Di kelas para siswa ricuh dengan berita adanya kepala sekolah baru, mereka semua saling bertanya siapa kepala sekolah baru itu dan kenapa kepala sekolah yang lama harus di ganti.
Mereka pun menebak-nebak adanya kecurangan dari kepala sekolah yang lama, mungkinkah beliau korupsi tentang dana sekolah atau ada kejadian lain yang membuat beliau di gantikan.
Sampai akhirnya semua siswa di kumpulkan di lapangan oleh Mr Rian. Mereka berbaris layaknya hendak melakukan upacara hari senin. Tapi bukan itu tujuan mereka, Mr Rian akan memperkenalkan kepala sekolah yang baru sekaligus direktur atau pemilik sekolah yang baru ini.
Mr Rian berdiri dengan mic di depan nya, para guru yang lain berdiri berjajar di belakang Mr Rian.
"Selamat pagi anak-anak."
"Pagi, Mr ..." sahut mereka serempak.
"Hari ini hari yang sangat spesial untuk kita semua ... karena Mr akan memberikan kabar bahagia untuk para siswa dan siswi di SMA Ganesha."
Mereka pun saling berbisik dan bertanya-tanya, kabar bahagia apa yang di maksud Mr Rian.
"Sekolah kita akan melakukan renovasi besar-besaran. Ada beberapa fasilitas baru yang pastinya akan membuat kalian semua betah selama bersekolah di sini. Diantaranya, kolam renang pribadi milik SMA Ganesha ..."
"Woaahhh ..." Semua orang bersorak senang. Para guru yang ada di depan pun tersenyum melihat wajah gembira murid-murid mereka.
Mr Rian kembali melanjutkan. "Lapangan basket baru yang tersedia di dalam ruangan, jadi kita punya dua lapangan basket. Di halaman luar dan di dalam ruangan ..."
"YEAAHHHH!!!" para anak-anak basket bersorak, mereka tidak akan lagi berebut lapangan basket dengan kelas lain mulai sekarang.
"Bioskop ..."
"Bi-bioskop?" ucap Aken. "Gila ... kenapa SMA Ganesha jadi berubah seperti ini. Sekolah macam apa yang punya bioskop di dalam nya?"
"Jadi penasaran, siapa direktur sekolah sekarang sampe melakukan renovasi besar-besaran seperti ini," sahut Alvin.
"Kayanya dia orang kaya," sambung Milan dengan terus memperhatikan Mr Rian yang tak henti membahas banyak nya fasilitas baru yang ada di SMA Ganesha nanti. Seperti gedung teater, taman, ruang komputer yang akan di perluas lagi, perpustakaan yang akan di rombak menjadi dua tingkat, kantin yang akan di perluas dan masih banyak lagi.
"Dan untuk melakukan renovasi ini kalian akan di liburkan sampai waktu yang belum di tentukan ..."
Semua orang kembali bersorak.
"Jangan senang dulu!" potong Mr Rian. "Kalian akan belajar dengan sistem daring, belajarlah di rumah seperti biasa. Tugas akan terus mengalir. Untuk kalian yang kesulitan sinyal di rumah silahkan menginap saja di rumah sodara kalian yang banyak sinyal nya ..."
"SAYA MAH KESULITAN KUOTA MR ... BUKAN SINYAL!!" teriak Tino keras yang di ikuti sorak setuju oleh semua siswa.
Mr Rian berdecak seraya menggeleng melihat sikap para muridnya, para guru yang berdiri di belakang Mr Rian pun ikut menggeleng. Mereka tahu semua siswa hanya ingin kuota gratis.
Tiba-tiba ponsel Mr Rian berdering, ia merogoh ponsel dari sakunya dan melihat siapa yang menelpon.
"Sebentar ya ..."
Mr Rian sedikit menjauh dari mic di depan nya, lalu mengangkat panggilan tersebut.
"Berikan kuota gratis untuk mereka semua," ucap pemilik suara tersebut.
"Baik Tuan," sahut Mr Rian.
Tak lama kemudian Mr Rian kembali berbicara di depan mic selepas berdehem pelan.
"Sssttt ... dengarkan Mr ... Ada berita bahagia lagi untuk kalian."
"Apa tuh?"
"Apalagi?"
"Ada fasilitas baru lagi?"
Mereka saling bertanya-tanya.
"Selama libur sekolah kalian akan di berikan kuota GRATIS ..."
"YEAAAYYYYY!!!"
Mereka bersorak sangat keras sampai meloncat-loncat, bahkan siswi perempuan sampai saling memeluk satu sama lain, untuk anak sekolah seperti mereka di berikan kuota gratis adalah hal berharga.
Kecuali Milan, gadis itu diam tanpa ekspresi. Di banding harus senang dengan fasilitas baru dan kuota gratis ia lebih penasaran dengan direktur sekolah dan siapa kepala sekolahnya.
"Dan kepala sekolah SMA Ganesha sekarang adalah ..."
