"Waah.. aku kira pembelinya seseorang yang sudah lanjut usia tapi teryata pria muda yang sangat tampan....?" ucap tuan Bay chan sambil tertawa.
"Tuan bisa saja..." jawab Alea lembut.
Mendapatkan cara Alea yang berwibawa membuat tuan Bay chan merasa hormat.
"Lalu ada apa kalian kemari...?" tanya tuan Bay Chan dengan penuh tanya.
Terlihat Zio Sang menatap Alea, seolah dia berkata. Kau katakan sendiri keinginanmu. Dan Alea mengerti itu.
"Sebelumnya saya minta maaf tuan kalaubkedatangan kami ini mengganggu tuan, soalnya seharusnya anda istirahat.." kata Alea merendah.
"Oo..nggak..nggak masalah nak.... bapak sudah biasa...?" jawab tuan Bay sambil tersenyum.
"Jadi begini tuan..tapi sekali lagi saya minta maaf andai nanti ucapan saya menyinggung tuan atau ikut campur masalah desa...( Alea melihat tuan Bay antusias dan tersenyum padanya) . Yang pertama saya datang kemari hanya ingin memperkenalkan diri sebagai warga baru, karena sebagai warga yang baik saya harus lapor pada anda dan yang kedua ketika saya melihat tanah persawahan , saya melihat banyak lahan yang kosong. Bukan banyak malah seperti hampir semua lahan tidak di tanami. Dan ketika saya bertanya pada gege Zio Sang, Dia berkata kalau semua itu karena masalah air sungai. Apa benar itu tuan...?" tanya Alea dengan sopan.
"Benar apa kata Zio Sang nak. Semua karena air yang menyulitkan kami ( dan tuan Bay Chan pun menceritakan semua masalahnya seperti yang di katakan gege Zio Sang.) karena itulah nak banyak penduduk di sini yang merantau ke kota arau kedesa lainya..." jawab tuan Bay Chan mengakhiri ceritanya.
"Tuan saya punya solusi , tapi saya butuh bantuan dari masyarakat di sini.." kata Alea sambil menatap tuan Bay Chan.
"Solusi...benarkah...?" tanya tuan Bay Chan tak percaya . terlihat matanya melihat Alea dengan pandangan tak percaya.
"Benar tuan..." jawab Alea.
"Gimana solusinya...?" tanya kembali tuan Bay Chan dengan wajah penasaran.
"Kita mengadakan kerja bakti..." jawab Alea
"Kerja bakti...? Apa itu...?" tanya tuan Bay Chan tak mengerti.
Begitu juga dengan Zio Sang ,dan Mimi mereka juga tak mengerti. ha ha ha...dasar orang kuno😂
"Kerja bersama- sama saling tolong menolong . kita mengerjakan sesuatu dengan bersama- sama saling membantu.." kata Alea menerangkan .
"Ooo begitu...." jawab tuan Bay dan Zio Sang bersamaan.
"Lalu apa yang harus kita kerjakan bersama- sama itu...?" tanya tuan Bay Chan dengan wajah penuh tanya.
" Kita akan mengeruk sungai agar lebih dalam , jadi ketika saat hujan, air yang datang dari atas mamouh di tampung oleh sungai yang sudah kita perdalam, dan pasir hasil dari kerukan sungai tadi kita masukkan kedalam kantong- kantong
setelah itu kantong oasir tadi kita susun di oinggiran sungai untuk mencegah jika sungai tidak mampuh menampung air hujan kantong pasir yang ada di pinggiran sungai akan menghalangi air mengalir di sawah milik petan . Kita juga busa membuat bendungan dari kantong pasir itu di bawah air terjun. Jadi saat tidak ada air hujan. Maka air bisa kita ambil dari bendungan yang ada di sana. Dan saat hujan. Air akan tertampung di dalam bendungan tadi..." kata Alea panjang kali lebar.
"Waah...sepertinya ide nak...." tuan Bay lupa menanyakan nama Alea dan Alea pun lupa menyebutkan namanya.
"Hanpey paman..." ucap Zio Sang.
"Ya nak Hanpey , kayaknya ide anda cukup baik, bagaimana kalau ide itu kita coba..." lanjut tuan Bay Chan.
"Itu lebih baik tuan..." jawab Alea. Dan merekapun segera merundingkan kapan akan di laksanakan. Setelah mendapatkan kesepakatan Alea segera mohon pamit. Mereka segera keluar dari rumah tuan Bay chan. Karena sudah malam akhirnya Alea pamit mau pulang tanpa mampir kerumah Zio Sang. Alea dan Mimi segera pulang setelah mengingatkan Zio Sang untuk segera mencari orang untuk memperbaiki rumah yang baru dia beli .
Saat melewati pasar Alea memutuskan untuk berhenti di rumah makan yang cukup terkenal di kerajaan Long
"Kita makan dulu kak..." kata Alea pada Mimi.
