#06

Milan perlahan membuka matanya, ia berusaha untuk duduk seraya memegangi kepalanya, matanya menerawang ke ruangan yang tidak terlalu luas, ini sebuah kamar sempit entah milik siapa.

Perlahan ia beranjak dari ranjang membuka sedikit pintu kamar dan memicingkan mata kala melihat seorang pria yang sedang melayani pembeli.

"Ambil saja kembalian nya," si pembeli itu mendorong lembaran uang di meja seraya tersenyum menggoda ke arah pria itu.

Tapi pria itu mendorong kembali uang lembaran tersebut. "Tidak perlu!"

"Hey ayolah ... itu untukmu, anggap saja bonus untuk wajah tampanmu itu ... ups!" perempuan itu menutup mulutnya.

Milan bisa melihat pria itu sedikit geram sampai harus menghela nafas. "Bawa uang ini dan keluar dari petshopku. Kalau tidak, aku akan menyeretmu dengan kasar!!"

Perempuan penggoda itu hanya bisa ternganga dengan sikap dingin pemilik petshop.

Ia berdecak dan mengambil kembalian uang nya dengan kasar lalu pergi dengan mulut terus menggerutu kesal kepada Maxime.

"Petshop tanpa pelanggan akan bangkrut!! dasar menyebalkan!!" gerutu si perempuan itu seraya pergi meninggalkan Maxime.

Maxime kembali duduk tapi perlahan kepala nya bergerak ke samping, tepatnya ke arah Milan yang sedang mengintip, mata elangnya menatap Milan dingin tanpa ekspresi. Tapi itu justru membuat Milan membulatkan mata dan segera menutup pintu kamar.

"Siapa dia ... kenapa aku di sini? kenapa dia membawaku ke sini? apa dia salah satu dari pria yang mengejarku semalam? Apa yang dia lakukan semalam? apa dia ..." Milan menggantung kalimatnya dan coba mengecek seragam sekolahnya, masih lengkap walau sedikit kusut.

Rambut, ya dia harus mengecek rambutnya. Mungkin akan berantakan jika pria itu melakukan sesuatu terhadapnya semalam. Ia mengobrak-ngabrik tas nya sendiri, mengeluarkan semua isi tas dengan tergesa-gesa lalu mematut wajahnya di depan cermin bulat. Rambutnya masih sama seperti semalam, masih di ikat dan tidak terlalu berantakan.

Milan berdecak di depan cermin. "Ah tapi bisa saja rambutku di sisir lagi oleh pria itu."

Akhirnya Milan melempar cermin dan mulai lari di tempat atau meloncat-loncat. Memastikan apa dia akan merasakan bagian bawahnya sakit atau tidak.

Tanpa Milan sadari Maxime sedang mengintip dirinya di lubang kecil yang ada di depan pintu. Maxime menggeleng melihat Milan meloncat-loncat di dalam kamarnya.

Semalam Maxime tidak jadi pergi ke mansion Ayahnya karena tidak mungkin membawa Milan yang pingsan ke sana. Dan Maxime juga tidak bisa membawa Milan ke mansion dirinya karena ada Arsen, Tessa dan Miwa di mansion itu. Kebetulan punya mansion sendiri untuk tinggal bersama Arsen, Tessa dan Miwa. Tapi ia lebih sering diam di petshop dari pada di mansion agar identitas nya tidak tercium oleh publik.

Maxime mengeluarkan Blacky dan anaknya Blakbox lalu menaruh dua kucing itu di meja. Induk dan anak kucing itu mengeong, sementara Maxime sedang menyiapkan sarapan untuk kucingnya lalu menaruhnya di atas meja.

Tiba-tiba ia mendengar suara mobil berhenti di depan petshop, ia mendekat dan mengintip di balik gorden putih. Bukan hanya satu ternyata ada dua mobil.

Maxime sudah tahu mobil siapa itu, itu mobil uncle yang tidak waras. Athes and the geng, Philip dan Keenan.

"Maximeeee ..." teriak Jonathan memanggil Maxime seperti anak kecil yang mengajak teman nya bermain.

"Maximee ... Oh Maxime ... dimana kau beradaaaa ..." teriak Aiden.

