Seminggu berlalu dengan cepat. Pagi ini Alea dan Mimi berencana akan pergi ke Desa tempat Zio Sang berada. karena ingin tahu hasil pembelian tanah dan rumah di sana. Setelah selesai makan pagi mereka segera berangkat menuju desa Zio Sang. karena tidak memiliki kuda , Akhirnya mereka berlari dengan menggunakan gingkang untuk menuju desa tempat tinggal Zio Sang .
Ketika sampai di sana Alea bertemu Zio Sang yang akan keluar rumah.
"Gege...." sapa Alea.
"Hey..kau sudah datang Pey'er...?" sapa Zio Sang dengan gembira.
"Pagi Mimi...." sapa Zio Sang pada Mimi.
"Pagi juga gege ..." jawab Mimi.
Terlihat wajah Zio Sang yang memerah ketika Mimi memanggilnya gege. Semua itu tak luput dari perhatian Alea.
Alea menahan tawanya melihat tingkah Zio Sang. Dia melihat kalau Zio Sang sepertinya menaruh hati pada Mimi.
"Ho ho...ada yang lagi jatuh cinta nich..." seru Alea dalam hati.
"Per'er ..kenapa kau menahan tawamu..?" tanya Lauyan yang sejak tadi memperhatikan Alea.
"He he he...sepertinya kak Mimi mempunyai penggemar..." kata Alea sambil tertawa.
"Penggemar....? Maksudmu...?" tanya Lauyan tak mengerti.
"Eh..maksudku ada yang mulai jatuh cinta padanya...." jawab Alea sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Oh...itu yang namanya penggemar...?" kata Lauyan lagi.
"Iya.....yang di maksud penggemar yaitu orang yang menyukai kita atau mengidolahkan kita...." jawab Alea.
"Lo...apalagi yang di maksud mengidolahkan....?" tanya Lauyan lagi.
"Ya ampun tuan tampan Lauyaan...besok besok lagi ye gue jelasin...." seru Alea bingung , memang Lauyan adalah orang yang paling kepo dengan semua kata- kata yang di ucapkan Alea.
"Ayo Pey'er kita masuk kedalam, aku sudah menunggumu sejak dua hari yang lalu..." kata Zio Sang memotong pembicaraan Alea dengan Lauyan melalui tekepati.
"Baik gege...ayo kak..." ajak Alea pada Mimi. Mimi hanya tersenyum dan mengikuti Alea masuk kedalam rumah.
Saat sampai di dalam mereka berpapasan dengan ibu Zio Sang akan keluar.
"Pey'er, Mimi...kapan datang...?" tanya nyonya Zio Lan sambil berjalan mendekati mereka dan memeluk sayang Alea.
"Baru saja Ibu..." jawab Alea sambil menyambut pelukan. Nyonya Zio Lan .
"Gimana keadaan ibu sekarang...?" tanya Alea sambil melepas pelukannya dan memandang wajah nyonya Zio Lan.
"Ibu sekarang sudah merasakan sehat sekali nak...trimakasih atas semua yang kau berikan pada kami Pey'er...ibu nggak bisa membayangkan apa yang terjadi andai gegemu Zio Sang tak bertemu denganmu..." kata nyonya Zio Lan dengan wajah gembira.
"Sama- sama bu....Semua itu sudah di tentukan oleh Dewa, Hanoey hanya sebagai perantara saja, Hidup dan mati kita yang di atas yang menentukan ... oh ya Bu, bukankah sebentar lagi kita akan berkumpul bersama di sini...?" kata Alea .
"Benar katamu, sebentar lagi kalau kau sudah pindah kesini kita akan berkumpul bersama...?" kata nyonya Zio Lan gembira.
Setelah berbasa- basi sebentar dengan nyonya Zio Lan akhirnya mereka duduk bersama merundingkan soal rumah. Sedang nyonya Zio Lan melanjutkan langkahnya keluar rumah.
"Gege...gimana rumah dan tanahnya... apa kau sudah membelinya...?" tanya Alea .
"Sudah..Semua sudah selesai Pey'er...aku sudah membeli rumah beserta kebun yang kau butuhkan...sebentar gege akan memberikan surat tanah dan rumahnya.." kata Zio Sang sambil berdiri dan berjalan kedalam rumahnya. Tak lama dia datang dengan berkas kepemilkan rumah dan tanah yang telah dia beli , dia segera memberikannya pada Alea .
