Aku menatap ke arah langit.
Elinalise sedang mempersiapkan jurusnya di sana.
Ratu Pedang adalah orang terkuat kedua di dunia ini setelah mc (Main Character). Jadi aku tidak perlu lagi mencemaskan masalah keamanan untuk sekarang.
Semuanya sudah ada dalam kendali.
Aku sekali lagi melihat sosoknya.
Meskipun sedang dibalut dengan darah, namun kecantikannya masih tetap bersinar.
Dia memiliki rambut pirang bergelombang sebahu yang selalu bercahaya walaupun di malam hari.
Matanya sangat jernih bagaikan langit biru di angkasa.
Selain itu aset miliknya, juga tidak terlalu besar atau pun tidak bisa disebut kecil. Itu adalah ukuran yang normal dan sangat pas di tubuhnya yang meliuk.
Dia lah yang disebut Elinalise Bona Dea.
Sebelum game ini diluncurkan, Elinalise bahkan sampai menuai berbagai komentar dan pujian di media sosial.
Aku tidak tahu siapa yang mendesain karakternya, tetapi jelas jika perempuan ini memiliki segalanya.
Di dalam opening game, Elinalise akan dibuat menikah dengan mc. Kemudian Elinalise bersama dengan mc mengajak para pemain untuk memusnahkan monster-monster di dunia ini.
Itulah akhir dari opening gamenya.
Jika seperti itu, maka kejadiannya sebentar lagi akan dimulai.
Beberapa menit lagi mc akan datang, dan bersama-sama dengan heroinenya. Mereka berdua mengalahkan Monster Raksasa, Ors.
"Judgment Day..."
Elinalise telah siap dengan jurusnya.
Setelah mengatakannya, ribuan pedang bercahaya seketika muncul dan mengambang di langit-langit.
Pedang-pedang itu berkumpul dan memutari dirinya.
Saat melihat fenomena aneh itu, semua orang di sekelilingku lantas bersorak dan berteriak.
Mereka sangat bersyukur dan mengatakan, suatu kehormatan dapat melihat skill sekelas 'Armageddon'.
Skill apakah itu sebenarnya?
Langit malam sampai bercahaya, dan bahkan tekanan mananya mencapai ke tempatku.
Luar biasa, padahal dia masih semuda itu, pantas saja jika dia bisa mencapai petualang kelas-SSS.
"First Day... One Thousand Sword Isle!"
Elinalise melanjutkan serangannya.
Ratusan ribu pedang bercahaya itu lantas menghujam ke atas tubuh Ors.
Bagaikan sebuah badai hujan, setiap tetesannya tidak akan pernah bisa dihitung dalam setiap detik.
Terus dan terus, pedang itu menusuk sampai memuncratkan darah di mana-mana.
Sang Monster hanya bisa berteriak, dia terus menggeliat dan memuntahkan banyak darah di sekitar mulutnya.
Sampai akhirnya satu menit sudah berlalu, Ors sudah tidak kuat lagi untuk mengangkat tubuhnya.
Dia terjatuh dan tersungkur di atas tanah.
Masih dengan skill mengerikan itu. Seakan tanpa pengampunan, pedang-pedang itu terus bermunculan. Bahkan saling berebut untuk siapa duluan menghujam musuhnya.
"Jleb! Jleb! Jleb! Jleb! Bleeeergh...."
Akhirnya perut Ors sudah tidak kuat lagi menahan kekuatannya, tubuhnya jebol dan pedang-pedang itu terus menembus sampai ke tanah di bawahnya.
Pertarungan pun selesai.
Elinalise turun ke bawah.
Dia menghela napas panjang, dan mengeluarkan banyak sekali asap di sekitar tubuhnya.
"Sepertinya, aku masih belum bisa menahan kekuatan dari skill ini..."
Dia mengepal dan membuka tutup tangannya, mencoba memastikan jika tidak ada satu pun dari tubuhnya itu yang terluka.
Sepertinya skill yang baru saja digunakannya itu terlalu beresiko untuknya saat ini.
Akibatnya, kepulan asap tipis yang keluar terus menerus dari tubuhnya merupakan dampak penggunaan skill tersebut.
Semua orang lantas berlari menemui Elinalise dan memanggilnya dengan sebutan komandan berulang kali.
"Ah?!"
Elinalise akhirnya sadar jika ada orang-orang di sekitarnya.
Dia terkejut dan memalingkan wajahnya ke tempat semua orang.
Sungguh, seberapa fokusnya perempuan ini saat bertarung.
Dia sampai tidak menyadari jika ada puluhan orang yang sedang berdiri di belakangnya menonton aksinya itu.
"Kalian... Aku kan sudah menyuruh kalian semua untuk beristira-- Tunggu, siapa dia ini?"
Dia tiba-tiba menunjuk ke arahku.
Kebetulan aku juga ikut berlari ke arah Elinalise bersama dengan yang lain. Tapi tidak kusangka jika dia akan langsung mengenaliku.
"Um... Maaf jika ini mengganggu, tapi pertempuran sebenarnya masih belum berakhir."
Semua orang lantas memiringkan kepalanya, tidak terkecuali Elinalise juga.
"Haaaaahhhhh?!?!?!"
Teriak semua orang.
Aku sudah memasang wajah yang serius di sini.
Padahal aku sudah serius.
Kenapa mereka malah berbalik berteriak ke arahku.
Apakah aku salah jika memberikan sebuah fakta?
Mungkin waktunya saja yang kurang tepat.
Di saat semua orang ingin merayakan kemenangan atas kesuksesan pemimpinnya, aku malah membuat situasi yang aneh dan canggung.
Mungkin hanya aku seorang yang menikmati saat momen ini.
Tapi berdasarkan film opening yang kutonton sepuluh hari yang lalu. Jika tidak salah Ors akan bangkit kembali.
"...Sebenarnya dia..."
Kalimatku berhenti di sana.
Ors sudah kembali bangun.
Dia meraung dan membuat seluruh tanah dan pohon bergetaran.
Benar...
Ors memiliki dua nyawa.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments