Hukum Revan.

Kantin diramaikan dengan pembahasan Raven, hampir semua anak-anak membahas tentang Revan idola mereka.

Ada yang masih setia mendukungnya dan ada juga yang mulai membencinya, wajah tampan Revan tak mempengaruhi mereka yang kesal dengan ulah Revan, ngintip di toilet wanita itu adalah perbuatan mesum.

Suasana kantin dipenuhi pembahasan tentang kemesuman Revan, masih ada segelintir murid yang membelanya. Semua langsung berhenti saat salah satu idola sekolah lainnya memasuki Kantin. 

Claudia melihat Kinara duduk di salah satu meja, iapun menghampirinya dan langsung mengambil makanan yang ada di piring Kinara.

"Itu makananku, tak bisakah kau mengambil makananmu sendiri?"

"Memangnya kenapa jika aku mengambil makanannya, kamu keberatan?"

"Tentu saja aku keberatan. Aku yang mengantri untuk makanan itu dan membayarnya dengan uangku, kamu jangan seenaknya hanya mengambil makanan orang lain tanpa izin."

"Kamu mempermasalahkan makanan ini karena kamu sudah membayarnya? Asal kau tahu memberi dirimu saja aku mampu membayarnya," kesal Claudia.

Merasa di permalukan Claudia, langsung menggebrak mejanya.

Selamat ini tak ada yang berani menegur apapun yang Claudia lakukan, termasuk mengambil makan anak lainnya di kantin.

Kantin yang sangat berisik menjadi tenang, semua menatap ke arah Kinara dan Claudia. 

Tak ada suara, semua orang mendengar suara Claudia dan pembahasan bisik-bisik masalah Raven berubah menjadi pembahasan tentang Kinara.

Bagaimana sikap Kinara kepada Claudia, mereka terus-terus berbisik-bisik jika Kinara sangat berani menentang Claudia.

"Kinara berani sekali dengan Claudia. Dia kan si gadis cupu yang biasanya hanya tinggal di perpustakaan itu 'kan?"

"Iya, dulu bahkan Kinara tak berani ke kantin, sekarang coba lihat dia berani melawan seorang Claudia."

"Aku dengar dia juga pernah mengalahkan Jenica."

"Kalian tahu nggak, sekarang yang paling dinanti-nanti, Kinara melawan taruhan salah satu murid terpintar di sekolah kita?"

Bisik-bisik tentang perubahan Kinara mulai menjadi topik dalam kantin tersebut, Kinara yang dulu pecundang kini mampu unjuk gigi dan membalas beberapa perbuatan yang telah dialaminya dulu.

Claudia menajamkan pendengarannya, Ia baru menyadari jika dirinya dan Kinara menjadi bahan pembicaraan di kantin itu. Claudia menyadari jika tadi ia telah mengatakan sesuatu yang salah, ia keberatan mengeluarkan uang untuk roti yang akan dimakannya. Padahal ia terkenal orang yang paling kaya di sekolah itu.

 Semua murid  memperhatikan ke arah meja mereka berdua.

Membicarakan jika apa yang membuat seorang Claudia menghampiri si cupu Kinara.

Ambil ini sebagai harga roti mu, itu lebih dari cukup kan," ucap Claudia tak ingin dipandang remeh, ia memberikan uang sebesar  Rp 100.000 kepada Kinara.

Kinara hanya tersenyum kecut melihat uang yang ada di meja.

"Kau sudah mengambil makananku, apa menurutmu Aku tidak membutuhkan makanan?" tanya Kinara dengan tenangnya.

Claudia yang mendengar ucapan Kinara langsung kembali merasa tersinggung, ia kemudian mengembalikan makanan Kinara dengan tetap tak suka, mempertahankan wajah sombongnya.

"Terima kasih, kau boleh mengambil Kembali uangmu, Roti ini cukup untukku," kata Kinara mengambil uang 100000 Claudia dan meletakkannya di genggamannya.

Kinara tak ingin memperpanjang masalah yang ada, ia langsung mengambil makanannya, memakannya tanpa memperdulikan Claudia dan orang-orang yang terus membicarakan keberaniannya.

Setelah selesai, Kinara keluar dari kantin tak ingin mendengarkan ocehan murid lain yang ada di kantin itu.

Claudia yang masih menyadari jika mereka masih menjadi pusat perhatian di kantin memplototi murid-murid yang ada di sana dan memberikan ancaman agar tak membicarakannya kemudian keluar dari kantin.

 Semua murid tak ada lagi yang membicarakan tentang mereka.

