"Ya uda dech karena hari sudah sore aku pulang dulu, Dan kau gege...pergilah membeli obat sesuai dengan yang aku tulis di situ, jangan lupa membeli makanan bergizi buat ibu..." kata Alea.
"Baik aku akan membeli dan mengerjakan semua perintahmu untuk ibu..." kata Zio Sang dengan wajah bahagia.
"Kalau begitu aku pergi, lain hari aku akan datang lagi. ingat ...jangan boleh ibu bekerja yang berat-berat dulu, aku pergi Selamat tinggal...." kata Alea , dia lalu melesat pergi dengan menggunakan tenaga dalamnya. Sedang Zio Sang hanya menatap kagum kepergian Alea.
Hatinya terharu melihat kepedulian Hanpey terhadap sang ibu.
"Hanpey demi semua kebaikanmu aku akan menjadi saudara tertuamu yang akan baik dan setia padamu walau aku tak tahu siapa kamu sebenarnya..." kata Zio Sang pelan. Tak lama dia berpamitan pada sang ibu untuk pergi kepasar membeli obat untuk sang ibu.
Sedang Alea yang pergi kembali kerumah tua di kediaman sang Jandral telah sampai dengan selamat di halaman belakang rumah kediamannya. Dia datang dengan membawa beberapa bahan makanan dan beberapa baju untuknya dan untuk Mimi.
Saat sampai di dalam rumah dia Melihat Mimi sedang mondar- mandir dengan gelisah di dalam rumah.
"Kak...ngapain...?"tanya Alea dengan wajah menggoda.
"Lea'er ..kau sudah datang...kau membuatku cemas tahu...tadi nggak terjadi sesuatu padamu kan....." seru Mimi dengan wajah cemas.
"Aku baik- baik aja kok kak....ini lihat aku sehat kak...?" kata Alea lembut.
"Fuuh....syukurlah...."ucap Mimi sambil melepas nafas lega .
"Kak bantu aku bawa ini...kita masak yuk....?" ajak Alea sambil mberikan bungkusan bahan makanan pada Mimi lalu berjalan kearah dapur sederhana di rumah kumuh nya.
"Lea'er....kau dapat dari mana bahan- bahan ini...?jangan bilang kau mencuri Lea'er...." seru Mimi ketika melihat isi bungkusan yang di serahkan Alea padanya.
"Sembarangan...Aku membelinya kak... emang aku punya tampang seorang pencuri kak..." kata Alea sambil cemberut .
"Maaf Lea'er....habis kita nggak punya uang untuk membeli semua ini, dan kau datang dengan membawa barang sebanyak ini tentu saja aku curiga .." kata Mimi menyesali ucapannya .
"Jangan khawatir kak....mulai sekarang kita tidak akan kelaparan lagi, kita akan membeli dan makan makanan yang kita suka...dan ini tolong kau simpan untuk membeli makanan buat kita selanjutnya" ucap Alea sambil melompat sekantong uang sisa yang dia berikan pada Zio Sang dan sisa tadi dia belanja pada Mimi .
Mimi yang menerima uang itu kaget bukan kepalang.
"Lea'er...kau mendapatkan uang ini dari mana...?" kata Mimi dengan wajah kaget dan heran.
"Tentu saja dari hasil kerjaku kak...ya udah simpan saja uang itu , ayo kita mulai memasak..." ajak Alea pada Mimi.
"Baik Lea'er...." jawab Mimi gembira sambil memasukkan uang itu kedalam kantong bajunya. Merekapun segera mulai memasak makanan untuk mereka berdua. Alea dengan telaten mengajari Mimi masakan dari abad 21 yang menurut Mimi sangat aneh tapi rasanya sangat enak.
"Lea'er...ini namanya masakan apa...?" tanya Mimi penasaran.
"Ini namanya opor ayam kak...dan ini sambal. Ini ikan asam manis...." kata Alea sambil menunjukkan tiga masakan yang ada di atas meja dapur . terlihat binar kebahagiaan di wajah Mimi.
"Ayo kak kita bawa kedalam, kita makan di dalam saja..." kata Alea sambil membawa sebagian makanan yang ada di atas meja. Mereka membawa semua makanan kedalam kamar Alea yang memiliki meja dan kursi yang masih terlihat baik. Merekapun segera menyantap masakan itu bersama. Tanpa mereka sadari. Bau harum masakan menyebar di seluruh Minsion milik Jendral . banyak para prajurit ataupun pelayan Minsion mencium harum masakan itu .
