AKSI KINARA

Kinara terus berfikir jika Claudia sepertinya orang yang baik, ia berusaha mengingat tentang Claudia dalam ingatan Kinara(Anak SMP). Namun, ia tak mengingat apapun.

Kinara ingin tahu, siapa sebenarnya Claudia ini, apakah Claudia  itu pernah berbuat jahat atau tidak dengan Kinara,

"Anak ini tak pernah mengganggu Kinara dan justru selalu melindunginya, dia sangat sombong tapi sepertinya dia orangnya baik," batin Kinara sang mafia

Kinara terkejut saat ponselnya berdering ia mengernyitkan keningnya menatap ponselnya, selama ini sangat jarang orang menelpon nya bahkan hampir tak pernah.

"Siapa yang meneleponku," gumamnya berjalan menghampiri ponsel dan melihat siapa yang memanggilnya.

"Ayah, tumben Ayah menelpon," ucap Kinara menatap layar ponselnya tertera nama ayahku disana.

Dengan malas Kinara mengangkat panggilan ayahnya dalam hati ia berkata pasti Tiara mengadu lagi pada ayahnya.

Begitu ia mengangkat telepon dugaannya benar suara ayahnya terdengar sangat marah di balik sana.

"Kinara dimana kamu?" tanya ayahnya dengan ada marah dan berteriak.

Kita langsung menjauhkan ponselnya dari telinganya, kesal sambil mengusap-usap telinganya. Ayah berteriak membuat ia terkejut dan telinganya berdengung.

"Kinara di asrama lah ayah, bukannya Ayah yang minta Kinara tinggal di sini untuk sementara waktu," jawab Kinara tegas yang masih kesal sambil terus mengusap-ngusap telinganya. Karena kesalahan yang tak di perbuatan Kinara harus mendapatkan hukuman dari ayahnya, ya harus tinggal di asrama sekolah hingga ujian akhir selesai dan ia harus mendapatkan nilai yang baik.

Ayah terkejut mendengar jawaban Kinara, yang dengan berani menjawabnya, tak biasanya anak itu menjawab jika ia sedang marah, jika biasanya ia memarahinya Kinara hanya tertunduk dan diam mendengar setiap apa yang ia katakan ayahnya tanpa menjawab sepatah kata pun atau sekedar membela diri.

Ayah menatap ponselnya, "Apa aku salah kontak ya," batinnya mengira jika orang yang ada dibalik telepon bukanlah putrinya. Namun, saat melihat kontak tersebut itu adalah kontak Kinara. 

"Benar, ini nomor Kinara," gumam Ayah kembali mendekatkan ponselnya ke telinga.

"Ayah dengar dari Tiara kamu itu selalu berbuat masalah ya di sekolah dan kamu jarang mengikuti mata pelajaran, apa benar seperti itu?" tanya ayahnya masih terdengar marah.

Kinara memutar malas bola matanya, dugaannya benar ayahnya menelponnya hanya untuk memarahinya dan itu semua karena ulah Tiara. Tiara menang selalu mengadu pada ayah mereka, apapun yang Tiara katakan ayahnya langsung percaya.

"Kenapa sih Ayah selalu mempercayai apa yang Tiara katakan?" tanya Kinara kesal.

"Kamu sudah berani ya membantah ucap ayah sekarang!" ucap ayah semakin marah, terdengar jelas dari suaranya.

"Bukan begitu ayah," Mencoba menjelaskan.

"Sekarang kamu pulang, Ayah tunggu. Kamu harus sampai di rumah dalam waktu 30 menit kalau kamu tak datang juga kamu tak usah pulang untuk selamanya," ucap ayah tak suka dibantah dan langsung mematikan teleponnya.

Kinara menghembuskan nafasnya kasar mau tidak mau ia harus kembali. Ia tak ingin ayahnya lebih marah lagi padanya.

Kinara dengan cepat mengambil tasnya keluar dari asrama.

Perjalanan dari rumah ke sekolah tidak begitu jauh hanya memerlukan sekitar 20 menit untuk berjalan kaki melewati gang kecil, Kinara jalan cepat bahkan sedikit berlari agar ia tak melewatkan waktu yang diberikan oleh ayah. Namun, langkahnya terhenti saat melihat di depannya jika Claudia sedang dijahili oleh beberapa orang dan beberapa orang lain  mengambil gambar mereka.

"Hai … lepaskan Claudia," teriak kinara dengan lantang, membuat mereka menghentikan apa yang sedang mereka lakukan.

