#12

Pagi hari Maxime sudah beres-beres dan membalikkan tanda tutup di pintu menjadi buka, ia menyesap kopi lalu duduk di kursi sebelum akhirnya Arsen menelpon.

"Ada apa?" tanya Maxime.

"*Ada sese*orang yang berusaha mencuri data perusahaan, seperti biasa bukan perusahaan yang di incar, tapi identitasmu."

Maxime terkekeh ketus seakan meremehkan seseorang yang entah ke berapa puluh kali selalu gagal mencuri data perusahaan nya.

"Cari dan bawa dia ke hadapanku!" sahut Maxime.

"Siap. Aku ingin berkunjung ke petshopmu, sekalian mengantarkanmu nasi dari Mommy Sky."

Maxime menghembuskan nafas, sampai kapan Ibunya berhenti mengirimi nasi di pagi hari. Sky masih menganggap Maxime seperti anak kecil saja.

"Dan lagi ... Tessa dan Miwa ingin mengunjungimu juga sekalian main ke kebun teh."

"Jangan!" potong Maxime cepat.

"Kenapa?" tanya Arsen.

"Akan aku jelaskan nanti, datang saja kesini sekarang," sahut Maxime kepada Arsen lalu mematikan panggilan nya.

Maxime melirik ke arah pintu kamar, Milan masih saja belum keluar. Ia melirik jam di pergelangan tangan nya, memang masih pagi tapi apa gadis itu terbiasa bangun siang, lalu bagaimana dengan sekolah nya. Ini juga bukan hari minggu dan dengan terpaksa Maxime mencoba membangunkan gadis itu.

Maxime mengetuk pintu beberapa kali, tidak ada sautan dari dalam sana, ia mencoba membuka pintu dan ternyata Milan tidur meringkuk di atas kasur.

Maxime berdecak dan melenggang masuk ke dalam kamar.

"Milan bangun," ucapnya.

"Milan ..."

"Milan ..."

"MILANNN!!"

Teriakan Maxime membuat tubuh Milan seakan meloncat untuk bangun seketika. Maxime menghembuskan nafas sementara Milan terlihat sedang menggaruk-garuk kepalanya, ia seperti orang linglung saja.

"Apa kau tidak sekolah?"

"Hah---Apa?" Milan masih setengah sadar menatap Maxime.

"Tidak sekolah?" ulang Maxime.

Milan menggeleng. "Tidak, saya keluar dari sekolah saja, Tuan. Kerja saja lah."

"Hei apa kau gila?! pendidikan itu penting!"

"Orang tua saya sudah tidak mau merawat saya lagi, hoaaammm ..." Milan meregangkan ototnya setelah menguap ngantuk lalu hendak kembali tidur tapi Maxime segera mencengkram tangan Milan dan menariknya dari ranjang untuk ke kamar mandi yang berada di luar kamarnya.

"Cepat mand!!"

"Tuan ... tuan ... saya tidak mau sekolah, tunggakan saya di sekolah sangat banyak."

Keduanya berhenti di depan pintu kamar mandi, Maxime melepaskan tangan Milan. "Aku akan membayar semua tunggakan sekolahmu, mandilah."

Mata Milan membulat sempurna. "Beneran Tuan?"

Maxime hanya mengangguk pelan, Milan pun tersenyum senang. "Terimakasih, Tuan. Tuan kau memang bos petshopku yang terbaik," ucap Milan seraya meninju pelan dada Maxime.

"Eh maaf ..." Milan langsung menarik tangan nya kala tersadar tindakan nya tidak sopan. Sementara Maxime hanya menatapnya datar.

"Kalian ..." teriak Arsen yang berdiri di depan pintu dengan memegang rantang berisi sarapan yang di masak Sky.

Keduanya menoleh, terlihat Arsen dengan wajah terkejutnya memandang mereka. Apalagi kala melihat Milan yang memakai baju Maxime.

"Ka-kalian ..."

"Jangan salah paham!" potong Maxime sebelum Arsen berpikir aneh-aneh tentang dirinya dan Milan.

"Cepat mandi!" ucap Maxime sebelum akhirnya duduk di kursi kasir dan Arsen menarik kursi di depan nya setelah menyimpan rantang makanan di meja.

"Kenapa dia ada di sini? sejak kapan? dan kenapa dia memakai bajumu? kalian ..."

Maxime mendesis kesal, sudah di bilang jangan salah paham masih saja Arsen berpikir aneh-aneh.

Arsen menyenderkan punggung nya di kursi. "Kalau begitu jelaskan ..."

"Orang tuanya tidak mau merawatnya lagi, jadi dia bekerja dan tinggal di sini."

Arsen kembali duduk tegak karena terkejut dengan penjelasan Maxime. "Benarkah?"

Maxime mengangguk.

"Jadi kau berniat menjadi Ayah tiri nya?"

Maxime setengah terkejut dengan perkataan Arsen, terkadang Arsen seperti orang bod*h saja, mungkin ini efek karena dulu Sekretaris Han terlalu banyak bergabung denga Uncle Athes and the geng, Maxime hanya bisa menyimpulkan seperti itu.

"Tidak kep*rat!" sahut Maxime.

"Lalu?"

"Aku hanya kasihan dengan nya," sahut Maxime kembali.

Arsen menaikkan satu alisnya, sejak kapan Maxime mempunyai rasa kasihan kepada orang lain selain keluarga nya, kalau pun orang lain paling hanya anak kecil saja yang Maxime kasihani.

"Kau bercanda? Devil sepertimu rasanya aneh mempunyai rasa kasihan dengan gadis remaja seperti dia."

Maxime hanya berdecak dengan ucapan Arsen yang menyebutnya Devil, menurutnya panggilan itu terlalu berlebihan walaupun memang benar adanya, Maxime seperti Devil yang ketika hendak membunuh tidak sekali tembak mati, tapi pria itu lebih suka memainkan korban nya terlebih dahulu, membiarkan setiap inci kulit korban nya mengeluarkan rasa sakit yang membuat Maxime puas ketika melihatnya.

Tak lama kemudian Milan keluar dari kamar mandi lengkap dengan seragam sekolahnya. Ia mengangguk seraya tersenyum sesaat ke arah Arsen lalu kembali masuk ke kamar untuk membereskan bukunya.

Arsen hanya mengerutkan dahi kala menerima senyuman dari Milan, aneh sekali gadis remaja itu.

"Antarkan dia ke sekolah," ucap Maxime seraya membuka buku yang hendak ia baca.

"Aku?" tunjuk Arsen. "Kenapa tidak kau saja."

"Aku harus menjaga petshop," sahut Maxime.

"Tutup saja dulu petshop mu, lagian petshop mu terlihat sepi," sahut Arsen.

"Tengah hari nanti biasanya ramai." Maxime berujar seraya membuka halaman baru di buku nya.

"Jelas saja ramai, itu jam istirahat kerja para gadis di desa ini, mereka tidak punya binatang peliharaan tapi malah membeli vitamin kucing, itu hanya akal-akalan untuk bertemu denganmu saja," sahut Arsen.

Maxime hanya berdehem sebagai jawaban, benar apa yang di katakan Arsen, tak banyak gadis yang memelihara kucing, anjing atau binatang lain nya di desa ini, mereka hanya berusaha berkenalan dengan pemilik petshop tampan di desa nya.

Milan keluar dari kamar dengan tas gendong dan jaket kulit hitam melekat di tubuhnya dan rambut di kuncir kuda.

Kompak Maxime dan Arsen menoleh. "Mau sekolah atau konvoi geng motor?" tanya Maxime.

"Sekolah lah," sahut Milan.

"Buka jaketmu, tidak cocok memakai jaket seperti itu ke sekolah," balas Maxime seraya menutup buku nya dan menyimpan nya di meja.

Arsen mengerutkan dahi, kenapa Maxime berani mengatur penampilan gadis di depan nya ini.

"Memangnya kenapa? ini jaket kesukaanku." Milan berkata dengan menyilangkan kedua tangan nya di dada.

Maxime mendesis kesal menghampiri Milan dan membuka paksa jaket itu.

"Hei ... hei ... kau ini apa-apaan ..." teriak Milan tidak terima, sementara Arsen hanya diam menonton saja dengan tingkah aneh kakak nya itu.

Jaket Milan berhasil terlepas, sekarang jaketnya berada di tangan Maxime. Milan dengan wajah kesal membenarkan tas nya.

Maxime masih menatap Milan, meneliti wajah gadis itu.

"Apa?!!" sentak Milan kesal.

Dan seketika Maxime menarik ikat rambut Milan sampai rambutnya terurai panjang.

"Aku lebih suka rambut panjangmu," ucap Maxime.

Arsen tersedak dengan kopi yang ia minum kala mendengar ucapan Maxime. Apa ia tidak ada salah dengar dengan ucapan Maxime.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Angraini Devina Devina

Angraini Devina Devina

arsen yg sabar ya,,,, jangan iri🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

2023-09-13

1

ponakan Bang Tigor

ponakan Bang Tigor

aciecieeee. for the first time Maxime perhatian ke cewek selain keluarganya. acieee 🤣🤣🤣🤣