"Ya ampuun...ini harusnya apa ya...kok baunya harum sekali...?" kata salah satu prajurit yang berjaga di pos yang tidak terlalu jauh dari rumah atau tempat tinggal yang Alea tinggali. memang tempat tinggal Alea merupakan sebuah gedung yang berada paling belakang Minsion tempat tinggal Jendral Murong Han. gedung itu sebenarnya gedung tempat hukuman pelayan atau penjaga yang bersalah. tapi sejak bertahun yang lalu di rombak menjadi tempat tinggal putri Lea Min Han. Semenjak sang Bunda meninggal saat Putri berumur 7 tahun dia mulai menempati tempat itu bersama Pelayan setianya Mimi. Mimi sering menangis memikirkan kehidupan putri Lea Min Han yang terbuang.
"Benar...baunya harum sekali...aku nggak pernah membauhi harum masakan yang seperti ini...?" kata sang teman.
"Hey...apa kalian juga mencium bau harum masakan yang sangat harum..." kata sang teman yang dari luar pos penjagaan.
"Iya..siapa sich yang masak makanan sampai harumnya seperti ini..." kata yang lain.
"Harumnya seperti dari tempat tuan putri Lea ..." kata salah satu dari mereka.
"Mana mungkin...mereka berdua yang ada di sana hanya mendapatkan makanan sisah saja...dan sekarang yang aku dengar hanya nasi atau beras saja. Itupun jarang mereka terima.." kata penjaga yang lainnya.
"Sebenarnya aku kasihan pada putri Lea ..malangnya hidup putri Lea, dia tak bersalah tapi kenapa tuan besar membencinya, .. kasihan dia Tapi apalah daya kita yang hanya pegawai rendahan ini..." ucap Pengawal yang terlihat agak mudahan dari mereka
"Kau jangan sembarangan ngomong.... salah- salah nyawamu melayang nanti.." tegur sang teman. merekapun akhirnya terdiam dengan fikiran masing-masing.
Bukan hanya para penjaga yang membauhi masakan itu. Tapi para pelayan banyak yang mencium harum masakan dari rumah kediaman Alea.
Seperti juga para penjaga, mereka tak percaya kalau harum masakan itu
berasal dari rumah gudang milk Alea.
Sedang sang pemilik rumah kini sedang makan masakan mereka sambil bercanda.
Setelah selesai menikmati masakan yang di buat Alea , Mimi segera membersihkan dan mencuci bekas makanan mereka . Setelah selesai membersihkan dan mencuci peralatan makan mereka Mimi kembali kedalam kamar Alea.
Saat melihat Mimi datang , Alea segera menyuruh Mimi untuk beristirahat. Mimi pun menuruti perkataan Alea.
Setelah kepergian Mimi Alea segera masuk kedalam ruang dimensinya .
Ketika sampai di sana , dia melihat seorang pria dewasa bersama seorang pemuda remaja sedang duduk menyerap energi Qi di bawah sebuah pohon rindang yang memiliki buah yang berwarna kuning keemasan.
Saat merasakan kehadiran Alea kedua pria itu membuka matanya.
"Kau datang putri...." sapa Eagle sambil berdiri.
"Iya...siapa dia....?" tanya Alea sambil menunjuk pria muda itu dengan dagunya.
"Dia Phonix putri...?" kata Eagle perlahan.
"Apaa....phonix...? Bukankah phonix masih bayi....?" tanya Alea kaget.
"Selamat bertemu lagi putri....?" sapa Phonix sambil menunduk memberi hormat.
"Dia memakan buah pohon kehidupan ini putri...karena itu dia cepat tumbuh besar..." kata Eagle menjelaskan.
"Waaaah....jadi ini pohon kehidupan...? Indah sekali... Kalau begitu kau makanlah yang banyak Phonix agar kau cepat menjadi besar...?" kata Alea sambil menatap pohon kehidupan dengan takjub.
"Putri juga bisa memakan buah ini agar lebih cepat menyerap Qi dan mudah menyerap mana putri....buah ini sangat berguna bagi kultivator untuk meningkatkan energi dan kekuatan dalam tubuh kita putri.... " kata Eagle menjelaskan .
