"Hey ..siapa kau, berani sekali kau ikut campur ..!." teriak Qirong dengan marah.
"Maaf...terpaksa aku ikut campur urusanmu karena aku tidak suka melihat kesewenang- wenangan terjadi di depanku.." kata pria muda itu dengan wajah datar.
"Ha ha ha... Lancang sekali kau, apakah kau tidak tahu kalau kau melakukan itu sama saja kau menggantikan dia melawanku....?" kata Qirong dengan wajah marah.
"Baiklah, kalau memang seoerti itu dengan terpaksa aku akan menggantikan dirinya..." jawab pria muda itu yang ternyata Alea.
"Bagus....kalau itu memang keinginanmu, dengan begitu aku tidak akan ragu menghajarmu karena kau telah berani menolong dia...." kata Qirong semakin marah melihat wajah Alea yang tersenyum tipis membuat wajahnya semakin tampan.
"Ya ampuun....apa pria muda itu bisa melawan Qirong yang jahat itu...?"seru seorang pria yang berada di bawah arena.
"Benar....aku merasa sayang sekali dengan wajah tampannya jika terluka..." jawab yang lain .
Sedangkan Qirong dan Alea sudah memulai pertarungannya, terlihat gerakan Alea yang hanya menghindari serangan dari Qirong yang gencar meyerangnya.
"Hey kau...jangan hanya menghindar saja...apa kau tidak mampu melawanku...?kalau memang seperti itu cepat menyerahla dan bersujut minta ampun padaku ...!" seru Qirong mengejek.
"Untuk apa aku meminta ampun padamu...kau yakin sekali aku akan kalah, apakah kau sudah bisa menyentuh tubuhku...?" jawab Alea mengejek.
"Bren***k...jangan hanya menghindar saja kau....lawan aku pengecut....!" teriak Qirong dengan marah ketika mendengar ejekan Alea.
"Baiklah kalau itu permintaanmu... Aku akan menurutinya..." seru Alea sambil tertawa mengejek.
"Sekarang terimalah seranganku...." seru Alea sambil melompat mulai menyerang Qirong dengan gencar. pukulan demi pukulan menghantam tubuh Qirong Dan akhirnya serangan Alea membuat Qirong kewalahan , beberapa kali dia mendapatkan tendangan atau pukulan dari Alea. Tak berapa lama tendangan keras menghantam dada Qirong, Dan Qirongpun terjatuh di atas panggung dengan merasakan sesak di dalam dadanya . Seteguk darah di muntahkan Qirong. Belum sempat dia bangun tiba- tiba sebuah kaki yang di balut sepatu kulit telah menekan dadanya.
"Maaf Qirong...apakah sekarang kau merasa kalah...." kata Alea yang sudah berdiri sambil kakinya berada di dada Qirong. Sedang Qirong hanya bisa terbelalak kaget melihat kecepatan gerakan Alea. Setelah beberapa saat akhirnya Qirong tersenyum.
"Aku kalah...."kata Qirong sambil tersenyum. mendengar Qirong berkata sudah kalah, Alea segera mengulurkan tangannya , dan Qirong menyambut tangan Alea yang terulur.
"Maafkan Aku ..ini minumlah agar kau kembali sehat. ." kata Alea sambil memberikan sebuah pil yang dia ambil dari saku bajunya.
"Trimakasih..."kata Qirong sambil mengambil pil itu dari tangan Alea lalu segera meminumnya .
"Hey...kau tidak takut aku akan memberimu racun...? goda Alea .
"Tidak...karena aku tahu kau orang baik...kalau boleh tahu siapa namamu sobat..aku Qirong." tanya Qirong sambil mengulurkan tangannya.
"Aku Hanpey....." jawab Alea sambil menerima uluran tangan Qirong.
Seorang pria mendatangi mereka.
"Maaf tuan...ini hadiah yang menjadi milik anda..." kata pria penyelegara pertandingan sambil memberikan kantong uang berisi 100 tail uang emas.
