Keesokan harinya suasana sedikit canggung, bukan untuk Maxime, tetapi Milan. Pria itu tiba-tiba memeluknya tanpa alasan, Milan ingin bertanya apa arti pelukan kemarin tapi ia sedikit malu untuk menanyakan hal itu.
Walau bagaimana pun Milan hanya gadis remaja yang selalu menginginkan penjelasan dari setiap apa yang di lakukan seorang pria kepada nya.
Jika yang memeluknya Tino dan yang lain Milan tidak akan mempermasalahkan hal itu karena ia tahu dirinya dan mereka hanyalah sebatas sahabat.
Tapi dengan Maxime, bukankah pria itu Tuan nya? orang yang memberikan pekerjaan sekaligus tempat tinggal yang layak.
Milan hanya diam menunduk seraya menusuk-nusuk sarapan nya dengan garpuh. Mereka sedang sarapan bersama.
"Kenapa?" tanya Maxime
Milan mendongak lalu menggeleng. "Tidak," sahutnya.
"Makanlah dan jangan makan sembarangan di sekolah nanti," ujar Maxime seraya memasukan salad ke mulutnya.
Milan mengangguk lalu memasukan nasi ke mulutnya.
Selepas sarapan Milan berangkat setelah Taxi yang di pesan Maxime datang. Arsen tidak bisa terus-menerus mengantarkan Milan sekolah demi keamanan identitas Maxime, ia tidak mau ada yang menyelidiki kenapa Arsen terus mengantar Milan dan berakhir dengan terbongkarnya identitas Maxime. Walau bagaimanapun mereka harus tetap hati-hati.
Dan Maxime sendiri pagi ini sedang membereskan petshop yang sedikit berantakan karena Blacky berhasil kabur dari kandang dan membuat kerusuhan di petshop miliknya, kantung makanan banyak yang robek karena di gigit dan berakhir dengan makanan kucing itu tumpah kemana-mana. Vitamin jatuh berserakan dan mainan pun sudah tidak tertata rapih, entah menghilang kemana.
Milan membuka pintu mobil, sebelum masuk ia menoleh ke arah Maxime yang sedang menatapnya dengan memegang sapu dan pengki di tangan nya.
Maxime melambaikan tangan seraya tersenyum, Milan sedikit ragu membalas lambaian tangan Maxime tapi kala melihat Maxime yang terus melambaikan tangan ke arahnya alhasil gadis itu pun membalas lambaian tangan Maxime.
"Hati-hati," ucap Maxime yang di sahut anggukan kepala dari Milan.
Taxi pun melaju pergi menjauhi petshop Maxime, seketika Maxime mendengus menatap kesal Blacky yang sedang santai di atas etalase.
"Kalau kau kucing jantan aku akan menghukum mu beruntunglah kau betina dan blackbox masih membutuhka asi dari mu," tutur Maxime seraya terus menyapu makanan yang berserakan itu.
Sementara di dalam Taxi Milan termenung sendirian seraya menatap jalanan memikirkan sikap Maxime yang tiba-tiba berubahn Ada apa dengan pria itu, padahal awal bertemu lebih banyak diam tapi sekarang sikapnya begitu manis.
Bahkan sebelum sarapan tadi, Milan melihat Maxime sedang mengelap bagian sepatunya yang kotor.
Bukan hanya itu, semalam Maxime membantu dirinya mengerjakan tugas sekolah dengan sabarnya. Milan paling bodoh soal pelajaran yang menghitung, rumus-rumus dan segala tektek bengek pelajaran yang memakai angka. Matematika, fisika, kimia adalah pelajaran yang di musuhi oleh Milan padahal sang Kakak Melisa, sampai mendapatkan juara saat mengikuti olimpiade matematika dan yang lain.
Gadis itu pun sampai di sekolahnya, ia segera masuk ke kelasnya lalu menyimpan tas di kursi dan menelungkupkan wajahnya di meja.
Memikirkan sikap aneh Maxime membuat otak nya lelah pagi-pagi. Sampai sang ketua kelas berteriak meminta semua murid ke lapangan karena ada pengumuman baru dari Mr Rian.
Milan mendongak seraya berdecak malas, ia mengikuti siswa yang lain keluar dari kelas tapi bukan berjalan ke lapangan tapi ke gudang di belakang sekolah, soal pengumuman bisa ia tanyakan ke Alvin dan yang lain nanti.
*
Sementara itu di sebuah ruangan tiga orang manusia sedang berdebat tentang akan adanya kehadiran satpam baru di sekolah SMA Ganesha.
"Tidak ada yang lebih berwibawa? guru misalnya!" kesal Maxime tidak terima kala dirinya di tunjuk menjadi satpam sekolah oleh Arsen dan Jack.
Setelah membereskan petshop nya tak lama kemudian Maxime langsung tancap gas pergi ke sekolah Milan.
Jack yang duduk di depan Maxime hanya menjawab santai. "Ini ide Arsen!"
