"Aku ingin mencari tanaman obat untuk mengobati lukaku ..." jawab Alea.
"Mencari tanaman obat...?" tanya Mimi tak percaya, sebab setahu Mimi tuan putri Lea tidak mengerti tentang pengobatan. Dia yang hidup bersama tuqn putri Alea sejak kecil tahu kalau sejak dulu tuan putrinya tak memiliki keterampilan apapun.
"Iya... Aku ingin mencari obat untuk merawat wajahku..." jawab Alea tenang.
"Lea'er...sejak kapan kau tahu tentang pengobatan...? bukankah sejak dulu kau tidak memiliki ketrampilan apapun....?" tanya Mimi heran. Alea terkejut mendengar pertanyaan dari Mimi. Dia baru ingat kalau Putri Lea adah seorang putri yang bodoh dan lugu. Dia yang sejak kecil selalu menderita dan di abaikan tidak memiliki keahlian apapun . hingga dia di hina dan di kucilkan.
"Sudah lama kak...hanya aku menyembunyikan kemampuanku tentang pengobatan..." jawab Alea tenang .
"Ya Dewa...semoga Mimi mempercayai kebohonganku..." seru Alea dalam hati.
"Benarkah....? Kalau begitu kau bisa menyembuhkan lukamu sendiri...?" tanya Mimi dengan wajah bahagia.
"Iya kak..." jawab Alea sambil tersenyum lembut.
"ffuh...untung dia percaya kebohonganku.." seru Alea dalam hati sambil bernafas lega.
"Kalau begitu kita akan pergi bersama- sama mencari tanaman obat itu Lea'er.." kata Mimi antusias.
"Tidak kak ...Lea akan pegi sendiri kesana. bahaya kalau mereka tahu aku masih sehat... " titah Alea .
"Baiklah Lea'er....aku akan menunggumu di sini, Kau bisa berjalan lewat pintu belakang kearah utara , kau nanti akan menemukan hutan itu...tapi kau harus menjaga keselamatanmu Lea'er... "kata Mimi dengan wajah agak cemas .
"Teimakasih kak...kau jangan merasa cemas, aku akan baik- baik saja, kau harus menjaga kediaman ini jangan sampai ada yang datang. Kalau ada yang tanya tentang diriku , katakan aku masih sakit dan tak bisa di ganggu..." kata Alea sambil menepuk pelan pundak Mimi.
"Baik Kena'er..." jawab Mimi .
"Kak...apa kau bisa mencarikanku baju pria yang bersih....?" tanya Alea pada Mimi.
"Untuk apa Lea'er..." ucap Mimi balik bertanya.
"Untuk kupakai kak... mana mungkin aku memakai baju seperti ini masuk hutan yang lebat itu ..." jawab Alea sambil menatap Mimi dengan wajah cemberut.
Mimi yang melihat wajah Alea yang cemberut menjadi gemas. Dia jadi semakin heran melihat tingkah Alea yang berubah setelah siuman dari pingsannya.
"Baiklah aku akan mencarikan baju itu buatmu..." jawabnya.
"Trimakasih kak...kau memang gadis yang baik..." kata Alea sambil nencubit pipi Mimi dengan wajah bahagia. Mimi semakin tak mengerti dengan tingkah Putri Lea yang terlihat ceria dari pada dulu. Dulu sifat putri Lea sangat pendiam , apalagi setiap hari mendapat siksaan dari saudara tiri dan selir sang ayah. beda dengan putri Lea yang sekarang . Diapun segera keluar dari kamar sang putri untuk mencarikan permintaannya.
Tak berapa lama Mimi telah kembali dengan membawa buntalan. dan dia memberikannya pada sang putri.
Dengan wajah senang Alea mengambil buntalan itu yang sudah dia ketahui berisi baju pria.
"Ini baju siapa kak...?" tanya Alea dengan wajah gembira.
"Aku tadi membeli di toko murah... Maaf Lea'er aku hanya bisa membelikan baju seperti itu buatmu, karena uang yang kita punya hanya sedikit..." jawab Mimi dengan wajah sedih .
"Nggak masalah kak...ini sudah baju bagus... Jangan khawatir kak, setelah keadaan tubuhku membaik aku akan mencari uang buat hidup kita berdua..." kata Alea dengan wajah ceriah menghibur Mimi.
"Semua ini karena selir Rolia yang jahat itu... " seru Mimi dengan marah.
"Kok bisa dia kak..." tanya Alea heran.
"Iya...karena dia selalu memberi uang bulanan buatmu hanya sedikit. Makanan pun hanya sisah- sisah dari mereka, atau makanan yang tak layak di makan.." jawab Mimi dengan nada marah.
"Apakah Ayah tahu semua ini...?" tanya Alea dengan wajah marah dan perasaan sedih untuk nona Lea yang asli.
"Entahlah Lea'er...hanya yang kakak tahu , tuan besar membiarkan saja tingkah mereka yang berbuat semena- mena terhadapmu..." kata Mimi menjelaskan.
"Kalau begitu kita tak butuh mereka. Kita bisa hidup tanpa mereka. Jadi biarkan saja mereka menganggap kita tak ada..." kata Alea dengan wajah marah.