"Maaf tuan...uang itu milik tuan itu...." kata Alea sambil menunjuk pria yang sedang terduduk di pojokan arena karena masih terluka cukup parah.
"Ti..tidak tuan...uang itu milik anda..." seru pria muda itu masih dengan wajah kesakitan .
"Baiklah aku akan menerima uang ini..." kata Alea sambil mengambil uang dari tangan penyelengara pertandingan.
"Trimakasih tuan...." kata Alea sopan.
"Sama- sama tuan..." jawab pria itu .
"Baiklah aku pergi, kapan- kapan aku akan mampir lagi...." kata Alea dengan senyuman di bibirnya. semua orang terpesona melihat senyum Alea.
"Datanglah aku akan menunggu kedatanganmu...." jawab Qirong senang.
"Benar tuan...kami akan menunggu kedatanganmu lagi..." kata penyelenggara yang terlihat sangat gembira melihat Alea.
"Baiklah aku pergi dulu Selamat tinggal..." Alea segera berbalik dan menuntun pria yang terluka itu turun dari Arena setelah sebelumnya memberikan dua pil penyembuh yang dia ambil dari ruang demensinya tanpa setahu mereka.
Alea membawa si pemuda ke taman kota dan mendudukannya di bangku yang ada di bawah sebuah pohon rindang.
"Gimana kak ..apakah kau merasa enakan...?" tanya Alea pada sang pemuda. yang Alea lihat pria itu lebih tua darinya.
"Benar...badanku sekarang sudah lebih baik, trimakasih kau sudah menolongku..." kata pria itu dengan wajah gembira .
"Perkenalkan namaku Hanpey...siapa nama kakak..." kata Alea sambil mengulurkan tangannya.
"Aku Zio seng tuan..." jawab pria yang bernama Zio Seng sambil menerima uluran tangan Alea.
"Jangan kau panggil aku tuan, panggil saja namaku Hanpey...." seru Alea .
"Tapi tuan...." pria itu merasa sungkan.
"Nggak ada tapi- tapian kak...panggil namaku saja ..." potong Alea sebelum Zio Sang menyelesaikan kalimatnya .
"Baiklah kalau itu maumu Hanpey ..." kata Zio Sang dengan wajah agak tak enak.
"Bagus kak...lalu kenapa kau tadi nekat ikut pertandingan ...? Aku yakin kau tahu kalau kau tak akan mampu mengalahkan Qirong yang besar itu...?" tanya Alea sambil menatap wajah Zio Seng lekat.
"Aku terpaksa melakukan itu Hanpey... karena ibuku sedang sakit dan membutuhkan uang untuk berobat..." jawabnya sedih.
"Lalu kenapa kau tidak mau menerima uang ini...." tanya Alea heran.
"Karena uang itu bukan milikku....aku sudah beruntung tidak mati di tangan si Qirong karena pertolonganmu..." jawab Zio Sang.
"Baiklah kalau begitu biarkan aku melihat ibumu, tapi kalau kau mengijinkannya...." kata Alea bersahabat.
"Apakah kau seorang tabib...?" tanya Zio Sang gembira.
"Bukan kak...tapi aku tahu sedikit tentang obat- obatan , gimana boleh aku melihat ibumu...?" tanya Alea dengan lembut.
"Baiklah Hanpey kau ikut aku, ayo..." ajak Zio Sang sambil melangkah pergi.
"Tunggu kak..." seru Alea ketika Zio Sang akan pergi.
"Ada apa...?" tanta dia heran.
"Kita membeli makanan dulu...perutku lapar dan aku tahu kau juga lapar, karena aku tadi mendengar perutmu berbunyi.." kata Alea tertawa menggoda. Terlihat Zio Sang tertunduk malu.
