Setelah dihari Alea bertemu dengan kepala desa di desa Zio Sang itu. Sejak saat itu dia mulai di sibukkan dengan Aktifitas membantu warga desa membangun desa kembali . M ereka mulai menggali sungai untuk di dalamkan, pembuatan waduk air, sampai membuat parit tempat aliran air yang akan mengairi sawah mereka. Mula- mula mereka enggan ikut bekerja. Tapi saat Alea Menyuruh para pekerjanya membuat parit dan menggali sungai yang dekat dengan sawah milik Alea. Merekapun segera mengikuti perbuatan Alea. Mereka di ajari untuk saling gotong royong sepertu kehidupannya ddi jaman modern. Setelah satu bulan lamanya mereka bekerja akhirnya terlihat air sungai yang jernih mengalir dengan deras. Parit - parit di antara persawahanpun airnya mulai mengalir dengan lancar mengaliri sawa mereka. Dan dengan bantuan bibit padi dan sayuran dari Alea , merekapun mulai bercocok tanam di sawah mereka.
Satu bukan kemudian terlihat sawah yang dulunya kering tak ada tanaman kini mulai menghijau dengan indah.
Tuan Bay dan para penduduk sangat berterimakasih dan mengagumi Alea. Begitu juga dengan restoran dan rumah Alea, kini sudah terlihat keindahannya. Apa lagi para penduduk juga membantu membangun rumah milik Alea.
Dua bulan berlalu dengan cepat. Kini rumah dan restoran milik Alea sudah berdiri dengan meganya. Restoran yang memiliki makanan yang ada di jaman modern laris manis setiap hari. Banyak para pembeli dari luar desa yang datang kedesa cahaya tempat restoran milik Alea berada. Begitupun dengan sawah dan ladang milik Alea maupun milik penduduk desa cahaya, terlihat hijau subur tidak seperti dulu lagi. Kesehatan penduduk juga di utamakan oleh Alea. Dia membuat gedung pengobatan gratis untuk penduduk yang tidak mampu. oara penduduk yang dulunya pergi keluar desa kini satu persatu mulai kembali kedesa mereka, kebahagiaan penduduk dan kepala desa sangatlah besar. Mereka sangat berterimakasih pada Alea yang telah merubah desa mereka . Alea memperkerjakan penduduk desa yang tidak punya tanah atau pekerjaan di ladang maupun Restorannya. Namun mereka juga tahu, kalau di malam hari tuan muda Hanpey dan Jiejienya tidak berada di rumahnya. tapi tidak masalah bagi mereka. mereka menjaga rumah dan restoran milik Alea seperti milik mereka sendiri. .
Kalau soal masakan restoran ada nyonya Zio Lan dan nyonya San Bey ibu dari kedua adik angkatnya yang menjadi koki Restoran. San Lau , San pai serta ibunya memang sudah di bawa oleh Alea ke desa cahaya. Mereka tinggal bersama Alea. Alea tidak lupa mengatakan pada mereka agar mereka tidak membongkat identitas Alea kalau dia seorang gadis.
Dan mereka bertiga berjanji akan merahasiakan itu .
Malam ini setelah Mandi dan makan makanan yang di bawa mereka dari desa cahaya Alea dan mimi sedang duduk bersama di kamar Alea. Mereka sedang duduk lotus untuk menyerap energi dari sekitar mereka. Namun keasyikan mereka terganggu ketika suara Lauyan membuyarkan konsentrasi Alea.
"Maaf Lea'er gege mengganggu kosentrasiku, malam ini kalian akan kedatangan tamu tak di undang...." lapor Lauyan pada Alea.
"Tamu....?Siapa mereka ge Yan...?" tanya Alea sambil membuka mata.
"Sepertinya mereka pembunuh bayaran..." jawab Lauyan.
"Pembunuh bayaran...?" terlihat kerutan di dahi Alea.
