"Itu istana tuan putri, di sana sudah tersedia semua keperluan tuan putri.." jawab Eagle.
"Benarkah....boleh aku melihatnya...?" tanya Alea.
"Silahkan putri..." jawab Eagle.
Aleapun segera berjalan kearah rumah besar yang terlihat seperti istana mega itu. Ketika sampai di dalam istana , Alea melihat perabotan di dalam rumah ternyata seperti perabotan di abad 21 . di mana mulai dari sofa sampai hiasan dinding serta perabot ruangan dan lampu hias yang ada di dalam ruangan adalah barang- barang modern. Alea pun berjalan sambil mengagumi perabotan serta hiasan yang ada di dalam rumah itu. Semua perabotan itu seperti miliknya yang ada di rumah kedua orang tua serta apartemennya.
Pemandangan itu membuat Alea teringat pada kedua orang tuanya dan kedua kakaknya. Tanpa terasa air matanya menetes.
"Putri ada apa..." tanya Eagke. Tanpa di sadari oleh Alea , Eagle telah berubah menjadi seorang pria mudah tampan , tinggi dan gagah. Dan saat Alea sadar akan hal itu dia berseru.
"Siapa kau....!" serunya marah.
"Putri...hamba Eagle..." seru Eagle menenangkan Alea.
"Apa...! Kau Eagle...?" tanya Alea tak percaya .
"Benar putri hamba Eagle, karena hamba mahluk ilahi maka hamba sudah bisa berubah menjadi manusia..." kata Eagle menenangkan.
"Ya ampun....kau membuatku kaget Eagle..." ucap Alea sambil membuang nafas lega. dia kembali menikmati keindahan ruang yang ada di dalam istana yang katanya miliknya. sedang Eagle mengikuti di belakang Alea .
"Putri...itu kamar putri..." kata Eagle sambil menunjuk sebuah kamar yang memiliki pintu dengan ukiran kepala rajawali .. Alea segera berjalan kearah kamar itu dan segera membukanya. Ketika pintu terbuka terlihat ranjang kingse yang cukup besar berada di pojokan kamar dan terlihat kamar sudah ter tata dengan cukup indah dan menarik. Saat Alea membuka pintu almari yang cukup besar yang berada di kamar tidurnya dan Alea kaget, saat membuka almari itu terlihat gantungan baju dari baju jaman modern sampai baju hanfu yang di pakai wanita jaman ini sudah terlihat memenuhi isi almari.
"Eagle baju ini milikku...? dan apakah aku boleh memakainya..?" tanya Alea tak percaya.
"Itu semua memang milik putri... jadi putri boleh memakai nya...?" jawab Eagle. Alea bernafas dengan berat.
" Ya Tuhan... Ternyata gue emang nggak bisa kembali lagi kedunia modern. di sana mungkin gue sudah mati dalam kecelakaan itu....Ma...Pa...kak...apakah kalian kehilangan gue ...."ucap Alea dalam hati. Setetes air mata kembali menetes di pipinya. Buru- buru Alea mengusap air matanya saat terdengar suara Eagle.
"Putri..apakah putri tidak ingin melihat perpustakaan...?"kata Eagle dengan sopan.
"Perpustakaan....di sini juga ada perpustakaan ?" tanya Alea .
"Iya putri, di pojokan sana ada perpustakaan yang memiliki bermacam buku yang akan membuat anda suka..." kata Eagle menjelaskan.
"Benaekah....? kalau begitu kita kesana...." ahak Alea.
Alea pun segera melangkagkan kakinya kearah tempat yang di tunjuk Eagle dengan Eagle berada di sebelahnya. Ketika sampai di ujung bangunan Eagle membawa Alea masuk kedalam ruangan yang ternyata terdapat banyak buku yang tertata rapi di rak buku yang berjejer di dinding dan di tengah ruangan hampir memenuhi ruangan itu. Dengan wajah berbinar Alea mengambil dan melihat beberapa buku yang berada di sana. Terdapat beberapa buku mengenai ilmu pengobatan dan juga ada buku tentang cara menyerap Qi serta mengolah tenaga dalam ada juga buku yang mengajarkan cara bertransportasi . juga beberapa buku yang sangat berguna untuk memperkuat kekuatan diri dan ilmu kanoragan. Eagle dapat melihat binar kebahagian Alea ketika melihat tumpukan buku bermanfaat itu. Dia membiarkan Alea menikmati melihat buku- buku yang berada di sana. Namun tak berapa lama dia berkata.
"Tuan putri...lebih baik anda sekarang berendam di bawah air terjun untuk menghilangkan racun yang ada di tubuh putri, karena putri perlu beberapa waktu untuk berada di bawa air terjun itu , setelah itu baru putri bisa meracik obat untuk tubuh putri, dan jangan khawatir semua bahan tumbuhan obat yang putri perlukan sudah lengkap di kebun istana ini..." kata Eagle mengingatkan Alea.