"Ayo kita mencari kedai makanan dulu..." ajak Alea pada Zio Sang. Merekapun segera mencari kedai makanan, setelah terlihat ada kedai di ujung pasar, Alea segera mengajak Zio Sang masuk kedalamnya. Setelah memesan makanan untuk mereka berdua, Alea dan Zio Sang segera menyantap makanan tadi dengan cepat. setelah itu mereka segera menuju rumah Zio Sang yang ternyata ada di sebuah desa yang terletak agak terlalu jauh dari kota kekaisaran. desa Zio Sang ada di perbatasan kota kekaisaran .
Alea tak lupa membeli bahan makanan untuk keluarga Zio Sang. Mereka berjalan menempuh waktu hampir dua jam untuk sampai di rumah Zio Sang.
Ketika sampai di sana Zio Sang langsung membawa Alea masuk kedalam rumah yang terlihat kecil dan sederhana tapi cukup terlihat rapi.
"Hanpey....itulah ibuku yang sedang sakit..." kata Zio Sang sambil menunjuk seorang wanita tua yang terlihat berbaring lemah sambil memejamkan matanya di atas sebuah ranjang tua dan usang.
"Boleh aku melihat kondisi Ibumu...?" tanya Alea . Zio Sang hanya menganggukkan kepalanya. Perlahan Alea mendekati wanita tua dan lemah itu. Dia segera memeriksa denyut nadi serta pupil mata sang pasien.
"Waah...gimana gue bisa mengeluarkan alat kedokteranku di sini ya..." batin Alea. Akhirnya dengan terpaksa dia meminta Zio Sang untuk keluar..
"Kak...bisa kau tinggalkan aku sendiri...?" kata Alea lembut.
"Tapi Hanpey...." jawab Zio Sang ragu. Dia ragu pada Alea karena Alea adalah pria asing yang baru dia kenal.
"Jangan khawatir kak...kalau kau ingin ibumu sembuh , maka keluarlah sebentar agar aku bisa konsentrasi menyembuhkan ibumu. Dan tolong jangan kau biarkan seorangoun masuk kedalam .." kata Alea memotong perkataan Zio Sang yang ragu .
"Baiklah semoga kau bisa menyembuhkan ibuku..." kata Zio Sang pasrah . dia segera keluar dari kamar sang ibu. Setelah Zio Sang keluar, Alea segera masuk kedalam ruang demensinya untuk mengambil peralatan kedokteranya yang memang ada di sana . Setelah keluar dari ruang dimensinya dia segera memeriksa ibu Zio Sang dengan teliti . tak berapa lama selesai sudah pemeriksaannya.
"Ternyata ibu ini memiliki penyakit lambung yang sangat akut, dan penyakit jantung bawahan..." setelah mengetahui penyakitnya Alea segera mengambil obat yang ada di dalam ruang demensinya. Setelah itu dia segera kembali dan meminumkannya pada wanita tua itu. Setelah meminum obat dari Alea, tak berapa lama sang ibu Zio Sang mulai membuka matanya.
"Nak...siapa kau...?" tanya wanita itu lembut.
"Saya Hanpey Bu...." kata Alea lembut.
"Apakah kamu yang telah menolong ibu...?"tanya wanita itu lagi.
"Dewa yang menolong ibu...saya hanya sebagai perantara...?" kata Alea dengan bijak .
"Kau bijak sekali nak....di mana putraku...?" tanya ibu Zio Sang.
"Sebentar saya akan memanggil nya..." kata Alea lembut. Dia segera memanggil Zio Sang untuk menemui ibunya. Saat Zio Sang melihat sang ibu sudah sadarkan diri dia menangis sambil memeluk sang ibu.
"Ibu...kau susah sadar...?" tanya Zio Sang tak percaya.
"Iya nak...ibu sekarang merasa sehat lagi...." kata sang ibu.
"Benarkah...?" tanya Zio Sang. Sang ibu hanya mengangguk dan tersenyum.
Zio Sang menangis terharu dan bahagia. Tak berapa lama dia menatap wajah Alea .
"Hanpey....terimakasih ,kau telah menyelamatkan dan menyembuhkan ibuku, aku dan ibuku berhutang nyawa padamu..." kata Zio Sang sambil bersujud pada Alea.
