Otak Mesum.

Ingatan tentang Revan tiba-tiba muncul, ingatan jika Revan pernah mengatakan  akan menembak Kinara dan merahasiakannya dari Tiara, Kinara merasa tak enak, ia yakin jika Revan adalah salah satu orang yang selalu mengganggu Kinara, timbul keinginannya untuk memberi pelajaran kepada pria yang ada di depannya ini.

"Kamu benar suka sama aku, dan ingin aku jadi pacarmu?" Tanya Kinara melepas ikat rambutnya, membiarkan rambut hitamnya tergerai menatap menggoda pada Revan.

"Apa kau tahu, hari ini kau terlihat makin cantik," ucap Revan mendekati Kinara yang berdiri tak jauh darinya. Saat Revan akan mengulurkan tangannya untuk menggapai pipi Kinara, tiba-tiba Revan sudah berbaring di lantai, merasakan sakit di bagian belakangnya.

Ya, saat Revan mengulurkan tangannya Ingin menggapai pipi Kinara, Kinara dengan sigap menangkap tangan Revan dan melemparnya melalui bahunya hingga terkapar di lantai.

Revan masih berbaring di lantai, ia masih mencerna apa yang baru saja dilakukan Kinara padanya.

Revan mengerjapkan matanya, menata Kinara yang berdiri sambil tersenyum masih dengan raut wajah menggodanya.

"Apa yang kau lakukan padaku," teriak Revan yang baru tersadar jika baru saja Kinara membantingnya.

Senyuman menggoda Kinara berubah menjadi senyuman jahat, yang menarik Revan masuk ke kamar mandi menenggelamkan wajahnya di wastafel.

"Rasakan ini," Kesal Kinara.

"Apa yang kau lakukan, lepaskan aku," berontak Revan mencoba melepas genggaman Kinara, yang disialnya tak bisa ia lepaskan.

Kinara kembali menenggelamkan kepala Revan di wastafel berharap otak mesum nya terendam dan hilang dari kepalanya.

Sekuat apapun Revan memberontak. Namun, ia tak bisa mengalahkan kekuatan Kinara.

Kinara memegang erat pergelangan tangan Revan dan memelintir, menguncinya kebelakang membuat Revan tak bisa bergerak.

Setelah dirasa cukup Kinara menendang Revan masuk ke dalam toilet wanita dan menguncinya.

"Kinara, apa yang kau lakukan, buka pintunya," teriak Revan dari balik pintu sambil terus berusaha memutar gagang pintu. Namun, pintunya tak kunjung terbuka. Kinara sudah menguncinya dari luar.

"Semoga kamu betah di dalam sana," balas Kinara meneriakinya.

Kinara melihat tempat sampah yang tak jauh darinya, Ia pun mengambil dan melempar tempat sampah itu melalui atas pintu membuat Revan yang berusaha membuka pintu itu mendapat guyuran sampah.

"Awas ya kamu Kinara," teriak Revan tak terima.

"Ini baru peringatan pertama untukmu, jangan coba-coba mendekatiku atau menggangguku," kata Kinara menendang pintu sebelum pergi dari sana.

Saat akan pergi tiba-tiba terdengar suara sistem.

"Suara ini lagi," batin Kinara menghentikan langkahnya. Ia masih mengingat saat pertama kali ia masuk ke dalam tubuh Kinara gadis SMP ini, suara ini juga itu muncul.

Suara itu mengatakan jika ia mendapat tambahan skor 5 dan menyatakan jika skornya menjadi 10 saat ini.

"Wah !!!" Seru Kinara senang, "Ternyata memberi pelajaran bisa mendapatkan poin."

"Terima kasih Revan atas poinnya," guman Kinara memberi ciuman di udara pada Revan yang ada di balik pintu masih terus berteriak.

Kinara berjalan dengan senang kembali ke kelasnya.

Kinara masuk ke kelas, kelas masih sama seperti sebelumnya terdapat banyak anak-anak dengan keseruan mereka masing-masing, mereka duduk berkelompok bersama dengan teman-temannya. 

Kinara tak memiliki teman dalam kelas itu, ia memilih untuk duduk diatas bangku sambil memainkan ponselnya, mengabaikan mereka yang tertawa bersama dengan kelompoknya.

Salah satu teman kelas Kinara yang duduk bersebelahan dengannya menegurnya.

