Setelah Selir Rolia dan rombongan nya keluar dan menjauh dari kamar Alea. Alea dan Mimi tak bisa menahan tawanya lagi. Mereka berdua tertawa dengan kerasnya.
"Ya ampun...lucu banget, aku hampir tak tahan menahan tawaku tadi.. baru sekarang aku bisa mentertawakan selir Rolia..." kata Mimi di sela tawanya.
"Kak jangan keras- keras, nanti ada yang mendengar lo..." seru Alea memperingati.
sebenarnya tak jadi masalah sich, tapi karena mereka harus menyembunyikan kesabaran mereka dan mereka tak ingin pihak musuh tahu, akhirnya terpaksa Alea memperingati Mimi.
"Iya , Iya..." jawab Mimi sambil berusaha menghentikan tawanya. Namun mereka akan kembali tertawa kalau ingat cara jatuh Selir Rolia dan anaknya.
"Lea'er...apa itu tadi ulahmu...?" tanya Mimi di sela tawanya.
"Iya kak....habis aku gemas melihat wajah Selir Rolia...." jawab Alea.
"Nona kau tidak apa- apa kan...?" tiba- tiba dua pria tampan berada di sebelah kanan dan kiri Alea.
"Lo...kalian kok ada di sini...?" tanya Alea kaget.
"Kami melihat kedatangan mereka tadi. Kami takut terjadi sesuatu pada Nona.." jawab Eagle sambil menatap Alea cemas.
"Benar Nona...White pun tadi ingin kemari, tapi karena tubuhnya masih lemah dia tidak ikut..." jawab Phoenix.
"Aku nggak apa- apa kok...kalian jangan khawatir. Dia tidak akan bisa menyiksaku lagi..." jawab Alea.
"Lea'er...siapa mereka...?" tanya Mimi sambil melihat mereka dengan pandangan takut dan curiga, ketika melihat kedatangan mereka yang tiba- tiba berada di dekat Alea.
"Oh ya kak kenal kan mereka Eagle dan Lauyan sahabatku dan juga saudaraku seperti kakak..."jawab Alea.
"Sahabat...?" beo Mimi.
"Bukankah kau sudah mengenalku..." kata Lauyan cuek.
"Sudah mengenalmu....?" tanya Mimi tak mengerti.
"Dia burung yang bersamaku kemaren kak...burung yang nggak mau kau pegang...." kata Alea menjelaskan.
"Apaa....burung....?" seru Mimi kaget.
"Mereka adalah hewan kontrakku kak...?" jawab Alea.
"Kau memiliki hewan kontrak Lea'er...?" tanya Mimi kaget .
"Iya... " jawab Alea. Mimi hanya bisa melihat Alea dengan takjum , seberapa besar kekuatan Putri Lea saat ini hingga dia bisa mempunyai hewan kontrak .
"Oh ya Eagle aku ingin tanya , kenapa saat aku tadi ingin memiliki sebuah batu, tiba- tiba di genggamanku ada batu...?" tanya Alea.
"Kalau begitu Nona memiliki elemen Bumi Nona...." jawab Eagle.
Elemen Bumi...?" tanya Alea tak mengerti.
"Di dalam tubuh manusia memiliki kekuatan elemen Nona. sedangkan elemen seseorang berbeda- beda juga berbeda tingkatan.
Ada elemen bumi, yang memiliki tiga tingkatan. Tingka dasar. Menengah ,
Dan puncak.
Ada elenen Air , elemen udara , elemen api, dan cahaya, semua memiliki tingkatan yang sama yaitu tiga tingkatan . warna cahaya elemen menunjukkan kekuatan elemen yang ada pada orang itu
Elemen Bumi memiliki warna coklat.
Elemen air. memiliki warna biru.
Elemen api memiliki warna merah.
Elemen cahaya memiliki warna putih
Elemen udara memiliki warna hijau.