Mereka pun hendak masuk tapi Maxime segera mengunci pintu depan, jujur saja hal yang membuat Maxime malas pulang ke mansion Ayahnya karena semua uncle nya selalu ribut tidak jelas. Dan lagi Ayahnya tidak pernah ada niatan untuk mengusir mereka dengan alasan mansion sepi kalau tidak ada mereka.

"Hey Maxime ... buka pintu nya!!" Philip mengedor-gedor pintu kaca itu dan melihat Maxime terlihat santai duduk di meja kasir seraya mengelus induk kucing. Seakan pura-pura tidak mendengar teriakan Philip.

"Maximeee ... buka pintu nya!!" teriak Samuel.

"Ayolah Maxime jangan seperti itu dengan orang tua ... tidak sopan itu, kau mau aku mengadukanmu kepada Ibumu?!!" Athes mengancam.

"Maxime aku ingin membeli penggemuk babi untuk ternak babi ku!!" teriak Philip.

Maxime masih enggan membuka pintu, pria itu masih sibuk mengelus induk kucing sampai matanya menoleh ke arah pintu kamar. Gadis itu masih ada di sana, bagaimana jika semua uncle nya melihat gadis itu.

"Dobrak saja lah," usul Keenan.

"Dobrak bagaimana ini pintu kaca, yang ada kita yang celaka," sahut Philip.

Sergio menggoyang-goyangkan rantang di tangan nya dan berteriak. "Lihat, kita membawa makanan untukmu. Ini ibumu yang memasaknya."

Sebenarnya mereka semua malas datang ke petsop Maxime karena ini bukan kali pertama Maxime mengunci pintu dan melarang mereka masuk. Tapi Sky selalu memaksa mereka untuk mengecek keadaan Maxime di petshop. Sedewasa apapun Maxime, sekejam dan sedingin apapun Maxime akan tetap di khawatirkan oleh Ibunya sendiri.

Dan lagi hanya Sky yang bisa meluluhkan Maxime seperti sekarang, Keenan mengancam akan membuang makanan yang sudah di masak susah payah oleh Sky.

"Lihat aku membuangnya ..." Keenan mengambil rantang di tangan Sergio lalu mengangkatnya tinggi, mengancam Maxime akan menjatuhkan rantang itu.

Maxime yang melihat itu berdecak lalu beranjak untuk membuka pintu.

Keenan dan yang lain akhirnya tersenyum menang karena berhasil mengancam Maxime.

"Uncle ini masih pagi ... bisakah kalian pergi?!!"

"Baru sampai sudah di usir saja!" sahut Nicholas.

"Ya, kau semakin dewasa semakin tidak sopan padahal saat bayi kami membantu merawatmu huh!" sambung Keenan.

"Walaupun saat kau bocil kau nakal dan suka sekali menganggu kami!" tutur Aiden.

Maxime menghela nafas dan mengulurkan tangan. "Berikan rantang itu."

Keenan langsung memeluk rantang di tangan nya. "Eittss ... nanti dulu. Kita mau lihat-lihat petshop mu dulu, oke."

Maxime tidak mengiyakan permintaan Keenan tapi semua uncle nya itu menerobos masuk begitu saja.

Milan menempelkan daun telinga di pintu kala mendengar suara ribut-ribut di luar kamarnya.

Ia berdecak. "Ada apa ini, kenapa ribut sekali."

Milan celengak-celinguk sampai akhirnya melihat lubang kecil di pintu. Tapi karena ia pendek dan lubangnya lebih tinggi dari kepala nya Milan tidak bisa mengintip lewat lubang itu. Milan malah mondar-mandir memikirkan cara bagaimana dia bisa keluar dari kamar nya.

"Wahhhh ... petshop mu semakin besar ya, Max." ucap Jonathan dengan mata menerawang setiap sudut petshop.

"Ini kucingmu?" tanya Aiden mengelus Blacky dan blackbox.

"Jangan sentuh!" peringat Maxime yang di acuhkan oleh Aiden. Aiden malah menggendong anak kucing itu.

"Hei, Vitamin mana yang bagus untuk ternak babi ku?" tanya Philip.

Maxime melangkah mengambil vitamin khusus babi di etalase dan memberikan nya kepada Philip.

"Sisa nya akan aku kirim nanti tapi sekarag lebih baik kau pergi uncle dan bawa semua geng mu ini!"