"Benar katamu Lea'er...kita jangan hiraukan mereka, kita akan hidup berdua tanpa menghiraukan mereka..." jawab Mimi dengan wajah masih marah .
"Ya sudah aku akan ganti baju dulu lalu akan pergi mencari tanaman obat..." kata Alea lagi , Diapun segera membuka bajunya dan menggantikannya dengan pakaian pria yang tadi di bawa Mimi. Setelah selesai dengan bantuan Mimi. Alea segera berpamitan pada Mimi untuk segera pergi ke hutan mencari tanaman obat . dan dengan berat hati Mimi mengijinkannya . Dengan gerakan lincah Alea melesat melompati pagar tembok belakang kediamannya menuju hutan yang di beritahu Mimi. Sedang Mimi hanya bisa ternganga melihat perbuatan Alea yang melompati tembok yang terlihat cukup tinggi itu denfan mudahnya .Setelah tersadar dia hanya bisa menggelengkan kepalanya . dan mengucek matanya rak percaya dengan penglihatannya .
"Ya ampuun.....apa benar itu putri Lea... Andai aku tak melihat sendiri, mana mungkin aku percaya...." seru Mimi dalam hati.
Sedang gadis yang sedang membuat Mimi terkejut kini sedang berlompatan di antara pohon dan rumah penduduk menuju hutan yang di beri tahu Mimi. Untunglah daerah belakang kediamannya tidak di jaga oleh pengawal. Jadi Alea dengan mudah keluar dari kediamannya.
"Kasian kau putri Lea... Kau bagai gadis yang di buang oleh keluargamu. Ayah yang kau banggakan tidak sedikitpun mengingat keberadaanmu. Tapi tenanglah...aku akan membuat ayahmu menyesal telah menelantarkan keberadaanmu, dia akan menyesal twlah membuatmu menderita ,dan orang yang telah menyiksamu dan menghancurkanmu akan merasakan pembalasan dariku.. ." kata Alea dengan pelan. Dia tetap melompah dari satu cabang pohon kecabang yang lain, atau sari satu atap rumah keatap rumah yang lain. Tiga puluh menit kemudian Alea melihat sebuah hutan yang cukup lebat. Perlahan Alea melompat memasuki hutan itu. Ketika langkah kaki Alea mulai memasuki hutan, terlihat pohon- pohon yang menjulang tinggi serta keadaan hutan yang agak gelap karena pohon yang terlalu rimbun menutupi cahaya matahari masuk kedalam hutan. Alea berhenti sejenak di atas pohon. Dia melihat keadaan hutan yang ada di depannya .
"Gila...hutan jaman dahulu kenapa seseram ini ya... Bodoh ah...mungkin di dalam sini banyak tanaman yang berguna untuk meramu obat, untung aku mendapat didikan dari kakek soal tanaman herbal,...jangan khawatir putri Lea... Kau akan kubuat jadi gadis yang berguna, tapi maaf...kalau soal cinta gue nggak bisa meneruskan kisah cinta elo...." umpat Alea sambil menatap daerah hutan yang terlihat lebat.
"Baiklah aku harus mencari tanaman obat- obatan untuk menghilangkan racun yang ada di tubuh gue yang baru ini...." akhirnya Alea kembali berlompatan di atas cabang - cabang pohon. Sesekali dia turun kebawa dan mengambil tanaman yang berguna untuk penyembuhan tubuhnya.
"Perasaan sejak tadi gue nggak menjumpai seekor hewan satu pun... masak iya hutan selebat ini nggak ada seekor hewan pun..?" kata Alea sendiri. dia melanjutkan mencari tumbuhan obat buat tubuhnya
"Gila...kenapa semakin gue masuk kedalam hutan ini tanaman obat- obatan langkah semakin banyak.... Andai ini di jaman modern pasti kakek sangat gembira melihat tumbuhan obat- obatan ini. Eee ..tunggu dulu..ngomong- ngomong soal kakek, sebelum gue meninggal bukankah gue bertemu dengan kakek- kakek yang memberi gue sebuah kalung yang nggak boleh gue lepas...apa kalungnya ikut juga kemari ya...?" kata Alea perlahan. Dia segera meraba leher jenjangnya, dan Alea pun terkejut saat merasakan tangannya memegang bandul giok yang menggantung di lehernya.
"Ya ampuuun....kalung ini ada...?" seru Alea kaget.
batu giok pemberian kakek misterius. di abad 21.
Karena terkejut tanpa sengaja Alea mengusap lembut permukaan batu giok yang menjadi bandul dari kalung itu. Dan tiba- tiba tanpa dia sadari, Kini dia berada di daerah pegunungan yang indah , dengan air terjun yang jatuh dari aras tebing tinggi, dan aliran sungai yang mengalir di bawahnya .pemandangan indah sekarang terbentang di depan matanya . di sini cuacanya cerah sekali . saat Alea mengagumi keindahan alam itu, tiba- tiba terlihat seekor rajawali melayang terbang di angkasa dan tiba - tiba menukik turun kebawa mengarah kearah Alea.