"Ini surat- surat kepemilikan rumah dan tanahnya..." kata Zio Sang sambil menaruh surat- surat itu di meja.
Alea segera memeriksanya surat-surat tersebut.
"Bagus ge...kalau begitu kita sekarang lihat tanah dan rumahnya ya..." kata Alea.
"Baik ayo...." kata Zio Sang gembira.
Merekapun segera keluar dari rumah Zio Sang. Mereka berjalan kearah sebelah rumah Zio Sang. tempat rumah yang di beli Zio Sang. Sampai di sana Alea melihat sebuah bangunan yang cukup besar. walau terjesan rumah lama, namun terlihat bersih dan kuat . Ternyata bangunan itu terdiri dari dua rumah . rumah yang terletak di depan seperti rumah utama , terlihat besar dan luas yang terdiri dari dua lantai. sedang bangunan yang satu ada di belakang bangunan utama. Bentuk bangunan agak kecil namun terlihat bagus. Alea dan Mimi melihat isi bangunan yang ada di depan. Ternyata bangunan lantai bawah terdiri dari empat kamar yang cukup luas dan ruang tamu yang terlihat meluas, seperti sebuah tempat rapat atau aula kalau di jaman modern.
Sedang lantai dua terdiri dari delapan kamar yang penataannya melingkar.
"Gege..apa ini dulu tempat penginapan..?" tanya Alea heran.
"Bukan...kenapa..?" jawab Zio Sang .
"Kenapa rumah ini memiliki banyak kamar...?" tanya Alea.
"Ooo itu...karena tuan Kuo an memiliki istri dam anak banyak, mereka tunggal dalam satu rumah ini...sedang rumah yang di belakang di huni tuan Kuo an dan istri tuanya..." kata Zio Sang menjelaskan .
"Ooo aku kira bekas penginapan..." ucap Alea .
"Dasar laki - laki di zaman ini istri dan anak sampai berjubel banyaknya. Moga aja gue dapat suami yang nggak suka banyak istri. Tapi gue oga juga ah ,jika suami gue banyak istrinya. Mending hidup berkelana bersama mereka para sahabat gue... "seru Alea dalam hati .
"Ya sudah ge ., Hanpey minta tolong pada gege , tolong carikan orang untuk bekerja merombak rumah ini menjadi rumah yang bagus dan indah. Kalau soal modelnya begini aja nggak masalah, lantai satu untuk rumah makan, sedang lantai dua untuk penginapan. Nanti Hanpey buat gambarnya agar gege tinggal lihat contohnya aja. Begitu juga dengan rumah di belakang. Ge...gege bisa kan mencarikan bahan yang terbaik buat rumah Hanpey....?" tanya Alea pada Zio Sang.
"Bisa , bisa Pey'er...gege akan mencarikan yang terbaik buatmu, tapi Pey'er...kenapa kau percaya sama gege....apakah kau tidak takut gege akan menjahatimu...?" tanya Zio Sang heran.
"Karena Hanpey sudah menganggap gege sebagai gege kandung Hanpey, jadi jika gege mengkhianati kepercayaan Hanpey, dewa yang akan tahu semuanya..." jawab Alea sambil tersenyum lembut.
"Trimakasih Pey'er atas kepercayaanmu padaku...." kata Zio Sang terharu.
Di dalam hati Zio Sang berjanji , akan setia selalu pada Hanpey yang telah menolong nyawa ibu dan dirinya. Jika tidak ada Hanpey entah apa yang terjadi pada ibu dan dirinya. Mungkin mereka sudah tidak ada lagi di dunia ini.
"Ya sudah ge, ayo kita lihat sawah yang akan menjadi milik kita...?" kata Alea lagi.
"Milikmu Pey'er..." protes Zio Sang.
"Kau tak menganggapku keluarga...?" kata Alea.
"Kauu..." tiba- tiba Zio Sang memeluk Alea dan menangis . tentu saja Alea kaget. Bukan saja Alea, Mimi dam ketiga hewan kontrak Alea kaget juga.