Philip menggoyang-goyangkan vitamin itu sampai terdengar suara kerecek. "Ah isinya sangat banyak. Terimakasih ya, tapi aku numpang tidur dulu sebentar aku sangat ngantuk. Hoaammm ..."

"Ya, kami juga masih ingin di sini sekarang," sahut Keenan dan yang lain pun ikut mengangguk.

Philip berjalan ke kamar tapi Maxime segera menghalau langkah nya.

"Aku tidak suka kamarku di masuki sembarang orang!" ucap Maxime dingin.

"Hei aku ini uncle mu," sahut Philip.

"Kau hanya teman Daddy ku," balas Maxime.

Philip berdecak, anak ini kenapa sulit sekali. Ini tidak boleh, itu tidak boleh. Sampai akhirnya Philip berusaha untuk menerobos masuk walaupun sesekali Maxime mendorongnya.

Yang lain pun ikut membantu Philip, mereka saling mendorong satu sama lain. Dan sekarang semuanya menjadi ricuh.

"Kenapa kau mencurigakan sekali!" ucap Keenan seraya mendorong tubuh yang lain melawan Maxime.

Maxime melentangkan tangan nya, menghalangi mereka semua.

"Ada apa di dalam sana!!" ucap Philip.

"Hei menyingkirlah Maxime!!"

"Tidak!!" sahut Maxime.

"Maxime ..."

"Tidak!!" sahut Maxime lagi. Sementara di dalam sana Milan sedang panik sendirian mendengar mereka berusaha masuk ke dalam kamar.

Milan menghela nafas membuka pintu dengan kasar dan.

BRAKH.

"Akkhhh!!"

Semua orang jatuh dan saling menindih satu sama lain dan Maxime tertindih di paling bawah. Tertumpuk oleh semua uncle nya.

"Sa-sakit ke-pa-rat!!" ucap Maxime yang kesulitan bernafas karena tumpukan semua orang di atasnya.

Sementara Milan yang ada di samping mereka terkejut sampai membulatkan mata dan menutup mulut dengan tangan nya.

Bersambung

Terpopuler

Comments

Firanty Ranty

Firanty Ranty

astaga ngakak aku nich author nya emang gokil bikin cerita novel mafia tp genre-nya paket komplit 🤣🤣🤣

2024-05-26

0

WidiaV

WidiaV

apa kabar momo 😂

2024-04-01

0

Angraini Devina Devina

Angraini Devina Devina

hahaha 🤣🤣🤣🤣🤣

2023-09-13

0

lihat semua
Episodes
1 #01
2 #02
3 #03
4 #04
5 #05
6 #06
7 #07
8 #08
9 #09
10 #10
11 #11
12 #12
13 #13
14 #14
15 #15
16 #16
17 #17
18 #18
19 #19
20 #20
21 #21
22 #22
23 #23
24 #24
25 #25
26 #26
27 #27
28 #28
29 #29
30 #30
31 #31
32 #32
33 #33
34 #34
35 #35
36 #36
37 #37
38 #38
39 #39
40 #40
41 #41
42 #42
43 #43
44 #44
45 #45
46 #46
47 #47
48 #48
49 #49
50 #50
51 #51
52 #52
53 #53
54 #54
55 #55
56 #56
57 #57
58 #58
59 #59
60 #60
61 #61
62 #62
63 #63
64 #64
65 #65
66 #66
67 #67
68 #68
69 #69
70 #70
71 #71
72 #72
73 #73
74 #74
75 #75
76 #76
77 #77
78 #78
79 #79
80 #80
81 #81
82 #82
83 #83
84 #84
85 #85
86 #86
87 #87
88 #88
89 #89
90 #90
91 #91
92 #92
93 #93
94 #94
95 #95
96 #96
97 #97
98 #98
99 #99
100 #100
101 #101
102 #102
103 #103
104 #104
105 #105
106 #106
107 #107
108 #108
109 #109
110 #110
111 #111
112 #112
113 #113
114 #114
115 #115
116 #116
117 #117
118 #118
119 #119
120 #120
121 #121
122 #122
123 #123
124 #124
125 #125
126 #126
127 #127
128 #128
129 #129
130 #130
131 #131
132 #132
133 #133
134 #134
135 #135
136 #136
137 #137
138 #138
139 #139
140 #140
141 #141
142 #142
143 #143
144 #144
145 #145
146 #146
147 #147
148 #148
149 #149
150 #150
151 #151
152 #152
153 #153
154 #154
155 #155
156 #156
157 #157
158 #158
159 #159
160 #160
161 #161
162 #162
163 #163
164 #164
165 #165
166 #166
167 #167
168 #168
169 #169
170 #170
171 #171
172 #172
173 #173
174 #174
175 #175
176 #176
177 #177
178 #178
179 #179
180 #180
181 #181
182 #182
183 #183
184 #184
185 #185
186 #186
187 #187
188 #188
189 #189
190 #190
191 #191
192 #192
193 #193
194 #194
195 #195
196 #196
197 #197
198 #198
199 #199
200 #200
201 201
202 #202
203 #203
204 #204
205 #205
206 #206
207 #207
208 #208
209 #209
210 #210
211 #211
212 #212
213 #213
214 #214
215 #215
216 #216
217 #217
218 #218
219 #219
220 #220
221 #221
222 #222
223 #223
224 #224
225 #225
226 #226
227 #227
228 #228
229 #229
230 #230
231 #De Willson series 3
Episodes