"Benarkah....? Aku boleh memakan buah ini...?" tanya Alea gembira.
"Sangat boleh putri malah di anjurkan... apapun yang ada di sini semua itu milik putri, kaulah penguasanya putri...." jelas Eagle lagi.
"Kalau begitu aku akan memakannya dan akan berusaha menyerap energi Qi dan mana sebanyak- banyaknya di sini...' kata Alea.
"Benar putri...silahkan..." kata Eagle dengan senyum di bibirnya. Dia sangat menyukai Alea yang terlihat polos, sopan, dan menghormati orang tanpa membedakan siapa dia. Dia yang hanya mahluk kontaknya saja , Alea berucap begitu sopan padanya.
Alea segera melompat keatas pohon dan mengambil beberapa buah pohon kehidupan. Setelah turun dan memakan buah itu, Dia segera duduk dengan posisi lotus di bawah pohon kehidupan. Dia berusaha menyerap energi Qi dan Mana yang ada di sekitarnya yang memang sangat penuh. Tak terasa dia melakukan itu hampir satu minggu di dalam ruang demensi batu gioknya. dan ternyata di alam manusia hanya beberapa jam saja. Saat Alea membuka matanya, dia merasakan tubuhnya yang sangat segar. Dan tanpa di sadari Alea wajahnya semakin tampak cantik rupawan, bagai dewi kayangan yang turun di mayapada.
Begitupun dengan tubuh Phonix, kini dia terlihat seperti pria dewasa , tampan dan gagah . Saat Alea bangun dari duduknya terlihat dua pria rupawan mendatanginya dengan membawa semangkok bubur dan air di dalam gelas yang terbuat dari perak.
"Eagle....kau bawa apa...?" tanya Alea.
"Aku tahu tuanku pasti akan mengakhiri latihannya, karena itu aku membuatkanmu bubur halus.." jawab Eagle sambil tersenyum.
"Waah...kau memang baik Eagle..dan kau pasti Phonix kan...?" kata Alea pada Phonix yang datang bersama Eagle.
"Benar putri....hamba Phonix ..." jawab Phonix sambil tersenyum dan mengangguk.
"Waah...kalau aku bertemu kalian di luar bisa- bisa aku jatuh cinta pada kalian nich...." goda Alea sambil tertawa.
Terlihat wajah kedua mahluk kontrak Alea memerah karena malu.
"Dasar tuan sableng.... " seru mereka dalam hati. Namun tak urung ada rasa hangat dalam hati mereka ketika melihat keakrapan yang di lakukan Alea pada mereka . Sedang Alea masih tertawa kesenangan melihat dua mahluk kontraknya berwajah merah karena malu.
"He he he...ternyata mereka mempunyai rasa malu juga..." seru Alea dalam hati.
"Sudah , sudah...kalian nggak usah malu kayak gitu, mulai sekarang biasakan diri kalian mendengar kelakar dariku...sini buburnya gue makan..." kata Alea santai.
"Gue...apa itu gue tuan....?" tanya Eagle.
"Gue...? Oo.. itu kata lain aku...." kata Alea menerangkan . Dia segera mengambil bubur dan air yang di bawa Eagle.
"Phonix...apa kau bisa mengambilkan buah kehidupan dua buah saja...?" perintah Alea.
"Bisa tuan..." kata Phonix , tak lama dia sudah berada di atas pohon kehidupan dan mengambil dua biji buah kehidupan itu. Setelah makan bubur dan makan buah kehidupan Alea segera keluar dari ruang dimensi. Ketika sudah berada di dalam kamarnya ternyata hari sudah menjelang pagi. Baru saja Alea akan keluar, tiba- tiba Mimi masuk kedalam.
"Lea' er kau sudah bangun....?" ucapnya . terlihat dia membawa ember penuh air .
"Iya kak...kau bawa air untuk mandiku...?" kata Alea lembut.
"Benar Lea'er...." jawab Mimi.
"Kalau begitu air panasnya kau tuang nanti saja setelah aku selesai latihan..." kata Alea.
"Latihan...?" tanya Mimi .
"Iya...latihan beladiri kak...kakak mau ikut latihan juga..." tanya Alea.