Claudia mencari Kinara, ia menengok ke arah dan ke kanan, mencari sosok Kinara yang sungguh sangat membuatnya penasaran.

"Kemana Kinara, cepat sekali dia menghilangnya,"gumam Claudia mempercepat langkahnya.

"Itu dia," ucap Claudia saat melihat Kinara dan bergegas menghampirinya.

"Kinara, kamu tuh jangan lakukan hal-hal yang bisa mempermalukanku," tegas Claudia yang sudah berjalan disamping Kinara.

Kinara berjalan di lorong sekolah dengan masih memakai seragam olahraga memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana. Mereka semua sudah melakukan ujian tertulis, tersisa ujian olahraga dan praktek lainnya.

Mengikat tinggi rambutnya dan berjalan dengan penuh percaya diri. Sangat berbeda dengan Kinara yang dulu yang selalu menyembunyikan dirinya dan terus merasa ketakutan akibat sering di-bully.

"Aku sama sekali tak ada niat untuk mempermalukanmu," jawab Kinara masih terus barjalan.

"Benarkah, tadi itu kau tak berniat untuk mempermalukan ku, lalu apa yang kulakukan di kantin tadi! Semua orang itu membicarakan kita.

"Aku hanya ingin memberimu sedikit pelajaran, jika kau ingin makan kau harus membayarnya terlebih dahulu, jangan mengambil milik orang lain, mungkin bagimu itu hanya sepotong roti yang tak seberapa harganya, belum tentu 'kan pemiliknya menganggap hal yang sama dengan mu. Bagaimana jika ia hanya bisa membeli itu. Namun, kau malah memakannya." Kinara menghentikan langkahnya dan menatap menghadap Claudia.

"Jika kamu memiliki kelebihan uang, apa salahnya kamu memberikan kepada orang lain, bukan malah mengambil apa yang mereka miliki."

"Kamu ini ngomong apa sih, kayak orang dewasa aja," Protes Claudia berjalan santai beriringan dengan Kinara.

"Kamu kan bisa membeli yang lain!" ucap Claudia. "Kau tidak semiskin itu kan, hingga tak mampu membeli roti. Walau ayahmu tak menyayangimu seperti Tiara pasti dia memberimu uang jajan kan!" tambah Claudia.

"Itu hanya perumpamaan, walau cuman sepotong roti sih,  kalau kita sering berbagi rejeki nanti juga akan bisa bermanfaat," 

" Aku tak mengerti, jangan bahas itu lagi." 

Claudia kembali berjalan sambil memikirkan apa yang dikatakan oleh Kinara, benar juga mungkin saja di luar sana ada yang kesulitan hanya untuk membeli sepotong roti sebagai pengganjal perut mereka.

Selamat ini ia sangat loyal, tapi hanya kepada teman-temannya saja, dan mereka masih tergolong orang mampu.

"Ini ada apa sih! dikantin tadi anak-anak pada membicarakan Revan, sekarang mereka juga  berlarian ingin melihat Revan, memangnya Revan kenapa?" tanya Kinara penasaran, tadi ia hanya mendengar sekilas pembicaraan teman-temannya di kantin.

Beberapa anak-anak berlarian dan mengatakan sesuatu tentang Revan, Claudia dan Kinara yang memang Sedang membahas Revan juga. Mereka penasaran dan mengikuti kemana anak-anak pergi. Ikut berlarian mendekat ingin melihat apa yang mereka sedang lihat.

Ternyata anak-anak sedang berkumpul dan melihat Revan yang sedang menjalankan hukuman karena desas-desus tentang ngintip di toilet wanita itu sampai pada guru BP.

Revan akhirnya mendapatkan hukuman.

"Ternyata Revan sedang dihukum berlari keliling lapangan dan hanya menggunakan celana pendek," ucap Kinara dengan santainya.

" Benarkah?" tanya Claudia heran.

"Lihat saja sendiri kalau tak percaya."

Claudia yang tak bisa melihat dari posisinya  menarik tangan Kinara agar lebih mendekat.

" Wah, idol sekolah kita sedang pamer otot toh rupanya, pantes saja murid perempuan pada berlarian kesini," ucap Claudia menahan tawanya melihat kondisi Revan.

Revan yang kelelahan berbaring di lapangan

"Awas ya kamu Kinara, kamu sudah mempermalukanku seperti ini," Maki Revan sambil terus mencoba berlari dan berlari menyelesaikan hukumannya.

Claudia hanya menggeleng melihat apa yang dialami oleh teman kecilnya itu, tapi ia tak meresa bersalah dan kasih, karena tak membelanya waktu itu.

❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️

Terima kasih sudah membaca 🙏

Semoga kalian suka 🤗

jangan lupa like vote dan komennya 🙏

Salam kenal, author m anha.

❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️🙏

Terpopuler

Comments

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝘺𝘨 𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘸𝘢𝘫𝘪𝘣 𝘥𝘪 𝘩𝘶𝘬𝘶𝘮 𝘬𝘢𝘯 👍👍👍👍

2023-04-23

0

Dhika Ahmad

Dhika Ahmad

ckckck......yang habis ngintip ..kena hukum ya...kesiaaan...

2022-06-21

2

Dhika Ahmad

Dhika Ahmad

dibagian ini sepertinya otakku agak pusing....

2022-06-21

1

lihat semua
Episodes
1 Dimana Aku.
2 Perubahan Kinara
3 Sang Mafia
4 TARUHAN.
5 Idola Sekolah
6 Otak Mesum.
7 Dia Milikku
8 Mencoba Menahan Emosi
9 Misteri Lipan
10 TEMAN BARU
11 TEMAN BARU (part 2)
12 AKSI KINARA
13 AKSI KINARA ( part 2)
14 Mulai Curiga
15 Sistem + 5 poin.
16 Hukum Revan.
17 Siapa yang nembak siapa yang di tolak
18 Hasil ujian.
19 Pemenangnya
20 Nilai Tertinggi
21 Tak Menerima Kekalahan.
22 Pembuktian.
23 Hukuman Dari Perkataan
24 Taruhan
25 Menjalani Hukuman
26 Kekalahan Tiara
27 Hadiah Sesungguhnya.
28 Singa Betina
29 Peringatan.
30 Fitnah.
31 PEMBUKTIAN
32 Rekaman Sistem.
33 Pulang ke Rumah
34 Kemarahan Kinara
35 Hanya balasan kecil.
36 Berwajah Dua
37 Kebohongan Tiara
38 Luka Kinara.
39 Peringatan Ayah.
40 Pria Menyebalkan.
41 Perkenalan.
42 Pesona Kinara
43 Mulai Tertarik.
44 Gelang onyx
45 Gelang Istimewa.
46 Kekesalan Kinara
47 Jebakan
48 Ruang Penyimpanan.
49 Hanya ingin berteman
50 Kinara Vs Vano
51 Rok pendek.
52 Penguntit.
53 Kecurigaan Kinara.
54 Rumah terasa markas Musuh.
55 Skor Serangan Balik
56 Rumor Foto.
57 Tak ingin Membuang waktu.
58 Pengakuan Keyla
59 Hukuman Keyla.
60 Misi Pencarian informasi.
61 Kemenangan Kinara.
62 Memanfaatkan kesempatan.
63 Membuat jalan menuju Misi
64 Semakin Mendekati Target.
65 Malam Gala Seni.
66 Perubahan Keyla.
67 Tiara Mulai Berulah
68 Rencana Tiara.
69 Persaingan di Atas Panggung
70 Kejutan Tak Terduga
71 Pesona Vincent.
72 Mengagumi dalam diam.
73 Sikap Cuek Kinara.
74 Keistimewaan Nama Vincent
75 Apakah itu alasannya?
76 kesempatan Kinara.
77 Tamu Terhormat.
78 Pantang Menyerah Sebelum Mencoba.
79 Misi Berhasil.
80 Anggota geng Naga Hitam
81 Dua Kubuh
82 Kawan atau Lawan
83 Sambutan anggota Naga Hitam.
84 Jangan meremehkan Kinara.
85 Saling mengagumi.
86 Pria Misterius.
87 Target Kinara.
88 Pendaftar Rahasia
89 Membalikkan keadaan
90 Misteri Kayla
91 Siapa Pelaku Sesungguhnya
92 Bukti Kinara
93 Kemajuan Sistem
94 Kemampuan Kinara
95 Kemenangan yang Sempurna
96 Keputusan Kinara.
97 Kekecewaan Claudia.
98 Saling Jujur.
99 Misi Pertama
100 Menjalankan Misi
101 Rencana Kinara .
102 Identitas tersembunyi
103 Vano menghilang.
104 Hanya dugaan.
105 Mencari Kebenaran
106 Tujuan Kinara.
107 Lencana Mawar Hitam.
108 Saling Melindungi
109 Kinara dan Vincent beraksi.
110 Waktu Beraksi.
111 Merasa kehilangan setelah tak bersama.
112 Kecemasan Anggota geng
113 Jejak darah
114 Semakin Mendekati Target
115 Apa Alasannya?
116 Saling Melindungi
117 Kinara Sang Mafia Terkuat.
118 Cinta dan Takdir
119 Kembalinya sang Mafia
120 Cinta Kinara ( TAMAT)
121 Promo karya ; JBLACK
122 Promo karya: Liana Aksara
123 Promo karyaku.
Episodes