Maxime langsung mendelik ke arah Arsen yang duduk di sampingnya.
Arsen yang semula duduk santai seraya menyenderkan punggungnya ke sofa seketika duduk tegak menatap Maxime seraya berdehem sesaat.
"Begini ... kau bilang Milan suka sekali bolos, bukan?"
Maxime mengangguk.
"Kalau kau menjadi guru di saat kau sedang mengajar di kelas lain dan Milan bolos dari sekolah, kau tidak bisa mengikuti gadis itu, kau tidak bisa mengawasi Milan! karena tidak mungkin seorang guru keluar masuk kelas seenaknya di jam pelajaran. Tapi kalau satpam ... kau ada di luar kelas dan bebas berkeliling kapanpun kau mau, ide bagus bukan?"
Jack pun mengangguk setuju. Sementara Maxime hanya mendengus tak terima tapi ide Arsen masuk akal juga.
"Kita sedang berusaha menutupi identitasmu, kecuali kalau kau mau Milan mengetahui siapa kau sebenarnya kau bisa berteriak kalau kau lah direktur sekolah ini," sambung Jack.
Sementara itu semua siswa-siswi SMA Ganesha sudah berkumpul di lapangan. Mr Rian mengumumkan kalau mulai besok sekolah di liburkan karena sekolah akan segera di renovasi dan mengumumkan waktu libur sekolah setelah berunding dengan para guru yang lain dan juga kepala sekolah, Jack.
"Ada tugas yang harus kalian kerjakan di rumah, ada beberapa tugas kelompok juga. Mr harap kalian mengerjakan semua tugas yang sudah di berikan setiap guru. Kemungkinan libur dua minggu terhitung hari besok ..."
"LAH KATANYA MAU BANGUN KOLAM RENANG, KANTIN, PERPUSTAKAAN, TAMAN MAU DI BAGUSIN. KOK LIBUR CUMAN DUA MINGGU MR ..." teriak Aken.
"YA, EMANG DUA MINGGU CUKUP BUAT PEMBANGUNAN SEKOLAH?!" teriak Shalma.
"AH MR KURANG LAMAAAA ..." Keluh Tino.
"SATU BULAN MR ..." Sambung Alvin.
"DUA BULAN MR ..." Sambung Faiz.
"SATU TAHUN LAH ..." teriak Aken kembali.
Para siswa berteriak ricuh dan tidak terima dengan keputusan libur dua minggu yang menurutnya terlalu sedikit.
"DIAM ... DIAM ... TENANG DULU ..." Mr Rian mencoba menenangkan. Kala semua siswi berhasil diam ia pun melanjutkan pengumuman nya.
"Pembangunan sekolah memang tidak cukup dua minggu, tapi kelas kalian kan hanya di ganti meja, kursi dan di cat ulang saja. Jadi kalian bisa belajar seperti biasa di kelas setelah kelasnya selesai, dua minggu itu cukup. Malah terlalu lama buat Mr. Dan kalau soal pembangunan yang lain, akan tetap di laksanakan tanpa menganggu kegiatan pembelajaran."
"SATU LAGI ... KALIAN BISA LIBUR SATU TAHUN KALAU ADA VIRUS MEMATIKAN YANG MEMBUAT KALIAN TIDAK BISA KELUAR DARI RUMAH!!"
"HUUUHHHH ..." semua orang bersorak tidak terima.
*
Maxime keluar dari ruang kepala sekolah, sebelum ia pergi ke lapangan ia membuka ponselnya terlebih dahulu dan membuka cctv untuk mencari-cari Milan. Gadis itu tidak tahu kalau nanti ia akan menjadi satpam di sekolahnya.
"Anak ini ... kenapa malah diam di gudang," gumamnya.
"Aku pergi dulu," ucap Arsen selepas menepuk pundak Maxime.
Maxime hanya mengangguk dengan kepergian adiknya yang memakai masker dan topi agar tidak ada satu orang pun yang mengenali wajahnya sebagai sekretaris De Willson group.
Milan sedang mencari-cari tangga yang seharusnya ada di sekitar gudang sebagai alat bantu untuk dirinya bolos. Tapi anehnya tangga itu tidak ada, padahal sebelumnya tidak pernah ada yang memindahkan.
Sampai akhirnya tangan nya di tarik dari belakang dengan cepat, Milan yang kaget jatuh ke pelukan Maxime.
Gadis itu membulatkan mata kala melihat Maxime ada di depan wajahnya. Dan Maxime segera menarik ikat rambut Milan tanpa melepas pelukan nya. Lagi-lagi di sekolah Milan malah mengikat rambut panjangnya, hal yang Maxime benci.
.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 231 Episodes
Comments
Firanty Ranty
lucu juga lelaki dewasa jatuh cinta pada gadis yg msh sekolah menengah tp seru sich
2024-05-27
0
Angraini Devina Devina
dasar ana gendeng
2023-09-13
0
ponakan Bang Tigor
ciyeee Maxime akhrinya tersenyum juga
2022-08-23
1