Ketua kelas adalah seorang laki-laki yang memakai kacamata, bertubuh tinggi kurus. Namun, wajahnya tak kalah tampannya dari murid-murid yang lainnya. Terlebih lagi Ia adalah salah satu murid tercerdas di kelasnya, ketua kelas mereka bernama Bayu.
Bayu, Tiara dan Claudia hanya mereka bertiga lah yang silih berganti menempati posisi pertama yang mendapatkan skor tertinggi di kelasnya.
Mengetahui jika yang Bayu pegang adalah hasil ujian mereka, mereka semua langsung rusuh, antusias untuk mengetahui siapa pemenang dalam perlombaan taruhan antara Kinara dan Tiara.
Mereka semua tak menghiraukan siapa yang akan menjadi juara 1 di kelasnya, tapi lebih ingin tahu Siapa pemenang dalam taruhan itu.
Bayu sengaja mengerjai teman temannya dengan memberi jeda di setiap perkataannya.
"Bayu ayo dong, umumkan kita penasaran, tahu," ucap salah satu dari murid yang langsung diiyakan oleh murid lainnya.
"Sabar dong, kita akan tahu hari ini juga Setelah sekian lama kita menunggu, siapakah yang akan memenangkan pertaruhan ini."
"Ingat ya, siapapun yang kalah harus sportif dan menjalani hukuman yang telah disepakati bersama, kita semua menjadi saksi waktu itu, Benarkah???"
"BENARRRRRR" ucap mereka serentak.
Para pendukung Tiara sudah tak sabar melihat Kinara yang belakang ini terlihat sangat sombong berlutut di hadapan mereka semua.
Perlahan Bayu membuka kertas tersebut, berlagak keren dan bersiap untuk membacanya.
Beberapa murid jahil menambahkan ketegangan dengan memukul meja layaknya memukul drum dalam sebuah pengumuman pemenang juara lomba di TV.
Bayu kembali berdehem membuat situasi menjadi tenang kembali, menaikkan kacamatanya dan satu tangan yang memegang lembar catatan skor tersebut.
"Saya atas nama Bayu Prasetya, yang bertugas sebagai ketua kelas di kelas kita ini akan mengumumkan skor tertinggi hasil ujian kita, sekaligus pengumuman siapakah yang memenangkan pertaruhan antara Kinara melawan Tiara," ucap Bayu berlaga menirukan seorang kepala sekolah yang akan mengumumkan pengumuman penting.
"Huuuuuuuu," teriak mereka semua.
"Bayu cepat dong."
"Lama," teriak mereka yang sudah tak sabar.
"Iya nih, tinggal sebut aja, Tiara gitu," ucap murid dari tim Tiara.
Membuat kelas menjadi rusuk kembali bahkan beberapa siswa yang gemes melempar Bayu dengan bola kertas, mereka sengaja merobek buku pelajaran mereka yang masih kosong untuk melampiaskan kekesalannya mereka kepada Bayu yang terus dengan saja mengulur waktu membaca kan siapkan yang akan menjadi pemenangnya.
"Oke, oke, oke," ucap Bayu tertawa dan menenangkan mereka semua, beruntung Ia hanya dilempar oleh kertas sehingga tak terasa sakit. Bayu tak membayangkan jika yang dilemparkan kepadanya adalah sebuah batu. Bayu bergidik sendiri membayangkannya.
Jadi, skor tertinggi semester kali ini dimenangkan oleh …," kembali menjeda kalimatnya.
Semua terdiam menatap Bayu dengan tatapan lurus, jantungnya berpacu memasang telinga mereka mengetahui kalimat apa yang akan diucapkan oleh Bayu, begitu juga dengan Tiara, walau ia terlihat sangat percaya diri akan menang, tetapi jantungnya juga berdetak kencang ingin mengetahui hasil yang sesungguhnya yang sebentar lagi akan dibacakan oleh Bayu.
Di saat mereka semua tegang Kinara dan Claudia justru santai memainkan ponsel mereka.
"kenapa Kinara dan Claudia terlihat begitu santai, apa Claudia sekarang berada di tim Kinara," batin Tiara yang beberapa kali melihat mereka bersama.
"Pemenangnya adalah ... Kinara," teriak Bayu menunjuk ke arah Kinara.
Kinara yang mendengar namanya disebut melihat ke arah Tiara dan mengedipkan matanya, berdiri dan melambaikan tangannya kepada mereka semua, memberikan ciuman di udara kepada tim Tiara yang tercengang mendengar apa yang diumumkan oleh Bayu.
