Mereka berlari dan berlomparan di antara pohon dan rumah penduduk atau jalanan menuju kearah perbatasan. Ternyata Alea mengajak Mimi pergi kerumah Zio Sang
Membutuhkan waktu dua jam lebih akhirnya Alea dan Mimi sampai di depan rumah Zio Sang yang terlihat kecil tapi bersih dan rapi.
Mereka berhenti di halaman rumah yang terlihat pintu depannya terbuka.
"Rumah siapa ini Lea'er...?" tanya Mimi heran.
"Rumah gegeku kak...?" jawab Alea datar.
"Gege....? Kau mempunyai gege...? Bukankah tuan muda Chen Lian ada di perbatasan....?" tanya Mimi heran.
"Bukan gege lian kak...Bukankah gege Lian tak menghendaki keberadaanku...?" jawab Alea.
"Lalu....?" tanya Mimi penasaran .
"Kau lihat saja nanti kak..." jawab Alea. Alea segera melangkah kearah rumah sederhana itu. Namun sebelum mereka sampai di pintu , seorang pria tampan sedang berjalan keluar rumah. Saat melihat kedatangan Alea dia menatap dengan acuh. Sebab saat itu Alea memakai topeng di Wajahnya.
"Gege Zio Sang...?" sapa Alea.
Pria itu menatap Alea heran.
"Siapa kau..." ucapnya bertanya.
"Kau lupa denganku...?" kata Alea sambil membuka topeng di wajahnya.
Zio Sang pun terkejut melihat wajah Alea.
"Pey'er...." seru Zio Sang gembira.
"Gege Zio...kau sudah mulai melupakan aku....?" tanya Alea dengan wajah berpura sedih sambil mengerucutkan bibirnya.
"Hey mana mungkin.... Aku tidak mengenalmu karena kau memakai topeng...." jawab Zio Sang dengan mengacak rambut Alea.
"Ck kau ini...aku hanya memakai topeng saja kau sudah tidak mengenalku...." goda Alea sok ngambek.
"He he he..maafkan gege ya...hey..kau tahu, kalau kau ngambek seperti itu, kau seperti gadis cantik dan imut ..." kata Zio Sang menggoda dengan mencubit hidung Alea. Alea dan terkejut mendengar perkataan Zio Sang, sedang Mimi menahan tawanya .
"Sekarang aku memaafkan gege, tapi tidak untuk lain kali...." jawab Alea.
"Iya , iya...." kata Zio Sang sambil tertawa.
"Mana ibu...?" tanya Alea.
"Ada di dalam sedang memasak...." jawab Zio Sang.
"Apakah ibu sudah benar- benar sehat.." tanya Alea.
"Kau lihat saja sendiri...ayo masuk..oh ya siapa gadis ini , pacarmu...?" tanya Zio Sang sambil menunjuk Mimi dengan dagunya.
"Yee...sembarangan, dia jie jie ku, namanya Mimi...?" jawab Alea sambil memperkenalkan Mimi pada Zio Sang. Zio Sang menatap wajah Mimi yang memang terlihat cantik.
"Perkenalkan namaku Zio Sang , kakak angkat Hanpey..." kata Zio Sang memperkenalkan diri.
"Mimi...." jawab Mimi singkat.
Mereka saling berjabat tangan.
Setelah berkenalan mereka segera masuk kedalam rumah.
Zio Sang membawa Alea dan Mimi kearah dapur yang ada di bagian belakang rumah. Sesampainya di dapur Alea melihat ibu Zio Sang sedang memasak , Zio Sang berseru pada sang ibu.
"Bu...lihat siapa yang datang mengunjungi ibu..." seru Zio Sang membuat sang ibu melihat pada mereka.
"Hanpey.....kau kah itu...?" seru Nyonya Zio Lan gembira.
"Ya ibu...aku pingin lihat keadaan ibu..." jawab Alea sambil memeluk ibu Zio Sang.
"Kau memang anak baik Pet'er....oh ya ini siapa...?" tanya nyonya Zio Lan sambil memandang Mimi.
"Oh ya Bu, perkenalkan jie jie Hanpey namanya Mimi..." kata Alea memperkenalkan Mimi.
"Waah...kau cantik nak...." sapa nyonya Zio Lan ramah.
"Trimakasih Bu...nama saya Mimi..." kata Mimi memperkenalkan diri.
"Aku Zio Lan ibu Zio Sang juga ibu Hanpey.... Ya sudah ayo kita makan bersama...kebetulan ibu baru masak.." kata nyonya Zio Lan lagi.
"Maaf ibu kita baru saja makan, nanti saja kalau Hanpey lapar akan makan..." kata Hanpey menolak halus.
"Kalau begitu kau harus makan di sini nanti siang ...." kata nyonya Zio Lan ramah.
"Baik Bu...." jawab Alea.
"Oh ya ge, aku ingin menanyaka sesuatu padamu kita keruang depan yuk...tapi tunggu...kalau kau masih mau makan bersama ibu , maka kau makan saja dulu , aku tunggu kau di depan...." kata Alea lagi.
"Eh ...tapi tunggu dulu, Bu...coba aku lihat kesehatan ibu dulu...." kata Alea , dia membawa ibu Zio Lan untuk duduk di kursi yang ada di dapur. tak berapa lama terlihat senyum Alea..
"Syukurlah keadaan ibu telah baikan, tapi ingat jangan bekerja terlalu berat, biar gege saja yang kerja...." kata Alea.
"Iya...ibu akan mengikuti perkataanmu..." kata ibu Zio Lan.
"Ya sudah ge aku tunggu di depan..." kata Alea lagi.
"Baiklah kalau begitu kau tunggu gege di depan, aku akan menemani ibu makan dulu, karena dia masih harus minum obat ...." jawab Zio Sang.
"Baik gege aku tunggu di depan.." kata Alea sambil melangkah keruang depan. Begitu juga dengan Mimi yang mengekori Alea.
Akhirnya mereka berdua keluar dari rumah Zio Sang . ketika sampai di luar rumah, mereka di suguhi pemandangan yang sangat indah di sekitar kediaman Zio Sang.
"Lihat kak, pemandangan di sini indah ya kak..." kata Alea sambil menatap kearah pegunungan yang berada di belakang rumah Zio Sang.
Rumah Zio Sang ternyata agak jauh letaknya dengan rumah penduduk di sekitarnya. Di sana terlihat air terjun yang indah yang letaknya tidak terlalu jauh dari pemukiman penduduk.
"Benar Lea'er pemandangan indah sekali..." jawab Mimi.
"Kak...aku ingin membeli tanah di sini untuk bercocok tanam...." kata Alea lagi.
"Apaa..? Kau ingin bertani...?" tanya Mimi tak percaya.
"Iya kak...kenapa ...?kakak nggak suka..?" tanya Alea sambil memandang Mimi.
"Suka...suka banget Lea'er...kau tahu cita- citaku dulu, aku ingin mempunyai rumah di pedesaan dan nantinya aku ingin bercocok tanam..." jawab Mimi dengan raut wajah gembira.
"Kalau begitu kita membeli tanah di sini ya...lalu kita akan bercocok tanam dan mendirikan sebuah restoran di sini . kita akan membuat daerah sini menjadi ramai..." kata Alea semangat.
"Bagus Lea'er aku setuju. Ngomong- ngomong kapan kau tahu daerah sini...?" tanya Mimi keheranan .
"Saat aku menolong gege Zio dan mengantarkan dia kesini..." jawab Alea.
"Apakah aku mengganggu pembicaraan kalian..." kata Zio Sang menyela pembicaraan mereka berdua
"Gege Zio....nggak kok...sudah selesai makannya ge...?" tanya Alea.
"Sudah...oh ya Pet'er...apa yang akan kau bicarakan denganku tadi...?" tanya Zio Sang.
"Kita duduk dulu di bawah pohon itu .." jawab Alea. Mereka akhirnya berjalan kebawa pohon besar di samping rumah Zio Sang dan keberulan ada tempat duduknya. Setelah duduk bersama barulah Alea berbicara.
"Gege...apa di sini nggak ada orang yang mau menjual tanah pertanian..?" tanya Alea.
"Tanah pertanian....untuk apa...?" tanya Zio Sang heran.
"Aku ingin membeli tanah serta rumah untuk aku tinggali ge..." jawab Alea.
"Waah...kau kebetulan sekali pet 'er...rumah sebelah gege mau di jual karena pemilik rumah akan pindah kota, dan kalau soal tanah pertanian, kalau nggak salah tanah milik Pau Sen akan di jual..tapi dia mau menjual seluruh tanah miliknya...." jawab Zio Sang.
"Bagus kak...di mana tempatnya...?" tanya Alea antusias.
"Tidak terlalu jauh dari sini, tapi tanahnya sangat lebar ..." jawab Zio Sang ragu.