"Iya...mereka suruhan kembali Selir Rolia..." jawab Lauyan.
Memang satu bulan yang lalu mereka mendapatkan serangan dari beberapa orang yang ingin membunuh mereka.
Namun mereka dapat di habisi oleh Mimi .
"Ck...tak bosan- bosannya mereka ingin membunuh diriku...." geram Alea.
"Sepertinya mereka lebih kuat dan lebih banyak dari yang lalu...." kini Eagle yang berbicara.
"Benarkah....? Berapa orang...?" tanya Alea.
"Sepuluh..." kini White yang menjawab
"Sepuluh....?" beo Alea.
"Benar Lea'er...ternyata Selir Rolia sudah tak sabar ingin segera membunuhmu...." ejek White.
"Ge...elo minta gue tabok...." seru Alea kesal. Dasar Alea para hewan kontraknya dia ajarin bahasa indo.😂😂
White yang mendengar umpatan Alea tertawa.
"Lea'er kau butuh bantuan gue....?" tanya White.
"Kagak...gue mau latihan yang sesungguhnya... Mumpung ada mangsa..." jawab Alea kocak .
"Trus si Mimi tetep di situ...?" tanya Lauyan.
"He he gue lupa...apa mereka sudah pada dateng...?" tanya Alea.
"Masih di kuar....bawa dulu Mimi kemari.." kata Eagle yang bijak.
"Iya..." Alea segera berdiri sebelum membawa Mimi masuk kedalam ruang dimensi, dia membuat bantal dan guling bagai bentuk orang tidur di Atas kasur. Sedang Mimi yang merasa Alea bergerak segera membuka mata.
"Ada apa Lea'er....?" tanya dia sambil turun dari atas pembaringan.
"Kak ikut aku ke ruang dimensi.." kata Alea .
"Emang ada apa...?"tanya Mimi penasaran.
"Nanti kakak tahu sendiri...." jawab Alea sambil memegang Mimi dan membawanya masuk kedalam ruang dimensi . sudah dua kali Alea mengajak Mimi masuk kedalam ruang dimensi. Setelah menaruh Mimi , Alea segera kembali ke kamarnya. Dia memilih tiduran di atas Almari sambil melihat para pembunuh bayaran yang di kirim sang Selir mulai berdatangan. Terlihat tiga pembunuh masuk kekamar Alea melalui jendela kamar yang mereka buka perlahan.
"Apakah dia putri sampah yang harus kita bunuh...?" bisik salah satu dari mereka.
"Benar..." jawab sang teman.
"Ya ampuun... Kenapa mesti mengirim banyak orang sich kalau hanya membunuh dia....?" keluh pria tadi.
.
"Kau jangan meremehkan dia...bulan lalu katanya dia telah membunuh empat orang yang di kirim untuk membunuh dia.." kata sang teman
"Masak sich....?"kata pria itu tak percaya .
"Benar ucapan dia kak....mereka mati di bunuh teman ku....." terdengar suara seorang gadis membenarkan perkataan sang teman . tentu saja ketiga pria itu kaget.
Mereka segera mencari asal suara. Dan mereka melihat seorang gadis berhanfu Ungu dan bercadar sedang tiduran sambil menompang kepalanya di atas almari pakaian dengan santainya. Gadis itu segera duduk.
"Hey...gadis, siapa kamu...?" tanya salah satu dari mereka dengan marah.
"Gadis yang kalian cari..." jawab Alea sambil melompat dengan ringannya keluar dari kamar.
"Keluar....! Aku tak ingin kamarku kotor karena darah kotor kalian ...."seru gadis itu sambil melompat keluar. Mereka segera mengejar Alea yang keluar dari kamarnya. Ketika sampai di luar Alea melihat sudah ada beberapa orang yang telah menunggunya. Alea segera berlari kearah belakang rumah melalui atap rumahnya.
Ternyata Alea membawa mereka kearah kebun yang ada di belakang rumahnya.
