"Ayo kita selesaikan tugas kita lalu kita masuk..."kata Lauyan sambil mulai menumpuk mayat dalam satu tumpukan dan membakarnya tanpa sisah. Setelah itu mereka mengumpulkan abunya dan di bawa kehutan untuk di tabur di sana.
Saat semua pekerjaan sekesai mereka kembali keruang dimensi dan bertemu Alea yang sedang meditasi. Sedang Mimi tidur di kamarnya yang hangat.
Keesokan paginya sebelum fajar menyingsing mereka berdua sudah berada di desa cahaya. Mereka kembali melakukan rutinitas seperti biasanya.
Sedang di kediaman Selir Rolia terlihat dia sedang menunggu dengan cemas berita kematian putri Lea Min Han yang sudah lama mereka tunggu.
Namun sampai hari sudah semakin siang berita kematian yang mereka harapkan belum terdengar juga .
"Huida....!" teriak selir Rolia terdengar menggelegar dari kamar selir Rolia.
"Iya nyonya...." jawab Huida sambil berlari masuk kedalam kamar sang majikan..
"Gimana kabar gadis ja***g itu...? Apa mereka sudah membereskannya...?" tanya Selir Rolia dengan wajah marah.
"Hamba juga belum tahu nyonya. Dari para pembunuh bayaran masih belum ada kabarnya, dan dari kediaman putri Lea juga masih sepi ...."jawab Huida dengan wajah takut ..
"Kita tunggu sampai sore, kalau nggak ada berita sama sekali, kau pergi saja ke tempat tinggal putri sialan itu, cari tahu keadaannya...." kata Selir Rolia .
"Baik nyonya...." jawab Huida .
"Kalau tidak ada keperluan lain lagi hamba mohon diri nyonya..." pamit Hui da sambil menunduk.
"Pergilah...?" jawab Selir Rolia sambil mengibaskan tangannya . Dia berusaha menahan kesabarannya, untuk mendapatkan kabar tentang keadaan putri Lea.
Pelayan itupun segera keluar dari kamar sang majikan.
Sedangkan Alea di desa Cahaya sedang di sibukkan oleh para pasiennya. Banyak pasien dari masyarakat kurang mampu datang dari desa sebelah yang terkena wabah penyakit, Tiga sahabat Alea yang memang sudah di kenal masyarakat desa cahaya ikut serta menangani para pasien yang datang. Karena takut penyakit yang mereka derita menular pada penduduk Desa Cahaya, Alea memberikan mereka air kehidupan pada mereka semua.
Hingga menjelang malam Alea dan Mimi baru bisa pulang ke Minsion Jendral . Ketika sampai di kediaman Jendral Murong Han hari sudah benar- benar malam.
Baru saja mereka habis mandi dan bersantai di kamar Alea, tiba - tiba terdengar ketukan di daun pintu.
Tok
Tok
Tok
"Putri...apakah anda sudah tidur...?" terdengar suara pria di luar.
"Kak..hari sudah malam, kenapa masih ada yang datang kemari , siapa di luar kak...?" tanya Alea heran.
"Entahlah Lea'er...coba kakak lihat..."jawab Mimi. Dia segera melangkah kearah pintu rumah.
Ketika daun pintu terbuka seorang penjaga berdiri di depan pintu. Mimi terkejut, sebab belum pernah ada seorang penjaga pun yang pernah datang ketempat mereka.
"Ada apa...?" tanya Mimi acuh.
"Ada pesan dari Jendral, kalau putri Lea Min Han di harapkan datang di perayaan ulang tahun Jendral tiga hari lagi..." kata sang penjaga. Mimi terkejut ketika mendengar akan ada pertanyaan ulangtahun Jendral.
"Baik akan aku sampikan pada putri...." kata Mimi dingin. Penjaga merasakan perubahan sikap Mimi sekarang .
"Baiklah saya pergi..." kata pengawal itu sambil pergi meninggalkan kediaman Alea. Mimi segera menemui Alea setelah menutup dan mengunci pintu.
Setelah kepergian Pengawal yang di utus oleh Jendral, Mimi segera pergi kekamar Alea .
"Siapa kak...?" tanya Alea datar.
"Pengawal Jendral..." jawab Mimi.
"Untuk apa mereka kemari.....?" tanya Alea Sinis .
"Tiga hari lagi ulangtahun Jendral Lea'er dan kau di harapkan datang kesana..." jawab Mimi .
"Ha ha...untuk di permainkan dan di permalukan di depan orang banyak seperti biasanya...? " kata Alea sarkas.
"Apakah kita akan datang Lea'er...?" tanya Mimi .