"Hey..hey..apa-apaan kau...ayo bangun... Aku tidak suka kau berbuat seperti itu.. Lagian ibumu belum sembuh benar. Ayo bangun ..." teriak Alea gerah melihat tingkah Zio Sang. Dia segera menarik Zio Sang untuk berdiri.
"Tapi kau telah menyelamatkan hidup kami..." kata Zio Sang.
"Kau ini....aku hanya perantara saja sobat...semua ada di tangan dewa..." kata Alea merendah.
"Nah sekarang kau harus beli resep yang kutulis ini, kau seduh bahan obat- obat ini lalu kau berikan pada ibumu pagi dan sore, agar penyakitnya benar- benar sembuh, kau harus melakukannya setiap hari selama satu bulan, dan saat dalam menyembuhan itu, ibu tidak boleh bekerja keras. Kalau itu di lakukan, pengobatan yang aku lakukan akan sia- sia...dan ibumu harus kau beri makanan yang bergizi..." kata Alea sambil menyerahkan sebagian uang yang ada di kantong dan selembar resep obat buat ibu Zio Sang .
Zio Sang terpaksa menerima uang yang di beri Alea, karena manamungkin dia bisa membeli obat- obatan yang di butuhkan sang ibu tanpa uang. Dia menerima uang dan resep obat sang ibu dengan tangan gemetar.
"Hanpey....suatu saat aku akan membalas semua kebaikanmu ini..." kata Zio Sang dengan air mata mengalir.
"Sstt...sudahlah, kau bisa nembalasku dengan menjadikanku saudaramu, dan ibu menjadi ibuku...kau nau menjadi kakaku..?." kata Alea sambil memandang Zio Sang dan sang ibu .
"Hanpey....apa benar yang kau katakan...? Apa kau mau menjadi saudaraku..? Anak ibuku juga...?" tanya Zio Sang terharu.
"Iya..." jawab Alea sambil tersenyum.
"Trimakasih Hanpey...aku mau jadi kakakmu..." kata Zio Sang.
"Ibu juga mau jadi ibumu nak...aku Zio Lan akan jadi ibumu ?" kata ibu Zio Sang lemah, namun wajahnya terlihat cerah .
"Waah....sekarang aku sudah punya Gege dan ibu dong, senangnya...." kata Alea dengan wajah lucu menggemaskan.
"Kau beneran mau jadi keluarga Kami...?" tanya Zio Sang tak percaya.
"Lo..kau kira aku main- main ....?" seru Alea sambil cemberut.
Zio Sang gemas dan ingin mencubit pipi Hanpey saat melihat wajah tampan dan lebih tepatnya cantik yang sedang cemberut menggemaskan itu.
"Bukan begitu....kau mau menjadi bagian keluarga yang miskin seperti kami...?" jawab Zio Sang.
"Yee... mana bisa aku menolak, gegeku seorang pria yang sangat tampan, dan ibuku seorang wanita cantik...apa aku bodoh menolak nya...?" kata Alea sambil tertawa riang. Zio Sang yang mendengar godaan Alea memerah wajahnya karena malu. Sedang sang ibu hanya tersenyum gembira.
"Baiklah mulai sekarang kau adalah adik dan anak keluarga ini..." kata Zio Sang gembira.
"Trimakasih..." kata Alea .
Cukup dulu sobat , ceritanya aku sambung besok lagi ya....
jangan lupa like, vote dan komennya.
Bersambung.
ini Alea yang jadi Hanpey.
ini Zio Sang .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 148 Episodes
Comments
mimpi💐
apa cuma aku yang baca Lo itu bukan kamu tapi lebih ke kek "loh" gtu.
loh .. kau kira aku main".
karena udah ada kata kau di selanjutnya.
paham ga si wkwk, maap agak bulet.
2023-08-02
4
Jenna Joni
yg mau saya tanyakan thor penyakit jantung bawaan bisa sembuh kah???
2023-08-01
0
Bzaa
visualny meresahkan...
2023-06-20
1