"Baik Lea'er...." jawab Mimi.
saat melangkah Alea ingat pada Eagle dan Lauyan yang suka makan.
"Kalian nggak ingin makan bersama kami...?" tanya Alea pada Eagle dan Lauyan melalui telepati. Tiba- tiba tiga pria tampan keluar dari dalam ruang dimensi Alea membuat Alea dan Mimi terkejut.
"Hey...kalian ingin aku mati...!" seru Alea kesal saat keterkejutannya hilang.
"Maaf Lea'er..." kata mereka serempak.
"Dasar...untung wong ganteng kabe, yen nggak wes tak pites kuwe..." ucap Alea.
"Lea'er...kau ngomong apa....?" tanya Eagle heran mendengar omongan Alea.
"He he...kalian udah kumaafkan...?" jawab Alea sambil menggaruk rambutnya. merekapun ber o ria.
Alea menatap pria yang memakai baku putih dan berambut putih. dia heran kenapa pria ini bersama Eagle dan Lauyan .
"Siapa dia ...?" tanya Alea sambil menatap pria berbaju putih itu yang bersama Eagle dan Lauyan.
"Dia White Lea'er...." jawab Eagle.
"Apaa...White...?" seru Alea karena kaget.
"Kenapa Lea'er...apakah aku tampan...?" tanya White narsis. Mendengar perkataan White Alea ingin pingsan.
Melihat wajah mereka Alea jadi bingung, Kenapa hewan kontraknya tampan semua.
"Ck...kau ini, narsis banget..."kata Alea pura- pura kesal.
"Narsis...?" beo White.
"He he...uda ayo kita makan dulu, perutku keburu lapar...." ajak Alea.
Merekapun segera masuk kedalam Rumah makanan bersama - sama.
Saat mereka masuk banyak pasang mata yang menatap kedatangan mereka , terutama para gadisnya. Mereka iri pada Mimi yang berada bersama keempat pria tampan yang berada di sekitarnya. pria- pria itu begitu gagah dan tampan . apalagi pria yang memakai topeng. walaupun dia memakai topeng namun banyak orang yang melihat aura ketampanan lebih tepatnya kecantikan dan keanggunan yang dia miliki begitu besar. saat Alea dan ke empat saudaranya duduk setelah memesan makanan , banyak gadis yang mencari perhatian mereka. dan tak sengaja si ular Meilan bersama adik dan tiga temannya datang masuk ke dalam rumah makan , untunglah mereka duduk di pojokan . namun karena banyak perhatian tertuju pada meja Alea, akhirnya Meilan pun menatap kearah meja Alea. Dia terkejut ketika melihat pria- pria tampan duduk bersama seorang gadis , dia merasa iri pada si gadis itu. perlahan dia berjalan kearah meja Alea.
"Kak...mau kemana...?" tanya May ketika melihat sang kakak beranjak dan berjalan ke meja lain. namun Meilan cuek saja.
ketika sampai di meja Alea , Meilan mendekati Alea , dia merasa Alea lebih tampan dari mereka berempat.
"Hay ganteng...boleh aku duduk bersamamu...?" tanya Meilan dengan genit. Alea dan kawan- kawan merasa jijik.
"Maaf...kami tidak membutuhkan penambahan orang di meja kami..." jawab Alea dingin tanpa melihat Meilan.
"Cih ..sombong...kau belum tahu siapa kami...?" seru Meilan marah.
"Siapapun anda kami tak perduli...nach sekarang silahkan anda kembali kemeja anda sendiri...." jawab Alea dingin.
"Sombong....kau fikir aku menyukaimu..?" seru Meilan marah. diapun segera kembali kemeja teman- temannya dengan wajah merah karena marah. sedang di meja Alea terlihat Mimi yang terkikik geli serta White dan Lauyan yang tertawa. sedang Eagle hanya tersenyum menatap Alea yang cemberut.
ini visual dari mereka , jika tidak sesuai dengan imajinasi yang ada pada kalian tolong maafkan Author ya...
habis author udah bingung memilih wajah yang sesuai dengan karakter mereka.
wajah tampan Alea saat memakai topeng
maaf author nggak nemuin cewek yang gagah dan pakai topeng
wajah Alea kalau topeng di buka
wajah si Eagle yang dingin.
wajah Lauyan
wajah White.
Wajah Mimi .
Nach kalau nggak sesuai dengan imajinasi kalian. sekali lagi maaf..🙏🙏
kalian bisa membuat imajinasi sendiri .
jangan lupa like , vote dan komennya gue tunggu....
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 148 Episodes
Comments
Ai Shiteru
miminya cantik banget kk, si Phoenix pas banget ya itu mukanya, tengil gitu wkwkwk
2025-02-01
0
Nana Niez
lha emang si meilan g ingat wajahnya mimi pelayan setia Lea??????
2025-03-20
0
Erni Andi Arifuddin
cantikan mimi dari pada lea
2024-12-04
0