Kinara dengan cepat berlari menuju ke arah mereka. Beberapa orang menghadangnya.

"Hai ... kamu gadis kecil, jangan ikut campur. Ini bukan urusanmu," Menunjuk Kinara.

"Kau mengganggu orang yang salah, jika kalian mengganggunya berarti kalian juga berurusan denganku," ucap Kinara menantang.

"Kamu jangan sok pahlawan gadis kecil, sebaiknya kamu pergi dari, sebelum … "

"Sebelum apa...?" Potong Kinara saat orang itu ini melontarkan kata-kata ancamannya.

"Besar juga ya nyali mu, berani kamu melawan kami," ucap orang tersebut mulai terpancing.

"Tentu saja, memangnya kalian ini siapa sehingga aku harus takut pada kalian," ucap Kinara memandang remeh mereka semua.

"Sebaiknya kamu pergi dari sini."

"Aku akan pergi tapi lepaskan dulu temanku," ucap Kinara semakin menantang mereka.

"Bagaimana kalau kami tak ingin melepaskannya, apa yang akan kamu lakukan gadis kecil?" ujar seseorang yang memegang Claudia.

"Jangan salahkan aku kalau aku mematahkan semua tangan dan kaki kalian," tegas Kinara menatap mereka tajam.

Mereka semua bukannya takut malah tertawa mendengar ancaman dari Kinara.

Claudia yang merasa pegangan orang tersebut melemah dengan cepat melepaskan diri dan berlari ke arah Kinara.

Claudia sebaiknya kau menyingkir, menjauh dari sini mereka serahkan padaku," ucap Kinara menyerahkan tasnya pada Claudia, mengambil karet gelang dan mengikat rambutnya ke atas, melakukan sedikit pemanasan di pergelangan tangannya, meregangkan otot bahunya.

Claudia bukannya menjauh justru memijat punggung Kinara, layaknya seorang pelatih tinju yang memberi arahan.

"Kamu yakin bisa melawan mereka, apa sebaiknya kita lari saja," usul Claudia berbisik.

"Tenanglah, aku bisa menghadapi mereka, menjauhi lah agar kau tak terluka,"  ucap Kinara membalas bisikan Claudia.

Claudia mengangguk, walau tak percaya ia mencoba untuk percaya dan menjauh sesuai apa yang Kinara katakan.

"Sepertinya anak yang cari masalah dengan kita, kita lihat apa kamu masih sombong juga setelah aku sudah membungkam mulutmu itu," ucap salah satu dari gerombolan itu kemudian menghampiri Kinara. Namun, langsung ditepis oleh Kinara dengan begitu mudahnya, mereka semua terkejut melihat  temannya sudah tersungkur.

Mereka semua langsung maju dan menyerang Kinara, perkelahian pun terjadi. Namun, tak sampai 1 menit mereka semua sudah terkapar dan memegangi wajah mereka yang terkena pukulan Kinara.

"Bagaimana pukulanku, apa masih kurang?" tanya kinara membentak mereka semua, meniup tinjunya.

Semua hanya bisa menggeleng dan meringis karena beberapa luka di wajah mereka.

"Dengar ya, mulai sekarang aku tidak ingin kalian semua mengganggu orang-orang yang ada di sini, mulai sekarang ini daerah adalah daerah kekuasaanku," lanjut Kinara menunjuk mereka semua yang sudah terduduk di jalan, merasa takut, semua kembali hanya bisa mengangguk mendengar perkataan Kinara yang terus mengintimidasi mereka. 

Ada salah satu orang tepatnya ketua geng tersebut yang diam-diam berdiri dan mengambil pisau di sakunya dan bermaksud untuk mengarahkannya pada Claudia, Kinara yang melihatnya kejadian itu dengan cepat menahan tangan orang tersebut, sehingga pisau yang dipegangnya pun jatuh.

Claudia menjerit saat melihat benda tajam diarahkan kepadanya. Namun, sekejap iya menjadi terkesima dengan apa yang dilakukan oleh Kinara

"Apa, Kinara mampu melakukan Semua itu," batin Claudia yang terkejut melihat skill Kinara dalam berkelahi yang luar biasa.

❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️

Terima kasih sudah membaca.

