#02

Kenapa sikap Maxime beda sama Javier? Karena campuran Yakuza dan Antraxs. Itu jawaban nya😊

De Willson group menggelar acara besar untuk merayakan perusahaan mereka yang semakin berkembang. Semua para tamu menikmati acara tersebut.

Di samping ruangan ada tempat seperti bar yang cukup luas untuk para pengusaha yang ingin melampiaskan kesenangan mereka lewat minuman.

Ruangan itu tampak ricuh kala para penari tihang dengan pakaian minim mereka masuk, dua penari itu menari memamerkan lekuk tubuhnya. Adegan p*nas tersebut membuat sorakan senang dari para pria di sana.

Para pel*cur pun mulai bereaksi menggoda pengusaha kaya untuk di ajak bermalam di sebuah kamar. Mereka bukan pel*cur murahan, penampilan nya begitu berkelas, seandainya tidak ada yang memberitahu mereka seorang pel*cur, sudah pasti mereka akan tertipu.

Maxime duduk di meja bar dengan menuangkan wine lalu menyesapnya dengan gaya sensual. Satu pel*cur itu mendekatinya, duduk di samping Maxime seraya menyilangkan kakinya sampai paha mulusnya terlihat.

Maxime tidak tergoda, pria itu malah menyalakan ujung rokok dengan pemantik api. Perempuan itu mulai melancarkan aksinya dengan memegang tangan Maxime seraya senyum menggoda.

"Butuh teman?" bisiknya dengan suara berat di telinga Maxime.

Beberapa perempuan yang lain begitu iri melihat teman nya duduk dengan pria dingin yang tampan.

Maxime membumbungkan asap rokok nya ke udara.

"Siapa namamu?" tanya pel*cur itu.

Karena tidak ada jawaban tangan perempuan itu mulai bergeria di tubuh Maxime hendak mengambil kartu identitas di dalam jas nya.

Maxime menahan tangan perempuan itu yang hendak menyusup ke balik bajunya.

"Sopanlah sedikit nona!"

Perempuan itu terkekeh pelan. "Sopan? Oh ayolahh tidak pantas kau mengatakan itu Tuan tampan," sahut pel*cur itu seraya menoel dagu Maxime gemas. Dan Maxime segera mengusap dagu nya, seakan jijik dengan tangan perempuan itu.

"Di tempat ini kau tidak perlu sungkan, kau bisa menikmati siapapun ..."

"Bukan kau yang ingin aku nikmati!" sahut Maxime seraya beranjak dari sofa setelah mendorong tubuh perempuan itu. Maxime bahkan membuang puntung rokok nya ke wajah perempuan itu.

"Akhhh panas ... panas ..." Perempuan itu mengusap-ngusap wajahnya seraya mendengus menatap kesal kepergian Maxime.

Maxime keluar dari bar melewati ruangan VIP tempat dimana acara formal pesta di selenggarakan. Bahkan Arsen sedang presentasi di depan sana untuk menunjukan kapal pesiar yang akan di keluarkan perusahaan De Willson Group.

Pria itu memakai kaca mata, melewati orang-orang yang sedang bertepuk tangan dengan hasil presentasi Arsen.

Sampai akhirnya ada salah satu pengusaha yang menanyakan presdir De Willson Group yang sekarang. Dan itu membuat langkah Maxime terhenti.

"Dimana Tuan Maxime sebenarnya? kenapa kami tidak pernah melihatnya?"

"Ya ... dimana dia?"

"Kenapa dia tidak pernah datang ke perusahaan?"

"Apa dia cacat sampai tidak berani menunjukan batang hidungnya?"

Suasana menjadi ricuh dengan pertanyaan mereka tentang presdir De Willson Group. Maxime hanya tersenyum miring lalu kembali keluar dari pesta, sementara Arsen kalang kabut sendirian dengan pertanyaan para tamu. Arsen hanya bisa berdecak kesal melihat punggung Maxime semakin menjauh dari ruangan.

"Hey ... hey ... dengarkan aku. Tuan Maxime tidak suka di kenal banyak orang, apalagi dia seorang pengusaha terkenal. Dia mempunyai privasi atas hidupnya. Tapi dia tidak lupa dengan perusahaan De Willson, semua kerja keras kami atas ide Tuan Maxime. Termasuk dengan rancangan kapal pesiar yang akan kami keluarkan ini."

Beberapa orang mengangguk mendengar penjelasan Arsen. Tapi beberapa orang berdecak kesal karena masih belum puas jika belum melihat putra pertama Javier De Willson itu setelah dewasa. Dulu Maxime sering muncul di beberapa majalah saja saat usianya lima tahun.

*

Maxime melajukan mobil ke sebuah desa terpencil. Walaupun desa terpencil tapi penduduknya cukup banyak, desa ini berada di dataran tinggi yang jauh dari perkotaan.

Malam hari begini Maxime harus melewati jalanan kebun teh yang sepi. Jika pagi hari suasana jalanan ini begitu segar tanpa campuran kendaraan umum yang lain karena memang di desa ini tidak banyak orang mempunyai mobil atau motor. Mereka selalu menggayuh sepeda untuk melakukan kegiatan nya sehari-hari.

Jangan berpikir mobil yang Maxime kenakan mobil mahal, ini hanya mobil murah biasa yang terkadang mesin nya mati di tengah jalan. Sengaja Maxime memakai mobil menyusahkan ini agar tidak di kenali orang-orang. Biarkan dia di kenal sebagai penjaga petshop yang menyedihkan dengan mobil nya yang sering mogok seperti sekarang.

"Si*l!!" Maxime memukul setir di depan nya dengan kesal.

Ini masih di kebun teh dan hanya ada beberapa lampu jalanan saja yang menemani Maxime memperbaiki mobilnya.

Sebelum keluar Maxime membuka pakaian mahal nya dengan hanya menggunakan kaos hitam polos saja.

Ia keluar, melihat ke kanan ke kiri. Siapa tahu ada Arsen atau teman nya yang lewat walapun itu tidak mungkin. Karena mereka jarang datang ke desa ini.

Maxime mulai membuka bagian mobil depan nya, mencoba mengecek apa lagi yang salah dengan mobil butut ini.

Setelah beberapa menit Maxime mencoba kembali menyalakan mesin dan berhasil.

Dengan wajah tangan dan baju yang penuh oli ia mulai kembali melajukan mobilnya ke petshop miliknya.

Setelah sampai Maxime masuk ke dalam petshop nya, ia membereskan beberapa makanan binatang yang banyak berserakan di lantai. Ini pasti ulah kucing dan anjing jalanan lagi, Maxime lupa mengunci pintu sebelum pergi tadi.

Alhasil Maxime harus menyapu dan mengepel toko nya yang kotor akibat kaki kucing dan anjing yang entah darimana mereka bermain sampai mengotori toko miliknya.

"Keluarlah ... jangan bersembunyi. Aku tidak akan meminta bayaran kepada kalian kucing nakal!"

Dari awal masuk Maxime sudah mendengar suara kucing dan sepertinya bukan hanya satu. Karena Maxime juga mendengar suara anaknya.

Dan ketika ia menoleh ke belakang, ia menaikkan satu alisnya melihat ibu kucing yang berwarna hitam sedang menggendong anaknya yang ia gigit di mulutnya. Kucing itu hanya memperlihatkan kepalanya saja karena ia sedang bersembunyi di balik tumpukan kantung pasir.

"Kemari ..."

Kucing itu malah mundur mendengar suara Maxime. Maxime menghela nafas dan mencoba memancing kucing nya dengan susu dan makanan yang ia simpan di meja kasir.

Lalu Maxime masuk ke kamar mandi untuk membersihkan oli di wajahnya dan meninggalkan makanan kucing itu di meja.

Setelah keluar dari kamar mandi ia tersenyum tipis melihat kucing itu akhirnya makan makanan yang sudah ia sediakan di meja.

Perlahan Maxime menghampir induk dan anak kucing itu, mengelus induk kucing dengan lembut.

"Karena kau masuk petshopku jadi kau milikku sekarang!!"

Pria itu pun duduk menyenderkan punggungnya di kursi. Ia mengangkat lurus kedua kaki nya ke meja dengan bersedekap dada menonton induk kucing yang sedang makan. Sesekali induk kucing itu mengeong sementara anaknya sedang belajar merangkak karena sepertinya anak kucing itu usianya kurang dari satu bulan.

*

*

Bersambung

Terpopuler

Comments

Angraini Devina Devina

Angraini Devina Devina

hemmm lanjut tor

2023-09-13

1

ponakan Bang Tigor

ponakan Bang Tigor

oo ternyata petshop ini miliknya Maxime

2022-08-19

1

ponakan Bang Tigor

ponakan Bang Tigor

oalah, Maxime nyamar kerja jadi pegawai petshop. oo soalnya Maxime ini dari kecil suka banget ama hewan, makanya dia nyamarnya begini. weh meskipun hanya pegawai petshop, tapi dia itu punya 2 organisasi mafia dan perusahaan yang besar