"Kinara, sombong sekali kamu. Mengatakan bisa juara 1 dan mengalahkan Tiara, tapi malah main ponsel bukannya kamu belajar, apa kamu bisa menang hanya dengan bermain ponsel," tegur Claudia.

Claudia adalah anak tunggal dari keluarga kaya raya memiliki sifat loyalitas, bisa dibilang di dalam kelas itu Claudia salah satu orang terkaya dari semua murid di kelasnya dan merupakan murid yang tak pernah di bully oleh Jenika dan teman-temannya, karena levelnya diatas mereka.

Bisa berteman dengan Claudia merupakan suatu kehormatan dan keistimewaan bagi mereka. Namun, Claudia selalu menjaga jarak dengan mereka, ia tak sembarangan dalam memilih teman.

Kinara ingin menjawab. Namun, tak jadi dan kembali melanjutkan berselancar di ponselnya.

Claudia tertawa bodoh, menertawakan  dirinya sendiri yang merasa dicuekin.

"Ternyata anak ini menarik juga, dia orang pertama yang bersikap seperti ini padaku. Aku jadi penasaran seperti apa anak ini sebenarnya," batin Clau, sebutan teman-temannya memanggil Claudia.

Clau merasa jika Kinara berbeda dari teman-temannya yang biasa, mereka sering memuji-mujinya agar bisa berteman dengannya, berbeda dengan Kinara yang justru tidak menggubrisnya sama sekali.

****

Revan yang masih terkunci di toilet terus berjalan mondar-mandir, sudah 2 jam ia di dalam toilet itu. Dari waktu ke waktu ada saja murid perempuan yang keluar masuk di saat Revan ingin keluar selalu saja ada suara-suara wanita yang sedang menggunakan toilet tersebut.

Revan tak mengeluarkan suara sedikitpun, bahkan saat seseorang mencoba membuka pintu toilet yang ada dirinya di dalamnya, ia takut diketahui orang lain dan dituduh sebagai orang mesum karena ia berada di dalam toilet wanita.

Revan mendekatkan kupingnya ke pintu, Ia tak mendengar suara-suara lagi di luar sana, Ia berpikir jika toilet itu sudah sepi.

Revan dengan sekuat tenaga menendang pintu sehingga pintu itu terbuka. Namun, ternyata dugaannya salah, masih ada murid perempuan yang berada di dalam toilet.

"Aaaaa," teriak anak itu berlari keluar saat melihat Revan berada di dalam toilet wanita.

Revan yang menyadari itu buru-buru untuk lari keluar, tapi satu kelompok murid perempuan berjalan menghalangi jalannya.

"Apa dia murid laki-laki yang mengintip di toilet wanita?" tanya salah satu dari kelompok tersebut. Bertanya pada wanita yang baru saja melaporkan keberadaan Revan pada mereka.

"Iya, aku tak tau sejak kapan dia berada di toilet itu, tapi saat aku masuk Revan sudah ada di sana, sepertinya ia sengaja mengintip murid perempuan. Dasar  mesum," ucap murid perempuan tadi.

"Nggak ... bohong, Aku sama sekali tak mengintip. Untuk apa juga aku mengintip," ucap Ravan gelagapan.

"Kamu jangan mencari alasan kalau kamu memang tak mengintip, ngapain kamu di dalam toilet wanita, di sana kan ada toilet khusus murid laki-laki," sahut salah satunya.

"Iya, ngaku aja deh. Kamu ngintip kan, dasar mesum. Kita laporkan saja ke guru BP," sahut yang lainnya membuat Revan semakin ketakutan, image-nya di sekolah akan rusak jika Ia sampai dipanggil oleh guru BP karena masalah mengintip murid perempuan, sungguh sangat memalukan pikirnya.

"Nggak ... aku nggak mengintip, ini semuanya hanya salah paham, tolong percaya sama aku," ucap Revan mencoba meyakinkan mereka semua. Namun mereka semua tak ada yang percaya karena buktinya Revan berjalan dari arah kamar mandi.

💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖

Terima kasih sudah membaca 🙏

Jangan lupa like dan komennya ya 🤗

Salam dariku Author M Anha ❤️

💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖

Terpopuler

Comments

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝘳𝘢𝘴𝘢𝘪𝘯 𝘭𝘩𝘰 𝘙𝘦𝘷𝘢𝘯 👎👎👎👎👎

2023-04-23

0

Alya Yuni

Alya Yuni

Hhhhhh rasain Revan

2022-08-05

0

Jumsan Nande

Jumsan Nande

hahaha,,,,rasaain tuh revan ,makanya jgn usil

2022-07-05

0

lihat semua
Episodes
1 Dimana Aku.
2 Perubahan Kinara
3 Sang Mafia
4 TARUHAN.
5 Idola Sekolah
6 Otak Mesum.
7 Dia Milikku
8 Mencoba Menahan Emosi
9 Misteri Lipan
10 TEMAN BARU
11 TEMAN BARU (part 2)
12 AKSI KINARA
13 AKSI KINARA ( part 2)
14 Mulai Curiga
15 Sistem + 5 poin.
16 Hukum Revan.
17 Siapa yang nembak siapa yang di tolak
18 Hasil ujian.
19 Pemenangnya
20 Nilai Tertinggi
21 Tak Menerima Kekalahan.
22 Pembuktian.
23 Hukuman Dari Perkataan
24 Taruhan
25 Menjalani Hukuman
26 Kekalahan Tiara
27 Hadiah Sesungguhnya.
28 Singa Betina
29 Peringatan.
30 Fitnah.
31 PEMBUKTIAN
32 Rekaman Sistem.
33 Pulang ke Rumah
34 Kemarahan Kinara
35 Hanya balasan kecil.
36 Berwajah Dua
37 Kebohongan Tiara
38 Luka Kinara.
39 Peringatan Ayah.
40 Pria Menyebalkan.
41 Perkenalan.
42 Pesona Kinara
43 Mulai Tertarik.
44 Gelang onyx
45 Gelang Istimewa.
46 Kekesalan Kinara
47 Jebakan
48 Ruang Penyimpanan.
49 Hanya ingin berteman
50 Kinara Vs Vano
51 Rok pendek.
52 Penguntit.
53 Kecurigaan Kinara.
54 Rumah terasa markas Musuh.
55 Skor Serangan Balik
56 Rumor Foto.
57 Tak ingin Membuang waktu.
58 Pengakuan Keyla
59 Hukuman Keyla.
60 Misi Pencarian informasi.
61 Kemenangan Kinara.
62 Memanfaatkan kesempatan.
63 Membuat jalan menuju Misi
64 Semakin Mendekati Target.
65 Malam Gala Seni.
66 Perubahan Keyla.
67 Tiara Mulai Berulah
68 Rencana Tiara.
69 Persaingan di Atas Panggung
70 Kejutan Tak Terduga
71 Pesona Vincent.
72 Mengagumi dalam diam.
73 Sikap Cuek Kinara.
74 Keistimewaan Nama Vincent
75 Apakah itu alasannya?
76 kesempatan Kinara.
77 Tamu Terhormat.
78 Pantang Menyerah Sebelum Mencoba.
79 Misi Berhasil.
80 Anggota geng Naga Hitam
81 Dua Kubuh
82 Kawan atau Lawan
83 Sambutan anggota Naga Hitam.
84 Jangan meremehkan Kinara.
85 Saling mengagumi.
86 Pria Misterius.
87 Target Kinara.
88 Pendaftar Rahasia
89 Membalikkan keadaan
90 Misteri Kayla
91 Siapa Pelaku Sesungguhnya
92 Bukti Kinara
93 Kemajuan Sistem
94 Kemampuan Kinara
95 Kemenangan yang Sempurna
96 Keputusan Kinara.
97 Kekecewaan Claudia.
98 Saling Jujur.
99 Misi Pertama
100 Menjalankan Misi
101 Rencana Kinara .
102 Identitas tersembunyi
103 Vano menghilang.
104 Hanya dugaan.
105 Mencari Kebenaran
106 Tujuan Kinara.
107 Lencana Mawar Hitam.
108 Saling Melindungi
109 Kinara dan Vincent beraksi.
110 Waktu Beraksi.
111 Merasa kehilangan setelah tak bersama.
112 Kecemasan Anggota geng
113 Jejak darah
114 Semakin Mendekati Target
115 Apa Alasannya?
116 Saling Melindungi
117 Kinara Sang Mafia Terkuat.
118 Cinta dan Takdir
119 Kembalinya sang Mafia
120 Cinta Kinara ( TAMAT)
121 Promo karya ; JBLACK
122 Promo karya: Liana Aksara
123 Promo karyaku.
Episodes