LIKE, vote dan komennya 🙏

salam dariku Author M Anha ❤️

Love you all 💕💕💕

❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️

Terpopuler

Comments

Apiin, bukan ipin pulang ke wp

Apiin, bukan ipin pulang ke wp

walau agak nangis sih liat anak smp kayak gini, tapi overall buat penyampaiannya bagus⭐

2023-07-06

1

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝘣𝘢𝘨𝘶𝘴 𝘴𝘪𝘩 𝘤𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘵𝘱 𝘚𝘔𝘗 𝘯𝘺𝘢 𝘪𝘵𝘶 𝘭𝘩𝘰 𝘺𝘨 𝘫𝘥 𝘬𝘶𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘳𝘦𝘨 😅😅😅😅

2023-04-23

0

isnaini naini

isnaini naini

like

2022-07-05

0

lihat semua
Episodes
1 Dimana Aku.
2 Perubahan Kinara
3 Sang Mafia
4 TARUHAN.
5 Idola Sekolah
6 Otak Mesum.
7 Dia Milikku
8 Mencoba Menahan Emosi
9 Misteri Lipan
10 TEMAN BARU
11 TEMAN BARU (part 2)
12 AKSI KINARA
13 AKSI KINARA ( part 2)
14 Mulai Curiga
15 Sistem + 5 poin.
16 Hukum Revan.
17 Siapa yang nembak siapa yang di tolak
18 Hasil ujian.
19 Pemenangnya
20 Nilai Tertinggi
21 Tak Menerima Kekalahan.
22 Pembuktian.
23 Hukuman Dari Perkataan
24 Taruhan
25 Menjalani Hukuman
26 Kekalahan Tiara
27 Hadiah Sesungguhnya.
28 Singa Betina
29 Peringatan.
30 Fitnah.
31 PEMBUKTIAN
32 Rekaman Sistem.
33 Pulang ke Rumah
34 Kemarahan Kinara
35 Hanya balasan kecil.
36 Berwajah Dua
37 Kebohongan Tiara
38 Luka Kinara.
39 Peringatan Ayah.
40 Pria Menyebalkan.
41 Perkenalan.
42 Pesona Kinara
43 Mulai Tertarik.
44 Gelang onyx
45 Gelang Istimewa.
46 Kekesalan Kinara
47 Jebakan
48 Ruang Penyimpanan.
49 Hanya ingin berteman
50 Kinara Vs Vano
51 Rok pendek.
52 Penguntit.
53 Kecurigaan Kinara.
54 Rumah terasa markas Musuh.
55 Skor Serangan Balik
56 Rumor Foto.
57 Tak ingin Membuang waktu.
58 Pengakuan Keyla
59 Hukuman Keyla.
60 Misi Pencarian informasi.
61 Kemenangan Kinara.
62 Memanfaatkan kesempatan.
63 Membuat jalan menuju Misi
64 Semakin Mendekati Target.
65 Malam Gala Seni.
66 Perubahan Keyla.
67 Tiara Mulai Berulah
68 Rencana Tiara.
69 Persaingan di Atas Panggung
70 Kejutan Tak Terduga
71 Pesona Vincent.
72 Mengagumi dalam diam.
73 Sikap Cuek Kinara.
74 Keistimewaan Nama Vincent
75 Apakah itu alasannya?
76 kesempatan Kinara.
77 Tamu Terhormat.
78 Pantang Menyerah Sebelum Mencoba.
79 Misi Berhasil.
80 Anggota geng Naga Hitam
81 Dua Kubuh
82 Kawan atau Lawan
83 Sambutan anggota Naga Hitam.
84 Jangan meremehkan Kinara.
85 Saling mengagumi.
86 Pria Misterius.
87 Target Kinara.
88 Pendaftar Rahasia
89 Membalikkan keadaan
90 Misteri Kayla
91 Siapa Pelaku Sesungguhnya
92 Bukti Kinara
93 Kemajuan Sistem
94 Kemampuan Kinara
95 Kemenangan yang Sempurna
96 Keputusan Kinara.
97 Kekecewaan Claudia.
98 Saling Jujur.
99 Misi Pertama
100 Menjalankan Misi
101 Rencana Kinara .
102 Identitas tersembunyi
103 Vano menghilang.
104 Hanya dugaan.
105 Mencari Kebenaran
106 Tujuan Kinara.
107 Lencana Mawar Hitam.
108 Saling Melindungi
109 Kinara dan Vincent beraksi.
110 Waktu Beraksi.
111 Merasa kehilangan setelah tak bersama.
112 Kecemasan Anggota geng
113 Jejak darah
114 Semakin Mendekati Target
115 Apa Alasannya?
116 Saling Melindungi
117 Kinara Sang Mafia Terkuat.
118 Cinta dan Takdir
119 Kembalinya sang Mafia
120 Cinta Kinara ( TAMAT)
121 Promo karya ; JBLACK
122 Promo karya: Liana Aksara
123 Promo karyaku.
Episodes