"Baiklah aku akan melaksanakan semua saranmu..." jawab Alea sambil tersenyum pada Eagle dan berjalan keluar ruangan menuju air terjun.
Setelah sampai di bawah air terjun , Alea segera duduk di batu yang terdapat persis di bawah air terjun. Batu itu terlihat agak besar dan lebar seperti memang sengaja untuk meditasi , Alea segera duduk dengan posisi lotus. Dan air terjun otomatis mengenai kepalanya. Mula- mula Alea kesulitan dalam mengatur pernafasannya. Karena air yang jatuh dari atas agak terasa sakit menimpa kepala dan tunuhnya serta kesulitan dia bernafas di antara derasnya air yang mengguyur badan dan kepalanya. Namun lama- kelamaan Alea bisa melakukan itu dengan tenang. tanpa di sadari Alea puri- pori tubuhnya mengeluarkan darah yang berwarna hitam pekat dan berbau busuk. karena Alea berada di bawah air terjun otomatis darah hitam dan bau itu larut di salam air. Eagle yang melihat itu tersenyum lega. Tanpa terasa Alea melakukan itu selama dua hari dua malam . dan anehnya dia tidak merasakan rasa lapar. Ketika dia membuka matanya, dia merasakan perasaan tenang dan segar. Dia juga merasakan pandangannya semakin tajam. Dengan sigap dia keluar dari bawah air terjun. Ketika sampai di pinggir sungai dia sudah di sambut oleh Eagle sambil membawa kain putih untuk membungkus tubuhnya yang basah.
"Selamat putri...sekarang di dalam tubuh putri sudah tidak ada lagi racun yang menghambat aliran darah serta dentian putri, yang membuat putri tidak bisa menyerap Qi atau mana yang ada di sekitar putri..." kata Eagle dengan wajah tersenyum.
"Trimakasih Eagle, aku akan ganti baju dulu, lalu aku akan membuat ramuan obat agar aku semakin kuat..." jawab Alea .
"Baik putri..." jawab Eagle. Mereka segera berjalan kembali kedalam istana.
Setelah mengganti baju dengan baju pria yang ada di sana yang baru dan bersih , Alea segera melangkah keluar ruangan. Kini terlihat wajah Alea yang terlihat sangat cantik setelah racun yang menyerang tubuhnya hilang. Eagle yang melihat perubahan Alea tersenyum senang.
"Putri...kau terlihat sangat cantik dan menawan putri...." puji Eagle pada Alea.
"Hey...kau mulai merayuku Eagle...?" goda Alea pada hewan kontraknya . terlihat wajah Eagle memerah.
"Itu kenyataannya putri..." jawab Eagle.
"Trimakasih Eagle...dan kalau boleh tahu berapa hari aku di sini...?" tanya Alea sambil tersenyum cerah.
"Dua hari dua malam putri..." jawab Eagle.
"Apaaa... Ya ampun...pasti Mimi akan cemas menungguku..." seru Alea .
"Jangan khawatir putri, satu hari satu malam di sini. Di alam manusia hanya satu jam..." kata Eagel menenangkan.
"Fuu...syukurlah...." kata Alea dengan nafas lega.
"Kalau begitu ayo tunjukkan padaku ladang tanaman yang ada di sini..." seru Alea sambil melangkah keluar istana di ikuti Eagle . Eagle menunjukkan kebun tanaman obat yang berada di belakang istana. Dan di sana terlihat beberapa tumbuhan obat yang langkah banyak di tanam di sana. Ada jamur lupi yang berumur ratusan tahun yang berkasiat menghilangkan beragam racun . juga ada bunga teratai merah yang tumbuh dengan subur di aliran sungai yang mengalir dari air terjun yang ada di depan istana . bunga teratai merah memiliki banyak kasiatnya untuk penyembuhan penyakit . Juga berpuluh macam tanaman obat langkah ada juga di tanam di sana.
"Waah...Eagle , siapa yang menanam tanaman ini...?" tanya Alea dengan wajah kagum dan gembira.
"Tuan pemilik yang terdahulu putri..." jawab Eagle.
"Ya ampuun...benar- benar menakjubkan...." seru Alea gembira.