"Mana mungkin aku belajar ilmu beladiri Lea'er...." kata Mimi.
"Kak ..Bukankah aku sudah bilang pada kakak, kalau kakak harus belajar beladiri..." kata Alea tegas.
"Apa kakak bisa Lea' er....?" kata Mimi tak percaya.
"Bisa kak ..kakak pasti bisa, ya sudah kita cuba belajar di halaman belakang dulu, bukankah di belakang rumah tidak pernah ada orang kesana..." kata Alea lagi. Mimi pun menyetujui usulan Alea. Mereka segera pergi ke halaman belakang yang terlihat sepi itu. Tak berapa lama terlihat Alea dan Mimi berlari mengelilingi lahan kosong yang berada di belakang kediaman mereka.
Saat matahari mulai muncul dari peraduan, Alea dan Mimi mengakhiri latihannya. Mereka segera masuk kedalam rumah. Alea segera mandi setelah Mimi menyiapkan air hangat buat putri kesayangan nya.
Setelah mandi dan merapikan penampilannya dengan memakai baju pria , Alea melangkahkan kakinya keluar kamar. Namun ketika sampai di pintu kamar terlihat Mimi datang dengan membawa makanan kedalam kamar.
"Lea'er kita sarapan dulu...." ajak Mimi.
"Baik kak..." jawab Alea.
Mereka pun segera menyantap makanan yang di buat Mimi.
"Kak...setelah ini Alea akan keluar dulu ya kak... aku ingin pergi kehutan lagi.." kata Alea di sela makannya.
"Ke hutan lagi...?" tanya Mimi.
"Iya kak...aku ingin mencari tanaman obat- obatan lagi..." jawab Alea.
"Boleh...tapi kau harus hati - hati Lea'er " kata Mimi sedikit cemas.
"Iya..." jawab Alea.
Setelah selesai Makan Alea segera pergi keluar kediamannya menuju hutan yang pernah dia datangi.
Ketika sampai di sana Alea segera masuk kedalam hutan yang terlihat menakutkan dari luar. Alea berlompatan dari cabang pohon ke cabang pohon yang lain. hingga sampai kelapisan hutan yang paling dalam, Alea tak bertemu dengan satupun hewan yang menghuni hutan itu. akhirnya Alea berhenti dan duduk di salah satu cabang pohon besar.
"Kenapa gue nggak nemuin satupun mahluk penghuni hutan ini ya...?apa emang di sini nggak ada penghuninya..? Eagle, Phoenix...apa di hutan ini nggak ada hewan yang bisa gue temui ya...?" tanya Alea pada kedua mahluk kontraknya .
"Mereka takut pada aura yang putri miliki.." jawab Eagle .
"Takut...? emang aura yang gue miliki menyeramkan apa...?" tanya Alea kesal.
"He he ..bukan menyeramkan putri, tapi sangat agung..." jawab Phoenix.
"Benar putri apa kata Phoenix.." kata Eagle.
"Oo gitu...jadi gue nggak bisa bertemu dengan salah satu dari mereka...?" tanya Alea lagi.
"Bisa putri...tapi jika tuan putri lebih masuk kedalam lagi..." jawab Eagle.
"Kalau gitu kapan- kapan aja dech...sekarang lebih baik aku masuk kedalam ruang dimensi saja. kita bisa berlatih bersama di sana..." kata Alea.
"Ide yang bagus putri..." kata Phoenix gembira. Aleapun segera masuk kedalam ruang dimensinya.
Udahan dulu ceritanya, author sambung besok lagi.. jangan lupa like, vote dan komennya, agar gue lebih semangat membuat cerita .
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 148 Episodes
Comments
mpit
gak enak bhs nya kl pake gue,jd baca nya agak aneh
2024-08-15
4
Naturelight
sisa = sisah
muda = mudah
loe = loh
phoenix = phonix
entahlah nnti akn ktemu ap lgi,
minta jdi mintah mungkin, lumayanlah bsa bt nmenin muntah
ttp cmungud ya thor, smoga k dpn bsa lbih baik
2024-08-02
0
Jemima
cerita nya sih bagus tpi maaf bahas nya kurang baku misal nggak,gue,ngga usah bisa di ganti dengan Tidak,aku,atau tidak usah
2023-03-02
11