"Siapa kalian....? Dan mau apa kalian datang kerumahku tengah malam seperti ini....?" tanya Alea yang berdiri di tengah- tengah para pria yang bertubuh kekar dan besar.
"Jadi ini gadis yang menjadi target kita.."
Tanya salah satu dari mereka pada temannya.
"Iya...jangan kau remehkan dia... Kita belum tahu kekuatannya, ...." jawab sang teman.
"Hey gadis ....kami datang kesini mau membunuhmu....." jawab salah satu dari mereka atas pertanyaan Alea.
" He he he...Kalian nggak merasa malu , ingin membunuh seorang gadis saja kalian datang dengan banyak orang...?" kata Alea memprofokasi .
"Itu bukan urusanmu...." jawab laki - laki yang tadi menjawab pertanyaan Alea.
"Ho ho ho...pasti kalian takut padaku ya...? Pasti benar, buktinya kalian datang dengan membawa banyak teman...." jawab Alea santai .
"Cih gadis sampah sepertimu mana mungkin kami takut...." terdengar umpatan salah satu dari mereka.
"Benarkah...? Iya sich gadis sampah sepertiku mana bisa di bandingkan dengan kalian orang- orang gagah, kalau begitu mari kita mulai agar hari tidak keburu pagi...." kata Alea dingin.
"Untuk menghadapi sampah sepertimu cukup aku saja ..." kata pria yang ada di depan Alea.
"Bagus.. mari kita mulai..." Alea segera mengambil pedang salju dari ruang demensinya. Saat pedang salju berada di tangan Alea mereka yang ada di sana terkejut bukan main. banyak orang yang tahu kalau pedang salju telah hilang bersama sang pemilik , namun kenapa pedang itu sekarang berada di tangan seorang gadis yang terkenal dengan julukan gadis sampah.
"Pedang salju...."seru salah satu dari mereka.
"Apa...pedang salju....?" tanya sang teman kaget .
"Iya..itu pedang salju...kenapa gadis itu memilikinya....?" gumam pria yang tadi menyebut nama pedang salju .
"Cih...paling- paling itu tiruannya saja..." seru pria yang tadi akan menghadapi Alea sendiri.
"Bodoh...mana ada pedang salju ada tiruannya...." jawab sang teman marah.
"Alah...walaupun dia memegang pedang salju, namanya sampah tetap saja sampah..." ucapannya sinis. Dia pun segera maju menghadapi Alea. tanpa basa- basi lagi Dia segera menyerang Alea dengan sengit. Namun baru beberapa jurus dia sudah terkapar mati bermandikan darah. Merekapun terkejut dengan kejadian itu.
"Kenapa kalian bengong....? Ayo maju semua agar aku cepat membereskan kalian...." seru Alea kesal.
"Sombong...ayo kawan kita bunuh dia...!" teriak salah satu dari mereka.
Merekapun segera menyerang Alea. Terlihat perkelahian yang tak seimbang satu lawan sembilan orang. Dan dengan gerakan cepat Alea melawan mereka.
"Lang...apa Lea'er mampuh melawan mereka...?" tanya Phoenix yang memanggil elang dengan seenaknya.
"Kau jangan meremehkan Lea'er , apalagi kita tahu kalau dia memilki semua elemen yang ada. dan dia juga memiliki elemen cahaya yang tak sembarang orang memilikinya, yang membuat dia mampu menyembuhkan semua penyakit tanpa obat- obatan...?" kata Eagle dengan bangga.
"Gue nggak nyangka kalau gue akan memiliki seorang master wanita yang sejenis Lea'er,....gadis yang sangat jenius...." kata White menyela.
"Bukan hanya jenius, baik hati, ramah , sopan cantik dan juga kejam pada orang tang salah...."ucap Lauyan bangga.
"Hey...di nggak kejam juga kalau si pelaku mau bertobat...." protes White.