Akhirnya Alea merundingkan pembelan tanah itu dengan Zio Sang. Setelah yakin ingin membeli tanah , Alea menyerahkan semua tentang pembelian tanah dan rumah pada Zio Sang. Dan ketika sang ibu mendengarkan rencana Alea, dia merasa sangat gembira.
"Baiklah kak aku pulang dulu, satu minggu lagi aku akan kembali kemari, jadi kakak urus semuanya...." kata Alea pada Zio Sang.
"Baik Pey'er....aku akan melaksanakan semuanya. Nanti ketika kau datang kau akan mendapatkan buku akte tanahnya.." jawab Zio Sang.
"Kak kau berikan uang yang sudah kita sediakan..." jawab Alea.
Mimi segera memberikan sebagian uang emas mereka pada Zio Sang.
"Ya sudah kami pulang dulu...bu jaga kesehatan ibu...jangan terlalu banyak kerja dulu..." nasehat Alea.
"Baik Pet'er..." jawab nyonya Zio Lan ramah. Setelah itu Alea dan Mimi segera melesat pergi dari rumah keluarga Zio Sang. Ketika sampai di kediaman Jendral hari sudah menjelang sore. Alea dan Mimi segera mandi sebelum membuat masakan untuk mereka berdua. Setelah mandi dan berdandan ala kadarnya, Alea dan Mimi segera pergi ke dapur untuk membuat makanan . hari ini selain membuat masakan Alea juga membuat kue coklat kesukaannya.
Saat kue sudah jadi, Mimi berseru
" Lea'er ini kue apa namanya....?" tanya Mimi heran.
"He he he...namanya kue bolu coklat kak..kau pingin merasakannya...?" tanya Alea.
"Nanti saja Lea'er , kalau kita selesai makan..." jawab Mimi gembira . maklum dia nggak pernah lihat kue jaman modern.
"Baik...kita akan makan kue ini sambil minum teh di samping rumah..." jawab Alea senang. Mereka segera membawa makanan masuk kedalam rumah. Alea menata makanan di atas meja, meja yang dulu berada di kamar Alea sudah di taruh di ruangan yang ada di depan kamar Alea.
Setelah itu baru mereka makan bersama.
Tanpa mereka sadari harum masakan sampai di hidung jendral Murong Han yang sedang berjalan kearah tempat tinggalnya setelah keluar dari ruang pertemuan , dia habis mengadakan rapat dengan mentri kekeamanan .
"Rankyu...ini harum masakan apa...? Kok sangat harum sekali...?" tanya Jendral Murong Han pada pengawal pribadinya.
"Rankyu menjawab. Entah makanan apa ini tuan... Beberapa hari ini hamba mendengar pembicaraan para dayang dan pengawal kalau mereka sering mencium harum masakan ,yang entah dari mana asalnya tuan... , pernah mereka menyangka kalau asal harum masakan itu dari tempat tinggal putri Lea Min Han , tapi itu tidak mungkin karena...." Rankyu terdiam.
"Karena apa....?" tanya Jendral Murong Han .
"Karena...." belum juga Rankyu meneruskan ucapannya tiba- tiba selir Rolia datang .
"Salam sejahtera untuk Jendral Murong Han..." sapa selir Rolia pada Jendral Murong Han.
"Hmm...kau mau kemana...?" tanya Jendral Murong Han datar.
"Sebenarnya hamba ingin jalan - jalan di taman , namun saat bertemu dengan tuanku, saya membatalkan keinginan hamba, tuanku ...bolehkah saya menemani tuanku ....?" kata Selir Rolia dengan lembut.
"Nggak usah....aku masih banyak pekerjaan di ruang kerjaku..." jawab Jendral Murong Han datar.
"Baiklah kalau itu keinginan tuanku...." kata selir Rolia dengan kecewa.
Jendral Murong Han kembali melanjutkan perjalanan nya menuju kediaman nya. sedang selir Rolia mengepalkan tanganmu menahan amarah, sebab semenjak pulang dari bertugas Jendral Murong Han belum pernah datang kekediamannya. akhirnya dia berjalan kembali kearah kediamannya sendiri .
Sedang pemilik masakan yang menggemparkan kediaman jendral Murong Han sedang enak- enakan makan berdua. Alea dam Mimi asyik makan bersama sambil bercakap- cakap . Setelah selesai makan Alea menyuruh Mimi untuk beristirahat, sedang dia sendiri masuk kedalam ruang dimensi untuk berkultivasi .
