Bab 14.

"Trang!"

Aku berhasil menggores tanduk Ors, namun sebagai gantinya aku harus terpental dua kali di tanah.

Ah, Kepalaku... pusing sekali rasanya...

Sial, tenaganya tidak pernah ada habis-habisnya.

Apakah monster ini sama sekali tidak merasakan lelah?

Sekali lagi, gelombang ketiga kembali menghampiriku.

Aku memilih menghindarinya dan menggunakan pedangku untuk membuat goresan panjang di samping tubuhnya.

[Efek 'Bleeding' berhasil ditambahkan.]

[Musuh akan terus menerus kehilangan darahnya.]

"Grooook! Groook!"

Setelah itu Ors menjerit sekencangnya.

Aku tersenyum karena seranganku memiliki dampak yang menyakitkan seperti itu.

Di saat Ors masih sibuk dengan lukanya. Sekarang tiba giliranku untuk membalas.

Aku berlari dan melompat ke atas tubuh Ors.

"Jleb."

Sayangnya aku hanya bisa mencapai setengah dari tinggi badannya.

[Efek 'Bleeding' berhasil ditambahkan.]

[Musuh akan terus menerus kehilangan darahnya.]

Dengan berat badanku aku pun merobek tubuh bagian bawahnya memanfaatkan gaya gravitasi. Kecepatan turun ku sangat cepat, seolah-seolah diriku sedang bermain ice skating di sana.

Darah pun berceceran sangat banyak setelah pedangku terlepas.

Karenanya Ors sekarang berguling-guling di atas tanah. Hal itu terlihat sangat menyakitkan. Aku pun menjajal pedangku dengan batu besar di samping.

"?!"

Aku pun terkejut saat mengetahuinya. Pedang itu menembus batu itu layaknya sebuah tahu. Sensasi saat aku menusuk dan mencabutnya bahkan sama sekali tidak terasa.

"Groook...."

Aku menoleh pada musuhku.

Dia sekarang telah bangkit dan berjalan mendekatiku.

Kedudukan sekarang berbalik menjadi seimbang, 1 : 1.

Babak ini akulah pemenangnya.

"Baiklah. Aku tahu jika kau sudah tidak sabar ingin memulai babak yang ketiga. Tapi biar kuberitahu kau satu hal ini dari awal, yaitu... Pemenangnya hanya ada satu dan itu pun sudah ditentukan bahkan sebelum kau lah--"

Aku kalah.

Babak ketiga kembali dimenangkan oleh Ors sialan karena aku lengah. Padahal aku berhasil memberikan empat tebasan pada tubuhnya.

Keparat itu juga memiliki kemampuan regenerasi yang luar biasa.

Padahal aku telah memotong tanduknya. Namun tanduk itu kembali tumbuh dan menabrakku, dengan tanduknya Ors membawaku sampai ke ujung tembok.

Aku akhirnya menjadi penyok di sana.

[Die Hard (Passive Skill) (Unique), telah diaktifkan.]

Satu hari kembali berlalu.

Aku sekali lagi menatap musuhku di seberang sana. Kali ini hasilnya akan berbeda, aku telah menyusun ulang strategiku dan memikirkan berbagai kemungkinan.

Babak keempat kembali di mulai.

"Grooook!"

Seperti biasa Ors selalu menerjangku dari depan.

Aku melihat tubuhnya masih memiliki luka-luka yang belum pulih. Ada banyak goresan tipis di sana, hal itu membuatku tersenyum kecil. Targetku adalah bekas luka-luka itu.

Kali ini aku tidak akan lengah saat melawannya.

Aku berhasil menghindari serangan Ors dengan melompat kesamping. Secepatnya aku kemudian masuk melalui kolong-kolong kakinya dan berdiri di belakang tubuh Ors.

Satu serangan berhasil mengenainya.

[Efek 'Bleeding' berhasil ditambahkan.]

Ors mengerang di sana.

Aku melukai bagian bawah tubuhnya saat menyelam di antara kolong-kolong itu

Namun aku tidak berhenti di sana, aku kembali berputar dan membelakangi dirinya.

[Efek 'Bleeding' berhasil ditambahkan.]

Aku berhasil menebas Ors sekali lagi.

"Sekarang adalah serangan yang ketiga."

Ors menjadi semakin ganas.

Aku memutuskan untuk menyerang kedua kakinya.

[Efek 'Bleeding' berhasil ditambahkan.]

[Efek 'Bleeding' berhasil ditambahkan.]

Setelah memberikan dua kali tebasan pada kakinya. Ors kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke tanah.

Babak keempat berhasil aku menangkan. Dewi fortuna sepertinya masih memihakku.

Namun aku tidak akan hanya berhenti di sana. Lagipula tidak ada bel tanda pertandingan di mulai atau semacamnya di tempat ini. Jadi aku memutuskan untuk menyerangnya lebih dulu.

Aku kembali berlari dan melompati tubuh Ors.

Aku berjalan di atasnya sembari menancapkan pedangku dan menyeretnya.

[Efek 'Bleeding' berhasil ditambahkan.]

Pedang demonic itu kuseret mencapai kepalanya. Tubuh Ors sekarang dipenuhi dengan darah.

Sekarang hanya butuh sedikit penyelesaian. Tapi saat aku mengira jika semuanya akan segera berakhir.

Malah aku yang selesai.

Aku kembali menjadi penyok di sini.

Ors memenangkan babak kelima. Dia tiba-tiba berguling dan membalikkan tubuhnya.

"A-Ah?"

"Kraaak!!!"

Akhirnya aku dipaksa mencium tanah di bawahnya.

Kedudukan sekarang menjadi 3 : 2.

[Die Hard (Passive Skill) (Unique), telah diaktifkan.]

Satu hari kembali berlalu.

Dan aku tidak menyukai keadaan ini, tubuh Ors sudah sembuh setengahnya.

Aku perlu menyusun ulang strategiku sebelum kami kembali bertarung. Namun sesuai perkataanku sebelumnya, tidak ada yang namanya bel pertandingan di tempat ini.

Ors bergerak terlebih dahulu. Dia mengejarku dengan tatapan membunuhnya.

Apakah segitu bencinya dia terhadapku?

Sial. Aku masih belum siap, bisakah kau menungguku sebentar...

Kumohon, hanya untuk beberapa detik saja.

Dan di mana pedangku tergeletak sekarang?

"Hoi, itu curang loh, jika kau menyerangku sekarang."

Dasar babi hutan bodoh!

Aku tidak terima. Aku benar-benar akan marah loh. Aku akan menjadikanmu barbekyu besok.

Tunggulah sialan!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!