Updated 123 Episodes

1
Dimana Aku.
2
Perubahan Kinara
3
Sang Mafia
4
TARUHAN.
5
Idola Sekolah
6
Otak Mesum.
7
Dia Milikku
8
Mencoba Menahan Emosi
9
Misteri Lipan
10
TEMAN BARU
11
TEMAN BARU (part 2)
12
AKSI KINARA
13
AKSI KINARA ( part 2)
14
Mulai Curiga
15
Sistem + 5 poin.
16
Hukum Revan.
17
Siapa yang nembak siapa yang di tolak
18
Hasil ujian.
19
Pemenangnya
20
Nilai Tertinggi
21
Tak Menerima Kekalahan.
22
Pembuktian.
23
Hukuman Dari Perkataan
24
Taruhan
25
Menjalani Hukuman
26
Kekalahan Tiara
27
Hadiah Sesungguhnya.
28
Singa Betina
29
Peringatan.
30
Fitnah.
31
PEMBUKTIAN
32
Rekaman Sistem.
33
Pulang ke Rumah
34
Kemarahan Kinara
35
Hanya balasan kecil.
36
Berwajah Dua
37
Kebohongan Tiara
38
Luka Kinara.
39
Peringatan Ayah.
40
Pria Menyebalkan.
41
Perkenalan.
42
Pesona Kinara
43
Mulai Tertarik.
44
Gelang onyx
45
Gelang Istimewa.
46
Kekesalan Kinara
47
Jebakan
48
Ruang Penyimpanan.
49
Hanya ingin berteman
50
Kinara Vs Vano
51
Rok pendek.
52
Penguntit.
53
Kecurigaan Kinara.
54
Rumah terasa markas Musuh.
55
Skor Serangan Balik
56
Rumor Foto.
57
Tak ingin Membuang waktu.
58
Pengakuan Keyla
59
Hukuman Keyla.
60
Misi Pencarian informasi.
61
Kemenangan Kinara.
62
Memanfaatkan kesempatan.
63
Membuat jalan menuju Misi
64
Semakin Mendekati Target.
65
Malam Gala Seni.
66
Perubahan Keyla.
67
Tiara Mulai Berulah
68
Rencana Tiara.
69
Persaingan di Atas Panggung
70
Kejutan Tak Terduga
71
Pesona Vincent.
72
Mengagumi dalam diam.
73
Sikap Cuek Kinara.
74
Keistimewaan Nama Vincent
75
Apakah itu alasannya?
76
kesempatan Kinara.
77
Tamu Terhormat.
78
Pantang Menyerah Sebelum Mencoba.
79
Misi Berhasil.
80
Anggota geng Naga Hitam
81
Dua Kubuh
82
Kawan atau Lawan
83
Sambutan anggota Naga Hitam.
84
Jangan meremehkan Kinara.
85
Saling mengagumi.
86
Pria Misterius.
87
Target Kinara.
88
Pendaftar Rahasia
89
Membalikkan keadaan
90
Misteri Kayla
91
Siapa Pelaku Sesungguhnya
92
Bukti Kinara
93
Kemajuan Sistem
94
Kemampuan Kinara
95
Kemenangan yang Sempurna
96
Keputusan Kinara.
97
Kekecewaan Claudia.
98
Saling Jujur.
99
Misi Pertama
100
Menjalankan Misi
101
Rencana Kinara .
102
Identitas tersembunyi
103
Vano menghilang.
104
Hanya dugaan.
105
Mencari Kebenaran
106
Tujuan Kinara.
107
Lencana Mawar Hitam.
108
Saling Melindungi
109
Kinara dan Vincent beraksi.
110
Waktu Beraksi.
111
Merasa kehilangan setelah tak bersama.
112
Kecemasan Anggota geng
113
Jejak darah
114
Semakin Mendekati Target
115
Apa Alasannya?
116
Saling Melindungi
117
Kinara Sang Mafia Terkuat.
118
Cinta dan Takdir
119
Kembalinya sang Mafia
120
Cinta Kinara ( TAMAT)
121
Promo karya ; JBLACK
122
Promo karya: Liana Aksara
123
Promo karyaku.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!