Memangnya kenapa kalau kita teman sekamar?" tanya Kinara berdiri duduk di meja belajar yang ada di kamar itu.
"Karena kita teman sekamar, mulai saat ini aku akan melindungimu," ucap Claudia berjalan mendekati Kinara dan menepuk pundaknya mengakrabkan diri.
Kinara melihat tangan Claudia yang masih ada di pundaknya lalu menepisnya. Membuat Claudia membulatkan matanya, merasa tak dihargai oleh Kinara.
Kinara menjauhkan dirinya, kini ia yang duduk disisi tempat tidur dan Claudia yang duduk di meja.
"Apa kau tidak takut jika Tiara tersinggung dan mengusikmu jika kau tak menjaga jarak dengan ku seperti murid-murid yang lain, bahkan saat aku mendekati mereka, mereka akan mencari alasan untuk menjauhiku karena takut jika mereka ketahuan tak menjaga jarak dengan ku," ucap Kinara ya sudah mulai tahu jika Kinara ini tak ada yang mau berteman dengannya karena takut dengan Tiara dan antek-anteknya.
*****
Semua orang di sekolah tahu jika Kinara adalah anak sulung yang tidak disayangi, sehingga walaupun ia kaya raya tidak banyak yang menyukainya. Berbeda dengan Tiara, mereka semua tahu Tiara adalah kesayangan ayahnya dan memiliki prestasi yang baik hingga semua orang memujinya dan berlomba-lomba ingin menjadi temannya.
Mereka dari ayah yang sama. Namun, mereka diperlakukan dengan tak sama oleh ayah mereka. Ayah Kinara terpaksa menikahi ibunya karena jebakan oleh Ibu Kinara, sedangkan dengan Diana, Ibu Tiara dinikahinya karena mereka saling mencintai, bahkan mereka menjalani hubungan saat ibu Kinara masih hidup dan lahirlah Tiara yang seusia dengan Kinara. Tiara menjadi anak kesayangan ayahnya.
*****
Mendengar apa yang dikatakan oleh Kinara, Claudia tertawa terbahak-bahak seperti ia sedang mendengar sebuah lelucon yang sangat lucu.
"Kamu ngelawak, ya!" ucapnya tertawa, "Aku takut sama Tiara, ayolah Tiara itu bukan apa-apa bagiku. Untuk apa juga aku takut dengannya, yang ada sebaliknya dia yang harus hormat padaku," ucap Claudia menyambungkan dirinya.
"Kekayaan papaku jauh di atas kekayaan ayahnya eh maksudnya ayah kalian," tambah Claudia menyombongkan kekayaan papanya.
Semua orang tahu tentang keluarga Claudia, Keluarga yang paling terkaya di wilayahnya dan Claudia sebagai keturunan satu-satunya, pewaris dari seluruh harta kekayaannya keluarganya dan merupakan anak yang paling disayangi.
Bukan cuma itu, Ayah Claudia adalah pemilik saham terbesar dimana mereka bersekolah, sehingga semua sangat menghormati Claudia yang secara tak langsung merupakan pemilik sekolah tersebut.
Claudia akan selalu dibenarkan di setiap perkataannya. Seperti saat ia mengatakan hal buruk tentang Reven, semua murid langsung percaya dengan apa yang dikatakannya, tak ada yang berani menentangnya termasuk Tiara dan gengnya.
"Hmm ... aku tak peduli siapa dirimu dan seberapa kaya keluargamu, yang jelasnya selama kau tinggal disini ada aturan yang harus kau penuhi," ucap Kinara yang tak peduli siapa yang tinggal dengannya karena setelah mengikuti ujian dua bulan kemudian ia akan pergi dari asrama itu.
"Baiklah aku akan pulang ke rumah dan mengambil barang-barangku, mulai besok aku anak tinggal disini," ucap Claudia mengambil tasnya dan berjalan keluar menuju ke arah pintu.
Saat akan mencapai pintu Claudia melambatkan langkahnya, ia berfikir jika Kinara akan memintanya untuk tidak pergi dan menemaninya di sana. Namun, ternyata dugaan salah, Claudia salah mengira, Kinara sama sekali tak memperdulikannya tak menahan nya. Saat berbalik Claudia bisa melihat jika melihat Kinara sudah berbaring di kasurnya memainkan ponselnya dengan santai tak menganggap kehadirannya.
"Ngeselin banget sih ni anak, nggak tahu apa semua murid di sekolah sangat bangga saat berteman denganku, dia malah cuekin aku begini sih, tapi kenapa juga aku mau berteman dengan, sampai harus pindah di tempat seperti ini," batin Claudia melihat sekeliling asrama itu yang jauh dari kata mewah untuk levelnya, dengan kesal Ia pun pergi dari asrama itu sambil terus menggerutu di sepanjang jalan,bisa-bisanya seorang Kinara mengabaikannya.
Kinara mendongak dan melihat Claudia yang sudah menjauh. Kinara tersenyum, ia tahu jika Claudia sebenarnya ingin berteman dengannya, tapi ia berpura-pura mengabaikannya, ia ingin tahu Seperti apa sosok Claudia itu ia tak ingin jika suatu terjadi saat Kinara gadis SMP ini mendapat teman yang justru memanfaatkannya.
Ia ingin tahu apakah Claudia ini tulus ingin berteman nya.
Kinara melihat kedua telapak tangannya dan menghampiri cermin, melihat dirinya di pantulan cermin,
"Anak ini sungguh polos, entah bagaimana ia menjalani hari-harinya selama ini, aku harus melakukan sesuatu," mendekatkan wajahnya ke cermin, melihat bagian kanan dan kiri, "Masih belum ada perubahan," ucapnya melihat wajahnya yang masih pas-pasan. "Aku harus membuat anak ini lebih modis dan mungkin saja bisa lebih cantik lagi."
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Terima kasih sudah membaca 🙏
Bagaimana pendapat kalian tentang bab ini,???🤔🤔🤔
Semoga menghibur ☺️
Salam dariku Author M Anha ❤️ Ig anha5569🤗
Love you all 💕
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 123 Episodes
Comments
Nuraini Enung
sistem nya kemana thor kok ga di ubah jd cantik pakai poin
2024-10-25
1
Kustri
hmmm.... ini yg qu tunggu
2023-05-10
1
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝘒𝘪𝘯𝘢𝘳𝘢 𝘺𝘨 𝘤𝘶𝘱𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪 𝘳𝘶𝘣𝘢𝘩 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘒𝘪𝘯𝘢𝘳𝘢 𝘴𝘢𝘯𝘨 𝘲𝘶𝘦𝘦𝘯 𝘮𝘢𝘧𝘪𝘢
2023-04-23
0