2022-08-19

1

lihat semua
Episodes
1 #01
2 #02
3 #03
4 #04
5 #05
6 #06
7 #07
8 #08
9 #09
10 #10
11 #11
12 #12
13 #13
14 #14
15 #15
16 #16
17 #17
18 #18
19 #19
20 #20
21 #21
22 #22
23 #23
24 #24
25 #25
26 #26
27 #27
28 #28
29 #29
30 #30
31 #31
32 #32
33 #33
34 #34
35 #35
36 #36
37 #37
38 #38
39 #39
40 #40
41 #41
42 #42
43 #43
44 #44
45 #45
46 #46
47 #47
48 #48
49 #49
50 #50
51 #51
52 #52
53 #53
54 #54
55 #55
56 #56
57 #57
58 #58
59 #59
60 #60
61 #61
62 #62
63 #63
64 #64
65 #65
66 #66
67 #67
68 #68
69 #69
70 #70
71 #71
72 #72
73 #73
74 #74
75 #75
76 #76
77 #77
78 #78
79 #79
80 #80
81 #81
82 #82
83 #83
84 #84
85 #85
86 #86
87 #87
88 #88
89 #89
90 #90
91 #91
92 #92
93 #93
94 #94
95 #95
96 #96
97 #97
98 #98
99 #99
100 #100
101 #101
102 #102
103 #103
104 #104
105 #105
106 #106
107 #107
108 #108
109 #109
110 #110
111 #111
112 #112
113 #113
114 #114
115 #115
116 #116
117 #117
118 #118
119 #119
120 #120
121 #121
122 #122
123 #123
124 #124
125 #125
126 #126
127 #127
128 #128
129 #129
130 #130
131 #131
132 #132
133 #133
134 #134
135 #135
136 #136
137 #137
138 #138
139 #139
140 #140
141 #141
142 #142
143 #143
144 #144
145 #145
146 #146
147 #147
148 #148
149 #149
150 #150
151 #151
152 #152
153 #153
154 #154
155 #155
156 #156
157 #157
158 #158
159 #159
160 #160
161 #161
162 #162
163 #163
164 #164
165 #165
166 #166
167 #167
168 #168
169 #169
170 #170
171 #171
172 #172
173 #173
174 #174
175 #175
176 #176
177 #177
178 #178
179 #179
180 #180
181 #181
182 #182
183 #183
184 #184
185 #185
186 #186
187 #187
188 #188
189 #189
190 #190
191 #191
192 #192
193 #193
194 #194
195 #195
196 #196
197 #197
198 #198
199 #199
200 #200
201 201
202 #202
203 #203
204 #204
205 #205
206 #206
207 #207
208 #208
209 #209
210 #210
211 #211
212 #212
213 #213
214 #214
215 #215
216 #216
217 #217
218 #218
219 #219
220 #220
221 #221
222 #222
223 #223
224 #224
225 #225
226 #226
227 #227
228 #228
229 #229
230 #230
231 #De Willson series 3
Episodes

Updated 231 Episodes

1
#01
2
#02
3
#03
4
#04
5
#05
6
#06
7
#07
8
#08
9
#09
10
#10
11
#11
12
#12
13
#13
14
#14
15
#15
16
#16
17
#17
18
#18
19
#19
20
#20
21
#21
22
#22
23
#23
24
#24
25
#25
26
#26
27
#27
28
#28
29
#29
30
#30
31
#31
32
#32
33
#33
34
#34
35
#35
36
#36
37
#37
38
#38
39
#39
40
#40
41
#41
42
#42
43
#43
44
#44
45
#45
46
#46
47
#47
48
#48
49
#49
50
#50
51
#51
52
#52
53
#53
54
#54
55
#55
56
#56
57
#57
58
#58
59
#59
60
#60
61
#61
62
#62
63
#63
64
#64
65
#65
66
#66
67
#67
68
#68
69
#69
70
#70
71
#71
72
#72
73
#73
74
#74
75
#75
76
#76
77
#77
78
#78
79
#79
80
#80
81
#81
82
#82
83
#83
84
#84
85
#85
86
#86
87
#87
88
#88
89
#89
90
#90
91
#91
92
#92
93
#93
94
#94
95
#95
96
#96
97
#97
98
#98
99
#99
100
#100
101
#101
102
#102
103
#103
104
#104
105
#105
106
#106
107
#107
108
#108
109
#109
110
#110
111
#111
112
#112
113
#113
114
#114
115
#115
116
#116
117
#117
118
#118
119
#119
120
#120
121
#121
122
#122
123
#123
124
#124
125
#125
126
#126
127
#127
128
#128
129
#129
130
#130
131
#131
132
#132
133
#133
134
#134
135
#135
136
#136
137
#137
138
#138
139
#139
140
#140
141
#141
142
#142
143
#143
144
#144
145
#145
146
#146
147
#147
148
#148
149
#149
150
#150
151
#151
152
#152
153
#153
154
#154
155
#155
156
#156
157
#157
158
#158
159
#159
160
#160
161
#161
162
#162
163
#163
164
#164
165
#165
166
#166
167
#167
168
#168
169
#169
170
#170
171
#171
172
#172
173
#173
174
#174
175
#175
176
#176
177
#177
178
#178
179
#179
180
#180
181
#181
182
#182
183
#183
184
#184
185
#185
186
#186
187
#187
188
#188
189
#189
190
#190
191
#191
192
#192
193
#193
194
#194
195
#195
196
#196
197
#197
198
#198
199
#199
200
#200
201
201
202
#202
203
#203
204
#204
205
#205
206
#206
207
#207
208
#208
209
#209
210
#210
211
#211
212
#212
213
#213
214
#214
215
#215
216
#216
217
#217
218
#218
219
#219
220
#220
221
#221
222
#222
223
#223
224
#224
225
#225
226
#226
227
#227
228
#228
229
#229
230
#230
231
#De Willson series 3

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!