Milan memperhatikan intens, tapi raut wajahnya berubah kala tahu kepala sekolah SMA Ganesha ternyata bukan orang yang ada di benaknya, ia pikir Arsen ternyata bukan.
"TUAN JACK ..." teriak Mr Rian seraya tangan terulur ke sebelah kanan.
Semua orang mengikuti arah tangan Mr Rian dan kemudian seorang pria keluar dari ruang guru berjalan ke arah lapangan.
Mata para siswi perlahan membulat kala melihat kepala sekolah baru nya yang cukup tampan.
"Astaga ... astaga ... jantungku ... ya ampun ... manusia atau pangeran sih? ganteng banget astagaaa ..." panggil saja Shalma, gadis itu sampai memegang dada nya seakan berusaha menenangkan jantungnya yang berdegup cukup kencang.
Apalagi kala Jack tersenyum ke arah mereka, para siswi berteriak girang. Jack berdiri di samping Mr Rian.
"Silahkan ..." Mr Rian mempersilahkan Jack untuk berbicara kepada murid-muridnya.
Sekarang Jack mengambil alih berbicara di depan mic.
"Selamat pagi ..."
Para siswi kembali menjerit mendengar suara Jack yang menurutnya sangat cool.
"Apa sih lebay banget!" ketus Milan seraya menyilangkan tangan nya di dada.
Kebetulan Shalma berdiri di samping Milan, gadis itu segera melempar tatapan tidak suka kepada Milan.
"Kamu tuh yang lebay! ada orang ganteng pura-pura cuek huhhh ..."
Milan mendelik tak suka. "Shalma Anatasya ... yang alay ngeliat cowok ganteng, emang cowok itu bakalan suka sama kamu?!!"
"Jelas lah!! aku kan cantik!!" sahut Shalma dengan menggulung rambut di jari nya dengan centil.
"Cih amit-amit!!" ucap Milan seraya bergidik jijik.
"Perkenalkan nama saya Jack ... saya kepala sekolah baru di SMA Ganesha. Ada yang ingin di tanyakan?"
"STATUS!!" teriak Shalma paling semangat membuat semua mata tertuju ke arahnya.
"HUHHHH ..." semua orang bersorak kepada Shalma karena merasa gadis itu berlebihan baru saja Jack memperkenalkan diri sudah di tanya masalah status.
"Apa sih, kalian juga pasti penasaran status nya!!" ketus Shalma.
Sementara itu Jack tersenyum tipis. "Saya masih lajang. Belum menikah dan belum punya kekasih."
Mata Shalma seakan berbinar mendengar jawaban Jack. "Yessss ... aku ada kesempatan!!"
Milan mendelik tidak suka ke arah Shalma di sampingnya. Kenapa dia senang, memangnya Jack mau dengan dia, itu yang di pikiran Milan.
"SIAPA DIREKTUR SEKOLAH KAMI SEKARANG?" TERIAK TINO YANG SANGAT PENASARAN.
"YA SIAPA?"
"APA TUAN JACK JUGA PEMILIK SEKOLAH INI?" teriak siswi yang lain.
Jack terkekeh pelan. "Bukan, bukan saya. Saya hanya di tugaskan menjadi kepala sekolah saja. Direktur sekolah tidak mau memperkenalkan diri nya karena beliau sangat tidak suka hidup privasi nya di ketahui orang-orang ..."
"Yahhhhh ..." mereka berteriak kecewa, karena tidak tahu pemilik SMA Ganesha yang baru.
Sementara itu di sebuah ruangan dua orang manusia sedang menonton acara penyambutan Kepala sekolah baru di SMA Ganesha lewat laptop di depan nya.
Maxime dan Arsen sudah menyimpan banyak nya cctv di sekolah, kecuali kamar mandi yang bebas tanpa cctv.
Cctv itu terhubung dengan laptop dan juga ponsel mereka. SMA Ganesha di beli oleh perusahaan De Willson Group dengan perantara Arsen.
Semua berkas tentu saja dengan tanda tangan Maxime, Arsen hanya mengurus data-data tertentu nya saja.
Awalnya Arsen lah yang akan menjadi kepala sekolah di SMA Ganesha, tapi Maxime meminta agar orang lain yang menjadi kepala sekolah di SMA itu, ia takut jika Arsen menjadi kepsek Milan akan curiga dan mulai mencari tahu soal Arsen lalu akan berakhir dengan terbongkar nya identitas Maxime sebagai seorang mafia.
Jujur saja Maxime sedikir khawatir jika Milan tahu identitas aslinya.
.
Bersambung
(Makasih yang udah doain ya, aku udah membaik kok. Maaf engga bisa balas satu-satu🙏🏻)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 231 Episodes
Comments
Angraini Devina Devina
hemnm orang babar kayak Mila mana takut yg namanya mafia
2023-09-13
0
ponakan Bang Tigor
aaaaa🔥🔥🔥 aku bantuin jerit ini thor
2022-08-23
1
ponakan Bang Tigor
awgwg saatnya bang Maxime yang ganteng, sadis nan bucin ini beraksi🔥🔥🔥
2022-08-23
1