"Baiklah nak...kalau begitu ayo kita masuk.."kata sang kakek sambil berjalan agak terpincang- pincang.
"Kek sini Lea bantu..." kata Lea sambil memegang tangan sang kakek dengan lembut.
"Kau tidak malu nak..." tanya Kakek itu.
"Untuk apa malu kek...ayo kita masuk..." jawab Lea lembut. Mereka masuk kedalam restoran itu sambil tangan Alea menuntun sang kakek. Saat memasuki restoran Banyak mata menatap kearah mereka. Dengan wajah cuek Alea membawa si kakek kearah tempat yang agak sepi dan tenang. Alea segera memanggil pelayan rumah makan itu.
Seorang pelayan datang mendekati mereka. Sang pelayan yang sudah mengenal Alea tersenyum pada Alea.
"Mau pesan apa kak Lea...?" tanya pelayan wanita yang terlihat masih muda itu.
"Kakek mau makan apa...?" tanya Alea lembut.
"Terserah kau saja nak...?" jawab sang Kakek.
"Tan kau bawakan ayam goreng kampung dua bersama nasinya ya .. Dan bawakan juga sayur bening aja Tan..." pinta Lea pada pelayan yang bernama Tanti.
"Baik kak...minumnya apa kak...?" tanya Tanti lagi.
"Kakek mau es teh atau jus jeruk...?" tanya Alea pada sang kakek
"Es teh saja nak....." jawab sang kakek pelan.
"Dua es teh Tan, ..." kata Lea kembali. Pelayan itu segera pergi meninggalkan Alea dan sang Kakek untuk menyediakan pesanan mereka. Tak berapa lama pesanan merekapun segera datang. Pelayan bernama Tanti itu segera menata makanan di atas meja .
"Ayo kek dimakan..." kata Alea lembut.
Merekapun segera makan tanpa berkata. Alea tanpa rasa enggan memakan makanannya bersama kakek yang ber baju lusuh. Sang kakek tanpa setahu Alea tersenyum lembut menatap Alea yang sedang asik makan. Setelah selesai makan mereka segera meninggalkan restoran itu. Saat sampai di depan mobil Alea berkata pada sang kakek.
"Kek...di mana rumah kakek...biar Alea mengantar kakek sampai di rumah..." kata Alea pada sang kakek.
"Nak...biar kakek sampai di sini saja..rumah kakek tidak terlalu jauh dari sini kok..?" tolak sang kakek.
""Tapi kek..." kata Alea khawatir.
"Jangan khawatir nak...kakek akan baik- baik saja kok, sekarang pulanglah dan tolong kamu terima kalung pemberian kakek ini, tolong jangan kau tolak. dan tolong kalung ini jangan kau lepaskan dari lehermu.." kata sang kakek.
Alea terkejut mendengar omongan sang kakek , dia melihat kearah tangan sang kakek yang memberikan kalung berbandul batu giok hijau.
"Tapi kek... Lea nggak meminta imbalan pada kakek..." tolak Alea halus.
"Nak...trimalah pemberian kakek ini. Kakek harap kau tidak pernah melepaskan kalung ini..." pinta kakek tua itu. Dia menatap wajah Alea dengan penuh harap.
"Baiklah kek kalau memang itu permintaan kakek...." kata Alea dengan wajah lembut . dia segera memakai kalung yang di beri oleh kakek tua itu.
"Trimakasih nak.. Sekarang pulanglah, suatu saat kita akan bertemu kembali.." kata sang kakek.
"Baiklah kek, Lea pamit dulu..." kata Alea lalu berjalan meninggalkan kakek tua itu kembali kedalam mobilnya. Sesampainya di dalam mobil Alea menatap kembali sang kakek lalu menjalankan mobilnya meninggalkan restoran dan sang Kakek .
Setelah mobil Lea hilang dari pandangan sang kakek tersenyum.
"Kau memang wanita pilihan nak , kita akan bertemu kembali kelak. Sampai jumpa gadis pilihan...." gumam kakek tua itu perlahan. tak lama si kakek tiba- tiba menghilang entah kemana .
Sedang Alea kini sudah sampai di depan rumah besar sang Papa. Dia segera membunyikan klakson mobilnya untuk meminta di bukakan pintu gerbang rumah sang Papa. Tak lama terlihat bang parmin satpam rumah melihat kedatangannya.
"Non Alea....." seru bang Parmin .
"Iya bang ...bukain pintunya...." seru Alia ramah.
"Baik Non...." seru bang Parmin senang.