Updated 231 Episodes

1
#01
2
#02
3
#03
4
#04
5
#05
6
#06
7
#07
8
#08
9
#09
10
#10
11
#11
12
#12
13
#13
14
#14
15
#15
16
#16
17
#17
18
#18
19
#19
20
#20
21
#21
22
#22
23
#23
24
#24
25
#25
26
#26
27
#27
28
#28
29
#29
30
#30
31
#31
32
#32
33
#33
34
#34
35
#35
36
#36
37
#37
38
#38
39
#39
40
#40
41
#41
42
#42
43
#43
44
#44
45
#45
46
#46
47
#47
48
#48
49
#49
50
#50
51
#51
52
#52
53
#53
54
#54
55
#55
56
#56
57
#57
58
#58
59
#59
60
#60
61
#61
62
#62
63
#63
64
#64
65
#65
66
#66
67
#67
68
#68
69
#69
70
#70
71
#71
72
#72
73
#73
74
#74
75
#75
76
#76
77
#77
78
#78
79
#79
80
#80
81
#81
82
#82
83
#83
84
#84
85
#85
86
#86
87
#87
88
#88
89
#89
90
#90
91
#91
92
#92
93
#93
94
#94
95
#95
96
#96
97
#97
98
#98
99
#99
100
#100
101
#101
102
#102
103
#103
104
#104
105
#105
106
#106
107
#107
108
#108
109
#109
110
#110
111
#111
112
#112
113
#113
114
#114
115
#115
116
#116
117
#117
118
#118
119
#119
120
#120
121
#121
122
#122
123
#123
124
#124
125
#125
126
#126
127
#127
128
#128
129
#129
130
#130
131
#131
132
#132
133
#133
134
#134
135
#135
136
#136
137
#137
138
#138
139
#139
140
#140
141
#141
142
#142
143
#143
144
#144
145
#145
146
#146
147
#147
148
#148
149
#149
150
#150
151
#151
152
#152
153
#153
154
#154
155
#155
156
#156
157
#157
158
#158
159
#159
160
#160
161
#161
162
#162
163
#163
164
#164
165
#165
166
#166
167
#167
168
#168
169
#169
170
#170
171
#171
172
#172
173
#173
174
#174
175
#175
176
#176
177
#177
178
#178
179
#179
180
#180
181
#181
182
#182
183
#183
184
#184
185
#185
186
#186
187
#187
188
#188
189
#189
190
#190
191
#191
192
#192
193
#193
194
#194
195
#195
196
#196
197
#197
198
#198
199
#199
200
#200
201
201
202
#202
203
#203
204
#204
205
#205
206
#206
207
#207
208
#208
209
#209
210
#210
211
#211
212
#212
213
#213
214
#214
215
#215
216
#216
217
#217
218
#218
219
#219
220
#220
221
#221
222
#222
223
#223
224
#224
225
#225
226
#226
227
#227
228
#228
229
#229
230
#230
231
#De Willson series 3

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!