"Hey....kenapa rajawali itu mengarah ke gue...." seru Alea sedikit takut. Dengan perasaan was- was Alea mempertahankan tetap berdiri menatap rajawali yang kini sudah berdiri di depannya. Rajawali itu terlihat sangat besar.
"Selamat berjumpa putri Lea...." sapa rajawali itu dengan ramah.
"Hey...kau bisa bicara ....? Dan kau mengenalku....?" tanya Alea bingung dan heran mendapati burung itu bisa bicara dan berkata dengan sopan..
"Tentu putri...hamba mengenal tuanku.." jawab sang rajawali dengan sopan.
"Di mana ini bukankah aku tadi berada di dalam hutan....?" tanya Alea dengan menatap burung itu dengan perasaan masih takut.
"Jangan takut putri.. Ini alam demensi yang ada di dalam batu giok milik tuan putri.
"Batu giok....? Apa maksudmu...?" tanya Alea semakin tak mengerti.
"Di sini alam yang ada di dalam batu giok di kalung tuan putri...?" kata sang rajawali menjelaskan.
"Batu giok di kalung ku...? Maksudmu kalung yang di beri oleh kakek tua itu...?" tanya Alea meyakinkan.
"Benar...dan hamba adalah penunggu nya putri...dan sekarang putrilah pemilik daerah ini..dan hamba adalah hewan kontrak putri..." jawab sang rajawali.
"Benarkah....?Ya ampuun...indah banget....apa benar aku yang menguasai alam ini..tapi tunggu...kalau aku menguasai alam ini, apakah aku tidak bisa keluar dari sini...?" tanya Alea ketakutan.
"Jangan takut putri...anda bisa keluar kembali kedunia luar dengan cara mengusap kembali giok tuan putri..." jawab rajawali menerangkan .
"Ooo..begitu...kalau boleh tahu siapa namamu...?" tanya Alea ikutan ramah. Melihat keramahan dan kata bersahabat dari Alea sang rajawali terlihat sangat bahagia.
"Hamba belum memiliki nama putri.. Kalau tuan putri berkenan , tuan putri bisa memberi nama pada hamba..." jawab sang rajawali lagi.
"Aku...?" Rajawali menganggukkan kepalanya. Terlihat Alea berfikir , dia yang tak pandai membuatkan nama merasa sedikit kesulitan. apalagi ini nama hewan yang terlihat sangat keren. terlihat wajahnya berkerut karena berfikir ,tak lama dia tersenyum.
"Baiklah jangan kecewa ya jika nama yang kubuatkan jelek...habis aku nggak bisa mencarikan nama buatmu..." kata Alea sambil tersenyum kecut .
"Nggak jadi masalah putri... hamba akan menghargai apapun nama pemberian dari putri.. " kata Sang rajawali.
"Karena kau seekor rajawali ,kau kuberi nama Eagle...."kata Alea sambil tersenyum.
"Trimakasih putri atas nama yang kau berikan..tapi sebelum itu tolong putri meneteskan sedikit darah putri di kepala hamba..." kata sang rajawali.
"Baiklah...." dan Alea melukai tangannya sedikit dan meneteskan darahnya di kepala rajawali.
"Trimakasih putri...mulai saat ini hamba adalah hewan kontrak tuan putri..." jawab sang rajawali.
"Nach sekarang tolong putri mandi di bawa air terjun itu, agar racun yang ada di dalam tubuh tuan putri hilang. Dan sekalian putri bisa mulai belajar mengumpulkan Qi murni agar putri memiliki kekuatan lebih besar...." kata rajawali.
"Kau tahu aku keracunan...?" kata Alea heran .
"Iya putri...hamba tahu anda keracunan terlalu banyak di tubuh anda..." jawab Eagle.
"Ini semua pasti ulah mereka manusia ular itu sejak dulu,..." kata Alea.
"Benar putri...." jawab Eagle kembali .
"Tapi Eagle aku tidak membawa baju ganti..." kata Alea bingung.
"Tenang saja putri...lihatlah di belakang putri, ada sebuah rumah yang memiliki semua kebutuhan yang putri perlukan.." jawab rajawali lagi. Alea segera membalikkan badannya . dan ternyata tanpa di sadari Alea, di belakang Alea terlihat sebuah bangunan rumah yang terlihat sangat mega dan indah. Di depannya terbentang taman yang sangat luas dan indah.
"Waaoo...istana siapa ini Eagle...?" tanya Alea dengan perasaan kagum.
Maaf sampai di sini dulu cerita author.
Author sambung besok lagi ya....
jangan lupa like , vote dan komennya author tunggu.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 148 Episodes
Comments
weni tutia
koreksi dulu ya kak kalimatnya soalnya banyak yg typo
2025-03-19
1
Sandisalbiah
taunya kalau Akea di latih bela diri oleh kakeknya tp ilmu meringankan tubuh sampai bisa lompat dr pohon ke pohon ini buat speechless.. apa lafi tubuhnya yg banyak racun 🤔🤔
2024-08-19
1
Sofyan Muchtar
sudah biasa lompat dari pohon ke pohon ya. ..padahal dari dunia modern
2023-05-07
3