Claudia yang sejak tadi mendengar pertengkaran mereka, karena ia duduk di samping Kinara.
Claudia menahan tawanya melihat ekspresi wajah kekalahan dari Tiara.
Claudia yang melihat Kinara pasrah dan tak ingin meladeni Tiara berfikir jika Kinara sudah kalah, Claudia berdiri dan mendukung Kinara.
"Denger ya Tiara, kamu tuh harusnya mencari tahu dulu kebenarannya sebelum marah-marah," ucap Claudia.
"Apa maksud kamu?" tanya Tiara tak mengerti.
"Kamu tak tahu kan kenapa Kinara melakukan semua itu, kamu hanya mendengarkan penjelasan dari Revan 'kan."
"Aku yakin Revan tak akan melakukan semua itu, semua ini adalah ulah Kinara yang menjebak nya."
"Tiara, Revan itu tak sebaik yang kamu kira, aku mengenalnya sejak kecil sampai sekarang. Aku bahkan sering melihatnya melakukan hal yang tidak baik. Dia itu bukan anak yang baik, sebaiknya sebelum kau menyukai seseorang dan menyetujui perjodohan dengan nya, kamu kenal dulu lebih dalam dengan nya, sebelum engkau menyesal."
"Memangnya apa yang dilakukan Revan hingga kau mengatakan jika dia bukan orang baik?" tanya Tiara menatap Claudia yang duduk santainya di meja sambil memainkan kuku jarinya yang lentik.
"Bagaimana ya aku mengatakannya, terlalu banyak contoh-contoh buruk yang dilakukan Revan … hmmm," pura-pura berpikir.
"Yang pertama," ucap Claudia mengacungkan jari telunjuknya. Dia itu suka keluar malam. Kedua, kau tahu di usia nya sekarang Revan sudah mengenal alkohol.
Yang ketiga, yang paling sederhana dia suka bolos kan dari sekolah," ucap Claudia tertawa penuh kemenangan menatap Tiara dan menggeleng. Menatapnya dengan tatapan kasihan yang membuat Tiara semakin mengepalkan tinjunya.
Kinara menahan tawanya mengejek Tiara, Tiara tak berani berbuat lebih kepada Kinara, Karena Claudia ada di sampingnya membelanya.
Tiara keluar kelas membawa rasa malu dan kesalnya. "Kinara, lihat saja nanti, Aku akan membalas mu, membalas semua ini," gumam Tiara.
Setelah melihat Tiara pergi Claudia berbalik menatap pada Kinara yang duduk santai sambil membolak-balik bukunya tak jelas.
"Kinara, aku sudah tiga kali membantumu hari ini, tidak kau ingin berterima kasih padaku," ucap Claudia.
"Benarkah kamu sudah membantuku sebanyak itu, maaf ya aku tak ingat jika kau sudah membantuku, terima kasih atas bantuan mu," ucap Kinara dengan ekspresi biasa-biasa saja.
Claudia kembali tertawa bodoh menertawakan dirinya sendiri yang berharap Kinara akan berterima kasih kepadanya, membayangkan jika Kinara akan berterima kasih dengan cara lain yang lebih menyanjungnya, tapi ternyata dugaannya salah, tidak ada pujian dan sanjungan, hanya ucapan terima kasih biasa saja, tak ada yang lain.
"Sebaiknya aku ke kantin," batin Claudia kecewa.
Claudia pikir tak ada gunanya di kelas menemani Kinara yang tak tahu seperti apa sifat dan karakternya sekarang.
"Claudia tunggu," panggilan Kinara saat Claudia akan keluar.
Kinara memanggil Claudia, membuat Claudia menghentikan langkahnya yang tadinya ia akan keluar kelas.
"Ada apa?" tanya Claudia berharap jika Kinara akan mengucapkan terima kasih sekali lagi dengan caranya yang tulus.
"Kalau kau tak keberatan, kamu boleh masuk dengan timku," ucap Kinara.
Claudia melongo mendengar apa yang di ucapkan Oleh kinara. Ia melihat sikap Kinara yang benar-benar berubah dari sebelumnya, Ia benar-benar seperti melihat Kinara yang lain pada sosok Kinara di depannya.
"***
Hari terus berlalu hingga tiba saatnya waktu ujian semester, Kinara dan Tiara sudah siap dengan ujian pertarungan mereka.
Hari ini keduanya telah bersiap untuk mengikuti ujian, mereka melakukan ujian di ruangan yang berbeda. Mereka sengaja memisahkan diri karena taruhan yang mereka buat.
Seluruh murid-murid terus saja membicarakan pertaruhan mereka siapakah yang akan menang antara Kinara si cupu dan Tiara murid favorit dan kesayangan para guru. Ya, hampir semua guru mengistimewakan Tiara karena kecerdasan yang ia miliki, Tiara selalu mengikuti lomba dan pasti memenangkannya.