"Pasti kak...tapi sekarang kitalah yang akan mempermalukan mereka..." jawab Alea dingin.
"Lalu apa yang akan kau berikan pada Jendral...?" tanya Mimi lagi.
"Apa ya kak...?" tanya balik Alea.
"Kau carikan saja di gudang senjata Lea'er, di sana banyak bermacam senjata yang terbaik..." ucap Eagle .
"Gudang senjata....?"beo Alea .
"Iya...gudang senjata istana mu..." jawab Eagle.
"Ooo...baiklah aku akan mencarik hadiah di sana..." ucap Alea.
"Hey...hey...kok malah bengong...." seru Mimi sambil melambaikan tangannya di depan Alea.
"Eh kakak...." seru Alea sambil menggaruk kepalanya.
"Kenapa malah bengong...?" tanya Mimi.
"Ah nggak kak...aku cuma mikirin barang apa yang pantas aku berikan pada Jendral . tapi biar nanti aja aku carikan ..." kata Alea dengan cuek.
Sedang pengawal yang pulang dari kediaman Alea bertemu dengan Huida yang akan pergi kekediaman Alea. Saat mereka berpapasan Huida menghentikan si pengalaman.
"Hey..kau tadi dari kediaman putri Lea Min Han kan...?" tanya Hui da.
"Iya, kenapa...?" tanya pengawal itu heran.
"Apa mereka ada...?" tanya Hui da penasaran.
"Kau bertanya seperti itu memangnya mereka bisa kemana....? tapi memang Aku tadi hanya bertemu pelayannya saja sich..." jawab si pengawal.
"Lallu putri....?" tanya Huida kaget.
"Entah....dia hanya bilang akan menyampaikan pesan Jendral pada putri Alea ...." jawab si pengawal.
"Ya sudah teruskan langkahmu aku akan kesana sendiri..." kata Huida lagi.
"Ya sudah aku pergi...." pengawal itupun segera meninggalkan Huida.
"Kalau si Mimi ada dan biasa saja, pasti si putri sialan itu baik- baik saja .." pikir Huida.
Akgirnya setelah melihat si pengawal menjauh Huida segera kembali kekediaman selir Rolia. Dia yakin kalau Putri Lea masih hidup . tapi kenapa para pembunuh bayaran yang di sewa sendiri oleh Selir Rolia tidak memberi kabar sama sekali.
Sesampainya di kediaman Selir Rolia , Huida segera menghadap.
Tok
Tok
Tok
"Masuk..." seruan dari dalam kamar selir Rolia.
"Nyonya hamba menghadap...." ucap pelayan Huida dengan perasaan takut.
"Bagaiman apa sudah ada kabar kematian gadis ja***g itu...?" tanya Selir Rolia dengan nada gembira. Begitupun dengan kedua putri nya yang kebetulan ada di kamarnya. Mereka saat itu sedang mempersiapkan hadiah untuk Jendral pada saat ulang tahunnya nanti.
"Sudah nyonya...dan putri Lea masih hidup..." jawab Huida dengan tubuh gemetar.
"Apaaa....?" suara kekagetan dari tiga wanita terdengar di ruangan itu.
"Dia masih hidup...?" tanya Putri Meilan .
"Dasar pe****r murahan..." seru Selir Rolia marah. Dia melemparkan semua barang yang ada di atas mejanya.
"Bunda sabar bunda...." hibur putri Meilan pada sang Bunda.
"Mau sabar bagaimana, dia sudah kita racuni dan kita kirim pembunuh tapi dia belum juga mati..." teriak Selir Rolia marah.
"Tapi kita masih bisa mencelakainya Bunda... bukankah tiga hari lagi hari ulangtahun Ayah, kita bisa merencanakan cara menghancurkan dia ,bagaimana kalau saat itu kita buat Ayah mengusirnya dari Minsion ini.." kata putri Meilan dengan wajah liciknya. Terlihat sang Bunda terdiam.
"Betul juga perkataan Lan'er...aku akan mencari cara yang bisa membuat dia di keluarkan dari Minsion ini...batin Selir Rolia .
"Baiklah... kalau begitu besok kita membuat rencana yang bagus agar dia di usir oleh ayahmu... sekarang kalian tidurlah...." ucap Selir Rolia senang.