Setiap orang memiliki elemen yang berbeda. Ada yang memiliki satu elemen ada yang dua elemen, tapi itu jarang. Apalagi lebih dari itu..." jawab Eagle dengan sabar.
"Lalu aku memiliki elemen apa saja...?" tanya Alea.
"Kita uji saja nanti di ruang dimensi, di sana ada batu penguji . yang pasti kau memiliki elemen Bumi..." jawab Eagle.
"Ya sudah nanti kita uji di sana..." kata Alea lagi
"Sudahlah...ayo sekarang kita memasak di dapur, aku sudah lapar...." ajak Alea .
"Baik Lea'er..." jawab Mimi.
"Kalian berdua mau ikut atau kembali ..." tanya Alea.
"Boleh kami ikut Nona...?" tanya Eagle.
"Boleh...ayo..." kata Alea sambil melangkah keluar kamar menuju dapur. Mimi dan Eagle serta Lauyan mengikuti Alea dari belakang. Sesekali Mimi melirik keberadaan dua pria yang ada di belakang Alea.
Saat sampai di dapur, Alea merasa kasihan juga melihat kedua mahluk kontraknya hanya memperhatikan mereka dengan wajah bosan.
"Kalian kembalilah kedalam ruang dimensi, nanti setelah masakan yang aku buat selesai kalian akan aku panggil..." kata Alea sambil tersenyum.
"Baik Nona..." jawab mereka dengan wajah gembira . Mereka berdua segera menghilang dari pandangan mata. Mimi kembali terkejut melihat kejadian itu. sedang Alea tertawa melihat mereka menghilang.
Sedang di kediaman Selir Rolia terjadi kekacauan , Selir Rolia yang di buat marah oleh Alea mengamuk sejadi- jadinya . dia melempar barang yang ada di depannya.
"Ba****t. Berani sekali pe****r itu kepadaku ha..." teriak Selir Rolia marah.
"Bunda tenanglah..." hibur putri Meilan saat melihat sang Bunda mengamuk dan menghancurkan barang yang ada di kamarnya.
"Br*****k...Hui da....!" teriaknya lagi memanggil pelayan setianya.
"Ya nyonya...." terlihat pelayan yang tadi jatuh bersamanya tergopoh- gopoh datang padanya.
"Kau...andai kau bukan pelayan setiaku sudah kubunuh kau...." jerit Selir Rolia marah.
"Ampun nyonya...ampuni hamba..." kata pelayan itu sambil bersujud dan membenturkan kepalanya ke lantai .
"Carikan aku pembunuh bayaran untuk membunuh gadis pe****r itu nanti malam..." perintah selir Rolia marah.
"Bunda...kalau putri boleh menyarankan jangan sekarang kita bertindak, bukankah hari ini kita baru saja bertengkar dengannya. Jadi jika sesuatu terjadi padanya , maka kita akan di curigai Bunda...tunggulah sampai satu atau dua bulan lagi bunda, kita akan membuat perhitungan dengannya..." usul Meilan pada sang Bunda. Selir Rolia terdiam mendengar omongan sang putri.
"Benar juga perkataanmu Lia'er...kalau sekarang aku melakukan itu, pasti kita akan di curigai. baiklah kita biarkan dulu dia menghirup udara selama satu bulan, setelah itu kau Hui da...kau cari pembunuh bayaran untuk menghabisinya ...." kata Selir Rolia dengan wajah marah dan sinis..
"Baik nyonya ..." jawab Hui da dengan masih ketakutan dan gemetar.
Sedang di tempat Alea, terlihat Alea dan Mimi serta kedua hewan kontraknya sedang makan masakan Alea dengan lahapnya. Sedang White masih tidak dapat ikut karena keadaannya yang masih kemah.
"Nona...masakanmu lezat sekali..." kata Eagle memuji.
"Benarkah....? " tanya Alea .
"Benar Nona..." jawab keduanya serempak.
"Apakah kalau aku membuat restoran dengan menu seperti ini akan laku...?" tanya Alea .