"Trimakasih kau telah nenganggapku benar- benar gegemu..." kata Zio Sang sambil melepas pelukannya.
"Ck..kau ini...gege membuat Hanoey kaget tahu...ya sudah ayo kita pergi..." kata Alea sambil berjalan keluar rumah yang baru dia beli. Merekapun segera berjalan menuju sawah yang sudah menjadi milik Alea juga. Dan ternyata sawah mereka dekat dengan Aliran sungai . hingga akan mudah mendapatkan air yang cukup untuk sawah mereka.
"Gege...bukankah sawah mereka mendapatkan cukup air, tapi kenapa mereka membiarkan tanah mereka tidak di tanami...?" tanya Alea pada Zio Sang.
"Karena saat musim hujan air dari sungai ini akan meluap hingga membuat tanaman di sini hanyut dan rusak. Dan jika musim panas. Mereka berebut air dari sungai , dan pastinya mereka para petani miskin akan kalah dengan para tuan tanah yang memiliki pejaga dan tukang pukul . hingga mereka merasa percuma memiliki tanah pertanian . hidup mereka akan tetap sengsara. Dan akhirnya mereka memutuskan pergi keluar desa untuk mencari pekerjaan..." kata Zio Sang menjelaskan.
Alea terdiam sejenak Dia mencari solusi bagaimana caranya agar membuat daerah ini jadi subur dan makmur. tak berapa lana dia tersenyum cerah.
"Gege...aku punya solusi, tapi apakah rakyat di sini mau bekerja sama...?" tanya Alea .
"Solusi...?" beo Zio Sang.
"Hmm..." angguk Alea.
"Gimana kalau kita bicara dengan kepala desa di sini Pey'er..." kata Zio Sang gembira.
"Boleh juga..itu lebih baik ge..." jawab Alea.
"Kalau begitu ayo kita kerumahnya....?" ajak Zio Sang dengan wajah gembira. Mereka segera berjalan menuju rumah kepala desa. Mimi hanya melihat Alea dengan wajah tak percaya.
"Kenapa sekarang putri Lea menjadi wanita yang sangat cerdas setelah dia koma ya.. , dia seperti bukan putri Lea... Tapi aku lebih suka putri Lea yang sekarang...cerdas, pintar, cantik dan tak mudah di tindas orang lain..."seru Mimi berkata dalam hatinya .
Tak berapa lama sampailah mereka di sebuah perkampungan yang rumah - rumah penduduknya saling berdempetan .rumah mereka memiliki jarak dari satu rumah dengan rumah yang lain tidak terlalu jauh. Seperti rumah- rumah penduduk perkotaan . hanya saja rumah mereka bentuknya sederhana namun terkesan rapi . Tapi ada juga rumah yang memiliki bentuk besar dan mewah .
"Gege...kenapa jarak rumah di sini saling berdempetan....?" tanya Alea heran.
"Karena banyak dari mereka masih ada hubungan keluarga. Jadi rumah mereka pendekatan..." jawab Zio Sang.
"Oo seperti Milik tuan Kuo an yang kita beli itu...?" tanya Alea.
"Benar sekali Lea'er...." jawab Zio Sang.
"Tapi kenapa rumah gege tidak memiliki tetangga , maksudku tetangga gege hanya tuan Kui an saja,.. Apakah rumah gege jauh dari tetangga karena gege tidak memiliki keluarga lain...?" tanya Alea.
"Hmm... Benar katamu Pey'er...kamu tidak memiliki keluarga di desa ini.... sejak dulu ayah dan ibu tidak pernah memberitahu pada gege di mana keluarga mereka, mereka hanya bilang kalau mereka tidak memiliki keluarga..." jawab Zio Sang sambil menundukkan kepala dengan wajah sedih.
"Hey...jangan sedih lagi gege...bukankah sekarang kau sudah memiliki seorang adik yang tampan dan imut seperti ku...?" kata Alea narsis. Dia sengaja berucap seperti itu agar Zio Sang tidak sedih lagi. dan usaha Alea berhasil. terlihat ada senyum di wajah Zio Sang. mungkin dia merasa lucu dan gemas mendengar kenarsisan Alea.