💚💚💚💚
Keesokan paginya setelah keluar dari ruang dimensi Alea memakai pakaian pria yang telah dia beli beberapa hari yang lalu. Dia segera keluar dari kamarnya menuju halaman belakang. Saat sampai di depan kamarnya dia bertemu dengan Mimi yang baru bangun.
"Lea'er...kau sudah bangun...?" tanya Mimi kaget.
"Iya...ayo kak kita latihan di belakang..." ajak Alea pada Mimi.
"Baik, kakak ganti baju dulu Lea'er..." jawab Mimi semangat. Mimi kini juga sudah memiliki paju pria.
Tak lama terlihat dua gadis itu sedang berlatih di belakang rumah mereka tanpa seorangpun yang tahu. Sebelum berlatih Alea memberi Mimi satu buah, buah kehidupan yang akan membuat dia mudah berlatih dan bersemangat .
Setelah hari menjadi terang kedua gadis itu menyudahi latihannya. mereka segera kembali masuk kedalam rumah reot mereka. Alea merasa gembira melihat perkembangan Mimi dalam berlatih. Mimi sudah mulai meningkatkan kultivasinya. dia kini juga sudah memiliki energi spiritual .
Setelah mandi Alea dan Mimi membuat masakan untuk makan pagi mereka berdua. Dan tentu saja setiap mereka membuat masakan pasti akan selaku membuat gempar kediaman Jendral Murong Han. Hanya para selir dan para putri dan putra Jendral murong Han saja yang belum mendengar kehebohan itu .
Setelah makan bersama , Alea pergi keluar kediamannya. Hari ini dia akan pergi kembali kedalam hutan. yang terkenal dengan nama hutan angker. Rencananya dia akan mengajak Mimi untuk berlatih di dalam hutan. Tapi hari ini dia akan melihat dulu sendirian.
Setelah sampai di dalam hutan Alea berjalan masuk kedalam hutan dengan berlompatan dari cabang satu kecabang yang lain, hingga sampai tidak terasa dia sudah berada di lapisan terdalam dari hutan angker yang terletak di perbatasan kerajaan Long dengan kerajaan Shi.
Alea membaca di perpustakaan di dalam ruang dimensinya. Kalau di jaman ini kerajaan yang ada terdiri dari empat kerajaan .
Kerajaan yang terkuat adalah kerajaan Shi lalu kerajaan Long , kerajaan We dan paling lemah kerajaan Li . namun mereka memiliki hubungan yang akrab sekali. Walaupun kerajaan Shi adalah kerajaan yang paling kuat, namun Raja dan para pangeran nya tidak memiliki sifat yang sombong. Tapi Putra Mahkota kerajaan She sangatlah dingin dan terkenal kejam, meskipun begitu Putra Mahkota kerajaan Shi terkenal dengan ketampanannya yang mengalahkan ketampanan para Putra Mahkota dari keempat kerajaan itu . walaupun putra Mahkota kerajaan Long yang pernah jadi calon tunangan Alea yang terkenal dengan ketampanannya dan sifat dinginnya. Tapi di bandingkan putra Mahkota kerajaan Shi masih kalah jauh. Dari segi kekejaman , sifat dingin maupun ketampanannya.
Kini Kaki jenjang Kania sudah mulai berlompatan di atas pohon yang terlihat menjulang tinggi . tanpa terasa Alea kini sudah berdiri di depan sebuah goa yang terlihat cukup besar.
"Eagle dan kau Lauyan...apakah kalian juga merasakan aura yang pekat dari goa ini...." tanya Alea pada kedua mahluk kontraknya .
"Benar Nona....aku merasakannya.." jawab Eagle dari dalam ruang dimensi.
"Benar Nona....tapi aku merasa aura ini sangat femiliar sekali, coba nona masuk saja kedalam goa itu...." usulan dari Lauyan.
"Baiklah aku akan mencoba masuk kedalam...." kata Alea sambil melangkah masuk kedalam goa yang di depannya tertutup dengan tumbuhan merambat. Andai tak di perhatikan, mulut goa itu tak akan terlihat , karena tumbuhan merambat yang menutupi goa sangat lebat.
Dengan penuh waspada Alea memasuki goa tersebut.
Maaf ceritanya lanjut episode selanjutnya ya.... Jangan lupa like vote dan komennya selalu author tunggu.
Terimakasih banyak yang sudi mampir dan memberi komen vote dan like nya.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 148 Episodes
Comments
Cesar Manuel Ris Costa
*selalu
2023-08-02
2
Cesar Manuel Ris Costa
*baju
2023-08-02
0
Cesar Manuel Ris Costa
*pembelian
2023-08-02
0