"Pasti Nona...aku yakin itu..." jawab Lauyan dengan yakinnya ,
"Kalau begitu kita akan membuat restoran dengan bermacam menu yang belum ada saat ini..." kata Alea lagi.
"Tapi apa kalian mau membantuku nanti...?" tanya Alea lagi.
"Tentu Nona...kami akan selalu mendukungmu...." kata Lauyan semangat.
"Nach...karena sekarang kita akan menjadi satu keluarga maka dari itu aku meminta kalian berdua mengubah panggilan kalian, jangan memanggilku Nona, aku akan merubah penampilan ku menjadi seorang pria dengan nama Hanpey, dan karena kalian bertiga maksudku berempat dengan White lebih tua umur dariku maka kalian harus memanggilku Pey'er dan aku akan memanggil kalian gege dan jie jie...kalian mengerti..." kata Alea lagi.
"Tapi Nona...."
"Tidak ada tapi- tapian. Apa kalian menolak permintaanku....?" kata Alea tegas.
"Baik Pey'er..." ucap mereka bertiga.
"Kalian bisa memanggilku Lea'er kalau sedang berada di ruang dimensi... Dan kau kak , kau akan aku tunjukkan ruang dimensiku suatu saat nanti..." kata Alea pada Mimi.
"Baik Lea'er.." jawab Mimi.
Setelah selesai makan bersama, Alea mengajak mereka pergi kekota untuk mencari uang di arena adu kekuatan.
Tak berapa lama terlihat empat orang melompati pagar tembok belakang rumah Alea menuju pasar.
Ketika sampai di pasar. Terlihat mereka menjadi pusat perhatian para penghuni pasar. tiga orang pria yang memiliki wajah yang sangat taman walau salah satu memakai topeng tapi mereka bisa menduga kalau wajah di balik topeng itu ada wajah yang tampan. Serta seorang gadis manis berada bersama mereka. Melihat gadis manis itu mereka para gadis jadi iri , karena gadis itu bisa bersama tiga pria tampan bersamanya .
"Pey'er... Kita mau kemana...?" tanya Mimi.
"Kita ke arena adu kekuatan kak..." jawab Alea.
"Arena adu kekuatan...?" tanya Mimi tak mengerti.
"Iya...kita akan mencari uang di sana..." kata Alea.
"Tunggu...apakah uang yang selama ini kau dapatkan dari adu kekuatan...?" tanya Mimi tak percaya.
"He he he...iya kak..." jawab Alea lagi.
"Ck kau ini....gimana kalau kau terluka.." kata Mimi lagi.
"Mi...mana mungkin Pey'er akan terluka, kau belum tahu siapa dia..." kata Lauyan sambil berjalan di sebelah Alea. Alea yang memiliki tubuh tinggi semampai memang terlihat sangat gagah mengagumkan , namun jika di bandingkan dengan kedua pria yang berjakan bersamanya , dia terlihat jecil sendiri. ketika dia berjalan bersama Eagle dan Lauyan terlihat tiga pria tampan yang sangat mempesona membuat para gadis luluh hatinya . Jadi ketika mereka berjalan di tengah- tengah pasar yang terlihat cukup ramai, mereka menjadi pusat perhatian.
Tak terasa mereka telah sampai di depan arena adu kekuatan. Ternyata tempat itu telah penuh dengan orang yang akan menonton pertunjukan. Dan di arena sudah ada dua orang yang saling beradu kekuatan. Alea dan ketiga temannya hanya menatap pertandingan itu dengan wajah datar saja.
"Kak...kau akan mencoba kekuatanmu..?" tanya Alea pada Mimi.
"Tidak..." kata Mimi cepat.
"Kenapa...? " tanya Alea.
"Aku takut kalah..." jawab Mimi lugu.
Alea tersenyum mendengar perkataan Mimi. Dia tahu bagaimana perasaan orang yang baru memiliki ilmu beladiri. Ketakutan saat menghadapi musu memang menjengkelkan. Seperti dia ketika masih di bangku SMA saat dia mewakili sekolah dalam turnamen antar siswa di abad 21, perasaan takut pada lawan membuat dia mengeluarkan keringat dingin. Tapi untunglah dia bisa membawa mendali emas untuk di serahkan pada guru pembimbingnya. Dan mulai saat itulah dia menjadi gadis yang selalu menjadi sorotan siswa di sekilahnya. Maklumkah seorang gadis cantik, imut , cerdas dan memiliki segudang keahlian serta anak konglomerat menjadi salah satu daya tariknya.
Tapi sayang sekali di jaman ini dia menjadi anak yang tak di harapkan orang tua serta saudaranya . Alea tersenyum kecewa bila mengingat itu semua.
"Pey'er...ada apa....?" tanya Eagle bertelepati.
"Iya ada apa Pey'er...kenapa kau sedih...?" tanya Lauyan .
Alea lupa kalau dia sedih pasti hewan kontraknya juga merasakan .
"Aah...nggak ada masalah...aku hanya teringat saat aku tak punya siapapun selain jie jie...." jawab Alea .
"Jangan sedih...kau sekarang sudah memilki kami..." kata Eagle menghibur.
"Benar kata Eagle Pey'er...kau sudah memiliki kami , kau tak akan kesepian lagi.." kata Lauyan menimpali.
"Iya, iya...aku tak akan sedih lagi..."kata Alea. Dan bertepatan saat itu , orang yang sudah empat kali pertandingan kini jatuh terbanting di tanah. dengan darah keluar dari mulutnya. Dan pria yang mengalahkan tiba- tiba akan memukul kepalanya. seperti ingin membunuh Saat pria itu tergolek lemah. Alea menyadari ada kecurangan yang di lakukan oleh sang lawan, Dia segera terbang menghalangi tangan yang sudah hampir mengenai kepala pria yang tertelungkup. Akhirnya tangan yang akan menghantam kepala itu kini bertemu dengan tangan Alea yang menerima hantaman tangan orang itu. Orang itu terpental kebelakang dan terduduk di atas arena. Sedang Alea terlihat masih berdiri tegak tak tergoyahkan.
."Maaf seorang pendekar tak akan menyerang jika musuhnya sudah tidak berdaya..."kata Alea dingin .
"Hey...siapa kau....berani sekali kau ikut campur urusan orang, kau berani melawanku....?" seru pria itu marah.
"Ck..aku tak perduli siapa kamu, kau bukan siapa- siapa , untuk apa aku takut kepadamu...." kata Alea dingin.
"Ban***t siapa kau sebenarnya...?" seru pria itu semakin marah.
Alea tak perduli pada pria itu, dia mendekati pria yang terluka dan membantunya berdiri.
"Kak ayo bangun, aku bantu kau berdiri..." kata Alea sambil memapah pria itu agar bisa berdiri.
"Kau bisa berdiri sendiri kak...?" tanya Alea lembut. Pria itu hanya mengangguk.
"Hey kau...ba****t kau meremehkan diriku ha....!" teriak pria itu dengan wajah memerah.
"Ck..kau cerewet sekali ya... Aku sebenarnya tidak ingin ikut campur, tapi aku tidak bisa tinggal diam melihat kecurangan di depanku...." ucap Alea marah.
"Apa maksudmu...?" tanya Pria itu marah.
"Kau curang....kau melakukan kecurangan, kau memberikan serbuk bunga kecubung padanya tadi, hingga dia mabuk dan tak bisa melawanmu ..." tuduh Alea datar. Ucapan Alea membuat para penonton kaget dan marah.
"Apakah kemenangan seperti itu di perbolehkan...?" tanya Alea mengejek. terdengar suara para penonton yang semakin marah.
"Bohong...kau memfitnaku..." kata pria itu marah.