"Kalau begitu ayo kita mulai membuat ramuan buat tubuhku...." seru Alea sambil melangkah kearah tanaman obat. Dengan perasaan gembira Alea mulai memetik beberapa tanaman yang dia butuhkan. Eagle melihat sifat tuannya yang sekarang merasa gembira. Dia melihat sifat Alea yang ramah lincah dan terlihat riang. Gadis itu terlihat tidak membosankan. Tapi terkadang terlihat wajah Alea yang terlihat dingin. Setelah mendapatkan apa yang dia butuhkan, Alea segera melangkah kedalam istana. Dia segera membuat ramuan untuk tubuhnya. Setelah memakan waktu cukup lama, Alea mampu membuat beberapa botol obat untuk tubuhnya. Ada yang berupa cairan untuk di minum dan beberapa obat untuk wajah yang berupa salep.Alea juga membuat obat untuk penyakit dalam. beberapa obat dia simpan di ruangan yang khusus untuk meracik obat.
Alea segera mengambil beberapa botol dan di masukkan kedalam saku bajunya.
"Eagle...aku akan keluar, apakah kau mau ikut...?" kata Alea.
"Tidak putri...tapi kalau putri membutuhkan Eagel panggil saja, aku akan segera datang ..." jawab Eagle.
"Baiklah ...kalau begitu aku pergi dulu ..." kata Alea.
"Tunggu putri....putri jangan pulang dulu,
Putri bisa mencari pedang salju di hutan ini..." kata Eagle lagi.
"Pedang salju...? Di mana...?" tanya Alea.
"Perasaan hamba pedang itu ada di hutan yang sedang anda datangi putri..." jawab Eagle lagi.
"Baiklah aku akan mencoba mencarinya , ya sudah aku pergi dulu..." Alea segera mengusap batu giok yang ada di lehernya. dan tiba- tiba dia telah kembali di dalam hutan di mana dia pertama kali mengusap batu giok itu . Alea pun tersenyum dan kembali berjalan masuk kedalam hutan lebat itu. Di tengah perjalanan mencari pedang es, Alea banyak menemukan tanaman obat yang cukup langkah. Dia segera mengambil dan memberikan pada Eagle untuk di tanam di ruang demensinya. Atau dia sendiri yang akan menanamnya. Sampai akhirnya dia sampai di sebuah gua yang terlihat mengeluarkan aura dingin menakutkan.
"Gila...kenapa di sekitar goa ini sangat dingin....jangan- jangan di sinilah tempat pedang itu berada. Tapi mungkin juga sich... Goa ini berada sangat jauh di dalam hutan .Pohon- pohonnyapun sangatlah lebat sekali. Menghalangi cahaya matahari hingga tidak dapat masuk kesini. Sehingga membuat cuaca terlihat bagai malam hari. Tapi gue heran, kenapa gue bisa melihat keadaan hutan ini ya... Apa karena gue sudah terbebas dari racun atau karena dentian gue sudah terbuka....." monolok Alea dalam hati.
"Bodoh ah...gue akan coba masuk aja kedalam goa ini, siapa tahu pedang itu emang ada di dalam ...." ucap Alea pelan. Diapun segera melangkah masuk kedalam gua yang terasa dingin itu. Ketika dia sampai di dalam gua yang terdalam, rasa dingin itu semakin menyerang Alea. Namun dia dengan nekat tetap berjalan masuk kedalam, hingga akhirnya dia melihat sebuah pedang yang menancap di sebuah batu di pojokan gua yang terdalam. Dan di sebelah pedang terlihat sebuah telur yang cukup besar. Perlahan Alea mendekati pedang tersebut. Dengan tegar Alea mencabut pedang itu. Namun sebelum pedang tercabut , seberkas cahaya masuk kedalam tangan Alea. Alea merasakan rasa dingin menyerang tubuhnya menjalar dari tangan yang memegang pangkal pedang hingga sekujur tubuhnya . Alea berusaha untuk bertahan, akhirnya perlahan rasa dingin itu berubah rasa hangat yang menjalar keseluruh tubuh Alea. Dengan memudarnya rasa hangat dalam tubuh Alea, dia segera mencabut pedang itu . Ketika pedang tercabut dari batu terlihat sebuah cahaya memancar dari pedang mengenai telor yang berada di sebelah pedang. Tak berapa lama terlihat telor mulai retak. Perlahan terlihat seekor burung berwarna Kuning emasan kemerahan dan di kepala burung terlihat surat kuning dan ekor berwarna kuning dan merah, burung itu terlihat sangat indah.
Bersambung dulu ya....jangan lupa like dan komen serta votenya author tunggu.
Ini pedang salju milik Putri Alea.
ini beby Phoenix
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 148 Episodes
Comments
Nn F
bodo atqu bodoh ini thor ?
2025-03-18
0
Mama Muda
kirain gak ada ilmu² nya, kirain cuma ada beladiri doang sama kedokteran rupanya hewan ilahi hewan itu ini, gak jelas kalo udah gini cerita nya sampe sini aja dulu
2024-04-23
2
Al^Grizzly🐨
Teleportasi bukan Transportasi..
2024-04-18
0