Parmin sangat suka pada Alia karena, putri tuannya itu sangat sopan, tidak sombong, bersahabat, dan baik hati . Parmin segera membuka pintu gerbang untuk sang putri majikannya.
Sedang Alia yang sedang menunggu pintu gerbang di buka dia memandang daerah sekitar rumahnya . dan saat melihat kearah Kanan mobilnya dia melihat seorang anak kecil keluar dari dalam pekarangan sebuah rumah sendirian . Dan Alia tahu siapa anak kecil itu.
Dia Mika putri kecil pasangan kak Rini dan kak Sofyan tetangga nya. Gadis kecil itu berjalan tertatih menuju jalan besar.
"Gila...kemana kak Sofyan dan kak Rini.. Mengapa mereka membiarkan Mika sendirian. ..." seru Alea khawatir.
Dengan segera Alea keluar dari dalam mobilnya dan berlari kearah gadis kecil itu. Tiba- tiba sebuah mobil dengan kecepatan tinggi datang dari arah belakang. Alea yang melihat mobil yang melaju cepat segera berlari kearah Mika yang kini sudah berada di pinggir jalan.
Dengan sekuat tenaga Alea berlari kearah Mika. Untunglah sebelum mobil membentur tubuh Mika , Alea dapat menangkap tubuh Mika dan melempar pelan tubuh itu kepinggir jalan dan sialnya tubuh Alea lah yang terkena benturan mobil hingga terlempar keras menghantam pinggiran trotoar jalan hingga pingsan dan kepalanya berdarah- darah. Terdengar teriakan Parmin saat melihat kejadian itu. Sedang Alea merasakan kepalanya sakit sekali dan perlahan- lahan kesadarannya hilang.
******
Di tempat lain dan di masa lain terlihat seorang wanita sedang menangisi tubuh seorang gadis yang terlihat terbujur diam di atas pembaringan sebuah ranjang kecil dan usang.
"Putri tolong sadarlah... Putri, hamba berjanji akan menuruti semua keinginan putri jika putri sadar... " seru gadis yang berada di pinggiran ranjang usang itu. Dia sudah satu hari satu malam menangisi putri junjungannya yang terjatuh dan kepalanya menghantam sebuah batu karena di dorong oleh kakak tiri sang putri anak dari selir kedua sang ayah.
Ya ..dia yang tertidur atau pingsan di atas pembaringan lusuh itu adalah putri Lea Min Han putri sah dari seorang Jendral besar dari sebuah kerajaan dinasti Long.
Ibu sang putri sudah lama meninggal saat sang putri berusia lima tahun. Sang ibu meninggal karena terkena penyakit yang cukup parah hingga ajal menjemputnya . setelah kematian sang bunda, putri Lea hidupnya menderita. Karena sang Ayah yang sudah kehilangan istri tercintanya entah mengapa tidak pernah menghiraukan keadaan putri kecilnya. Diapun tahu kalau putri Lea sering mendapat siksaan dari kedua selir dan ketiga putri dari selir nya. Namun dia hanya diam saja. Sampai- sampai para pelayan yang ada di kediaman jendral ikut menghina sang putri. Apalagi sang putri terkenal dengan sebutan putri buangan karena tidak memiliki keahlian apapun. Dan putri Lea terkenal memilki wajah yang sangat jelek. Hanya pengasuh sekaligus sahabat sang putri saja yang selalu menyayangi putri Lea. Dia Mimi gadis yatim piatu yang di tolong oleh ibu Lea saat dia di temukan di sebuah kuil dekat pasar. Saat itu ibu Lea sedang berjalan - jalan, tiba - tiba dia mendengar tangis dari dalam kuil yang mereka ketahui kuil itu kosong dengan rasa penasaran ibu Lea dan pembantu serta pengawalnya masuk kedalam kuil. Saat sampai di dalam kuil mereka menemukan Mimi yang sedang menangis. Akhirnya ibu Lea membawa Mimi pulang ke kediaman sang jendral .
Sejak saat itulah Mimi tinggal dan di rawat oleh bunda Amerta nama ibu Lea.
"Putri bangun putri...sadarlah..." kata Mimi di sela tangisnya.
"Aauuu.. sakit.." tiba- tiba terdengar seruan dari mulut putri Lea .
"Putri kau sadar....?" seru Mimi tak percaya.
Mata itu perlahan- lahan terbuka. Dan saat matanya terbuka dia terlihat kaget.
"Lo gue ada di mana...? Apa gue sudah mati...? Bukankah gue tadi tertabrak mobil dengan keras, dan gue yakin gue terluka parah, Dan apakah ini akhirat...?" gumaman itu terdengar dari mulut putri Lea. Ternyata di dalam tubuh putri Lea sekarang adah jiwa dari Alea si dokter jenius yang ternyata mati tertabrak mobil di abad 21. Alea memandang keadaan di sekitarnya.