"Sudah kalian jangan berdebat ...lihat, Lea'er hampir menghabiskan pembunuh bayaran dalam waktu sesingkat ini... Sedang kita tahu kalau mereka di rana Jendral dan sebagian ada di rana kaisar tapi dengan mudahnya dia menghabisi mereka..." seru Eagle dengan wajah kagum.
"Dasar Lea'er...." kata White dengan nada bangga.
Sedang yang menjadi tontonan hewan kontraknya kini sedang menghadapi lawan yang hanya tinggal tiga orang. Melihat semua itu perasaan para penyerang menjadi ciut. Apalagi Alea sempat mengeluarkan elemen tanah dan air. Dan beberapa jurus kemudian Alea pun mengakhiri pertarungannya.
"Fuuuh... Lelah juga gue , cuma sepuluh orang gue kelelahan...." seru Alea mengeluh kelelahan.
"Minum ini dulu Lea'er...." kata Eagle yang telah berdiri di sebelah Alea bersama White , Lauyan dan Mimi.
Alea segera menerima minuman dari Eagle.
"Hey...ini ada apa...? Kok banyak yang mati...?" tanya Mimi yang memang nggak bisa melihat kejadian di luar ruang dimensi.
"Mereka dikirim Selir Rolia untuk membunuh Lea'er...." kata Lauyan .
"Apaa...kok aku di masukan ke ruang dimensi sich..." sesal Mimi.
"Karena gue pingin mendapat teman berlatih kak...?" jawab Alea sambil memberikan botol minumannya pada Mimi. Setelah itu dia mengambil buah kehidupan dari tangan Lauyan.
"Ck kau ini...kenapa tak kau sisahkan untukku..."kesal Mimi.
"He he he...emangnya kue kak...?" seru Alea sambil tertawa.
"Uda ah ayo kita masuk,... hari masih malam, gue mau keruang dimensi. gege Lauyan dan gege White tolong beresin mereka ya...?" ucap Alea dengan mimik wajah imutnya.
"Ya elah Lea'er...siapa juga yang bisa menolak permintaanmu jika kau berwajah imut seperti itu...." seru Lauyan kesal.
"Trimakasih gege gantengku..." Alea mendekati kedua nya dan mencium lembut pipi putih mereka. Sontak saja Lauyan dan White terkejut. Mereka membeku seketika.
Sedang si pembuat masalah berlari mengejar Mimi dan Eagle sambil tertawa keras .
"Itu hadiah buat kalian...." teriak Alea .
Mereka berdua tersadar ketika mendengar teriakan Alea sambil tertawa.
"Dasar Anak nakal...." seru Lauyan sambil mengusap pipinya. ada senyum di bibir seksinya .
"Dia memang seorang master yang terbaik buat kita Lau...." ucap White sambil tersenyum pula .
"Benar....selain baik ,lincah , cantik, dia selalu menganggap kita saudara bukan mahluk kontaknya...." jawab Lauyan
"Benar...dia menyayangi kita tanpa beda..." kata White dengan senyum di bibirnya .
Cukup dulu ceritanya ya....tak bosan author ingatkan jangan lupa like, vote dan komennya.
Bersambung.
Alea yang menghadapi para pembunuh bayaran.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 148 Episodes
Comments
Ita Thaaa
sebelumnya udh baca cerita seyue n shen yue beberapa kali krn bagus. baru kali ini baca agak aneh krn dikasih campuran bahasa gaul indo di jaman cina kuno 😭
2024-10-18
1
C a l l i s t o ®
Uda mau 20 chapter, penasaran kapan jadi pengawal? yg trus jadi kesayangan raja?? masih sabar lanjuut
2024-10-16
0
ENDAH_SULIS
padahal narasinya bagus bgt loo...kata katanya baku dan mudah di mengerti...tp KL pas percakapan knp jd kata kata Lea lebay kesan a yaa....
2023-10-28
3