Siapa nama yang keluar sebagai pemenang sekali juara 1 di kelasnya tahun ini. secara tak langsung ia juga mengalahkan Claudia dan Bayu.
Sejenak suasana kelas menjadi sepi, terhenyak dengan pikiran mereka masing-masing.
Kemudian beberapa orang yang mendukung Kinara membuat keributan merayakan kemenangan mereka seolah mengejek lawan.
Tim Tiara tak berkutik, tim yang mereka banggakan kini kalah telak."
Beberapa murid di Tim Tiara bahkan melongo dan saling pandang, "Apakah aku juga kalah dan harus memanggil Kinara dengan sebutan ayah," batinnya menelan ludah dengan susah.
"Tunggu, kamu pasti salah membaca 'kan? Kinara tak mungkin menjadi pemenang!" ucap salah satu pendukung Tiara yang baru tersadar dari kenyataan jika Kinara lah yang mendapat juara pertama dan otomatis memenangkan pertaruhan tersebut.
"Iya, benar. Pasti ada kesalahan," ucap yang lain membenarkan ucapan teman satu tim mereka.
Semua orang kembali diam begitu juga dengan tim Kinara yang tadinya rusuh merayakan kemenangannya, semua murid di kelas kembali menatap pada Bayu, mencoba mencari kebenaran apakah Ia salah membaca atau tidak.
Salah satu tim Tiara naik menghampiri Bayu dan mengambil kertas tersebut, melihat apakah benar nama Kinara yang tertera sebagai juara 1.
Semua langsung berkumpul untuk melihat lembar skor tersebut, memastikan apakah yang diucapkan oleh ketua kelas mereka benar apa adanya, jika Kinara lah yang menjadi pemenang.
Tiara yang tadinya terus saja tersenyum yang tenggelam dalam kebahagiaannya saat Revan menyatakan perasaannya kepadanya tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya, kenyataan jika Kinara lah yang menjadi di pemenang dengan wajah yang tidak percaya Tiara mengambil lembar skor tersebut. Disana tertulis dengan jelas jika Kinara lah yang menjadi pemenang dengan skor sebesar 535 dari total skor 560.
Tiara mematung melihat skor yang diperoleh oleh Kinara, selain skornya yang sangat tinggi itu juga menyatakan jika ia kalah dalam pertarungan.
Kemarin Claudia sebenarnya sudah mengetahui Siapa pemenang dari lomba tersebut ia sengaja mengambil lembar skor tersebut dan memperlihatkannya kepada Kinara, membuat mereka hari ini begitu tenang karena sudah mengetahui jika tim merekalah yang menang.
Mengambil lembar skor hasil ujian bukanlah hal yang sulit untuk Claudia, Ia hanya tinggal meminta kepada guru dan mengembalikannya setelah memperlihatkannya kepada Kinara.
Kinara berjalan mendekati ke arah Tiara yang masih mematung melihat hasil skor tersebut, Kinara mengambil kertas skor dan menunjukkan namanya kepada Tiara, menunjukkan dimana namanya berada di posisi teratas. Kinara bahkan memperlihatkan kertas tersebut pada tim Tiara.
"Kalian lihatkan Siapa nama yang tertera di sini KI-NA-RA. Ucap Kinara mempertegas jika ia Yang memenangkan juara 1 di ujian semester.
Tiara merasa sangat malu. Namun, Ia tetap memasang wajah sombongnya.
"Aku yakin kamu pasti curang kan," Bela salah satu tim Tiara.
"Benar, nilai kamu itu pasti hasil dari nyontekan" ucap yang lainnya menimpali.
Mereka pun semua membenarkan jika Kinara melakukan kecurangan dalam ujian mereka, tak menerima kenyataan jika tim mereka kalah.
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Terima kasih sudah membaca 🙏
Bagaimana pendapat kalian tentang bab ini,???🤔🤔🤔
Semoga menghibur ☺️
jangan lupa like, vote, dan komennya 🙏
Salam dariku Author M Anha ❤️ Ig anha5569🤗
Love you all 💕
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 123 Episodes
Comments
Aprilia Amanda
gimana mau curang? bukannya yg di dalem waktu ujian cuma mereka?
2024-12-13
0
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝘵𝘪𝘢𝘳𝘢 𝘱𝘢𝘴𝘵𝘪 𝘨𝘢𝘬 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘛𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢 𝘬𝘭 𝘬𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘥𝘳 𝘒𝘪𝘯𝘢𝘳𝘢
2023-04-23
0
kutu kupret🐭🖤🐭
ciiiiihhh tidak terima kekalahan 👿
dasar pecundaaang 🖕
2023-02-10
0