"Putri...kau sudah sadar...." seru seseorang menyadarkan Alea dari rasa herannya.
"Putri....?" tanya Alea perlahan. Dia menatap wanita yang ada di depannya. Seorang gadis yang kira - kira berumur 18 tahun sedang bersimpuh di dekat pembaringannya dengan wajah sembab. gadis itu memakai baju seperti yang ada di dalam cerita kerajaan di drakor yang sering Alea tonton.
Tiba- tiba kepala Alea kembali sakit. Dengan memegang kepalanya Alea berseru. terlihat bayangan- batangan seperti putaran film yang di putar secara cepat membayang di benak Alea. Bayangan itu berputar dengan cepat menunjukkan kehidupan putri Lea yang asli. Cukup lama Alea melihat kilas balik kehidupan putri Alea.
"Ya ampuun...apa roh gue masuk ketubuh wanita lain di jaman yang lain pula..? apa gue ada di jaman kerajaan...ya ampuun...kenapa jadi begini..." seru Akeh dalam hati.
"Putri...putri...kau tak apa- apa...?" tanya Mimi ketakutan. Ingin rasanya dia berlari mencari tabib yang ada di kediaman Jendral . namun Mimi akan merasa sia- sia. Karena saat putri Alea terjatuh dan kepalanya berdarah , tabib tidak di perbolehkan datang ke kediaman putri Alea oleh para selir. Jadi saat melihat sahabat sekaligus tuannya kesakitan Mimi hanya bisa menangis .
Alea yang Kini sudah merasa agak baikan membuka matanya yang sejak tadi terpejam karena menahan sakit. Dia menatap gadis yang berada di sebelah pembaringannya.
Kalau tidak salah gadis ini bernama Mimi. kara Akeh dalam hati. dia melihat gadis ini yang selalu merawat gadis yang tubuhnya sekarang jadi milik Alea.
"Apakah kau Mimi...?" tanya Alea perlahan.
"Benar putri...apakah kau masih merasakan sakit di kepalamu putri ..?" tanya Mimi dengan wajah sedih. Alea hanya mengangguk.
"Maafkan hamba putri.." kata Mimi dengan wajah sedih.
"Kenapa kau meminta maaf...?" tanya Alea pada Mimi.
"Karena Mimi tidak bisa memanggilkan tabib untukmu putri...mereka tidak memperbolehkan tabib datang kemari.. " kata Mimi dengan wajah sedih
"Nggak masalah Mimi...." kata Alea dingin
"Oh ya Mimi...apakah kau memiliki sebuah cermin...?" tanya Alea perlahan.
"Kalau benar perkiraan gue...ternyata gue masuk kedalam raga gadis malang ini... Dan itu berarti gue sudah mati di dunia abad 21. Dan gue masuk kedalam tubuh gadis malang ini ..." ucap Alea dalam hati.
"Ada putri.. Sebentar akan hamba ambilkan...?" kata Mimi dengan cepat. tak berapa lama Mimi telah kembali dengan sebuah cermin yang terlihat agak kusam .
"Ini putri..." kata Mimi sambil memberikan kaca itu. Alea segera melihat wajahnya di cermin .
"Ya Tuhan...kenapa wajah ini buruk sekali...banyak benjolan di wajahnya.... Tapi sepertinya ini karena sesuatu. Baiklah aku akan merubah wajah ini .." monolok Alea di dalam hati.
"Mimi...apakah kau bisa menceritakan semua kejadian masa laluku...?" kata Alea sambil menatap Mimi.
"Maksud putri...?" tanya Mimi rak mengerti.
"Setelah aku terjatuh dan kepalaku terantuk batu, aku merasakan ingatan kehidupanku banyak yang aku lupakan, karena itu maukah kau mencerirakannya agar aku ingat kembali masa laluku..." bohong Alea.
"Baik putri...." kata Mimi.
udah dulu ya ceritanya. jangan lupa like dan komen serta votenya Author tunggu
oh ya ini fisual Alea sebelum masuk kedalam tubuh putri Lea.
kalau kurang berkenan di hati kalian bayangin yang laun aja ya...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 148 Episodes
Comments
Steven Salim
oh ... wajah Lea yg manis dan cantik .
2025-01-27
0
C a l l i s t o ®
Diraba dilumat **ehhh.. Dilraba Dilmurat maksud gue
2024-10-15
1
Narti Narti
Diraba /Smile//Smile//Smile/
2024-09-20
0