Bab 13.

Di bawah tebing itu, terhampar sebuah jurang yang sangat dalam dan juga gelap.

Aku tidak tahu seberapa dalamnya jurang itu, namun aku merasa, jika sekali saja kau tenggelam di dalamnya maka kau tidak akan pernah bisa kembali.

Aku sekarang berada di ujung dari tebing itu.

Sedangkan Ors menatapku dengan mata marahnya.

Mungkin dia penasaran dengan bagaimana caraku masih bisa selamat setelah digilas olehnya.

Atau apakah itu hanya firasatku? Aku tidak tahu apa yang dipikirkan olehnya.

Semua yang kusebutkan di atas hanyalah karanganku semata.

Tapi kupikir, seseorang akan marah jika ada yang sampai menodai gelarnya.

Lagipula dia memiliki gelar sang Penggilas. Jadi bukankah hal itu wajar jika membuatnya marah?

"Hmm...."

Sekarang bagaimana caraku untuk mendorong Ors agar bisa masuk ke dalam jurang ini.

Karena mengalahkan monster raksasa yang bahkan melebihi gunung itu tidak mungkin, maka mari kita lupakan ide yang bodoh itu.

Lagipula perjanjiannya di sini hanya untuk menahannya, cukup sampai Elinalise dan kawan-kawannya berhasil melarikan diri.

Dan waktu baru saja berjalan kira-kira sepuluh menit saja setelah kita berdua berpisah.

Sepertinya Ors juga bisa menjadi bijak. Kupikir dia akan tetap berlari dan menyerangku di manapun itu tempatnya. Tapi nyatanya dia berhenti tepat di tengah-tengah tebing dan terdiam melihatku.

"Sudah kuduga dari monster tingkat Legenda."

Dia memiliki kecerdasannya sendiri.

Tapi aku tidak akan membiarkannya hanya sampai di sini. Sekali lagi aku mengeluarkan skill sprint.

[Dunia seolah menjadi lambat dalam kacamatamu.]

Aku sampai di belakang Ors.

"Ambil semua stat poin yang tersisa dan tambahkan pada kekuatan."

[Jumlah 'Stat poin yang tersisa : (40)'. Memulai pemindahan... Pemindahan sedang dijalankan... 'Stat kekuatan : (40)' sekarang telah berhasil dinaikkan.]

[Selamat.]

[Anda memiliki 'Stat Kekuatan : (80)'.]

Oh!

Aku merasakan ada banyak sekali perubahan.

Tiba-tiba saja kulit di seluruh tubuhku ditarik dan menegang entah kenapa.

Urat-urat otot juga banyak bermunculan dari sana, terutama pada tangan dan kakiku.

[Dengan kemampuan ini anda sudah tidak memerlukan senjata lagi.]

Tidak. Tidak. Kurasa aku masih membutuhkannya, loh.

Tidak mungkin aku bisa membuang pedang iblis tertinggi ini. Apalagi dengan tingkatannya yang 'Conqueror'. Mana mungkin aku bisa melakukannya...

Aku menarik napas sangat dalam di sana, dan dengan kekuatan penuh menancapkannya pada tanah di bawahku.

Sepertinya Ors mengetahui apa yang ingin kuperbuat.

Namun semuanya sudah terlambat.

Tidak ada lagi yang bisa kau lakukan.

"Haaaaaaa!"

Aku berteriak dan mengeluarkan banyak sekali urat-urat otot melalui tanganku.

Seolah mengikutiku retakan itu juga ikut bersemangat, dia menjalar begitu cepat sampai-sampai keluar dari jalurnya dan melebar ke belakangku.

"Krak! Krak!....Krak!!! Bruaaaaaaak!"

"Hiiiiiiiiiiik!"

Ors berteriak begitu kencang di saat-saat terakhirnya.

Ngomong-omong, bukan hanya Ors yang terjatuh.

Tapi aku masih tetap kalem dan play it cool saja di sini.

Kami berdua secara bersamaan terjatuh ke dalam jurang itu.

[Die Hard (Skill Pasif) (Unique), telah diaktifkan.]

[Untukmu aku tidak bisa mati, Aku akan tetap hidup dan menjadi pelindungmu.]

Jika aku kembali hidup sekarang, itu berarti satu hari telah berlalu.

Yah. Asalkan semua tubuhku tidak lenyap tak bersisa, maka aku pun masih bisa dibangkitkan kembali.

Aku menatap ke sekitar, tidak ada apa-apa di sini selain kegelapan.

Cahaya di sini hanya berasal dari luar, dan itu pun berbentuk lingkaran penuh.

Benar, seolah saja, jurang ini sebenarnya adalah sumur yang tak berdasar.

Saat aku berniat untuk berkeliling, aku terkejut ketika menemukan sepasang mata yang mengintai dari kejauhan.

Beberapa saat kemudian aku pun mengetahui jika itu adalah Ors!

Dia terus saja menatapku sedari tadi.

"Apa? Apakah kau mau memulai ronde yang kedua?"

Saat aku meraih pedang di pinggulku.

Ors pun juga beranjak dari tempatnya.

"Trang!"

Tanduk Ors berbenturan dengan pedangku.

Untung saja pedang ini masih melekat di pinggangku, jika tidak entah apa yang aku alami saat berbenturan dengan Ors seperti ini.

Sayangnya kekuatanku masih belum cukup di sini.

Aku pun terpental sangat jauh dan terseret mengikuti tanah sampai akhirnya berhenti karena gesekan keduanya.

Meskipun begitu, aku masih belum melihat ujungnya di sini.

Jurang ini lebih luas dari yang terlihat.

Bahkan Ors saja bisa bergerak dengan bebas sesuai kemauannya di sini.

Aku sekarang kembali meraih pedangku dan secepatnya berdiri.

"Oi, tunggu sebentar, biarkan aku mengambil napas...."

Baru saja berdiri setelah mengambil pedang, Ors juga sudah siap dengan gelombang kedua.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!