Bab 16.

"Chip! Chip!"

Kemarin adalah badai yang hebat, setelah hujan berlalu, pagi ini langit menjadi begitu cerah.

Burung-burung berkicauan dengan merdu di angkasa, dan bau tanah masih tercium sangat khas karena masih basah.

Aku berdiri dengan meregangkan tanganku.

Sekarang usiaku menginjak sepuluh tahun, yang berarti di dunia nyata aku sudah berumur dua puluh tahunan.

Omong-omong soal umur, aku ingat pada waktu itu Elinalise juga berumur tujuh belas tahun.

Kalau begitu sekarang dia telah menjadi dua puluh dan menikah dengan sang karakter utama.

Ah, apakah Maya juga baik-baik saja?

Apakah dia juga terjebak di dalam game sama sepertiku?

Aku penasaran dengan apa yang sedang diperbuat oleh mereka saat ini.

"Eh?!"

Tapi yang lebih penting dari itu.

Porky kelihatan kurang sehat hari ini, dia juga menjadi lebih malas dari yang biasanya. Namun, Porky tetap memaksakan diri untuk bangun.

Sekarang mata kami bertemu.

"Selamat pagi, Porky."

"...Groook."

Dia menjawabnya dengan lesu.

Porky sekarang terlihat lebih tua.

Yah. Lagi pula dia adalah monster sekelas 'Legenda', jadi bukankah itu hal yang lumrah?

Tidak heran jika monster seperti Porky sudah hidup selama lebih dari seratus tahun atau bahkan dekade.

"Tolong tunggu sebentar. Aku akan mulai dengan pemanasan lebih dulu."

Menurut pakta integritas, kami tidak boleh menyerang disaat siang dan malam.

Tapi ada sebuah perjanjian yang tidak tertulis, yaitu 'latihan pagi'.

Latihan pagi adalah suatu rutinitas yang biasa kami lakukan setelah bangun tidur. Sehingga seperti biasa juga, aku akan memulai dengan memanaskan tubuhku dulu.

"Baiklah, silahkan maju."

Aku mengeluarkan senjataku dari balik inventori.

Seolah mengerti dengan kalimat yang baru saja kuucapkan, Porky pun segera berlari ke depan.

"Trang!"

Kedua senjata kami berdua beradu, tanduk Porky melawan pedang Demonic milikku.

Aku pun sempat terseret beberapa langkah ke belakang, namun segera membenarkan posisiku kembali di sini.

"Ada apa denganmu hari ini, Porky? Tenaga yang kau keluarkan hampir tidak ada."

"Grooook."

"Kenapa, huh? Kau baru pemanasan?"

"Groook."

Aku tertawa kecil mendengarnya.

Padahal jujur aku tidak paham sama sekali dengan apa yang dia katakan.

Yah. Tapi kau tahu, seseorang akan merasa bahagia bila didengarkan, kan?

"Grooook!"

Porky mulai menambah tenaganya.

Dia menghentakkan kakinya ke tanah sampai membuat lubang di sana.

"Nah. Begitu lah yang seharusnya."

Baiklah. Sekarang adalah giliran ku.

Aku perlahan melonggarkan tenagaku.

Aku mengalah dan membuat Porky terus mendesakku. Dia menyeret ku beserta dengan pedang yang masih beradu dengan tanduknya.

Sial. Tenaganya masih sangat banyak sekali, namun...

"Sprint."

Aku tersenyum tipis saat mengatakannya.

[Sprint Lv. 10 (Max), telah diaktifkan.]

[05:00]

[Semuanya menjadi super lambat dalam kacamatamu.]

Oh. Kalimatnya menjadi berubah sekarang.

Dalam hitungan sepersekian detik, aku segera menghilang dan berpindah tempat.

Aku meluncur dengan pedang yang menusuk pada tubuh bagian bawah Porky, dan berlari melewati sela-sela kakinya.

Setelah itu aku segera berdiri. Tubuhku secara reflek memutari kaki Porky, dan memberikan dua tebasan di sana. Porky yang menerimanya mulai merintih kesakitan.

Namun tidak berhenti di sana begitu saja, aku menebas berulang kali dan terus menyerang area bawahnya tanpa ampun.

Darah berceceran di tanah dan di mana-mana bahkan sampai terciprat mengenai tubuhku.

Jika dilihat dari luar, mungkin aku terlalu brutal melakukannya. Tapi kami berdua sudah terbiasa melakukan yang seperti ini berkali-kali. Jadi kurasa akan baik-baik saja, Porky toh juga mempunyai kemampuan penyembuh yang luar biasa.

"Hiyaaaaah!"

"Slash!"

Satu tebasan terakhir itu membuatnya terjatuh ke tanah.

Kemenangan hari ini berada padaku, dengan total sudah 1.536 kemenangan dari 3.072 ronde.

Tanah tiba-tiba bergetar, dan aku secepatnya berbalik untuk melihat apa yang sedang terjadi. Lalu kusadari jika Porky telah kembali berdiri.

Dia menatap kedua mataku dengan sangat tajam.

Ada apa dengannya hari ini?

Apakah dia segitu sukanya dengan bertarung sampai seperti itu?

Astaga. Dasar maniak bertarung ini...

Baiklah, aku akan menerima tantanganmu, dan sekali lagi menjatuhkanmu.

Aku tersenyum dan memberikan isyarat untuknya maju.

Sayangnya Porky tidak bergerak dari tempatnya sampai beberapa saat. Dan beberapa detik kemudian dia baru mulai melangkah. Lalu...

"Bruaaak!"

Mataku melebar saat menyaksikannya.

"Porky, kau... Barusan saja terjatuh?"

Ini adalah sebuah kesempatan yang bagus-- Tidak. Tidak. Apa yang baru saja tadi kupikirkan. Porky tidak pernah terjatuh setelah bangun, kenapa dia melakukannya, sebuah jebakan?

Ada apa? Kenapa dia melakukannya?

Saat aku mendekat dan menyentuh tubuhnya.

"...Dingin?"

Aku terkejut karena tidak merasakan sedikitpun kehangatan pada tubuhnya, malahan aku merasakan kulit yang sedingin batu.

Porky berada dalam keadaan yang sekarat. Benar juga darahnya... Entah kenapa terus mengalir dan tidak pernah berhenti.

Tidak... Porky...

Kenapa aku baru menyadarinya sekarang!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!