2022-08-20

1

Mr.VANO

Mr.VANO

awal cilok,cinta lokasi,ajar max

2022-02-12

0

lihat semua
Episodes
1 #01
2 #02
3 #03
4 #04
5 #05
6 #06
7 #07
8 #08
9 #09
10 #10
11 #11
12 #12
13 #13
14 #14
15 #15
16 #16
17 #17
18 #18
19 #19
20 #20
21 #21
22 #22
23 #23
24 #24
25 #25
26 #26
27 #27
28 #28
29 #29
30 #30
31 #31
32 #32
33 #33
34 #34
35 #35
36 #36
37 #37
38 #38
39 #39
40 #40
41 #41
42 #42
43 #43
44 #44
45 #45
46 #46
47 #47
48 #48
49 #49
50 #50
51 #51
52 #52
53 #53
54 #54
55 #55
56 #56
57 #57
58 #58
59 #59
60 #60
61 #61
62 #62
63 #63
64 #64
65 #65
66 #66
67 #67
68 #68
69 #69
70 #70
71 #71
72 #72
73 #73
74 #74
75 #75
76 #76
77 #77
78 #78
79 #79
80 #80
81 #81
82 #82
83 #83
84 #84
85 #85
86 #86
87 #87
88 #88
89 #89
90 #90
91 #91
92 #92
93 #93
94 #94
95 #95
96 #96
97 #97
98 #98
99 #99
100 #100
101 #101
102 #102
103 #103
104 #104
105 #105
106 #106
107 #107
108 #108
109 #109
110 #110
111 #111
112 #112
113 #113
114 #114
115 #115
116 #116
117 #117
118 #118
119 #119
120 #120
121 #121
122 #122
123 #123
124 #124
125 #125
126 #126
127 #127
128 #128
129 #129
130 #130
131 #131
132 #132
133 #133
134 #134
135 #135
136 #136
137 #137
138 #138
139 #139
140 #140
141 #141
142 #142
143 #143
144 #144
145 #145
146 #146
147 #147
148 #148
149 #149
150 #150
151 #151
152 #152
153 #153
154 #154
155 #155
156 #156
157 #157
158 #158
159 #159
160 #160
161 #161
162 #162
163 #163
164 #164
165 #165
166 #166
167 #167
168 #168
169 #169
170 #170
171 #171
172 #172
173 #173
174 #174
175 #175
176 #176
177 #177
178 #178
179 #179
180 #180
181 #181
182 #182
183 #183
184 #184
185 #185
186 #186
187 #187
188 #188
189 #189
190 #190
191 #191
192 #192
193 #193
194 #194
195 #195
196 #196
197 #197
198 #198
199 #199
200 #200
201 201
202 #202
203 #203
204 #204
205 #205
206 #206
207 #207
208 #208
209 #209
210 #210
211 #211
212 #212
213 #213
214 #214
215 #215
216 #216
217 #217
218 #218
219 #219
220 #220
221 #221
222 #222
223 #223
224 #224
225 #225
226 #226
227 #227
228 #228
229 #229
230 #230
231 #De Willson series 3
Episodes

Updated 231 Episodes

1
#01
2
#02
3
#03
4
#04
5
#05
6
#06
7
#07
8
#08
9
#09
10
#10
11
#11
12
#12
13
#13
14
#14
15
#15
16
#16
17
#17
18
#18
19
#19
20
#20
21
#21
22
#22
23
#23
24
#24
25
#25
26
#26
27
#27
28
#28
29
#29
30
#30
31
#31
32
#32
33
#33
34
#34
35
#35
36
#36
37
#37
38
#38
39
#39
40
#40
41
#41
42
#42
43
#43
44
#44
45
#45
46
#46
47
#47
48
#48
49
#49
50
#50
51
#51
52
#52
53
#53
54
#54
55
#55
56
#56
57
#57
58
#58
59
#59
60
#60
61
#61
62
#62
63
#63
64
#64
65
#65
66
#66
67
#67
68
#68
69
#69
70
#70
71
#71
72
#72
73
#73
74
#74
75
#75
76
#76
77
#77
78
#78
79
#79
80
#80
81
#81
82
#82
83
#83
84
#84
85
#85
86
#86
87
#87
88
#88
89
#89
90
#90
91
#91
92
#92
93
#93
94
#94
95
#95
96
#96
97
#97
98
#98
99
#99
100
#100
101
#101
102
#102
103
#103
104
#104
105
#105
106
#106
107
#107
108
#108
109
#109
110
#110
111
#111
112
#112
113
#113
114
#114
115
#115
116
#116
117
#117
118
#118
119
#119
120
#120
121
#121
122
#122
123
#123
124
#124
125
#125
126
#126
127
#127
128
#128
129
#129
130
#130
131
#131
132
#132
133
#133
134
#134
135
#135
136
#136
137
#137
138
#138
139
#139
140
#140
141
#141
142
#142
143
#143
144
#144
145
#145
146
#146
147
#147
148
#148
149
#149
150
#150
151
#151
152
#152
153
#153
154
#154
155
#155
156
#156
157
#157
158
#158
159
#159
160
#160
161
#161
162
#162
163
#163
164
#164
165
#165
166
#166
167
#167
168
#168
169
#169
170
#170
171
#171
172
#172
173
#173
174
#174
175
#175
176
#176
177
#177
178
#178
179
#179
180
#180
181
#181
182
#182
183
#183
184
#184
185
#185
186
#186
187
#187
188
#188
189
#189
190
#190
191
#191
192
#192
193
#193
194
#194
195
#195
196
#196
197
#197
198
#198
199
#199
200
#200
201
201
202
#202
203
#203
204
#204
205
#205
206
#206
207
#207
208
#208
209
#209
210
#210
211
#211
212
#212
213
#213
214
#214
215
#215
216
#216
217
#217
218
#218
219
#219
220
#220
221
#221
222
#222
223
#223
224
#224
225
#225
226
#226
227
#227
228
#228
229
#229
230
#230
231
#De Willson series 3

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!