"He he...benar juga perkataanmu, untuk apa aku sedih, aku sekarang sudah punya adik yang tampan dan imut sepertimu..." kata Zio Sang sambil mengusap kepala Alea dengan sayang . Mendapat perlakuan seperti itu dari Zio Sang , Alea teringat akan kedua kakaknya yang ada di zaman modern.
"Papa, Mama, Kakak apakah hidup kalian bahagia...? apakah kalian ingat diriku...? semoga kalian bahagia selalu, semoga Allah menjaga kalian dan membuat kalian selalu bahagia...." doa Alea dalam hati. dan ketiga mahluk kontrak Alea pun merasakan juga kesedihan Alea.
"Sabar Pey'er...." ucap Eagle.
"Nach Pey'er..itu rumah kepala desa. Ayo kita masuk kedalam..." kata Zio Sang membuyarkan lamunan Alea.
Mereka segera masuk kedalam pekarangan sebuah rumah yang terlihat lebih besar dari rumah penduduk yang lain . ketika mereka masuk seorang penjaga mendatangi mereka .
"Zio Sang.. kau kah itu..?" tanya pria yang berbadan besar dan kekar dia sepertinya seorang penjaga .
"Iya kak cang....apa pak kepala desa ada...?" tanya Zio Sang ramah.
"Ada...baru saja beliau datang dari kota.." jawab pria yang bernama Cang tadi.
"Boleh kami bertemu dengan beliau...?" tanya Zio Sang lagi.
"Aku akan tanyakan dulu pada tuan Bay ya, kalian tunggu saja di sini itu ada tempat duduk, kalian bisa duduk di sana ..." jawab Cang ramah.
"Baik kak..." kata Zio Sang . Pria itupun segera pergi masuk kedalam rumah kepala desa .
Sedangkan Alea ,Zio Sang dan Mimi menunggu di halaman rumah kepala desa. Tak berapa lama terlihat Cang kembali. dia mendekati mereka bertiga.
"Tuan berkenan bertemu dengan kalian, ayo aku antar..." kata cang sambil berjalan mendahului mereka. Tak berapa lama mereka masuk kesebuah ruangan yang sepertinya ruang tamu.
"Ayo silahkan duduk dulu , tuan sebentar lagi kemari..." kata cang dengan ramah.
Mereka akhirnya duduk menunggu di kursi yang ada di dalam ruang tamu itu. Tak berapa lama seorang pria parubaya datang masuk kedalam ruangan .
Ketika melihat Zio Sang dia tersenyum dan duduk di depan mereka.
"Oo kau Zio Sang....ada apa...?" tanya pria itu ramah.
"Maaf menggangu paman...Saya mengantar adik saya yang ingin bertemu dengan paman..." jawab Zio Sang.
"Adik...?kau bercanda...?" kata pria itu sambil tertawa .
"Maaf paman...dia adik angkat saya .. Dia kemari karena sebentar lagi dia akan menjadi rakyat paman...?" kata Zio Sang menjelaskan tentang Alea .
"Maksudmu...?" tanya pria itu tak mengerti.
"Maaf paman... maksud gege Zio Sang adalah , beberapa hari lagi kami akan tinggal di desa ini..." jawab Alea memotong pembicaraan Zio Sang.
" Jadi kau akan tinggal di desa ini...? Apakah kau yang membeli tanah milik Pau zen dan rumah milik Kuo an itu..?" tanya Pria paruhbaya yang ternyata kepala desa yang bernama Bay chan .
"Benar tuan.." jawab Alea ramah.
Dia berusaha bersikap baik pada kepala desa, karena dia akan tinggal di desa ini dan otomatis kepala desa ini adalah kepala desanya .
Maaf segini dulu cerita author ya.... jangan lupa like, vote dan komennya selalu author tunggu. dan ucapan terimakasih banyak yang sudah memberi like, vote, komen pada author, karena setiap komen dan like maupun vote dari kalian membuat author semangat.
sekali lagi trimakasih 😍😍🙏🙏🙏
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 148 Episodes
Comments
Cesar Manuel Ris Costa
*makhluk
2023-08-03
1
Cesar Manuel Ris Costa
*lama
2023-08-03
0
Cesar Manuel Ris Costa
*hanpey
2023-08-03
0