Updated 123 Episodes

1
Dimana Aku.
2
Perubahan Kinara
3
Sang Mafia
4
TARUHAN.
5
Idola Sekolah
6
Otak Mesum.
7
Dia Milikku
8
Mencoba Menahan Emosi
9
Misteri Lipan
10
TEMAN BARU
11
TEMAN BARU (part 2)
12
AKSI KINARA
13
AKSI KINARA ( part 2)
14
Mulai Curiga
15
Sistem + 5 poin.
16
Hukum Revan.
17
Siapa yang nembak siapa yang di tolak
18
Hasil ujian.
19
Pemenangnya
20
Nilai Tertinggi
21
Tak Menerima Kekalahan.
22
Pembuktian.
23
Hukuman Dari Perkataan
24
Taruhan
25
Menjalani Hukuman
26
Kekalahan Tiara
27
Hadiah Sesungguhnya.
28
Singa Betina
29
Peringatan.
30
Fitnah.
31
PEMBUKTIAN
32
Rekaman Sistem.
33
Pulang ke Rumah
34
Kemarahan Kinara
35
Hanya balasan kecil.
36
Berwajah Dua
37
Kebohongan Tiara
38
Luka Kinara.
39
Peringatan Ayah.
40
Pria Menyebalkan.
41
Perkenalan.
42
Pesona Kinara
43
Mulai Tertarik.
44
Gelang onyx
45
Gelang Istimewa.
46
Kekesalan Kinara
47
Jebakan
48
Ruang Penyimpanan.
49
Hanya ingin berteman
50
Kinara Vs Vano
51
Rok pendek.
52
Penguntit.
53
Kecurigaan Kinara.
54
Rumah terasa markas Musuh.
55
Skor Serangan Balik
56
Rumor Foto.
57
Tak ingin Membuang waktu.
58
Pengakuan Keyla
59
Hukuman Keyla.
60
Misi Pencarian informasi.
61
Kemenangan Kinara.
62
Memanfaatkan kesempatan.
63
Membuat jalan menuju Misi
64
Semakin Mendekati Target.
65
Malam Gala Seni.
66
Perubahan Keyla.
67
Tiara Mulai Berulah
68
Rencana Tiara.
69
Persaingan di Atas Panggung
70
Kejutan Tak Terduga
71
Pesona Vincent.
72
Mengagumi dalam diam.
73
Sikap Cuek Kinara.
74
Keistimewaan Nama Vincent
75
Apakah itu alasannya?
76
kesempatan Kinara.
77
Tamu Terhormat.
78
Pantang Menyerah Sebelum Mencoba.
79
Misi Berhasil.
80
Anggota geng Naga Hitam
81
Dua Kubuh
82
Kawan atau Lawan
83
Sambutan anggota Naga Hitam.
84
Jangan meremehkan Kinara.
85
Saling mengagumi.
86
Pria Misterius.
87
Target Kinara.
88
Pendaftar Rahasia
89
Membalikkan keadaan
90
Misteri Kayla
91
Siapa Pelaku Sesungguhnya
92
Bukti Kinara
93
Kemajuan Sistem
94
Kemampuan Kinara
95
Kemenangan yang Sempurna
96
Keputusan Kinara.
97
Kekecewaan Claudia.
98
Saling Jujur.
99
Misi Pertama
100
Menjalankan Misi
101
Rencana Kinara .
102
Identitas tersembunyi
103
Vano menghilang.
104
Hanya dugaan.
105
Mencari Kebenaran
106
Tujuan Kinara.
107
Lencana Mawar Hitam.
108
Saling Melindungi
109
Kinara dan Vincent beraksi.
110
Waktu Beraksi.
111
Merasa kehilangan setelah tak bersama.
112
Kecemasan Anggota geng
113
Jejak darah
114
Semakin Mendekati Target
115
Apa Alasannya?
116
Saling Melindungi
117
Kinara Sang Mafia Terkuat.
118
Cinta dan Takdir
119
Kembalinya sang Mafia
120
Cinta Kinara ( TAMAT)
121
Promo karya ; JBLACK
122
Promo karya: Liana Aksara
123
Promo karyaku.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!