Merekapun segera keluar dari kamar mewah selir Rolia.tanpa mereka sadari seorang gadis memakai baju hitam dan bercadar duduk di atas pohon mendengarkan dan memperhatikan mereka. Setelah melihat putri May dan putri Meilan keluar bersama para pelayan gadis itu Meloncat keatas atap bangunan kamar Selir Rolia. Dia membuka salah satu atap rumah dan meniupkan serbuk kedalam kamar selir Rolia . dia menunggu beberapa saat sebelum dirinya masuk kedalam kamar Selir Rolia . dia melihat Selir Rolia tertidur dengan nyenyaknya. Ternyata dia Alea . tadi dia memberi Selir Rolia serbuk obat tidur di dalam ruangan kamar selir Rolia, hingga akhirnya selir Rolia tertidur dengan pulas. Sesampianya di dalam kamar Alea segera membongkar isi Almari selir Rolia. Dia berharap bisa menemukan sesuatu yang bisa menjadi bukti kejahatan Selir Rolia, Namun setelah lama mencari, dia tidak mendapatkan apapun di sana. Alea tak putus asa. Semua tempat di dalam kamar Selir Rolia tak lepas dari penglihatannya. Namun satupun bukti tak dapat dia temukan , Dengan kecewa dan marah Alea terduduk di samping meja rias Selir Rolia dengan kepala bersandar pada meja rias, tanpa dia sadari kepalanya yang bersandar menekan sebuah tombol yang tak terlihat di samping meja rias itu. Tiba- tiba terdengar suara berderit kayu yang terbuka. Mendengar itu Alea segera waspada namun pintu tidak terbuka. Saat dia kembali duduk tiba- tiba mata lentiknya melihat di bawa meja keluar sebuah kotak pipih agak panjang dan lebar kotak itu seperti sebuah slorokan yang tersembunyi.
"Ya ampun apa ini..."seru Alea pelan .
Dia segera membuka kotak slorokan itu perlahan. Setelah terbuka ternyata di dalam kotak itu terdapat sebuah botol kecil dan beberapa lembar surat dan nota dari toko obat. Perlahan Alea membuka surat itu. Dan teryata surat itu adalah surat dari kekasih selir Rolia. Alea merasa kalau surat- surat itu menunjukkan rahasia selir Rolia. Akhirnya dia memutuskan untuk membawa pergi beserta nota dan botol tadi. Setelah memasukkan semua temuannya kedalam ruang dimensinya Alea segera merapikan kembali kamar dan barang milik Selir Rolia seperti semula . tak lama terlihat bayangan Alea meninggalkan kediaman selir Rolia.
Setelah kembali kekamarnya Alea segera masuk kedalam ruang dimensinya . ketika dia sudah berada di dalam ruang dimensi, ketiga sahabat mahluk kontraknya mendekati Alea. Mereka bersama- sama memeriksa hasil temuan Alea di kamar Selir Rolia.
Setelah membaca semuanya Rolia sangat terkejut. Ternyata putri Meilan bukan putri Jendral Murong Han, dia putri dari pria lain , pria itu sebenarnya juga menginginkan putri Meilan . karena dia juga memiliki hak sebagai ayahnya.. namun sepertinya permintaannya tak di kaburlan oleh Selir Rilia, karena Alea tahu, keberadaan putri Rolia sebagai oengikat dia dengan Jendral Murong. dan ternyata pria itu pula yang telah membunuh ibu kandung putri Lea Min Han. Selir Rolia membuat fakta seolah Lea Min Han kecil telah menusuk sang ibu Saat ibu putri Lea di temukan , Saat sang Jendral dan beberala orang menemukan permaisuri, mereka melihat putri Lea pingsan di dekat sang ibu dengan tangan memegang pisau yang berlumuran darah. Saat itulah putri Lea di tuduh telah membunuh sang ibu.
"Dasar manusia bodoh dan tolol ... manamungkin gadis kecil berumur tuju tahun berani dan bisa membunuh sang ibu, Bodoh...bodoh..dasar bodoh...!" teriak Alea marah. Tanpa terasa dia menangis dengan sedihnya. Eagle, Lauyan , dan White memeluk dan menghibur Alea.
"Dan mereka telah meninggalkanku dan mengabaikanku bertahun- tahun..Hik... hik..hik...gege... apakah aku salah kalau aku akan meninggalkan mereka, mengabaikan mereka....?" ucap Alea di sela tangisannya. dia menangis mungkin ini perasaan putri Lea, atau mungkin kesedihan Alea melihat kemalangan putri Lea.
"Tidak Lea'er...kau tidak salah..." kata Eagle.
"Tenanglah ...Kita akan segera pergi ke desa cahaya ..." ucap Lauyan menghibur .
"Kita akan pergi setelah ulangtahun Jendral..." kata White dengan lembut.
"Benarkah....?" seru Alea.
"Iya..." jawab mereka serempak.
"Botol ini adalah botol racun... mungkin racun ini yang dia berikan padaku...dan disini ada nota pembelian racun itu dari toko obat..." kata Alea sambil melihat kembali botol dan beberapa nota pembelian.