"Menurutmu siapa yang akan menang?"
"Tentu saja yang menang adalah Tiara!"
"Bisa saja 'kan Kinara yang kali ini akan menang dan mendapat nilai tertinggi."
"Itu nggak mungkin, dilihat dari segi manapun Tiara pasti akan keluar menjadi pemenang dan tak menutup kemungkinan ia yang akan mendapatkan juara 1 umum."
Perdebatan antara kedua tim terus terjadi, antara tim Kinara dan tim Tiara. Mereka membela tim mereka masing-masing.
Ujian pertama sedang berlangsung, mereka melakukannya dengan baik. Kinara cuma menggunakan sekitar 30 menit untuk mengerjakan soal-soal ujiannya.
Murid-murid yang satu ruangan dengannya terkejut melihat saat Kinara membawa kertas ujiannya ke depan.
Bukan hanya para murid, guru yang sedang mengawas berlangsungnya ujian juga merasa heran dengan waktu pengerjaan soal Kinara.
"Kinara kamu masih punya waktu untuk memperbaiki jawabanmu, tak usah terlalu terburu-buru mengumpulkannya," ucap Sang Guru.
"Tak apa, Bu. Aku sudah selesai mengerjakannya," jawab Kinara yakin.
"Kamu beneran yakin jawabanmu benar dan tak perlu memperbaiki nya lagi?" tanya kembali guru yang tahu jika kedua muridnya itu sedang melakukan pertaruhan.
"Nggak kok, Bu. Aku yakin semua sudah selesai dan tak ada yang perlu diperbaiki," jawab Kinara.
"Ya sudah, silahkan keluar," ucap ibu Guru.
Kinara keluar dan menuju ke Restoran, dia seorang diri sambil menunggu ujian berikutnya yang akan dilaksanakan sekitar setengah jam lagi.
Masih ada 1 mata pelajaran yang harus diujikan hari ini, jadi Kinara ingin menambah energinya agar bisa mengerjakan soal dengan baik.
Saat pesanannya datang dan akan mulai makan, tiba-tiba di mangkuk nasinya muncul satu serangga yang berwarna hitam.
Ya, seseorang memasukkan serangga tersebut ke dalam mangkuknya Kinara.
Kirana yang sangat kesal meremas, mengepal kedua tangannya. hingga membuat sumpit yang ada di tangannya patah menjadi dua bagian.
"Makanlah, itu daging yang bagus untuk mu, untuk kesehatan dan yang lebih berkhasiat bisa mencerdaskan. Siap tau aja dengan memakan itu kamu akan menjadi anak terpintar di sekolahmu," ucapnya kemudian mereka semua tertawa.
"Tunggu apa lagi, Ayo makan," ucap seseorang yang tadi memasukkan serangga lipan tersebut ke dalam mangkuk Kinara.
"Kenapa kau tak makan, apa mau aku suapin," ucapnya kembali tertawa.
Kinara tertunduk melihat mangkuk nasi nya, melihat lipan itu terus berjalan-jalan di sana, dengan berusaha menahan emosinya, ia takut jika kemarahan tak terkendali, mungkin dia akan menghabisi mereka semua.
Kinara berusaha mengendalikan emosinya dan mengabaikan ocehan mereka yang ditujukan padanya. Semua yang mereka ucapkan membuat Kinara terbawa emosi. Namun, ia terus menekan amarah agar tak berbuat kekacauan di restoran itu, mengingat jika sekarang Ia adalah siswa SMP bukan lagi seorang agen mafia yang disegani.
Jika dulu hal seperti ini terjadi padanya, ia hanya perlu beberapa menit untuk membungkam mulut mereka.
"Tunggu apalagi, ayo makan," ucap orang tadi menendang kaki kursi tempat Kinara duduk, memaksa untuk memakannya lipan tersebut di depan mereka semua.
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Apa hanya aku ya yang tegang 😅😅😅
Terima kasih sudah membaca 🙏
Salam dariku Author M Anha 🥰🤗
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 123 Episodes
Comments
X'tine
kelakukan anak SMP luar biasa ketika membully org,, semoga kamu kuat yg kinara
2023-05-13
0
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝘱𝘢𝘳𝘢𝘩 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘚𝘔𝘗 𝘫𝘢𝘩𝘢𝘵𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘢𝘩 𝘣𝘦𝘳𝘬𝘦𝘭𝘢𝘴 🤦♀️🤦♀️🤦♀️
2023-04-23
0
Putri
ceritanya berputar disekolah saja, tidak ada waktu pulang dan cerita yang lain selain sekolah ya 🤔🤔
2022-07-31
0