Updated 123 Episodes

1
Dimana Aku.
2
Perubahan Kinara
3
Sang Mafia
4
TARUHAN.
5
Idola Sekolah
6
Otak Mesum.
7
Dia Milikku
8
Mencoba Menahan Emosi
9
Misteri Lipan
10
TEMAN BARU
11
TEMAN BARU (part 2)
12
AKSI KINARA
13
AKSI KINARA ( part 2)
14
Mulai Curiga
15
Sistem + 5 poin.
16
Hukum Revan.
17
Siapa yang nembak siapa yang di tolak
18
Hasil ujian.
19
Pemenangnya
20
Nilai Tertinggi
21
Tak Menerima Kekalahan.
22
Pembuktian.
23
Hukuman Dari Perkataan
24
Taruhan
25
Menjalani Hukuman
26
Kekalahan Tiara
27
Hadiah Sesungguhnya.
28
Singa Betina
29
Peringatan.
30
Fitnah.
31
PEMBUKTIAN
32
Rekaman Sistem.
33
Pulang ke Rumah
34
Kemarahan Kinara
35
Hanya balasan kecil.
36
Berwajah Dua
37
Kebohongan Tiara
38
Luka Kinara.
39
Peringatan Ayah.
40
Pria Menyebalkan.
41
Perkenalan.
42
Pesona Kinara
43
Mulai Tertarik.
44
Gelang onyx
45
Gelang Istimewa.
46
Kekesalan Kinara
47
Jebakan
48
Ruang Penyimpanan.
49
Hanya ingin berteman
50
Kinara Vs Vano
51
Rok pendek.
52
Penguntit.
53
Kecurigaan Kinara.
54
Rumah terasa markas Musuh.
55
Skor Serangan Balik
56
Rumor Foto.
57
Tak ingin Membuang waktu.
58
Pengakuan Keyla
59
Hukuman Keyla.
60
Misi Pencarian informasi.
61
Kemenangan Kinara.
62
Memanfaatkan kesempatan.
63
Membuat jalan menuju Misi
64
Semakin Mendekati Target.
65
Malam Gala Seni.
66
Perubahan Keyla.
67
Tiara Mulai Berulah
68
Rencana Tiara.
69
Persaingan di Atas Panggung
70
Kejutan Tak Terduga
71
Pesona Vincent.
72
Mengagumi dalam diam.
73
Sikap Cuek Kinara.
74
Keistimewaan Nama Vincent
75
Apakah itu alasannya?
76
kesempatan Kinara.
77
Tamu Terhormat.
78
Pantang Menyerah Sebelum Mencoba.
79
Misi Berhasil.
80
Anggota geng Naga Hitam
81
Dua Kubuh
82
Kawan atau Lawan
83
Sambutan anggota Naga Hitam.
84
Jangan meremehkan Kinara.
85
Saling mengagumi.
86
Pria Misterius.
87
Target Kinara.
88
Pendaftar Rahasia
89
Membalikkan keadaan
90
Misteri Kayla
91
Siapa Pelaku Sesungguhnya
92
Bukti Kinara
93
Kemajuan Sistem
94
Kemampuan Kinara
95
Kemenangan yang Sempurna
96
Keputusan Kinara.
97
Kekecewaan Claudia.
98
Saling Jujur.
99
Misi Pertama
100
Menjalankan Misi
101
Rencana Kinara .
102
Identitas tersembunyi
103
Vano menghilang.
104
Hanya dugaan.
105
Mencari Kebenaran
106
Tujuan Kinara.
107
Lencana Mawar Hitam.
108
Saling Melindungi
109
Kinara dan Vincent beraksi.
110
Waktu Beraksi.
111
Merasa kehilangan setelah tak bersama.
112
Kecemasan Anggota geng
113
Jejak darah
114
Semakin Mendekati Target
115
Apa Alasannya?
116
Saling Melindungi
117
Kinara Sang Mafia Terkuat.
118
Cinta dan Takdir
119
Kembalinya sang Mafia
120
Cinta Kinara ( TAMAT)
121
Promo karya ; JBLACK
122
Promo karya: Liana Aksara
123
Promo karyaku.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!