"Dasar wanita iblis...." geram White.
"Dan aku juga tadi menemukan surat dari kantong baju milik para pembunuh bayaran...." kata Alea sambil mengambil gulungan surat dari balik lengan hanfunya .
"Waaah...lihatlah ada cap lambang Milik Jendral juga cap jari milik Selir Rolia... Kau beruntung Lea'er. Kau bisa memberikan semua itu pada Jendral sebagai hadiah ulangtahunnya..." seru Lauyan sambil tertawa.
"Benar ge...dan saat itulah aku terbebas dari ikatan keluarga Jendral. Biar dia hidup dengan anak gadis yang dia sayangi ...." ucap Alea dengan senyum sinisnya.
"Lea'er...apakah kau juga membenci Selir Liana Shi dan putri nya , si Rebeca...?" tanya Lauyan .
"Tidak ge...walaupun dia membiarkan aku di tindas oleh Selir Rolia dan anak- anaknya tapi mereka tidak ikut menyiksaku. Mereka hanya tidak perduli saja. Jadi akupun tidak perduli pada mereka. ..." jawab Alea.
"Kalau begitu tujuan kita adalah membongkar kejahatan Selir Rolia dan anaknya serta keinginanmu pergi dari rumah itu..." kata Eagle.
"Iya ge...tapi aku yakin setelah ayah dan kakak mengetahui semua ini mereka akan menyesali perbuatan mereka... jadi aku seperti membalas perbuatan mereka juga kan..." kata Alea sambil tersenyum sinis.
"Iya benar katamu..." jawab Lauyan.
"Ya sudah aku keluar dulu. Kita akan kembali ke desa cahaya karena aku yakin pasien kita hari ini banyak sekali..." kata Alea sambil berdiri .
"Kau tidak istirahat dulu...?" tanya Eagle yang selalu penuh perhatian .
"Nanti di kamar aku akan tidur sebentar.." jawab Alea.
"Aku pergi dulu gege- gegeku yang tampan..."seru Alea lalu mengusap gioknya . dalam sekejap dia sudah berada di atas pembaringannya. Tak berapa lama terlihat dia sudah lelap tertidur.
💖💖💖💖
Keesokan harinya setelah menyiapkan air hangat untuk mandi , Mimi baru membangun kan Alea dari tidurnya.
"Lea'er ...bangun, hari sudah pagi lo...bukankah kau sudah di tunggu pasienmu..." bisik Mimi sambil menepuk pipi Alea sayang.
Aleapun segera membuka matanya setelah merasakan tepukan lembut di pipinya.
"Udah pagi kak...?" tanya Alea sambil menguap .
"Ih anak perawan kalau menguap di tutup Lea'er...." seru Mimi gemas.
"Iya, iya...lagian nggak ada orang juga kak..." jawab Alea.
"Siapa bilang...itu si Eagle , Lauyan dan White melihat dirimu..." jawab Mimi.
"Yee...sok tahu...kalau mereka sich nggak jadi masalah karena mereka gege Alea..." jawab Alea dengan mengerucutkan mulutnya .
"Ist kau ini...sudah,sudah sana mandi..." kata Mimi lagi. Alea memang selalu pandai menjawab setiap di nasehati. Tapi emang dasar Alea menggemaskan, tidak ada seorangpun yang bisa marah padanya selain keluarganya.
Alea pun segera mandi , setelah mandi dan berbena mereka segera pergi ke desa cahaya. Seperti biasanya mereka mengerjakan rutinitas yang sudah menanti mereka.
Dua hari kemudian.
Pagi ini Alea sudah mulai berdandan di bantu Mimi. Karena hari ini adalah hari ulangtahun Jendral Murong Han. Kabar yang terdengar akan banyak tamu yang akan datang pada perayaan ulang tahun Jendral . Mereka para mentri , para pangeran dan putri ,juga raja dan permaisuri akan datang . begitupun para sahabat jendral dari kerajaan lain juga akan hadir. Mereka akan datang untuk merayakan ulang tahun Jendral Murong Han yang perkasa.
Udahan dulu ya....jangan lupa like dan komen vote nya author tunggu.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 148 Episodes
Comments
Sandisalbiah
sang jendral pasti bakal terkejut lihat Lea yg cantik dan mirip dgn ibu nya..
2024-08-20
2
Yoni Hartati
anak selir ular bukannya ada 2 ?
2023-12-31
2
Oi Min
ben..... celekno motone pakmu sing picek kui. gen ngerti nek kwe ra salah Lea......
2023-10-19
1