"Benarkah aku memfitnahmu...?" tanya Alea dingin .
"Iya kau memfitnaku , kapan aku melakukan itu dan apa buktinya...?" kata pria itu menantang.
"Baiklah aku akan menunjukkan bukti itu. Gege...tolong kau bawa kakak ini turun.." kata Alea pada Eagle yang berada dekat panggung. Eagle memang akan membawa pria yang di tolong Alea turun dari panggung. Karena pria itu masih terlihat linglung. Setelah Eagle membawa pria itu turun, Alea segera memandang pria itu kembali.
"Aku akan membuktikan omonganku tuan. Dan sekarang bersiaplah..." kata Alea dingin. Orang itupun segera memasang kuda- kuda. Sedang Alea dengan tenang menatap pria curang itu. Tak berapa lama dia mulai menyerang Alea. Alea dengan muda nya menghindari serangan pria itu . dan saat ada kesempatan Alea menarik ikat bajunya dan pelepaskannya. Saat baju melonggar sesuatu jatuh dari dalam baju pria licik itu. Dengan cepat Alea mengambil bungkusan yang jatuh itu. Setelah itu Alea menghantam tengkuk orang yang curang itu hingga dia tak sadarkan diri. Setelah melihat lawannya jatuh , Alea segera mendekati penyelenggara yang ada di samping arena.
"Tuan bisa memeriksa ini...ini bukti ke benaran omongan saya...?" kata Alea sambil memberikan bungkusan yang jatuh dari baju pria licik itu. Dan penyelenggara segera memeriksanya. Sedang pria licik itu segera di amankan . Tak lama penyelenggara sudah berdiri di atas arena pertandingan.
"Setelah meneliti isi bungkusan ini, ternyata memang benar, isi bungkusan ini adalah serbuk dari bunga kecubung yang bisa membuat orang mabuk . untuk itu kami penyelenggara meminta maaf karena tidak cermat dalam bertindak. Jadi kami berterimakasih pada tuan...." si tuan penyelenggara menatap Alea karena tidak tahu namanya.
"Hanpey...." jawab Hanpey datar.
"Apaa...Hanpey...? Jadi anda tuan Hanpey...." seru pria parubaya itu kegirangan. Begitupun di bawa arena, terdengar ucapan- ucapan yang memuji Hanpey.
"Lo ini ada apa...? Apakah aku memiliki kesalahan...?" tanya Hanpey heran.
"Tuan...apakah tuan tidak tahu kalau tuan adalah orang yang menjadi kebanggaan kami.
"Maksud tuan...?" tanya Alea tak mengerti.
"Tuan adalah orang yang menjadi kebanggaan kami di pasar ini. Sejak saat tuan berada di sini , penindasan dan kejahatan banyak berkurang..." jawab tuan penyelenggara .
"Iya benar itu..." seru penonton dari bawah.
"Benar sekali..." dan banyak suara yang membuat Alea kebingungan.
"Maaf tuan...saya bukan orang yang seperti kalian banggakan...jadi karena masalah sudah selesai saya mohon diri.." kata Alea sopan.
"Tunggu tuan....lalu uang ini saya berikan pada siapa....?" tanya penyelenggara.
"Tuan berikan saja pada pemuda yang tadi telah di curangi..." jawab Alea sambil melompah pergi di ikuti ketiga rekannya.
Sedang mereka yang melihat perbuatan Alea hanya bisa menggeleng kagum.
Ayo..jangan lupa like dan komen serta vote nya Author tunggu.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 148 Episodes
Comments
aphrodite
pantesan kalo di film warna kentut itu hijau ternyata memang udara warnanya hijau😁😁
2025-01-07
0
aphrodite
harusnya Alea kasih 2 uler racun bisul supaya sibuk dg bisulnya gak berbuat ulah
2025-01-07
0
Nana Niez
Hanpey,, shock tiba tiba jdi idola🤭😁
2025-03-20
0